*****Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta,jiwa dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yg sabar.(Qs.Al-Baqarah 2 : 155).*****Ataukah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga , padahal (cobaan) belum datang kepadamu seperti (yang dialami) orang-orang terdahulu sebelum kamu. Mereka ditimpa kemelaratan, penderitaan dan diguncang (dengan berbagai cobaan), sehingga Rasul dan orang-orang yg beriman bersamanya , berkata, 'kapankah datang pertolongan Allah?' Ingatlah , sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat.(Qs.Al-Baqarah 2 : 214). *****Dan sungguh, Kami telah mengutus (rasul-rasul) kepada umat-umat sebelum engkau, kemudian Kami siksa mereka dengan (menimpakan) kemelaratan dan kesengsaraan , agar mereka memohon (kepada Allah) dengan kerendahan hati.(Qs.Al-An'am 6 : 42). *****Dan Kami coba mereka dengan (nikmat) yg baik-baik dan (bencana) yg buruk-buruk, agar mereka kembali (kepda kebenaran). (Qs. Al-A'raf 7 : 168). *****Sesungguhnya orang-orang yang beriman adalah mereka yg apabila disebut nama Allah gemetar hatinya , dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, bertambah imannya dan hanya kepada Tuhan mereka bertawakal, (yaitu) orang-orang yg melaksanakan shalat dan yg menginfakkan sebagian dari rizki yang Kami berikan kepada mereka. Mereka itulah orang-orang yg benar-benar beriman. Mereka akan memperoleh derajat (tinggi) di sisi Tuhannya dan ampunan serta rizki (nikmat) yg mulia. (Qs.An-anfal 8 : 2-4). *****Apakah kamu mengira bahwa kamu akan dibiarkan (begitu saja), padahal Allah belum mengetahui orang-orang yg berjihad diantara kamu dan tidak mengambil teman yg setia selain Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman. Allah Mahateliti terhadap apa yg kamu kerjakan. (Qs. At-Taubah 9 : 16) *****Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yg sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kami-lah kamu dikembalikan. (Qs. Al-Anbiya 21 : 35). *****Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sungguh , Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, Maka Allah pasti mengetahui orang-orang yang benar dan pasti mengetahui orang-orang yg dusta. (Qs. Al-'Ankabut 29 : 2-3)

Kamis, 22 Desember 2011

Jaringan komputer (3 dr 4)

Telah dibahas yg lalu, bahwa jaringan mempunyai beberapa kelebihan dibanding komputer yang berdiri sendiri. Di dunia bisnis telah membuktikan bahwa teknologi informasi mempunyai andil yang besar dalam mendukung keberhasilan penetrasi pasar. Jaringan mempuyai andil besar dalam percepatan proses berbagai data (data sharing), yg selalu lebih cepat dibandingkan sarana lainnya. Jaringan juga memungkinkan banyak workgroup berkomunikasi dengan efisien. Kali ini, kita menggolongkan jaringan berdasar jangkauan wilayah, dimana dikenal dengan : LAN, MAN, WAN. CAN dan Intranet. 
a. LAN (Local Area Network), LAN atau jaringan lokal merupakan jaringan yg cakupan wilayah yg sempit. Arena ini terbatas pada suatu ruangan atau gedung atau satu komplek tertentu. Seringkali LAN dikatakan sebagai SLN (Single Location Network , atau jaringan lokasi tunggal).  

Selasa, 20 Desember 2011

Orang-orang yg terlupakan

Dalam suatu riwayat , diceritakan hamba-hamba yg dimuliakan Allah namun mereka seringkali justru  tidak dikenal diakalangan kaumnya. Jika tidak hadir di lingkungan kaumnya maka tidak ada yang merasa kehilangan. Bahkan ketika hamba-hamba itu ada di hadapan kaumnya, mereka juga diabaikan saja. Namun subhanallah karena hamba-hamba tak dikenal itu maka rahmat Allah diturunkan. Hamba-hamba itu adalah orang-orang yg tersembunyi, mereka tidak dikenal bahkan nampak hina di bumi tapi dikenal di langit. Sebagaimana firman Allah , yang artinya "Berdoalah kepada Rabb-mu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas" (Qs Al-A'raf : 55). 

Senin, 19 Desember 2011

menggapai Khusyuk

Salah satu bahasan dalam fiqh shalat adalah menjaga kekhusyukan di dalamnya. Imam Ibnu Qudamah al-Maqdasy dalam Mukhtasar Minhajul Qashidin, menyatakan bahwa kekhusyukan adalah puncak kebaikan dari adab-adab shalat. Para ulama berpendapat ini adalah sebuah jawaban, mengapa banyak orang yang shalat belum berhasil menjaga dirinya dari dosa dan kemaksiatan, sementara Al-Quran dengan tegas menggambarkan tentang shalat , sebagaimana Allah berfirman, yang artinnya ," Sesungguhnya sholat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar “ (QS Al-Ankabut : 45) . Telah menjadi harapan kita semua, untuk selalu mengevaluasi shalat-shalat kita. Apakah sudah mendapati kekhusyukan didalamnya, atau hanya menjadikan shalat sebagai rutinitas  yg menggugurkan kewajiban ?  

Kamis, 15 Desember 2011

Menghindari perbuatan sia-sia

Allah berfirman, yang artinya, "Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyu' dalam sembahyangnya, dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna, dan orang-orang yang menunaikan zakat, dan orang-orang yang menjaga kemaluannya,". (Qs. Al-Mukminun : 1-5) Penggalan Surah ini menerangkan hamba yg beriman (mukmin) punya karakteristik khas dalam perilaku, perkataan maupun akhlak dalam diri. Hamba yg mensifati dirinya dengan karakteristik ini, maka Allah akan memuliakannya dengannya. Jika tidak,  mk hal tsb hanyalah sekadar pengakuan yg membutuhkan suatu pembuktian. Al-Qur'an dan hadits Rasulullah banyak menerangkan tentang sifat-sifat tersebut. Salah satu karakteristik yg kita bahas ini adalah orang-orang yg menjauhkan diri dari perbutan yg tidak berguna.  

Selasa, 13 Desember 2011

Jaringan komputer (2 dr 4)

Jaringan komputer adl sistem yg terdiri atas komputer-komputer yg didesain untuk dapat berbagi sumber daya , berkomunikasi data, dan mengakses informasi lainnya. Setiap bagian dari jaringan komputer dapat meminta dan memberikan layanan data (service). Pihak yg meminta (menerima) layanan disebut klien (client) dan yg memberikan (mengirim) layanan disebut server. Kali ini kita membahas penggolongan komputer berdasarkan hubungan fungsional komputer dalam pemrosesan data. Di kategori ini , dikenal : jaringan client-server dan jaringan peer to peer. Jaringan client server terdiri atas sebuah server atau lebih yg terhubung dengan beberpa komputer client. Server berperan menyediakan layanan , seperti pengaksesan file, periferal maupun database.  

Senin, 12 Desember 2011

Nilai ibadah menanam Pohon

Dewasa ini kampanye gerakan penghijauan alam lagi bergairah . Banyak pihak menyambut gembira karena mengetahui manfaat pohon dan penghijauan . Saudaraku rahasia apa yg tersembunyi di balik tindakan mulia ini? Dari riwayat Imam Muslim , bhw Rasulullah bersabda, yg artinya , "Tidaklah seorang hamba beriman (muslim) menanam tanaman, kecuali apa yg dimakan dari tanaman tsb merupakan shadaqahnya (orang yg menanam). Dan apa yg dicuri dari tanaman tsb merupakan shadaqahnya. Dan apa yg dimakan oleh binatang buas dari tanaman tsb merupakan shadaqahnya. Dan apa yg dimakan oleh seekor burung dari tanaman tsb merupakan shadaqahnya. Dan tidaklah dikurangi atau diambil oleh seseorang dari tanaman tsb kecuali merupakan shadaqahnya". Imam Nawawi menafsirkan hadits ini bhw : “Di dalam hadits ini menunjukkan keutamaan menanam termasuk didalamnya mengolah tanah, dan bahwa pahala orang yg menanam tanaman itu mengalir terus selagi yg ditanam atau yg berasal darinya itu masih ada sampai hari kiamat”.  

Minggu, 11 Desember 2011

the great investment

Didalam Surah Adh-Dhuha Allah swt bersumpah dengan waktu dhuha dan waktu malam: “Demi waktu matahari sepenggalahan naik, dan demi malam apabila telah sunyi.” (QS. Adh-Dhuhaa :1-2). Rasulullah saw bersabda: “Shalat dhuha itu (shalatul awwabin) shalat orang yang kembali kepada Allah, setelah orang-orang mulai lupa dan sibuk bekerja, yaitu pada waktu anak-anak unta bangun karena mulai panas tempat berbaringnya.” (HR Muslim) Rahasia apa yg tersembunyi hingga Allah dan Rasul-Nya memberikan perhatian khusus terhadap (waktu) dhuha? Salah satu keistimewaan waktu dhuha adalah disunahkannya shalat dhuha. Shalat Dhuha adalah shalat sunnah yg dikerjakan ketika matahari baru naik. Jumlah rakaatnya minimal 2 maksimal 12. Dari Anas berkata Rasulullah bersabda ," Barang siapa shalat Dhuha 12 rakaat, Allah akan membuatkan untuknya istana disurga."(H.R. Tarmiji dan Abu Majah). Mengenai keutamaan shalat Dhuha, banyak riwayat hadits yang menceritakan keutamaan shalat ini.

Sabtu, 10 Desember 2011

Jaringan komputer (1 dr 4)

Apa sih jaringan komputer itu? Jaringan komputer dapat diartikan sbg suatu kumpulan interkoneksi sejumlah komputer otonom. Dua unit komputer dapat dikatakan membentuk sutu network , bila keduanya dapat saling bertukar informasi. Jadi Jaringan komputer merupakan suatu kumpulan dua atau lebih perangkat komputer yg saling terhubung , yg dimungkinkan terjadinya penggunaan bersama sumber daya dan komunikasi data secara online. Jaringan komputer adalah kumpulan komputer, printer dan peralatan lainnya yg terhubung dalam satu kesatuan. Informasi dan data bergerak melalui kabel (tanpa kabel) sehingga pengguna jaringan komputer bisa saling bertukar data, atau bersama-sama menggunakan hardware/software yg terhubung dalam jaringan. Setiap komputer, printer atau periferal yg terhubung dengan jaringan disebut node.

Selasa, 06 Desember 2011

12 Orang yg dido’akan Malaikat

Iman kepada malaikat adalah bagian dari Rukun Iman. Iman kepada malaikat adalah meyakini adanya malaikat, walaupun kita tidak dapat melihat mereka. Allah menciptakan mereka dari cahaya. Mereka menyembah Allah dan selalu taat kepada-Nya, dan Allah memberikan mereka kemampuan untuk dapat melaksanakan perintah-perintah Allah. Sifat-sifat malaikat yaitu mereka selalu patuh terhadap apa-apa yang diperintahkan Allah kepada mereka.
Mereka tidak diciptakan untuk membangkang kepada Allah. Dengan sifat-sifat itu, tentu saja doa para malaikat pastilah dikabulkan Allah. nah , maukah kita termasuk dalam golongan manusia yang didoakan malaikat? Allah SWT berfirman, "Sebenarnya (malaikat - malaikat itu) adalah hamba - hamba yang dimuliakan, mereka tidak mendahului-Nya dengan perkataan dan mereka mengerjakan perintah - perintah-Nya. Allah mengetahui segala sesuatu yang di hadapan mereka dan yang di belakang mereka, dan mereka tidak memberikan syafa'at melainkan kepada orang - orang yang diridhai Allah, dan mereka selalu berhati - hati kerana takut kepada-Nya" (QS Al Anbiyaa' 26-28). Insya Allah berikut inilah orang - orang yang didoakan oleh para malaikat :  

Senin, 05 Desember 2011

Tips : Prinsip Kerja Pendingin mesin Mobil (1 dr 3)

Sistem pendinginan mesin kendaraan adalah sistem yg berfungsi menjaga agar suhu mesin dalam kondisi ideal. Ia menjaga agar mesin tidak terlalu panas. Mesin melakukan proses pembakaran untuk menghasilkan energi , dimana mekanisme mesin diubah menjadi energi gerak. Dlm hukum efisiensi energi, dimana tidak ada efisiensi sempurna, mk panas hasil pembakaran tidak semuanya terkonversi menjadi energi, sebagian terbuang melalui saluran pembuangan dan sebagian terserap material disekitar ruang bakar. Prinsip sistem pendingin , menyerap energi panas dari dalam suatu ruang dan kemudian menyedot dan membuangnya ke lingkungan. Proses pembakaran yg berlangsung terus menerus di mesin mengakibatkan mesin menjadi sangat  panasi. Sebuah mobil dengan 4 silinder dg kecepatan 50 mil/jam, menghasilkan ledakan 4000 per menit di dalam mesin untk menggerakkan kendaraan berjalan. Jika tidak dikendalikan, mkl panas mesin akan menghancurkan mesin itu sendiri . Kondisi yg terlalu panas mengakibatkan arus yang mengalir pada coil berkurang. Medan magnet yg akan dibangkitkan pun semakin kecil. Sebab medan magnet yg melemah mk percikkan bunga api menjadi kecil dan tidak cukup untuk membakar campuran BBM dan udara.  

Minggu, 04 Desember 2011

Pygmalion effect

Legenda Pygmalion dikenal sebagai seseorang yg berpikiran positif. Ia memandang  sesuatu dari sudut yang baik. Ketika ada seorang pembeli ngotot menawar-nawar harga, orang-orang sekitarnya berkata , “Kikir betul orang itu.” Tapi Pygmalion berkata, “Mungkin orang itu perlu mengeluarkan uang untuk urusan lain yg lebih perlu”. Ketika anak-anak mencuri apel dikebunnya, Pygmalion tidak marah. Ia merasa iba, “Kasihan, anak-anak itu kurang mendapat pendidikan dan makanan yg cukup di rumahnya.”Itulah pola pandang Pygmalion. Ia melihat suatu keadaan dari segi baik. Ia tidak berpikir buruk tentang orang lain; sebaliknya, ia mencoba membayangkan hal-hal baik dibalik perbuatan buruk itu.
Dalam legenda itu bhw dengan dilandasi berprasangka baik maka keinginan seseorang akan makin cepat terwujud. Legenda ini  dikenang untuk mengambarkan dampak pola berpikir positif. Kalau kita berpikir positif tentang suatu keadaan atau seseorang, maka hasilnya betul-betul menjadi positif.

Sabtu, 03 Desember 2011

Sabar itu ada batasnya

Sering kita mendengar kata-kata ,” sudah habis kesabaranku” , “Kesabaranku sudah sampai batas terakhir”. Ini adalah pemahaman yg keliru. Pemahaman seperti ini akan menyebabkan hati menjadi rapuh dalam menerima ujian (musibah) dari Allah. Sehingga akhirnya mengakibatkan batin merana , lepas kontrol dgn dalih sabar ada batasnya. Firman Allah, yang artinya ,” Dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan, mereka itulah orang-orang yg benar (imannya) , dan mereka itulah orang-orang yg bertaqwa,” (Qs. Al-Baqarah : 177). Sabar adalah perintah Allah yg wajib , mk tidak ada batasnya. Seperti shalat, maka sabar harus dilakukan selama kehidupan manusia. Sebagaimana ujian untuk hamba beriman tak akan pernah berhenti. Imam Ahmad, berkata bahwa kata sabar disebutkan dalam tujuh puluh tempat di dalam Al-Qur’an. Ibn Qayyim dalam Madarijus Salikin menyebutkan bahwa sabar disebutkan al-Qur’an dalam enam belas versi. Menurut ijma’ ulama, sabar itu wajib, dan merupakan setengah dari iman.

Jumat, 02 Desember 2011

Pemaaf

Allah berfirman, yang artinya ,” Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik dari sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan si penerima). Allah Maha Kaya lagi Maha Penyantun”. (Qs. Al-Baqarah : 263). Dari Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah bersabda, yang artinya ,” Sedekah tidak akan mengurangi harta , dan Allah tidak akan menambah bagi seorang hamba dari sikap memberi maafnya kecuali kehormatan.Tidaklah seorang merendahkan hati kecuali Allah meninggikan derajadnya “, (Hr Muslim).
Saudaraku, memberi maaf memang tidak mudah, karena seringkali kita mengira bahwa sikap itu membuat kita hina dan rendah. Namun nash-nash justru mutlak menegaskan kebalikannya bahwa memberi maaf justru mengangkat derajad pelakunya dan menjadi sebab kehormatannya. Dalam bahasan kali ini, diceritakan beberapa situasi yang memperjelas makna maaf dan pengaruhnya terhadap jiwa manusia dan orang lain.

Kamis, 01 Desember 2011

AVIDEMUX , edit video mudah-praktis

Membanjirnya layanan berbasis format video , makin banyak pula referensi kita dalam mengajar, sosialisasi, ceramah, rapat, dst. Umumnya kita hanya perlu sedikit atau bagian tertentu saja dari tayangan berbasis video tsb, sebagai bahan pendukung paparan kita didepan audiens. Atau anda  memotong bagian yg tak penting dari video atau  untuk mendapatkan adegan tertentu. Untuk itu kita memerlukan program yang bisa digunakan untuk memotong video dgn bagian adegan tertentu. Banyak program gratis yg ditawarkan . Disarankan pakai program gratis dengan fitur ciamik , yaitu Avidemux. Program Avidemux menyediakan sebuah cara yg mudah dan cepat untuk memotong clip dari video file apapun. Kemampuannya oke deh untuk editing, encoding, dan filtering video. Ia hadir bagi beberapa platform sistem operasi seperti GNU/Linux, Microsoft Windows, Mac OS X, dan berbagai varian BSD.  

Selasa, 22 November 2011

Iblis & Qarun , ahli ibadah yg jatuh hina

Imam Ghazali dalam Mukasyafatul Qulub, meriwayatkan bhw ada makhluk yg dulunya tampan, bersayap empat, ahli ibadah, kebanggaan para malaikat. Dilangit dunia ia dijuluki ‘Abid (Ahli ibadah), dilangit ke-2 dijuluki Zahid (ahli zuhud), dilangit ke-3 dijuluki Al A’rif (ahli makrifat), dilangit ke-4 dijuluki Al Waali (kekasih), Dilangit ke-5 dijuluki At Taqoo (Ahli taqwa), dilangit ke-6 dijuluki Al Khoozin (bendahara), dilangit ke-7 dijuluki ‘Azaaziil . ia lalai akan perintah Allah, sebagaimana firman Allah, yang artinya: " Allah berfirman “ Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) diwaktu Aku menyuruhmu?” Menjawab iblis: 'Saya lebih baik daripadanya, Engkau ciptakan aku dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah." (Qs. Al A'raaf 12). Firman Allah , yang artinya : "Allah berfirman: 'Turunlah kamu dari Surga itu; karena kamu tidak sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya, maka keluarlah, sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang hina." (Qs. Al A'raaf : 13) . Sejak itu ia menjadi makhluk paling dilaknat (hina) , karena tidak mentaati perintah Allah. Lalu bagaimana kita, sudahkah kita mentaati perintah Allah?  

Senin, 21 November 2011

Wanita yg lebih cantik dari Bidadari surga

Ini tentang ibu , saudari kita, istri kita, putri kita & wanita mulia lainnya. Penggalan dari Imam Ath Thabrani yg meriwayatkan  hadits dari Ummu Salamah. Bahwa Ummu salamah bertanya, ‘ Ya Rasulullah ,manakah yg lebih utama, wanita dunia ataukah bidadari yg bermata jeli. Rasulullah menjawab, yang artinya ,” Wanita-wanita dunia lebih utama dari bidadari-bidadari seperti kelebihan apa yang nampak dari apa yang tidak terlihat ,” Salamah bertanya ,’ Mengapa wanita dunia lebih utama dari bidadari ?’ Rasulullah menjawab , yang artinya ,” Karena shalat mereka, puasa dan ibadah mereka kepada Allah. Allah meletakkan cahaya di wajah mereka, tubuh mereka adalah kain sutera, kulitnya putih bersih, pakaiannya berwarna hijau, perhiasannya kekuningan, sanggulnya mutiara, dan sisirnya terbuat dari emas”....(Hr At Thabarani). Saudariku , muliakanlah dirimu dgn taqwa, & engkau menjadi lebih mulia dari mereka. Beberapa ulama bahkan berpendapat bhw wanita dunia lebih baik 70 kali lipat dari bidadari.  

Minggu, 20 November 2011

Merdeka dari budak kelalaian

Firman Allah yang artinya ,” Dan orang-orang yang menghabiskan waktu malam untuk beribadah kepada Tuhan mereka dengan bersujud dan berdiri ,” (Qs. Al-Furqan : 64).
Abu Na’im dalam Hiyatul Auliya ‘ , bahwa Dzunnun al-Mishri mensifati orang-orang sebagaimana dimaksud ayat itu adalah bahwa orang-orang yang bangun malam bersujud dihadapan-Nya ketika malam bertemu dengan kegelapan dan suara-suara makhluk menjadi sunyi. Saudaraku , jika kita melihat salah seorang dari mereka sedang berdiri shalat dan membaca ayat-ayat-Nya, terbersitlah dalam hati bahwa kedudukan mereka adalah kedudukan hamba-hamba yang sedang berdiri dihadapan Tuhan semesta alam. Sungguh mereka telah lepas dari budak kelalaian dan menikmati kemerdekaan sejati . Dan semoga Allah mengantarkan kita kepada derajat kedudukan seperti mereka.  

Sabtu, 19 November 2011

Power of belief

The Power of Belief or the Power of Intention (Intention Manifestation) is not magic, although it can seem that way sometimes. Dr Denis Waitley (the Psychology of Winning) berkata bahwa , Alasan mengapa seseorang tak pernah meraih cita-citanya adalah karena dia tak pernah serius berkeyakinan bahwa cita-citanya itu dapat dicapai. Jika Anda yakin bahwa Anda bisa, Anda pasti bisa. Seringkali kita ragu-ragu dan tidak berani mencoba , yang bersumber dari kurangnya rasa percaya diri dalam diri . Karenanya, kita tidak berpikir bahwa kita mampu melakukannya, sehingga urung untuk berani mencoba. Keyakinan disini (Power of belief) merupakan sesuatu yang kita yakini yang berkembang dalam batin dan pikiran kita (sadar atau tidak) , yang menetukan sikap-sikap dan tindakan kita.Contoh , seseorang berkeyakinan bahwa keluarganya bukan pedagang, maka tak heran bila ia mayakini bahwa ia tak punya bakat bisnis. Akibatnya ia tak pernah mencoba untuk usaha bisnis.
Bahkan saking takutnya kita sudah meyakini bahwa apa yang akan kita lakukan pasti gagal. Orang seperti ini, bukan hanya gagal 100 persen, tetapi gagal 110% karena sebelum mencoba sudah mengatakan tidak bisa.

Jumat, 18 November 2011

Persepsi atau cara pandang


Dalam satu obyek yang sama , bisa menjadi berbeda dalam cara penanganannya antara satu orang dengan yang lainnya. Salah satu hal yang membedakanya adalah cara pandang mereka terhadap suatu masalah atau bahkan dunia di sekelilingnya. Hal ini mengakibatkan perbedaan sikap mereka terhadapa hambatan yang terjadi. Sehinga salah satu unsur penting dalam memecahkan problema-problema yang terjadi adalah bagaimana kita memandangnya. Selanjutnya cara pandang ini dipengaruhi oleh informasi yang selama ini diterima masuk dalam pikiran kita. Adapun informasi yang masuk ke dalam pikiran kita baik memalui bacaan , obrolan, renungan maupun lainnya adalah bahan dasar yang sifatnya memotivasi diri kita. Jika seseorang tersebut banyak mengambil hikmah terhadap informasii yang masuk dan terhadap permasalahan yang terjadi , maka hal ini akan membuatnya lebih optimis.
Akan tetapi informasi-informasi yang masuk adalah informasi-informasi yang sifatnya negatif , maka hal ini akan banyak mempengaruhi diri atau melemahkan diri dari sikap optimis.

Kamis, 17 November 2011

hamba yg bersyukur

Saudaraku, bersyukur hakikatnya dilakukan lidah, hati & nggota tubuh. Dan hamba yg bersyukur adalah orang yg menggunakan ketiga anggota tubuh ini untuk mencintai Allah dan Rasul-Nya. Firman Allah, yang artinya ,” Dan Dia (Allah) telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dari segala apa yang kamu mohonkan kepada-Nya ; Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah kamu dapat menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat) Allah , “ (Qs. Ibrahim : 34 ).
Di Kitabus Syukri , seorang ulama berkata, ‘ Kita tidak akan dapat menghitung nikmat Allah SWT, karena banyaknya kemaksiatan yang telah kita lakukan. Kita tidak tahu manakah yang harus kita syukuri? Apakah keindahan yg nampak ataukah kejelekan yg tersembunyi ? Lalu bagaimana cara menjadi hamba yg bersyukur? Walau, manusia tak akan mungkin sanggup membalas kebaikan anugerah Allah dan  tak akan sanggup mensyukurinya dengan baik.

Senin, 14 November 2011

aplikasi Zuhud menurut Hamka


Secara etimologis , zuhud diartikan sebagai ragaba 'ansyai'in wa tarakahu, yaitu tidak tertarik terhadap sesuatu dan meninggalkannya.Orang yang melakukan zuhud dikatakan sebgaai zahid, zuhhad atau zahidun. Sedangkan zuhdan adalab bentuk jamak dari zahidah yang berarti kecil atau sedikit. Haji 'Abdul Malik ibn Karim Amrulah (Hamka), seorang ulama dan juga sastrawan, dalam bukunya Tasawuf Modern, Tasawuf : Perkembangannya dan Pemurniannya dan Tafsir Al-Azhar, menyatakan bahwa zuhud diartikan sebagai tidak ingin atau tidak demam kepada dunia, kemegahan, harta benda dan pangkat. Secara terminilogis , beliau sependapat dengan Yazid al-Bustomi sebagai Tidak mempunyai apa-apa dan tidak dipunyai oleh apa-apa. Jadi seorang yang zahid adalah orang yang hatinya tidak terikat nmateri. Ada atau tidak adanya meteri adalah sama saja, stabil dalam kehidupannya. Bisa saja ia secara fisik bergelimang harta, karena manusia adalah makhluk yang mempunyai dua dimensi , rohani dan jasmani.
 

Minggu, 13 November 2011

Darul Bala'


Dunia adalah 'darul-bala’ (tempat ujian). Siapa yang tidak mendapat ujian atau musibah dalam hartanya, akan diuji jasadnya. Yang tidak diuji jasadnya akan diuji anak-anaknya. Adalah sunnatullah bahwa setiap hamba mendapatkan ujian (cobaan) berupa keburukan atau kebaikan. Allah berfiman, yang artinya, "Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia berada dalam susah payah" (QS. Al Balad: 4). Firman-Nya , yang artinya, "Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan." (QS. al-Anbiya`: 35). Saudaraku , seorang hamba tak akan terhindar dari cobaan (ujian), maka tanamkan-lah bibit kesabaran, jika mendapati ujian keburukan.
Semoga kita siap bersyukur atas kebaikan yang diberikan serta ridha terhadap taqdir. Kebenaran iman masih belum tampak jelas, kecuali ketiak seorang hamba tertimpa musibah, maka saat itu akan terlihat perbedaan antara orang yang asabar dan orang yang marah terhadap musibah yang dialami. Antara yang beriman dengan yang ragu.

meredam kesombongan


Makhluk yang sombong tidak akan ditemui Allah. Allah tidak akan membukakan pintu-pintu langit untuknya. Dan Allah melaknat dan mengancam mereka dengan neraka jahanam. Surga diharamkan bagi makhluk-makhluk yang sombong. Ada dua jenis kesombongan yang dilaknat Allah. Yang pertama adalah sombaong kepada manusia (sesama makhluk). Dan yang kedua adalah kesombongan kepada Allah. Kesombongan jenis pertama terkait dengan sikap keangkuhan kepada sesama (makhluk), merasa dirinya lebih baik, lebih terhormat, lebih tinggi derajatnya dst. Sungguh Allah membenci orang-orang yang angkuh dan membanggakan diri. Sebagaimana sifat iblis, ketika membanggakan dirinya lebih baik daripada Adam. Hanya karena iblis diciptakan dari api sedangkan Adam diciptakan dari tanah.
Allah berfirman , yang artinya," Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri". (Qs. Luqman : 18) Rasulullah bersabda, yang artinya ," Mereka yang di dalam hatinya ada keangkuhan diri (kibr) walaupun sebesar dzarra, tidak akan masuk surga".

Rabu, 09 November 2011

Berbicara yg BAIK

Berbicara kebaikan akan melatih kita utuk semakin yakin atas iman kita. Dan tidak ada perkataan yang lebih baik dari pada perkataan mengajak taat kepada Allah SWT dan Rasul-Nya. Allah berfirman , yang artinya “ Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu sekalian kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki amalan-amalanmu dan mengampuni dosa-dosamu. Barangsiapa mentaati Allah dan RasulNya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar” [Qs. Al-Ahzab : 70-71] . dan firman-Nya, yang artinya , “Apapun kata yang terucap pasti disaksikan oleh Raqib dan ‘Atid”. (QS. Qaff : 18).
Lidah yang tidak terjaga, memang berbahaya. Suatu perkataan yang semula bisa jadi dimaksudkan bercanda, bisa jadi menyakiti perasaan lawan bicara kita. Apalagi, bila terang-terangan bermaksud menyakitinya. Rasulullah SAW bersabda, yang artinya, ”Bukankah manusia terjerumus ke dalam neraka karena tidak dapat mengendalikan lidahnya.” (HR Timridzi).erbicara kebaikan akan melatih kita utuk semakin yakin atas iman kita. Biarpun yang kita ajak bicara orang lain, namun pada hakikatnya kita sedang berbicara untuk diri sendiri, kita sedang mengolah dan memperbaiki keyakinan kita. Semakin gencar dan kencang kita bicara kebaikan, bicara kebesaran Allah, bicara pentingnya iman, semakin kita memperbaiki dan meluruskan diri kita sendiri. Dan tidak ada perkataan yang lebih baik dari pada perkataan mengajak taat kepada Allah SWT dan Rasul-Nya.

Mencintai perkara yg dicintai Allah (2 dari 2)

Dari riwayat Abu Qatadah ra, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bertanya kepada Abu Bakar ra , yang artinya ,” Kapan engkau shalat witir”?,
Abu Bakar menjawab,’ Aku shalat witir sebelu tidur (malam)’,
Kepada Umar, Rasulullah bertanya, yang artinya ,” Kapan engkau shalat witir?”,
Umar menjawab,’ Saya tidur lebih dahulu, kemudian saya shalat witir’,
Kepada Abu Bakar , Rasulullah bersabda, yang artinya ,” Engkau telah melaksanakan dengan hati yang teguh atau dengan mantap”,
Dan Kepada Umar Beliau bersabda, yang artinya ,” Engkau mengerjakan dengan sekuat tenaga”. (Hasan Shahih, Shahih Ibn Majah no.988, Shahih Ibn Khuzaimah II 145 no.1084 , ‘Aunul Ma’bud IV 311 no.1421 dan Ibn Majah I no. 1202).
Kemudian riwayat dari Aisyah ra, bahwa ia berkata ,’ Nabi SAW sering shalat (malam) sedangkan saya tidur melintang di tempat tidurnya. Maka apabila Rasulullah hendak shalat witir, beliau membangunkan saya, lalu saya shalat witir’ (Muttafaqun ‘alaih : Fathul Bari 487 no.997 dan Muslim I 511 no.744).

Senin, 07 November 2011

To Trust

Sesungguhnya ada perbedaan yang kuat antara percaya dan mempercayakan.
Seringkali kita merasa telah meyakini atau dalam tahapan percaya kepada Allah Tuhan Yang Maha Esa, namun belum bersedia secara total memasrahkan (mempercayakan total) hidup kita hanya kepada Allah semata. Kita baru sekedar percaya yg berarti belum menunjukkan penyerahan diri secara total terhadap apa yang kita percayai. Seorang hamba yang hanya sekedar percaya maka ia tidak mempunyai komitmen penuh atas yang ia percayai. Al-Qur'an mengajarkan pondasi yang paling kuat dalam menuju keyakinan hakiki kepada Allah, yaitu bahwa " Hanya kepada Engkaulah ( Allah) kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah (Allah) kami meminta pertolongan (Qs. Al-Fatihah : 5).
Dalam kehidupan spiritual , inilah langkah dasar dalam mempercayakan diri kepda sang Pencipta berarti menyadari sepenuhnya bahwa hanya Dia-lah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu dan hanya kepada Dia-lah tempat meminta pertolongan. . Mempercayakan diri kepada Allah adalah jawaban dari pertanyaan ; Siapakah yang dapat menjadi sandaran manusia ketika sedang mengalami kesulitan? Kepada siapakah orang yeng mengalami kesulitan meminta pertolongan? Siapakah tempat bergantung dan tempat meminta bagi seluruh manusia?

Miras dan Narkoba (1 dari 2)

Allah berfirman , yang artinya,” Hai orang-orang yang beriman , sesungguhnya (meminum) Khamr, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat kebertuntungan. Sesungguhnya setan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran khamr dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan shalat ; maka berhentilah kamu (dari mengerjakan perbuatan itu) ,” (Qs. Al-Maidah : 90-91).
Allah ta’ala berfirman :
يَسْأَلُونَكَ عَنِ الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ قُلْ فِيهِمَا إِثْمٌ كَبِيرٌ وَمَنَافِعُ لِلنَّاسِ وَإِثْمُهُمَا أَكْبَرُ مِنْ نَفْعِهِمَا
“Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah : ‘Pada keduanya itu terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya” [Qs. Al-Baqarah : 219].

Mencintai perkara yg dicintai Allah (1 dari 2)

Rasulullah bersabda , yang artinya ,” Kerjakanlah witir sebab Allah itu witir dan mencintai witir”. (Hr. Ahmad dan ash-Habus Sunan, fiqh Sunnah II. Dishahihkan Syaikh al-Albani dalam Shahih Dhaif Sunan Abu Dawud no.1416). Rasulullah bersabda , yang artinya ,” Sesungguhnya Allah itu witir, Dia mencintai witir maka laksanakanlah shalat witir wahai ahli Qur’an “, (Hr Abu Dawud dan turmudzi dalam AtTarhib II).
Secara bahasa kata Witir berasal dari kata وترا ،يوتر،أوتر
Yang artinya ganjil. Adapun menurut istilah, witir adalah salah satu shalat lail atau malam yang jumlah rekaatnya ganjil yang dikerjakan setelah shalat isya’ sampai sebelum waktu subuh. Beberapa ulama berbeda pendapat tentang hukum shalat witir, dan sebagian besar ulama berpendapat bahwa shalat witir termasuk sunnah muakkadah, dan Rasulullah SAW sangat menganjurkan juga sangat mendorong untuk mengerjakannya.
Shalat adalah ibadah yang sangat mulia , maka tentu sekali keutamaan shalat witir, antara lain sbb ;

Minggu, 30 Oktober 2011

Keagungan Dhuha


Shalat Dhuha adalah shalat sunnah yang dikerjakan ketika matahari baru naik. Jumlah rakaatnya miimal 2 maksimal 12. Dari Anas berkata Rasulullah.Barang siapa shalat Dhuha 12 rakaat, Allah akan membuatkan untuknya istana disurga. (H.R. Tarmiji dan Abu Majah). Mengenai keutamaan shalat Dhuha, banyak riwayat hadits yang menceritakan keutamaan shalat ini. Didalam Surah Adh-Dhuha Allah swt bersumpah dengan waktu dhuha dan waktu malam: “Demi waktu matahari sepenggalahan naik, dan demi malam apabila telah sunyi.” (QS. 93:1-2). Pernahkah terlintas dalam benak kita mengapa Allah swt sampai bersumpah pada kedua waktu itu? Sesungguhnya Rasulullah saw bersabda: “Shalat dhuha itu (shalatul awwabin) shalat orang yang kembali kepada Allah, setelah orang-orang mulai lupa dan sibuk bekerja, yaitu pada waktu anak-anak unta bangun karena mulai panas tempat berbaringnya.” (HR Muslim)
Dari Abu Dzar ra, dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda “Bagi masing-masing ruas [1] dari anggota tubuh salah seorang di antara kalian harus dikeluarkan sedekah. Setiap tasbih (Subhanallah) adalah sedekah, setiap tahmid (Alhamdulillah) adalah sedekah, setiap tahtil (Laa Ilaaha Illallaah) adalah sedekah, menyuruh untuk berbuat baik pun juga sedekah, dan mencegah kemunkaran juga sedekah. Dan semua itu bisa disetarakan ganjarannya dengan dua rakaat shalat Dhuha”. Diriwayatkan oleh Muslim[2]

Kamis, 27 Oktober 2011

Pencuci Dosa

Suatu ketika Rasullullah bersabda ,” Bagaimana pendapat kalian seandainya di depan pintu salah seorang dari kalian terdapat sebuah sungai. Setiap hari ia mandi lima kali didalamnya. Apakah masih ada kotoran yang melekat ditubuhnya?”
Mereka menjawab,”Tidak ada “.
Rasulullah berkata,”Itulah perumpamaan shalat lima waktu, dengannya Allah menghapus semua kesalahan.” (Muttafaq ‘Alaih).
Shalat adalah penebus dan pelenyap bagi dosa-dosa yang dilakukan seorang hamba. Ia menjadi pencuci dan pembersih. Shalat dhuhur menghapus dosa seorang sejak pagi hingga siang. Shalat ashar menghapus dosa seorang sejak siang hingga menjelang sore. Begitu seterusnya.

Selasa, 11 Oktober 2011

Kita adalah hasil dari apa yg kita pikirkan

Jika anda percaya sesuatu itu tidak mungkin, pikiran anda akan bekerja bagi anda untuk membuktikan mengapa hal itu tidak mungkin.Akan tetapi jika anda percaya , benar-benar percaya, sesuatu dapat dilakukan, pikiran anda akan bekerja bagi anda dan membantu anda mencari jalan untuk melaksanakannya. Percaya sesuatu dapat memuluskan jalan untuk solusi yang kreatif. Percaya bahwa sesuatu tidak dapat dilakukan adalah cara berpikir yang destruktif. Apa yang kita pikirkan itulah yang kita dapatkan. Tuhan menciptakan manusia memiliki dengan kemampuan untuk berpikir. Segala kreasi manusia berasal dari kemampuan untuk mau berpikir. Kekuatan pikiran seringkali kita lupakan. Apabila kita berpikir kita telah kalah maka kita akan kalah sebelum melakukan sesuatu, terkadang kita berpikir tidak mampu maka hal itu yang membuat kita jadi malas berusaha.Hal ini berlaku dalam segala situasi

• Anda dapat menemukan cara-cara untuk mendekati seseorang jika anda percaya anda dpt melakukannya.
• Anda dapat menemukan cara untuk membeli rumah baru , jika anda percaya anda dapat melakukannya.
• Anda dapat berangkat ibadah haji, jika anda percaya (yakin) , anda dapat melaksanakannya.
Kepercayaan melepaskan kekuatan kreatif. Ketidak percayaan menjadi rem bagi berpikir kreatif. Percayalah , dan anda pun akan mulai berpikir secara konstruktif.

Senin, 10 Oktober 2011

Pengakuan iblis

Segala puji hanya milik ALLAH SWT, Pencipta semesta alam. Shalawat dan salam sejahtera semoga senantiasa dilimpahkan kepada Rasullullah Muhammad saw dan kepada keluarga dan pengikutnya hingga akhir zaman. Kali ini, dikaji pengakuan iblis laknatullah ketika berdialog dengan Rasulullah saw. Semoga menjadikan pelajaran bagi kita . Riwayat dari Mu'adz bin Jabal r.a, dari Ibnu Abbas r.a. , bahwa: Kami bersama Rasulullah saw. di rumah salah seorang sahabat Anshar, dimana saat itu kami di tengah-tengah jamaah. Lalu terdengar suara memanggil dari luar, "Wahai para penghuni rumah, apakah kalian mengizinkanku masuk, sementara kalian butuh kepadaku."
Rasulullah bertanya kepada kami, “Apakah kalian tahu, siapa yang memanggil dari luar itu?" Kami menjawab, "Tentu Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui." Lalu Rasulullah saw. bersabda, "Ini adalah iblis yang terkutuk semoga Allah senantiasa melaknatnya."

Minggu, 09 Oktober 2011

Kekuatan kata-kata (lisan)

Saudaraku, dari kata-kata yang keluar dari mulut (lisan) bisa menimbulkan kehancuran, pertikaian atau bahkan tumbuhnya peradaban baru. Lisan merupakan saluran keluaran produk hati yang berupa hasil pikiran-pikiran atau ide-ide. Para ulama salaf menyatakan bahwa hati laksana wadah makanan, sedangkan lisan adalah sendoknya.
Meskipun kecil ukurannya, lisan sangat besar pengaruh dan akibatnya, sebagaimana sebuah hadits, yang artinya ,” Iman seorang hamba tidak akan lurus sampai hatinya lurus, sedang-kan hati tidak akan lurus sampai lisannya lurus ,” (HR Ahmad). Banyak sekali manfaat yang ditimbulkan dari lisan, namun bahayanya juga luar biasa besarnya. Sesungguhnya cobaan itu banyak bersumber dari ucapan lisan. Kebahagiaan seorang hamba banyak bergantung pada selamatnya lisan dari penyakit-penyakit lisan.

Saudaraku, untuk menghindari besarnya cobaan lisan, para ulama lebih menyarankan untuk diam. Dimana dalam diam itu akan lebih mudah ditemukan keagungan, terhimpun tekad, ketekunan beribadah, selamat dari fitnah. Sekali lagi , sesungguhnya cobaan itu banyak bersumber dari ucapan lisan.

Penyakit-penyakit lisan itu antara lain :

1. Berbicara yang tidak bermanfaat,
Hal ini bisa jadi memang tidak berdosa atau menimbulkan pahala, hanya membuang-buang waktu, membuat hati menjadi keras. Para ulama ada yang menyatakan ini sebagai bagian dari tindakan yang makruh. Dalam hadits riwayat Abu Hurairah, bahwa Rasulullah saw bersabda, yang artinya ,” Diantara tanda baiknya keislaman seorang muslim adalah dia meninggalkan sesuatu yang tidak bermanfaat baginya , “ (Hr Timidzi).

2. Al-Fudhuul,
Yaitu berlebihan dalam pembicaraan yang tidak bermanfaat. Jika sesuatu yang dibicara-kan sebenarnya hanya dibutuhkan satu kalimat , namun kita memperpanjang menjadi dua kalimat, maka ini dinamakan fudhuul.
Sebagaimana Rasulullah saw,bersabda , yang artinya , “Beruntunglah orang yang bisa menahan kelebihan dalam ucapannya dan orang yang menginfaqkan kelebihan hartanya ,” (Hr Baghawi dan Baihaqi).

3. Berbicara dalam kebatilan
Seperti memperbincangkan kehebatan seseorang, kenikmatan kekayaan, atau keindahan penampilan seseorang dst. Ini adalah penyakit ilmu yang tidak bermanfaat dan merasa senang dalam pembicaraan yang hanya bertujuan untuk bersenang-senang dan mengisi waktu luang.

4. Al-Miraa’,
Yaitu meremehkan orang lain dalam ucapan dengan memperlihatkan kecacatan atau kedzaliman. Syaikh Mu’min Fathi al-Haddad dalam Jaddid Shalataka (Kaifa takhsya’u fi shalatika wa tadfa’u min wasawisika),menyatakan sebagai tindakan yang haram.
Dalam sebuah hadits, bahwa Rasulullah saw bersabda, yang artinya ,” Aku adalah pemimpin rumah di pinggir surga bagi orang yang meningalkan al-miraa’ meskipun ia benar, aku adalah pemimpin rumah di tengan surga bagi orang yang meninggalkan dusta dan aku adalah pemimpin rumah di tingkat tertinggi surga bagi orang yang baik akhlaknya ,” (HR Abu Dawud).

5. Al-jidaal ,
Yaitu sikap meremehkan orang lain ketika berbantahan (berdebat) disertai dengan me-nonjolkan dasar argumennya (mazhabnya). Saudaraku, ini adalah palu pemecah terbesar dalam perpecahan umat.
Al-jidaal ada dua macam, yang terpuji dan yang tercela.
Yang terpuji, jika argument didukung oleh kebenaran atau mengantarkan kebenaran dengan niat yang ikhlas dan cara yang benar.
Sebagaimana Allah berfirman ,yang artinya ,” Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. Sesungguhnya Tuhan-mu Dia-lah yang lebih mengetahui siapa yang tersesat di jalan-Nya dan Dia-lah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk ,” (Qs. An-Nahl : 125).
Berdebat dengan cara yang baik adalah berdasarkan ilmu pengetahuan, akhlak mulia, menolak kebatilan dan menjelaskan dengan cara yang baik serta ikhlas.
Apabila tidak dibarengi dengan hal-halitu,maka tujuannya akan melenceng menjadi saling mengalahkan , bukan lagi mencari kebenaran.
Adapun jidaal yang tercela , adalah berdebat dengan tujuan kebatilan untuk mengalahkan lawan tanpa disertai ilmu pengetahuan.
Sebagaimana firman-Nya , yang artinya ,” Dan diantara manusia ada orang-orang yang membantah tentang Allah tanpa ilmu pengetahuan, tanpa petunjuk dan tanpa kitab (wahyu) yang bercahaya. Dengan memalingkan lambungnya untuk menyesatkan manusia dari jalan Allah. Ia mendapat kehinaan di dunia dan di hari kiamat , Kami merasakan kepadanya azab neraka yang membakar, “ (Qs. Al-Hajj : 8-9).
Tanda utama jidaal yang tercela adalah tidak senang lawan bicaranya dalam pihak kebenaran, menginginkan lawannya dalam kesalahan, dan ingin menampakkan kelebihan dirinya.

6. Al-Khushumah ,
Yaitu kasar dalam berbicara untuk mempertahankan hak, baik ketika berbicara atau menyanggah pembicaraan orang lain.
Hadits riwayat Aisyah, bahwa Rasulullah bersabda, yang artinya ,” Sesungguhnya orang yang paling dibenci Allah adalah penantang yang paling keras ,” (Hr Bukhari-Muslim).
Perbuatan ini jelas dilarang, kecuali bagi hamba yang dizalimi dengan mempertahankan hujjahnya dengan jalan yang dibenarkan dan seperlunya . Namun lebih utama adalah meninggalkannya, karena sangat sulit untuk mengontrol lisan ketika kemarahan menimpa.

7. Al-Mizah,
Bergurau (yang tidak seperlunya),karena hal ini akan menimbulkan dosa dan aib, menjatuhkan kehormatan orang lain dst.

8. Al-Kadzib,
Adalah dusta dengan menceritakan sesuatu yang berbeda dengan realitas sebenarnya baik dengan sengaja atau tanpa pengetahuannya. Saudaraku, ketahuilah bahwa dusta adalah pangkal kemunafikan.

9. Al-Ghibah,
Atau menggunjing, membicarakan keburukana orang lain. Sebagaimana dijelaskan Rasulullah dalam sabdanya , yang artinya ,” Ghibah adalah engkau menyebutkan saudaramu sesuatu yang dia tidak menyenanginya ,” (Hr Abu Hurairah).
10. An-Namimah,
Yaitu menyebar fitnah ,ini adalah perbuatan yang dilarang Allah , sebagaimana dalam firman-Nya, yang artinya ,” Dan janganlah kamu ikuti orang yang bersumpah lagi hina yang banyak mencela, yang kian kemari menghambur fitnah ,” (Qs. Al-Qalam : 10-11).

Saudaraku, semoga kita mendapat hidayah Allah, sehingga bisa mengarahkan lisan kita ke hal-hal yang bermanfaat dalam kebaikan yang diridhai-Nya.

Allahu a’lam
Sumber : Syaikh Mu’min Fathi al-Haddad dalam Jaddid Shalataka (Kaifa takhsya’u fi shalatika wa tadfa’u min wasawisika,

Investasi

Firman Allah, “ Siapakah yang mau memberikan pinjaman kepada Allah , pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya dijalan Allah), maka Allah akan melipatgandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan,” (QS Al-Baqarah 245).
Anda yang bersedekah di jalan Allah pada hakikatnya, anda sedang memberikan pinjaman kepada Allah SWT , sebagaimana orang memberikan piutang, maka anda yang bersedekah pasti akan mendapat kembalian (return of investment).
Kemudian peminjam (Allah) akan mengembalikan pinjaman anda ini, dengan membawa pembayaran dan kembalian yang sangat banyak, pada saat anda yang bersedekah ini dalam keadaan sangat memerlukan. Allah juga memberikan ampunan, kemudahan, kesehatan maupun pahala yang berlipat-lipat .

Dari firman Allah ini, jelas bahwa siapa pun pelaku sedekah maka Allah akan memberikan kembalian kepada pelaku sedekah ini. Kembalian Allah bisa berupa ampunan, hidayah, kesehatan, pahala atau pun juga diberikan kemudahan jalan ketika menemui kesulitan.
Sempit atau lapangnya rezeki itu datangnya dari Allah SWT. Lapangnya rezeki terjadi bukan karena kita tidak membelanjakan harta atau sempitnya rezeki bukan karena kita banyak membelanjakan harta. Bahkan harta apa saja yang dibelanjakan di jalan Allah SWT pasti akan diperoleh di akhirat, atau didunia sekaligus di akhirat.

Dalam sebuah hadits, disebutkan bahwa malaikat Jibril meriwayatkan firman Allah,” Wahai hamba-hamba-Ku, Aku telah memberimu kenikmatan dengan karunia-Ku, dan aku meminta pinjaman dari kalian. Maka barang siapa yang mau memberi kepada-Ku dengan sukarela dan dengan semangat. Aku akan mempercepat balasannya di dunia. Dan di akhirat akan aku simpan pahala itu untuknya. Dan barang siapa memberi dengan tidak senang, tetapi dengan terpaksa, Aku akan mengambil darinya apa yang telah Aku berikan kepadanya. Tetapi jika kemudian ia bersabar atasnya dan mengharap pahala, Aku mewajibkan rahmat-Ku kearah atasnya. Dan Aku akan memasukannya kedalam orang-orang yang mendapat hidayah, dan Aku mengizinkan kepada-Nya untuk melihat-Ku “.(Kanzul ‘ummal)

Sungguh besar karunia Allah SWT bahkan ketika seseorang memberi dengan tidak senang, tetapi kemudian ia bersabar ketika harta itu diambil dengan paksaan, maka Allah SWT akan memberikan pahala kepadanya. Padahal jika ia memberikannya dengan kerelaan hati, Allah tidak akan mengambil kembali kenikmatan yang telah diberikan kepadanya.

Firman Allah ,” Dan janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) lebih banyak ,” (Qs Al-Muddatsir 6).

Firman ini perlu menjadi perhatian kita semua, mengenai larangan bagi pelaku sedekah untuk mengharapkan balasan terhadap apa yang telah diberikan.
Barang siapa yang memberikan sedekah, zakat, atau pemberian lainnya dengan harapan orang yang diberi itu akan berbuat baik kepadanya, berarti, ia telah mengurangi sendiri pahalanya akibat menurunnya keikhlasan itu.

Ka’ad Qurzhi ra, berkata bahwa apabila ada seseorang yang memberi sesuatu dengan niat agar orang yang diberi akan membalas kepadanya sesuatu yang lebih baik dan lebih banyak, maka ia tidak akan mendapatkan suatu tambahan apapun dari sisi Allah SWT.

Dan barang siapa, yang memberi sesuatu semata-mata karena Allah SWT dan tidak mengharap orang lain membalasnya dengan pemberian yang lebih baik atau lebih banyak atau sama dengan pemberian yang telah diberikan olehnya, maka ia akan mendapat tambahan yang terus-menerus dari Allah SWT. (Darrul Mantsur).

Alangkah indahnya bila kita bersedekah lalu kita melupakan sedekah tersebut .

Allah berfirman,” Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya dijalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir , pada tiap-tiap bulirseratus biji. Allah melipatgandakan (pahala) bagi siapa saja yang Dia kehendaki . Dan Allah Mahaluas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS : 261).

Memberikan pinjaman kepada Allah merupakan suatu investasi yang amat sangat menguntungkan. Ini merupakan ibdah sosial yang membawa dampak secara horizontal kepada sesama kita.

Sumber: Keajaiban Shodaqoh, the real stories, Sugeng D T

Kamis, 06 Oktober 2011

Antara Zuhud dan Wara' (4 dr 4)

Rasulullah telah menghimpun keseluruhan wara’ dalam satu kalimat, yg artinya,” Diantara tanda kebaikan islam adalah meninggalkan apa yg tidak bermanfaat baginya,”.
Ibrahim bin Adham berkata bahwa wara’ adalah meninggalkan setiap yang syubhat, sedangkan meninggalkan apa yang tidak bermanfaat adalah meninggalkan hal-hal yg berlebihan. Abdullah bin Mubarok berkata, “Sungguh mengembalikan satu dirham yg berasal dari harta yang syubhat lebih baik bagiku daripada bersedekah dengan seratus ribu dirham”. Dan Umar bin Abdul Aziz dinyalakan baginya sebuah lilin utk menunaikan tugas menyelesaikan perkara kaum muslimin, jika dia telah selesai maka diapun memadamkan lampu lilin tersebut lalu dia menyalakan lampunya miliknya sendiri.

Suatu hari, dia pernah berkata kepada istrinya: Apakah engkau memiliki satu dirham untuk membeli anggur ?.
Istrinya menjawab: Aku tidak memiliki uang.
Dia bertanya kembali: Apakah engkau memiliki satu keeping uang?.
Istrinya menjawab: Aku tidak punya, dan engkau sebagai amirul mu’minin apakah engkau tidak memiliki uang satu dirham saja?.
Dia menjawab: Perkara ini lebih mudah daripada melepaskan diri dari ikatan rantai di dalam neraka jahanam.

Telah disebutkan sebelumnya tentang perkataan syekh Utsaimin bahwa kesamaran tersebut bisa terjadi dalam beberapa hal, yaitu kesamaran dalam hukum, dan seorang mu’min tidak mengetahui apakah dia termasuk di dalam perkara halal dengan jelas atau di dalam perkara yang haram dengan jelas. Perkara ini memiliki contoh yang sangat banyak,
sebab perbedaannya didasarkan pada perbedaan pemahaman para ulama, di antara mereka ada yang menganggap halal dan sebagian yang lain berkata haram, hal ini terlihat dalam sebagian aqad transaksi dan cara jual beli yang banyak berkembang di masa sekarang ini”.( Musnad Imam Ahmad: 5/363 dan Al-Hutsaimi berkata dalam: Majma’uz Zawa’id: 10/296 riwayat Ahmad dengan sanad-sanadnya dan rijalnya yang merawikannya adalah rijal dalam kategori shahih. Dan Al Bani berkata di dalam di dalam silsilah Al-Dahifah: 1/62 dan sanadnya shahih dengan syarat muslim).

Jadi ketenangan hidup di dunia adalah dambaan setiap orang. Akan tetapi betapa banyak manusia yang hidupnya penuh dengan kegelisahan, gundah gulana, kecemasan, ketakutan, adanya kebencian dengan orang lain, dan keadaan lainnya yang tidak diinginkannya.
Dan hal yang perlu diingatkan bagi orang yang meninggalkan dan menjauhi perkara syubhat bahwa Allah SWT akan memberikan ganti baginya dengan sesuatu yang lebih baik dari apa yang telah terlewat.

Diriwayatkan oleh Imam Ahmad di dalam musnadnya dari Abi Qotadah dan Abi Dahma’ bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “Sesungguhnya tidaklah engkau meninggalkan sesuatu karena Allah SWT kecuali Dia akan memberikan ganti bagimu dengan yang lebih baik darinya”.

Diriwayatkan Imam an-Nawawi rahimahullah tinggal di negeri Syam (Irak), beliau hidup dan wafat disana, begitu lama beliau tinggal di negeri syam tapi belum pernah beliau mencicipi buah-buahan disana, ketika ditanya penyebabnya beliau menjawab :" di negeri ini banyak sekali perkebunan berstatus wakaf kaum muslimin, maka aku takut memakan harta wakaf". karena sifat wara` inilah maka Allah memuliakan beliau dan menjadikan beliau sebagai rujukan ilmu keislaman bagi kaum muslimin.

Suatu hari, zhahir bybras -penguasa saat itu- memintanya berfatwa untuk memobilisasi harta kaum muslimin untuk keperluan membeli senjata, para ulama syam mengeluarkan fatwa kecuali imam an-nawawi, maka zhahir mencercanya dengan mengatakan :" saya ingin menghalangi musuh Allah dan menjaga kehormatan islam sementara anda tidak mau memberi fatwa agar rakyat mengumpulkan harta mereka buat membeli senjata".

Imam an-nawawi berkata :" anda telah menjadikan kami hamba yang yang tidak memiliki dunia sedikitpun, sementara aku melihat kamu memiliki pelayan baik laki atau perempuan, istana dan harta melimpah dan itu semua adalah bukan milikmu, jika anda menjual semuanya dan ternyata itu masih belum cukup untuk membeli senjata maka saya akan memberi fatwa padamu untuk mengumpulkan harta kaum muslimin".
Marahlah zhahir sambil berkata : "keluarlah kamu dari negeri ini.." . maka pergilah beliau keluar dari negeri syam menuju ke kampung nawa`. setelah itu datanglah ulama-ulama syam kepada zhahir dan berkata :" kita sangat membutuhkan ilmunya muhyiddin ibn syaraf an-nawawi". maka zhahir berkata :" kalau begitu, suruhlah ia kembali..". maka merekapun pergi ke nawa` dan berkata padanya : " kembalilah ya ustadz, zhahir telah mengizinkanmu menetap kembali di negri syam".

Imam an-nawawi berkata :" demi Allah saya tidak akan kembali selama zhahir masih hidup". Lihatlah harga dirinya, ketinggian martabatnya, kemuliaannya sebagai ulama yang benar dan jujur serta prinsipnya yang kokoh sebagai panutan ummat, apa yang menyebabkan beliau mampu menegakkan kehormatan sebagai ulama? sungguh wara` yang Allah berikan kepada beliau itulah yang menjadi sebabnya.

Sikap wara` melahirkan keberanian, kekuatan, tangguh dan istiqamah diatas kebenaran adapun ulama atau pemimpin yang mengikuti dan terjangkiti penyakit syahwat dan syubhat maka hatinya akan lemah, sakit, takut kehilanagan rizki, takut dapur tidak berasap, cinta kepada dunia, terhijab dari jalan yang benar dan sudah pasti jauh dari pertolongan Allah Ta`ala, bagaimana orang yang bermaksiat dan berbuat dosa akan memiliki hati atau azam yang kuat dan penuh keberanian?

Wara' merupakan bentuk penghindaran dan ketidaksukaan atas obyek wara' . Sedangkan Zuhud merupakan ketiadaan harapan atau keinginan terhadap obyek zuhud Jadi jika ada sesuata yang tidak ada manfaatnya atau ada mudharatnya , bahkan atau kemanfaatannya dan akibat buruk nya adalah seimbang disetiap sisinya , maka perkara itu tidak layak diharap maupun dibenci, dan yang layak adalah zuhud bukan wara'. Sehingga dapat dikatakan bahwa apa yang layak untuk di-wara'-I maka layak pula untuk di-zuhud-i. tetapi tidak untuk sebaliknya. Wara’ membuahkan zuhud.

Saudaraku, perasaan takut membuahkan wara’ dimana permohonan pertolgan dan harapan yang tidak muluk-muluk. Kekuatan iman kepada perjumpaan dengan allah membuahkan zuhud. Ma’rifat membuahkan cinta, takut dan harapan. Rasa cukup membuahkan ridha. Dzikir membuahkan kehidupan hati, iman kepada takdir membuahkan tawakal.

Sesuatu yang dibenci atau dihindari untuk tidak menjadi keinginan atau diharap. Ketidakinginan ini lebih utama dari adanya kebencian. Adanya kebencian akan melazimkan tidak aadnya keinginan, tetapi tidak sebaliknya. Tidak setiap yang tidak diingini layak untuk dibenci. Namun kadangkala ada perkara yang tidak layak untuk diharap, dibensi atau disukai, dimurkai, diperintahkan atau dilarang dalam waktu.

Dengan ini menjadi jelas bahwa, perkara yang wajib atau mustahabaat (disukai) tidak layak untuk di-zuhud-i dan tidak pula di –wara’-i. Sedangkan makruhat (peerkara yang dibenci) layak untuk di-wara'-I dan di-zuhud-i. Untuk mubahaat (perkara yang boleh) yang layak adalah di-zuhud-i bukan di-wara'-i.

Dalam Manazilus Sa’irin , wara’ merupakan kesudahan zuhud nya orang-orang awam, dan merupakan permulaan zuhud orang khusus yang berjalan menuju Allah. Menurut Imam al-Ahmad, zuhudnya orang-orang awam adalah meninggalkan perkara-perkara yang haram. Sedangkan tingkatan diatasnya adalah zuhudnya orang-orang yang khusus, yaitu meninggalkan berlebih-lebihan dalam perkara yang halal. Selanjutnya zuhudnya orang-orang yang memiliki makrifat, yaitu orang-orang yang meninggalkan kesibukan selain dari Allah, atau ia selalu menyibukkan diri dengan hal-hal yang berkaitan dengan ridha Allah. Hamba ini adalah hamba yang memenuhi hatinya dengan kecintaan kepada Allah dan pengagungan-Nya. Dan hamba yang memiliki makrifat ini tidak melihat bahwa perbuatan zuhudnya itu sebagai sesuatu prestasi yang besar, ia malu jika hatinya mempersaksikan kezuhudan dirinya. Ia tidak berpikir untuk mendapatkan derajat disisi Allah dari perbuatan zuhudnya itu, sebab ia merasa terlalu hina menuntutnya dihadapan Allah.

Semoga bermanfaat , Allahu a'lam
Sumber: Ahmad bin Ali Soleh, Amin bin Abdullah asy‐Syaqawi dalam Al-Wara'
fatawaa syaikhul islam, al-Qaamuus, asaasul-balagaah , minhajul qaasidin, qitabul zuhud ,Qawaa'id wa Fawaa`id minal Arba'iin An-Nawawiyyah , At-Ta'liiqaat 'alal Arba'iin An-Nawawiyyah , Ibn Qayyim al-Jauzi dalam Madarijus Salikin.

Rabu, 05 Oktober 2011

beruntunglah orang yg didoakan Malaikat

Allah berfirman yang artinya " Dan milik-Nya siapa yang dilangit dan di bumi. Dan (malaikat-malaikat) yang ada di sisi-Nya, mereka tidak angkuh untuk menyembah-Nya dan tidak (pula) merasa letih. Mereka (malaikat-malaikat) selalu bertasbih malam dan siang tiada henti-hentinya." (Qs. Al Anbiyaa: 19-20). Malaikat , makhluk yg selalu menurut , selalu patuh thd perintah Allah dan selalu bertasbih memuji-Nya setiap waktu. Mereka tidak diciptakan untuk membangkang kepada Allah. Malaikat adalah alam gaib, makhluk, dan hamba Allah Subhanahu wa Ta'ala. Malaikat tidak memiliki keistimewaan rububiyah dan uluhiyah. Allah menciptakan dari cahaya serta memberikan ketaatan yg sempurna serta kekuatan untuk melaksanakan ketaatan itu. (Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin , Syarhu Ushulil Iman). Dengan ketaatan yg sempurna, maka tentu doa-doa malaikat dikabulkan Allah. Dan sungguh beruntung manusia yg mendapat kesempatan didoakan oleh para malaikat. Lalu siapakah hamba yg beruntung itu?
Allah berfirman, yang artinya ,”Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu ; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan “, (Qs. At-Tahrim : 6).
Allah berfirman, yang artinya ," dan mereka berkata “Tuhan Yang Maha Pengasih telah menjadikan (malaikat) sebagi anak”, Maha Suci ALLAH. Sebenarnya mereka (malaikat-malaikat itu), adalah hamba-hamba yang dimuliakan, mereka itu tidak berbicara mendahului-NYA dan mereka mengerjakan perintah-perintah-NYA. ALLAH mengetahui segala sesuatu yang dihadapan mereka (malaikat) dan yang di belakang mereka, dan mereka tidak memberi syafaat melainkan kepada orang yang diridhai ALLAH, dan mereka itu selalu berhati-hati karena takut kepada NYA. (QS. Al-Anbiyya’ : 26-28)

Malaikat adalah makhluk yang tidak pernah berhenti bertasbih memuji Allah di siang dan malam. Saudaraku ,sungguh jangan kita menyia-nyiakan kesempatan berharga ini. Semoga Allah memberi hidayah-Nya kepada kita agar kita bisa termasuk orang-orang yang didoakan malaikat. Dan sesungguhnya, makhluk yang mulia ini juga selalu beristighfar untuk memohon ampunan kepada ALLAH untuk hamba-hamba-Nya yang beriman. Agar Allah mengampuni kesalahan–kesalahan dan dosa-dosa manusia.

Sebagaimana Allah berfirman, yang artinya ,"(Malaikat-malaikat) yang memikul ‘Arsy dan malaikat yang berada di sekelilingnya bertasbih memuji Tuhannya dan mereka beriman kepada-NYA serta memintakan ampun bagi orang-orang yang beriman (seraya mengucapkan): “Ya Tuhan kami, rahmat dan ilmu yang ada pada-Mu meliputi segala sesuatu, maka berilah ampunan kepada orang-orang yang bertaubat dan mengikuti jalan (agmam) -Mu dan peliharalah mereka dari azab neraka , ya Tuhan kami, dan masukkanlah mereka ke dalam syurga ‘Adn yang telah Engkau janjikan kepada mereka, dan orang-orang yang saleh di antara nenek moyang mereka, istri-istri, dan keturunan mereka . Sungguh, Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana, dan peliharalah mereka dari (bencana) kejahatan. Dan orang-orang yang Engkau pelihara dari (bencana) kejahatan pada hari itu , maka sungguh telah, Engkau telah menganugerahkan rahmat kepadanya dan itulah kemenangan yang agung.” (QS. Al-Mu’min : 7-9)

Sebagaimana Allah berfirman, yang artinya ," Hampir saja langit itu pecah dari sebelah atas (karena kebesaran Tuhan) dan malaikat-malaikat bertasbih serta memuji Tuhan-nya dan memohonkan ampunan untuk orang-orang yang ada di bumi. Ingatlah, sesungguhnya Alaah Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Penyayang." (QS. Asy-Syuraa : 5).

Saudaraku, sungguh beruntung hamba-hamba-Nya yang mendapat kesempatan untuk didoakan para makhluk yang dimuliakan Allah itu, semoga kita termasuk didalamnya. Adapun orang-orang yang didoakan para malaikat itu antara lain;

1. Orang yang tidur dalam keadaan bersuci.
Rasulullah SAW bersabda, yang artinya ,"Barangsiapa yang tidur dalam keadaan suci, maka malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dia tidak akan bangun hingga malaikat berdoa 'Ya Allah, ampunilah hambamu si fulan karena tidur dalam keadaan suci". (Imam Ibnu Hibban meriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra., dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wat Tarhib I/37)

Subhnallah. Suatu amalan yang seharusnya mudah dilakukan oleh setiap hamba beriman akan tetapi hikmahnya sungguh luar biasa. Semoga kita bisa istiqomah mengamalkannya? Biasanya kalau sudah mengantuk kita akan langsung tidur tidak ingat akan wudhu. Mulai dari sekarang, marilah kita membiasakan amalan ini, semoga Allah meringankan kita semua untuk dapat melaksanakannya. Sungguh kita sangat rugi tidak ikut didoakan oleh para malaikat, hamba yang disucikan Allah.

2. Orang yang sedang duduk menunggu waktu shalat.
Rasulullah SAW bersabda,yang artinya , "Tidaklah salah seorang diantara kalian yang duduk menunggu shalat, selama ia berada dalam keadaan suci, kecuali para malaikat akan mendoakannya 'Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah sayangilah ia'" (Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., Shahih Muslim no. 469).

Saudaraku marilah kita membiasakan untuk bergegas segera ke masjid menjelang saat shalat wajib , sehingga saat adzan berkumandang kita sudah ada di masjid. Seringkali kita terbiasa datang ke masjid setelah adzan dikumandangkan, atau bahkan setelah iqomah dilantunkan.
Maka kita kehilangan kesempatan berharga untuk menunggu shalat wajib dilaksanakan di masjid. Padahal subhanallah, kita akan termasuk orang yang didoakan oleh para malaikat seandainya kita dapat menunggu datangnya shalat itu , kita sudah berada di masjid. Bahkan doa di antara adzan dan iqomah merupakan waktu yang sangat ijabah untuk berdoa, mari kita gunakan kesempatan emas ini untuk memperbanyak berdoa.

3. Orang-orang yang berada di shaf barisan depan di dalam shalat berjamaah.
Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada (orang - orang) yang berada pada shaf - shaf terdepan" (Imam Abu Dawud (dan Ibnu Khuzaimah) dari Barra' bin 'Azib ra., hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud I/130).

Bahkan Imam al-Bukhari dari Abu Hurairah mengatakan bahwa sungguh Rasulullah bersabda, yang artinya ," Seandainya manusia mengetahui (pahala) yang terdapat pada adzan dan shaff yang pertama, lalu mereka takkan mendapatkannya melainkan dengan mengundi, tentu mereka akan melakukannya."
Subhanallah sungguhn beruntung seorang hamba yang mendapatkan kesempatan shalat di shaff pertama jika mengetahui. Mengapa setiap waktu kita tidak merebutnya kesempatan tersebut?
Kita sering terbiasa shalat sendiri, atau datang ke masjid terlambat sehingga terlewatkan untuk mendapatkan shaff terdepan.

4. Orang-orang yang menyambung shaf pada sholat berjamaah (tidak membiarkan sebuah kekosongan di dalam shaf).
Rasulullah SAW bersabda, yang artinya "Sesungguhnya Allah dan para malaikat selalu bershalawat kepada orang-orang yang menyambung shaf-shaf" (Para Imam yaitu Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban dan Al Hakim meriwayatkan dari Aisyah ra., hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wat Tarhib I/272).

Kita sebagai makmum seringkali masbuk dan tidak mencermati tepi-tepi shaff, langsung membuat shaff baru padahal shaff pertama masih dapat diisi. Pada hal kalau mau menyambung shaff pertama termasuk golongan orang yang didoakan oleh para malaikat.

5. Para malaikat mengucapkan 'Amin' ketika seorang Imam selesai membaca Al Fatihah.
Rasulullah SAW bersabda, "Jika seorang Imam membaca 'ghairil maghdhuubi 'alaihim waladh dhaalinn', maka ucapkanlah oleh kalian 'aamiin', karena barangsiapa ucapannya itu bertepatan dengan ucapan malaikat, maka ia akan diampuni dosanya yang masa lalu". (Imam Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., Shahih Bukhari no. 782)
Karena ketika dalam shalat berjamaah makmum mengucapkan aamiin, maka para malaikat langit pun mengucapkan aamiin. Kalau ucapan aamiin tersebut bertepatan dengan ucapan aamiin para malaikat, akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. Subhanallah.

6. Orang yang duduk di tempat shalatnya setelah melakukan shalat.
Rasulullah SAW bersabda, "Para malaikat akan selalu bershalawat ( berdoa ) kepada salah satu diantara kalian selama ia ada di dalam tempat shalat dimana ia melakukan shalat, selama ia belum batal wudhunya, (para malaikat) berkata, 'Ya Allah ampunilah dan sayangilah ia'" (Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah, Al Musnad no. 8106, Syaikh Ahmad Syakir menshahihkan hadits ini).

Karena itu apabila sudah selesai shalat , sebaiknya kita jangan segera pergi meninggalkan tempat shalat,atau mengobrol dengan kawan didekatnya. Mari kita isi dengan berdzikir kepada Allah yang banyak , serta memnafaatkan waktu untuk berdoa , dan para malaikat pun akan mendoakan juga. Subhanallah.

7. Orang-orang yang melakukan shalat shubuh dan 'ashar secara berjama'ah.
Rasulullah SAW bersabda, "Para malaikat berkumpul pada saat shalat shubuh lalu para malaikat ( yang menyertai hamba) pada malam hari (yang sudah bertugas malam hari hingga shubuh) naik (ke langit), dan malaikat pada siang hari tetap tinggal. Kemudian mereka berkumpul lagi pada waktu shalat 'ashar dan malaikat yang ditugaskan pada siang hari (hingga shalat 'ashar) naik (ke langit) sedangkan malaikat yang bertugas pada malam hari tetap tinggal, lalu Allah bertanya kepada mereka, 'Bagaimana kalian meninggalkan hambaku?', mereka menjawab, 'Kami datang sedangkan mereka sedang melakukan shalat dan kami tinggalkan mereka sedangkan mereka sedang melakukan shalat, maka ampunilah mereka pada hari kiamat'" (Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., Al Musnad no. 9140, hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Ahmad Syakir).

Saudaraku, betapa bahagianya apabila kita termasuk dalam barisan orang-orang yang disebutkan malaikat tadi.

8. Orang yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan orang yang didoakan.
Rasulullah SAW bersabda, "Doa seorang muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang didoakannya adalah doa yang akan dikabulkan. Pada kepalanya ada seorang malaikat yang menjadi wakil baginya, setiap kali dia berdoa untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, maka malaikat tersebut berkata 'aamiin dan engkaupun mendapatkan apa yang ia dapatkan'" (Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Ummud Darda' ra., Shahih Muslim no. 2733).

Dari Abu Darda' bahwa dia berkata bahwasanya Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.
yang artinya," Tidaklah seorang muslim berdoa untuk saudaranya yang tidak di hadapannya , maka malaikat yang ditugaskan kepadanya berkata : "Amin, dan bagimu seperti yang kau doakan". [Shahih Muslim, kitab Doa wa Dzikir bab Fadli Doa fi Dahril Ghalib].

Imam An-Nawawi berkata bahwa hadits di atas menjelaskan tentang keutamaan seorang muslim mendoakan saudaranya dari tempat yang jauh, jika seandainya dia mendoakan sejumlah atau sekelompok umat Islam, maka tetap mendapatkan keutamaan tersebut. Oleh sebab itu sebagian ulama salaf tatkala berdoa untuk diri sendiri dia menyertakan saudaranya dalam doa tersebut, karena disamping terkabul dia akan mendapatkan sesuatu semisalnya. [Syarh Shahih Muslim karya Imam An-Nawawi 17/49].

Saudaraku, tidak ada kerugian sedikitkpun bila kita mendoakan kebaikan bagi saudara kita, atau orang lain. Bahkan justru kita sendiri yang lebih beruntung daripada orang yang kita doakan itu. Logikanya adalah orang lain (saudara kita) didoakan oleh kita yang notabene adalah makhluk yang selalu dilumuri dosa. Sedangkan kita mendapatkan balasan didoakan oleh malaikat yang notabene adalah makhluk mulia yang selalu mentaati perintah Allah. Bila kita pikir lebih berbobot mana doa yang kita panjatkan kepada orang lain tersebut, dengan balasan doa yang kita terima dari makhlu mulia malaikat. Jadi mari kita biasakan unetuk selalu mendoakan kebaikan pada orang lain.

Dari Shafwan bin Abdullah bahwa dia berkata : Saya tiba di negeri Syam lalu saya menemui Abu Darda' di rumahnya, tetapi saya hanya bertemu dengan Ummu Darda' dan dia berkata : Apakah kamu ingin menunaikan haji tahun ini ?
Saya menjawab : Ya. Dia berkata : Doakanlah kebaikan untuk kami karena Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda , yang artinya ," Doa seorang muslim untuk saudaranya yang tidak ada di hadapannya terkabulkan dan disaksikan oleh malaikat yang ditugaskan kepadanya, tatkala dia berdoa untuk saudaranya, maka malaikat yang di tugaskan kepadanya mengucapkan : Amiin da bagimu seperti yang kau doakan". Shafwan berkata : "Lalu saya keluar menuju pasar dan bertemu dengan Abu Darda', beliau juga mengutarakan seperti itu dan dia meriwayatkannya dari Nabi. [Shahih Muslim, kitab Dzikir wa Doa bab Fadlud Doa Lil Muslimin fi Dahril Ghaib 8/86-87]

Syaikh Al-Mubarak Furi berkata bahwa jika seorang muslim mendoakan saudaranya kebaikan dari tempat yang jauh dan tanpa diketahui oleh saudara tersebut, maka doa tersebut akan dikabulkan, sebab doa seperti itu lebih berbobot dan ikhlas karena jauh dari riya dan sum'ah serta berharap imbalan sehingga lebih diterima oleh Allah. [Mir'atul Mafatih 7/349-350]

9. Orang-orang yang berinfak.
Rasulullah SAW bersabda, "Tidak satu hari pun dimana pagi harinya seorang hamba ada padanya kecuali 2 (dua) malaikat turun kepadanya, salah satu diantara keduanya berkata, 'Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak'. Dan lainnya berkata, 'Ya Allah, hancurkanlah harta orang yang pelit'" (Imam Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., Shahih Bukhari no. 1442 dan Shahih Muslim no. 1010).

Saudaraku, marilah kita biasakan dir untuk dapat berinfak setiap hari , betapapun kecilnya infak itu. Semoga kebiasaan baik ini menjadi keberkahan yang besar buat kita.

Sesungguhnya pihak yang paling banyak mendapat manfaat dari sedekah , infak dst adalah orang itu sendiri.

Sebagaimana allah berfirman, yang artinya ," Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya dijalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Mahaluas, Maha Mengetahui. (Qs. Al-Baqarah : 261)

Sebagaimana Allah berfirman, yang artinya ," Dan perimpamaan orang yang menginfakkan hartanya untuk mencari ridha Allah dan untuk mempertehuh jiwa mereka, seperti sebuah kebun yang terletak di dataran tinggi yang disiram oleh hujan lebat, maka kebun itu menghasilkan buah-buahan dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak menyiraminya, maka embun (pun memadai) . Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. " (Qs. Al-Baqarah : 265).
Sebagaimana Allah berfirman, yang artinya ," Orang yang menginfakkan hartanya malam dan siang hari (secara) sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati. (Qs. Al-Baqarah : 274).

Sebagaimana Allah berfirman, yang artinya ," Jika kamu meminjamkan kepada Allah dengan pinjaman yang baik, niscaya Dia melipat-gandakan (balasan) untukmu dan mengampuni kamu. Dan Allah Maha Mensyukuri , Maha Penyantun. (Qs. At-Tagabun : 17)

Dan masih banyak firman Allah yang menyebutkan tentang kemuliaan bersedekah di jalan Allah.

10. Orang yang sedang makan sahur.
Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat (berdoa ) kepada orang-orang yang sedang makan sahur" Insya Allah termasuk disaat sahur untuk puasa "sunnah" (Imam Ibnu Hibban dan Imam Ath Thabrani, meriwayaatkan dari Abdullah bin Umar ra., hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhiib wat Tarhiib I/519).

11. Orang yang sedang menjenguk orang sakit.
Rasulullah SAW bersabda, "Tidaklah seorang mukmin menjenguk saudaranya kecuali Allah akan mengutus 70.000 malaikat untuknya yang akan bershalawat kepadanya di waktu siang kapan saja hingga sore dan di waktu malam kapan saja hingga shubuh" (Imam Ahmad meriwayatkan dari 'Ali bin Abi Thalib ra., Al Musnad no. 754, Syaikh Ahmad Syakir berkata bahwa sanadnya shahih)

Syaikh Ahmad Abdurrahman al Banna dalam syarahnya menjelaskan, bahwa Shalawat malaikat bagi anak adam ialah dengan mendoakan agar mereka diberi rahmat dan maghfirah. Sedang yang dimaksud dengan ‘kapanpun di siang hari’ yakni waktu ia menjenguk. Jika ia menjenguknya di siang hari, maka malaikat mendoakannya hingga sore hari dan bila ia menjenguknya di malam hari, maka malaikat mendoakannya hingga pagi. Oleh karena itu, orang yang berniat hendaknya berangkat sepagi mungkin di awal siang, atau bersegera begitu malam menjelang, agar semakin banyak didoakan malaikat.

Dari Abu Hurairah ra berkata, bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, yang artinya ,“Sesungguhnya pada hari kiamat Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, "‘Hai Anak Adam, Aku Sakit, tetapi kamu tidak menjenguk-Ku." iaDia berkata. ‘Wahai Rabb-ku, bagaimana saya menjenguk-Mu, padahal Engkau adalah Rabb semesta alam?!’ Dia berfirman, yang artinya , "Tidak tahukah kamu bahwa hamba-Ku, fulan, sakit, tetapi kamu tidak menjenguknya. Tidak tahukah kamu jika kamu menjenguknya, kamu akan mendapati Aku berada di sisi-Nya." (diriwayatkan oleh Muslim, no. 2569).

Sungguh luar biasa hikmah kita menjenguk orang yang sedang menderita sakit. Dimana Allah mengutus 70.000 malaikat untuk mendoakan kita.

12. Seseorang yang sedang mengajarkan kebaikan kepada orang lain.
Rasulullah SAW bersabda, "Keutamaan seorang alim atas seorang ahli ibadah bagaikan keutamaanku atas seorang yang paling rendah diantara kalian. Sesungguhnya penghuni langit dan bumi, bahkan semut yang di dalam lubangnya dan bahkan ikan, semuanya bershalawat kepada orang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain" (Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dari Abu Umamah Al Bahily ra., dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Kitab Shahih At Tirmidzi II/343).

Saudaraku , mari kita selalu menularkan atau mengajarkan kebaikan-kebaikan kepada orang-orang di sekitar kita , sungguh Allah tidak menyia-nyiakan kepada hamba-Nya yang berbuat kebaikan .

Sebagaimana Allah berfirman, yang artinya ," Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka mendapat pahala yang tiada putus-putusnya.(Qs. Fussilat : 8).

Sungguh betapa beruntungnya kita (manusia) jika termasuk ke dalam golongan orang-orang yang di doakan oleh para malaikat. Semoga ikhtiar kita dapat membawa diri kita masuk ke dalam golongan orang-orang yang didoakan oleh para malaikat. Amin yaa ALLAH..
Allahu a'lam

Sumber : Syaikh Dr. Fadhl Ilahi,

Seputar keimanan

Dalam pondasi keimanan dibangun kebahagiaan serta kehidupan umat manusia di dunia. Jadi iman bukan sekedar amalan akhirat, namun merupakan modal dasar yang akan memberikan rasa cinta, persaudaraan, kesetiaan , kesejahteraan , cahaya , kelapangan dan kemenangan. Dari terminologi bahasa kata iman merupakan Musytaq (pecahan) kata dari kalimat Al-Aman (tenteram, aman) yg merupakan lawan dari Al-Khauf (ketakutan). Iman menjadikan pemiliknya merasakan keamanan dan ketenteraman. Diantara nama-nama Allah adalah Al-Mu'minu (Yang Maha Mengamankan),dimana Allah memberikan rasa keamanan kepada para hamba-Nya yang beriman dari hal-hal yg menzaliminya.Sebagaimana firman-Nya yang artinya," Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik) , mereka itulah yang mendapat keamanan dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunujuk," (Qs. Al-An'am : 82).

Sebagaimana firman-Nya , yang artinya," Barang siapa yang mengerjakan kebaikan sebesar dzarrah-pun niscaya ia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiap yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya ia akan melihat (balasan)-Nya", (Qs. Az-Zalzalah : 7-8).

Sebagaimana Rasul bersabda dalam suatu hadits qudsi , bahwa Allah berfirman yang artinya," Wahai hamba-hamba-Ku, sesungguhnya Aku telah mengharamkan kezqaliman atas diri-Ku, dan Aku jadikan kezaliman tersebut diantara kalian sebagai suatu yang haram. Maka janganlah kalian saling menzalimi," (Hr. Muslim).

Iman juga dapat diartikan sebagai At-Tashdiq (pembenaran).
Sebagaimana Allah telah berfiman dalam mengisahkan saudara-saudara Yusuf ketika mereka melakukan perbuatan terhadap saudara mereka, yang artinya," … wahai ayah kami sesungguhnya kami pergi berlomba-lomba dan kami tinggalkan yusuf di dekat barang-baranag kami, lalu dia dimakan srigala ; dan kamu sekali-kali tidak akan percaya kepda kami, sekalipunkami adalah orang-orang yang benar ", (Qs. Yusuf ; 17). Artinya , dan kamu sekali-kali tidak akan membenarkan kami.

Kemudian kita membahas tentang pemahaman keimanan dalam istilah syar'i. Keimanan yang hakiki akan menyelamatkan pemiliknya pada hari kiamat dari api nerka dimana bahan bakarnya adalah batu dan manusia. Keimanan yang hakiki juga akan menyelamatkannya dari Az-Zaqqum wa al-gislin (nanah dan darah), dari Al-Hamim (air yang sangat panas) serta As-Salasil (rantai-rantai yang membara).

Dalam Halawatul Iman, Abdul 'athi ali Salim, menyatakan bahwa iman adalah keyakinan dengan hati, ditegaskan dalam lisan serta dipraktekkan dengan anggota badan. Iman tidak cukup dengan sekedar At-Tashdiq (pembenaran) dengan hati. Keimanan harus mencakup tiga hal yang saling berkaitan, yakni
a. amalan dengan hati (Al-I'tiqad biljanan, At-Tassdiq al-Qalbi),
b. amalan dengan lisan, (Al Iqrar bil lisan) dan
c. amalan dengan anggota badan.

Allah juga telah menjelaskan tentang amalan-amalan anggota badan, sebagaimana dalam firman-Nya , yang artinya ," Sungguh beruntung orang-orang yang beriman, (yaitu) orang yang khusyuk dalam shalatnya, dan orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan ) yang tidak berguna, dan orang yang menunaikan zakat, dan orang yang memelihara kemaluannya, kecuali terhadap istri-istri mereka atau hamba sahaya yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka tidak tercela. Tetapi siapa yang mencari di balik itu (zina dan sebagainya), maka mereka itulah orang-orang yang melampui batas. Dan (sungguh beruntung) orang yang memelihara amanat-amanat dan janjinya, serta orang yang memelihara shalatnya." (Qs. Al-Mukminun : 1-9).

Sebahgaimana Allah berfirman, yang artinya," Alif laam miin. Kitab (Al-Qur'an) ini tidaka da keraguan padanya ; petunjuk bagi orang-orang yang bertaqwa, (yaitu) mereka yangberiman kepada yang gaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rizki yang Kami anugerahkan kepada mereka. Dan mereka beriman kepada kitab (Al-Qur'an) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-Kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat ", (Qs. Al-Baqarah : 1-4).

Selanjutnya kita melihat adanya makna Al-I'tiqad biljanan (keyakinan dalam hati) yang merupakan At Tasdiq (pembenaran hati). Yaitu apa yang diyakini oleh hati dan tidak tercemari unsur keraguan. Sehingga Allah disifati dengan seluruh kesempurnaan dan bebas dari segala kekurangan. Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan-Nya. Dia Mahasuci lagi Mahatinggi, yang pantas ada, azali dan abadi.Tidakada sekutu bagi_Nya, baik dalam dzat maupun sifat-sifat-Nya.

Diriwayatkan Jibril pernah bertanya kepad aRasulullah, mengenai makna keimanan, maka Rasulullah bersabda, yang artinya," Yaitu kita beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya..dst". Barangsiapa yang beriman dengan itu , kemudian tidak ragu-ragu, tidak bimbang , maka ia telah meraih bagian pertama dari pengertian iman. Yaitu , keyakinan dengan hati.

Sebagaimana Allah berfirman, yang artinya," Sesunggunya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya (beriman) kepda Allah dan rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar," (Qs. Al-Hujurat : 15).

Selanjutnya kita teruskan dengan makna Al-Iqrar bil lisan (ditegaskan dengan lisan)., diman seorang hamba memproklamirkan aqidah yang akan memenuhi hatinya dengan kedamaian dan ketenangan). Yaitu dengan cara mengucapkan kalimat syahadat Laa Ilaaha Illallah wa anna Muhammadar Rasulullah . Siapa yang belum mengucapkan kalimah ini , maka ia belum termasuk sebagai orang mukmin.

Sebagaimana Allah berfirman, yang artinya," Katakanlah (hai orang-orang mukmin) ;" kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami, dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Isma'il, Ishaq, Yaqub adan anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada Musa dan Isa serta apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Rabbnya. Kami tidak membda-bedakan seorangpun diantara mereka dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya", (Qs. Al-Baqarah : 136)

Salanjutnya adalah amalan anggota badan yaitu mengerjakan ibadah-ibdah amaliah ; sepert shalat, puasa, sedekah, haji , jihad fi sabilillah.

Sebagaiman Allah berfirman, yang artinya"… Barangsiapa mengharap berjumpa dengan Rabbnya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang shalih dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Rabbnya," (Qs. Al-Kahfi : 110).

Dan amal shalih yang bagaimana yang harus dilakukan? Tentu saja yang sesuai dengan syariat Allah dan sunnah Rasul-Nya. Dan tidak ada tempat bagi perbuatan bid'ah. Dan barangsiapa yang menambah-namabah pada apa yang telah disyariatkan , lalu beribadah dengan sesuatu yang tidak disyariatkan , maka amalan tersebut telah bertentangan dengan kesempurnaan syariat dan nikmat.

Sebagaimana Allah berfirman , yang artinya,"… pada hari ini telah Ku-sempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Aku cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam menjadi agama bagimu.." (Qs. Al-Maidah : 3)

Saudaraku, bila ketiga unsur diatas harus merupakan satu kesatuan yang utuh, sehingga terwujud pula sebuah pemahaman yang benar tentang makna keimanan. Tidak boleh ada yang rusak diantara ketika pilar tersebut.

Saudaraku, bahwa keimanan itu mempunyai kelezatan. Dan barangsiapa yang telah merasakan, maka ia telah mengetahuinya, dan barangsiapa yang terhalang, maka ia akan mengingkarinya. Sesungguhnya orang yang hidungnya tersumbat , tidak dapat merasakan wangi dan harumnya bunga.

Hadits riwayat Al-Bukhari dari Anas bin Malik, bahwa Rasulullah bersabda, yang artinya," Ada tiga sifat yang apabila ketiga sifat tersebut ada pada diri seseorang, maka ia akan mendapatkan lezatnya keimanan. Hendaknya Allah dan Rasul-Nya lebih dicintai dari selain keduanya, hendaknya ia tidak mencintai seseorang karena Allah dan hendaknya ia benci untuk kembali kepada kekafiran sebagaimana ia benci jika dilemparkan ke dalam api".

Semoga Allah memudahkan dan meringankan kita untuk memahami intisari dan esensi sebuah keimanan, agar kita dapat merasakan manis dan lezatnya keimanan.

Allau a'lam
Sumber : Halawatul Iman , Abdul 'athi' Ali Salim.

Senin, 03 Oktober 2011

Antara Zuhud dan Wara' (3 dr 4)

Riwayat Al-Bukhari-Muslim dari Nu’man bin Basyir ra berkata: Aku telah mendengar Nabi Muhammad SAW bersabda, “Sesungguhnya perkara yg halal itu telah jelas dan perkara yg haram itu telah jelas dan di antara keduanya terdapat perkara-perkara yg masih samar yg tidak diketahui oleh sebagian besar orang, maka barangsiapa yg menjaga dirinya dari perkara-perkara yg syubhat maka dia telah menjaga agama dan kehormatan dirinya dan barangsiapa yg terjatuh dalam perkara yg syubhat maka sungguh dia telah terjatuh dalam perkara yg haram, sama seperti penggembala yg menggembala di sekitar perbatasan yg hampir saja memasuki ladang orang lain dan ketahuilah bahwa setiap raja memiliki batas-batas dan batasan-batasan Allah adalah segala perkara yg diharamkannya” (Shahih Muslim:1599 dan shahih Muslim: 52 ).
Diriwayatkan Al-Bazzar dari Hudzaifah bin Al-Yaman bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “Keutamaan ilmu itu lebih baik dari keutamaan ibadah dan cara terbaik untuk menjaga agamamu adalah bersikap wara’”. (Kasyful Astar: 1/85 no: 139 dan dishahihkan oleh Albani pada kitab shahihul Jami’ : 4214 )

Diriwayatkan Al-Nasa’I dari hadits Hasan bin Ali, dia berkata, “Aku telah mendengar dari Nabi Muhammad SAW, “Tinggalkanlah apa-apa yang meragukanmu kepada apa yang tidak meragukannmu”.( An-Nasa’i: 5711)

Di dalam shahih Muslim dari Nawwas bin Sam’an berkata: Aku telah bertanya kepada Nabi Muhammad SAW tentang kebaikan dan dosa, maka beliau bersabda, “Kebaikan itu adalah akhlak yang baik dan dosa adalah apa yang telah merasuk ke dalam hati namun engkau tidak suka jika orang lain melihat hal tersebut”. (Shahih Muslim: 2553).

Syekh Ibnu Utsaimin berkata, “Wara adalah meninggalkan apa-apa yang membahayakan, hal itu terwujud dengan meninggalkan segala sesuatu yang hukumnya belum jelas dan belum jelas pula hakekatnya. Pertama: sesuatu yang belum jelas hukumnya apakah dia halal atau haram. Dan yang kedua adalah samar dalam keadaannya”. (Syarah riyadhus Shalihin: 6/168).

Sikap wara’ ini memiliki jangkauan yang cukup luas, yaitu meliputi pandangan, pendengaran, lisan, perut, kemaluan, jual beli dan yang lain-lain. Banyak orang yang terjebak ke dalam perkara-perkara yang diharamkan dan syubhat karena meremehkan tiga perkara ini, yaitu bersikap wara’ dalam menjaga lisan, perut dan pandangan. Allah SWT berfirman, yang artinya ," Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya”. (Qs . Al-Isro’: 36).

Nabi Muhammad SAW adalah tauladan dalam bersikap wara’, diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim di dalam kitab shahihnya dari Anas bahwa Nabi Muhammad saw bersabda, “Aku pergi kepada keluargaku, lalu mendapatkan sebiji buah yang terbuang di atas ranjangku, maka aku mengambilnya untuk memakannya, kemudian aku khawatir kalau dia berasal dari buah yang disedekahkan maka akupun membuangnya”. (Al-Bukhari: 2432 dan Muslim: 1070). Sebab sedekah tersebut diharamkan bagi diri beliau dan keluarga beliau Muhammad SAW. Para shahabat mengikuti jejak Nabi Muhammad SAW ini, mengikuti sunnah beliau.

Diriwayatkan oleh Al-Bukhari di dalam kitab shahihnya dari Aisyah RA berkata, “Abu Bakar memiliki seorang pembantu yang yang selalu memberikannya makanan dari pajak, dan pada suatu hari pembantunya datang memberinya makanan dan Abu Bakr pun memakannya, lalu pembantunya berkata kepadanya: Tahukan anda apakah ini?.
Maka Abu Bakar bertanya: Dari manakah asal makanan ini?.
Pembantunya berkata: Aku, di masa jahiliyah telah meramal seseorang, padahal diriku bukan peramal yang baik, hanya saja aku telah menipunya, lalu dia memberikan upah bagiku dengan makanan ini, dan makanan yang kamu makan ini adalah bagian darinya, maka Abu Bakr pun memasukkan tangannya ke dalam mulutnya sehingga dia memuntahkan apa-apa yang ada di dalam perutnya”. (Al-Bukhari: 3842).

Umar ra berkata, “Kami meninggalkan sembilan persepuluh yang halal karena khawatir terhadap riba”. (Mushannaf Abdur Razzaq: 8/152 :14683).

Yunus bin ubaid, berkata bahwa wara’ artinya keluardari setiap yang subhat dan menghisap diri sendiri setiap saat. Dalam Manazilus Sa’irin, dikatakan wara’ adalah menjaga diri dari hal-hal yangharam dan syubhatserta hal-hal yang membahayakan semaksimal mungkin untuk dijaga. Menjaga diri dan waspada merupakan dua makna yang berkaitan , dimana menjagha diri merupakan perbuatan anggota tubuh, sedangkan waspada merupakan amalan hati.

(bersambung …..)

Sumber: Ahmad bin Ali Soleh, Amin bin Abdullah asy‐Syaqawi dalam Al-Wara'
fatawaa syaikhul islam, al-Qaamuus, asaasul-balagaah , minhajul qaasidin, qitabul zuhud ,Qawaa'id wa Fawaa`id minal Arba'iin An-Nawawiyyah , At-Ta'liiqaat 'alal Arba'iin An-Nawawiyyah , Ibn Qayyim al-Jauzi dalam Madarijus Salikin