*****Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta,jiwa dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yg sabar.(Qs.Al-Baqarah 2 : 155).*****Ataukah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga , padahal (cobaan) belum datang kepadamu seperti (yang dialami) orang-orang terdahulu sebelum kamu. Mereka ditimpa kemelaratan, penderitaan dan diguncang (dengan berbagai cobaan), sehingga Rasul dan orang-orang yg beriman bersamanya , berkata, 'kapankah datang pertolongan Allah?' Ingatlah , sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat.(Qs.Al-Baqarah 2 : 214). *****Dan sungguh, Kami telah mengutus (rasul-rasul) kepada umat-umat sebelum engkau, kemudian Kami siksa mereka dengan (menimpakan) kemelaratan dan kesengsaraan , agar mereka memohon (kepada Allah) dengan kerendahan hati.(Qs.Al-An'am 6 : 42). *****Dan Kami coba mereka dengan (nikmat) yg baik-baik dan (bencana) yg buruk-buruk, agar mereka kembali (kepda kebenaran). (Qs. Al-A'raf 7 : 168). *****Sesungguhnya orang-orang yang beriman adalah mereka yg apabila disebut nama Allah gemetar hatinya , dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, bertambah imannya dan hanya kepada Tuhan mereka bertawakal, (yaitu) orang-orang yg melaksanakan shalat dan yg menginfakkan sebagian dari rizki yang Kami berikan kepada mereka. Mereka itulah orang-orang yg benar-benar beriman. Mereka akan memperoleh derajat (tinggi) di sisi Tuhannya dan ampunan serta rizki (nikmat) yg mulia. (Qs.An-anfal 8 : 2-4). *****Apakah kamu mengira bahwa kamu akan dibiarkan (begitu saja), padahal Allah belum mengetahui orang-orang yg berjihad diantara kamu dan tidak mengambil teman yg setia selain Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman. Allah Mahateliti terhadap apa yg kamu kerjakan. (Qs. At-Taubah 9 : 16) *****Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yg sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kami-lah kamu dikembalikan. (Qs. Al-Anbiya 21 : 35). *****Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sungguh , Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, Maka Allah pasti mengetahui orang-orang yang benar dan pasti mengetahui orang-orang yg dusta. (Qs. Al-'Ankabut 29 : 2-3)

Senin, 27 April 2009

Tips, bisa tidur nyaman

Tidur... merupakan kebutuhan yang sangat vital bagi manusia. Saat tidur, kita dapat beristirahat dan merasa lebih segar saat bangun. Waktu yang dibutuhkan untuk tidur bagi orang dewasa berkisar 8 jam setiap hari. Namun, kegiatan dan pekerjaan yang menyita waktu, menonton televisi dan hal-hal lain membuat hanya sedikit orang yang benar-benar tidur dalam jangka waktu tersebut
National Sleep Foundation, bahkan merasa perlu mencanangkan National Sleep Awareness Week -minggu kepedulian tidur nasional. Tentunya, acara tahunan ini merupakan momen yang pas untuk mengingatkan kita akan pentingnya mendapatkan tidur malam yang baik, setiap malamnya, a good night's sleep.


Apakah a good night's sleep itu? Untuk usia dewasa: delapan jam. Untuk para remaja : 8 sampai 9,25 jam.
Beberapa ahli menyatakan tidur dengan jumlah waktu kurang dari ini akan berbahaya bagi kesehatan, keamanan, dan kesejahteraan secara keseluruhan. Memori atau ingatan, waktu reaksi dan kewaspadaan dapat berkurang jika kita mengalami gangguan tidur.

Malam hari adalah waktu terbaik untuk tidur. Pelaksanaan tidur diluar kondisi aturan alamiah ini akan menimbulkan suatu beban yang lebih besar dan menghasilkan kondisi yang tidak sehat.
Tidur mempengaruhi metabolisme tubuh dan merangsang daya asimilasi, itulah sebabnya jika tidur berlama-lama malah tidak sehat, karena tubuh kita menyerap / mengasimilasi limbah dan uap-uap kotor lagi, sehingga jika kita tidur kelamaan maka akibatnya kita bukannya menjadi segar bersemangat tetapi malah loyo. Disarankan untuk menata selang-selang (periode) aktivitas dan istirahat menjadi lebih pendek.

Contoh yang terbaik adalah apa yang dilakukan oleh Rasulullah Muhammad SAW, beliau biasanya pergi tidur tidak terlalu malam (awal malam) kemudian bangun beberapa saat setelah lewat tengah malam untuk melakukan shalat Tahajjud, besoknya beberapa saat menjelang tengah hari beliau tidur sejenak.

Bila pergi tidur larut malam kemudian bangun terlambat, hal seperti ini praktis tidak alamiah. Kita mengetahui bahwa hewan pun termasuk burung-burung bangun di awal waktu pagi, Seorang Muslim diperintahkan untuk bangun awal dan menjalankan shalat subuh dan praktek seperti ini adalah selaras dengan keadaan alami sehingga menyehatkan.

Tidur berbaring dengan posisi telentang adalah kurang sehat, karena menekan atau menyesakkan tulang punggung, bahkan kadangkala bisa menyebabkan kita ingin ke toilet/WC, juga tidur tengkurap atau menelungkup tidak praktis untuk pernapasan. Banyaknya tidur pada sisi kiri badan (menghadap kekiri) bisa menggangu kesehatan kita, karena menghimpit jantung sehingga sirkulasi darah terganggu dan mengurangi pasokan darah ke otak, bisa mengakibatkan mimpi buruk/seram (nightmares) .

Posisi tidur terbaik menurut sains adalah pada sisi kanan tubuh (menghadap kekanan). Fakta ini telah diuji melalui riset medis modern yang panjang untuk membuktikan kebenaran ajaran Islam yang berkualitas wahyu, sebagaimana Rasulullah Muhammad SAW menganjurkan kepada para pengikut beliau untuk tidur berbaring pada sisi badan bagian kanan. Dalam posisi tidur diusahakan agar kepala menghadap ke Utara dan kaki mengarah ke Selatan, sehingga tubuh tidak menolak arus/medan magnet konstan mengaliri sekujur tubuh dari kutub magnetik Utara menuju ke Selatan dan 'terhubung' lancar ke sistem syaraf kita.
Ada baiknya anda agar mengarahkan perhatian sebelum tidur pada hal-hal yang berhubungan dengan moral dan spiritual.


  1. Jangan makan berlebihan
    Usahakan agar makan malam Anda tidak melewati pukul 19.00. Perut yang penuh menyebabkan tubuh masih melakukan proses pencernaan, sehingga tubuh belum beristirahat.Ada baiknya anda kurangi juga konsumsi makanan ringan di malam hari.
    Tidak dianjurkan langsung tidur setelah makan malam.

    Ada pepatah lama mengatakan : berjalanlah sejauh 1 mil setelah makan malam, raihlah kebaikan untuk selamanya. Islam juga menganjurkan kita agar secara khusus menjalankan shalat Isya berjamaah di masjid. Perintah ini baik bagi jiwa maupun raga .Setelah makan malam, ambil kegiatan seperti berjalan-jalan atau melakukan kegiatan ringan . Namun olahraga yang terlalu dekat dengan jam tidur dapat menjadi perangsang buruknya tidur. Olahraga ringan yang lebih cepat dapat menolong anda menjadi relaks

  2. Tidurlah lebih awal , dan jangan melakukan kegiatan yang menyita mental dan pikiran saat menjelang tidur
    Kegiatan atau pekerjaan yang membutuhkan pertimbangan dapat menyebabkan Anda sulit tidur. Perdebatan yang dilakukan malam hari juga menimbulkan efek yang serupa. Jadi, jangan biarkan kegiatan itu dilakukan setelah jam 20.00 malam.
    Tidur di awal malam agar memperoleh kekuatan dan semangat yang dapat membantu untuk melakukan shalat Tahajjud dan shalat Shubuh.
    Sebagaimana hadits riwayat Abu Barzah ra, bahwa “Bahwasanya Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam membenci tidur sebelum shalat ‘Isya’ dan berbincang-bincang setelahnya".

  3. Mandi dengan air hangat
    Kegiatan ini dapat membuat tubuh lebih rileks sehingga Anda bisa tidur lebih cepat. Mandi dengan air panas ini dapat Anda lakukan 1 jam sebelum tidur.
    Sulit tidur atau tidur dengan kualitas yang buruk sering juga menjadi penyebab dan pendamping penyakit syaraf atau penyakit jiwa. Oleh sebab itu penting sekali untuk mendapatkan istirahat yang baik di malam hari. Sulit tidur bisa diatasi dengan suatu niat untuk tidur. Terdapat beberapa faktor yang membantu kita tidur, antara lain yaitu kebersihan tempat tidur, mandi air hangat, minuman hangat dsb.

  4. Matikan lampu
    Saat menjelang tidur, matikan lampu kamar Anda. Diriwayatkan dari Umar r.a, dari Nabi saw. beliau bersabda, "Jangan kalian biarkan api masih menyala ketika kalian hendak tidur," (HR Bukhari [6293] dan Muslim [2105]).
    Diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah r.a, dari Nabi saw. beliau bersabda, "Tutuplah bejana kalian, ikat tempat air kalian, tutuplah pintu dan padamkan lentera, sebab syaitan tidak dapat membuka ikatan tempat air, membuka pintu dan tutup bejana. Jika salah seorang kalian tidak menemukan sesuatu untuk menutupnya kecuali dengan melentangkan sebatang kayu dan menyebut nama Allah maka lakukanlah. Sesungguhnya hewan-hewan tikus dan sejenisnya dapat membakar rumah-rumah kalian," (HR Bukahri [6295] dan Muslim [2012]).

    Dalam hadits Ibnu Umar r.a, disebutkan celaan membiarkan api menyala di dalam rumah ketika hendak tidur dan di dalam hadits Abu Musa al-Asy'ari r.a, tercantum hikmah yang terkandung dalam larangan tersebut, yakni khawatir akan menimbulkan kebakaran. Sebab api adalah musuh harta dan tubuhmu. Hadits Jabir r.a, menyebutkan karena kemungkinan tikus melintas pada lampu teplok sehingga mengakibatkan terbakarnya rumah.
    (dari Syaikh Salim bin 'Ied al-Hilali, Al-Manaahisy Syar'iyyah fii Shahiihis Sunnah an-Nabawiyyah, atau Ensiklopedi Larangan menurut Al-Qur'an dan As-Sunnah, terj. Abu Ihsan al-Atsari (Pustaka Imam Syafi'i, 2006), hlm. 3/378-379.

  5. Membaca
    Buku yang dibaca hendaknya bukan buku-buku yang memberatkan pikiran seperti buku cerita romantis. Tetapi, pilihlah buku-buku yang memuat hal-hal yang inspiratif, positif, bahkan paling baik adalah membaca al-Qur’an dan tafsirnya.
    Rasulullah Muhammad SAW menyuruh kaumnya untuk membaca dan merenungkan ayat-ayat Al Quran, yaitu ayat Kursi dan tiga surah terakhir dari Al Quran sebelum tidur.
    Saudaraku , ayat-ayat tersebut tidak untuk dirapalkan seperti jampi-jampi atau mantera. Ayat-ayat tersebut banyak berbicara mengenai keagungan dan keindahan sifat-sifat Tuhan, dan hal ini akan memberikan kesan yang dalam serta kuat di alam fikiran kita. Merenungkan sifat-sifat keTuhanan tersebut akan membersihkan dan meninggikan ruhani serta mendapat perlindungan Allah SWT terhadap segala godaan setan dan hal-hal yang merugikan. Praktek seperti ini jika kita laksanakan dengan baik maka akan menjadi sumber yang besar bagi kekuatan moral

  6. Atur napas-rileks
    Dengan menarik napas dalam dan mengaturnya, Anda dapat terbiasa dan sama dengan saat Anda telah tidur nyenyak. Rileks-lah lupakan permasalahan berat anda .

    Ali berkata, Fathimah mengeluhkan bekas alat penggiling yang dialaminya. Lalu pada saat itu ada seorang tawanan yang mendatangi Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Maka Fathimah bertolak, namun tidak bertemu dengan beliau.
    Dia mendapatkan Aisyah. Lalu dia mengabarkan kepadanya. Tatkala Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tiba, Aisyah mengabarkan kedatangan Fathimah kepada beliau. Lalu beliau mendatangi kami, yang kala itu kami hendak berangkat tidur.
    Lalu aku siap berdiri, namun beliau berkata. ‘Tetaplah di tempatmu’. Lalu beliau duduk di tengah kami, sehingga aku bisa merasakan dinginnya kedua telapak kaki beliau di dadaku.
    Beliau berkata. ‘Ketahuilah, akan kuajarkan kepadamu sesuatu yang lebih baik daripada apa yang engkau minta kepadaku. Apabila engkau hendak tidur, maka bertakbirlah tiga puluh empat kali, bertasbihlah tiga puluh tiga kali, dan bertahmidlah tiga puluh tiga kali, maka itu lebih baik bagimu daripada seorang pembantu”.
    (Hadits Shahih, ditakhrij Al-Bukhari 4/102, Muslim 17/45, Abu Dawud hadits nomor 5062, At-Tirmidzi hadits nomor 3469, Ahmad 1/96, Al-Baihaqy 7/293)

  7. berdoa sebelum Tidur
    Persoalan yang berat dan buruk buruk seringkali menimbulkan menjadi gejala dari kekuatiran, kecemasan, obsesi, rasa bersalah, kemarahan yang tidak dibereskan, depresi dan banyak masalah emosional dan spiritual. Pastikan bahwa anda tengah membereskan isu atau menyembuhkan luka yang membuat anda tercampak atau menjatuhkan diri anda. Bagian vital dari perawatan masalah ini haruslah menyerahkan semua pada Tuhan.
    Serahkan pada Tuhan untuk menangani dan menyembuhkan apa yang ada dibalik seluruh persoalan kita.
    Rasulullah saw menganjurkan agar kita selalu berzikir, termasuk dalam urusan tidur kita. diberikan garispanduan dengan menganjurkan do'a dan zikir-zikir tertentu.
    Dalam sebuah riwayat hadis diterangkan : bahwa Maksudnya: "Al-Barra' bin Azib ra berkata: "Adalah Rasulullah Sallallahu 'Alaihi Wasallam jika akan tidur, miring ke sebelah kanan kemudian Baginda membaca: yang artinya " Ya Allah aku serahkan diriku kepadaMu dan menghadapkan mukaku kepadaMu dan menyerahkan semua urusanku kepadaMu, dan menyandarkan punggungku kepadaMu kerana mengharap dan takut kepadaMu, tiada perlindungan dan tiada tempat selamat dari siksa-Mu kecuali kembali kepadaMu. Aku percaya kepada kitab yang Engkau turunkan dan Nabi yang telah Engkau utus". (Hadis riwayat Bukhari)
    Menurut sebuah hadis lagi riwayat Bukhari dan Muslim: yang artinya "Jika kamu akan tidur maka berwudhu'lah bagaikan kamu akan sembahyang, kemudian berbaring atas pinggang kanan dan bacalah do'a ini (seperti do'a yang tersebut di atas) dan jadikanlah bacaan do'a itu yang terakhir daripada bacaanmu (perkataanmu)".
    Tidur adalah bisa dianggap sebagai ibadah seorang hamba kepada Penciptanya, yaitu sekiranya seseorang itu tidur dengan mengikut sunnah Rasulullah Sallallahu 'Alaihi Wasallam.
    Dalam sebuah hadis daripada Huzaifah katanya: "Nabi Sallallahu 'Alaihi Wassalam apabila Baginda berbaring di tempat tidurnya, Baginda berdo'a “ Allahumma bismika amuut wa ahyaa (Ya Allah, dengan namaMu aku mati dan aku hidup) dan
    apabila bangun Banginda membaca: Allhamdulillahilladzi ahyaanaa ba’da maa amaa tanaa wa ilaihinnusyyuru (Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan aku kembali setelah mematikan aku dan kepadaNyalah tempat kembali)."

    Dalam riwayatnya yang lain menerangkan: "Dari 'Aisyah ra, berkata bahwa : "Nabi Sallalahu 'Alaihi Wasallam apabila berbaring di tempat tidurnya pada setiap malam Baginda mengangkat kedua tangannya (seperti berdo'a), lalu meniup dan membaca surah al-Ikhlas, surah al-Falaq, surah an-Nas, kemudian Baginda menyapukan tangannya itu ke seluruh badan yang dapat disapunya mulai dari kepalanya dan mukanya dan bahagian depan daripada badannya, Baginda melakukannya sebanyak tiga kali. (Diriwayatkan oleh at-Tirmizi)
    Selain itu sebelum tidur Baginda menunaikan sembahyang Witir sebagaimana hadis yang menyebutkan: "Nabi Sallallahu 'Alaihi Wasallam juga telah mengingatkan umatnya bahawa syaitan sering mengganggu manusia ketika tidur. Oleh itu umat Islam adalah dianjurkan supaya mengamalkan sembahyang witir setiap kali sebelum tidur. (Hr Bukhari)

  8. Jika anda , sering mengalami masalah tidur, jangan pergi ke tempat tidur untuk menonton televisi. Keluarkan TV dari kamar tidur anda . Jika anda tidak dapat tidur, pergilah ke ruangan lain , baca Al-Qur’an dan shalat witir sebelum tidur . Lakukan tiap hari , maka kantuk berat akan segera menyerang anda .

  9. Jika anda terbangun di tengah malam, Anggaplah ini sebagai kesempatan baik untuk bisa shalat malam . Sebaiknya anda segera ke kamar mandi untuk berwudhu . Selanjutnya dirikanlah shalat malam. Jangan anggap bangun malam anda sebagai siksaan kesulitan tidur, namun justru kita manfaatkan untuk shalat malam. Selesai shalat bacalah Qur’an anda, rasakanlah keheningan malam , rasakanlah Allah hadir dalam setiap alunan kalamullah yang anda lantunkan. Bila selesai, lanjutkan tidur anda. r. Berbaring di ranjang dan tunggulah hingga anda kembali jatuh tertidur. Jika anda tidak kembali tertidur, bangunlah, pergi ke ruangan lain membacalah dibawah lampu yang agak temaram hingga anda kembali mengantuk. Kembali ke tempat tidur dan berbaring disana, beristirahat untuk sisa malam anda, meski anda mungkin tidak tertidur. Kebanyakan, anda akan setengah tertidur setengah terbangun tanpa menyadarinya. Terbangun secara singkat juga menjadi waktu yang baik untuk mengadakan saat teduh dengan Tuhan.

Saudaraku , urusan tidur adalah uursan besar kita , karena sekitar 1/3 hidup kita atau 8 jam adalah untuk tidur. Karena menghabiskan 1/3 usia kita, maka tidur mendapatkan perhatian yang amat serius dalam islam. Bbelum tentu 2/3 waktu kita saat terjaga bisa kita optimalkan dalam ketaatan kepada Allah. Sementara kita tahu, hidup adalah untuk ibadah kepada Allah Ta'ala, dalam pengertian yang luas.

Saudaraku , ada baiknya kita perhatikan benar apa saja yang harus kita lakukan sebelum tidur ? Semoga tidur kita sekaligus menjadi saat istirahat itu, menjadi waktu terpanjang kita dalam beribadah kepada Allah.

Allahu a’lam

Sumber: Steve Arterburn - New Life Ministries – CBN http://www.jawaban.com/ http : Paranti.wordpress.coSyaikh Salim bin 'Ied al-Hilali , http://tausyiah275.blogsome.com, oleh :Dr. Shah Nawaz Khan The Review of Religions,:http://www.indofamilyhealth.com


keutamaan WUDHU

Wudhu, adalah kegiatan kita sehari-hari yang sudah menjadi rutinitas , terutama ketika melaksanakan ibadah shalat. Dalam bahasan kita kali ini, kita mencoba untuk bercerita tentang hukum dan keutamaan wudhu.
Wudhu merupakan salah satu amalan ibadah yang utama dalam Islam. Secara bahasa, wudhu berasal dari kata Al-Wadha’ah, yang mempunyai arti kebersihan dan kecerahan.
Sedangkan menurut istilah, wudhu adalah menggunakan air untuk anggota-anggota tubuh tertentu (yaitu wajah, dua tangan, kepala dan dua kaki) untuk menghilangkan hal-hal yang dapat menghalangi seseorang untuk melaksanakan shalat atau ibadah yang lain.


Wudhu adalah membasuh bagian tertentu yang ditetapkan dari anggota badan dengan air dengan niat membersihkan hadast sebagai persiapan menghadap Allah Ta’ala (mendirikan shalat)


Dalil yang mewajibkan menunaikan wudhu sebelum shalat adalah :
1. Allah Ta’ala berfirman, yang artinya : “ Wahai orang-orang beriman, apabila kalian hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah muka dan tangan kalian sampai ke siku. Kemudian sapulah kepala kalian dan basuhlah kaki kalian sampai pada kedua mata kaki.” (Qs Al-Maidah : 6),
2. Rasulullah saw, beliau bersabda, yang artinya :“Allah tidak akan menerima shalat seseorang di antara kalian apabila kalian berhadast, sehingga dia berwudhu” (HR. Bukhari, Muslim, Abu Dawud dan At-Tirmidzi)
3. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra, ia berkata: Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya aku diperintahkan untuk berwudhu apabila hendak mengerjakan shalat.” (HR. At-Tirmidzi, Abu Dawud, An-Nasa’i dengan derajad shahih)

Keutamaan Wudhu :
Berwudhu bagi seorang hamba beriman sesungguhnya memilliki banyak keutamaan, sebgaiamana yang disabdakan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam. Beberapa diantara keutamaan wudhu itu adalah :


  1. Bersuci merupakan sebagian dari iman. Muslim meriwayatkan dari Abu Malik Al-Arasy ra berkata : Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda : “Bersuci adalah sebagian dari iman”(HR. Muslim) [1]

  2. Orang yang berwudhu akan mendapatkan wajah yang bercahaya di akhirat kelak, sehingga Rasulullah saw akan mengenali mereka sebagai umatnya.
    Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah ra, ia berkata : “aku pernah mendengar kekasihku Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda : ‘Kemilau cahaya seorang mukmin (kelak pada hari kiamat) sesuai dengan batas basuhan wudhunya.” [1]

  3. Dari Abu Hurairah ra, ia berkata bahwa ia pernah mendengar Rasulullah bersabda : “Sungguh umatku kelak akan datang pada hari kiamat dalam keadaan (muka dankedua tangannya) kemilau bercahaya karena bekas wudhu. Karenanya, barangsiapa dari kalian yang mampu memperbanyak kemilau cahayanya, hendaklah dia melakukannya (dengan memperlebar basuhan wudhunya)” (HR. Bukhari Muslim) [1]

  4. Menggugurkan dosa-dosa kecil serta meninggikan derajat. Rasulullah saw bersabda : “Maukah kalian aku beritahukan tentang sesuatu yang dengannya Allah akanmenghapuskan dosa-dosa kalian dan meninggikan derajat kalian? Para sahabat menjawab : Mau, ya Rasulullah. Kemudian beliau pun berkata : “Yaitu dengan menyempurnakan wudhu’ dari hal-hal yang bersifat makruh, banyak melangkah menuju masjid dan menunggu waktu shalat setelah shalat (tahiyatul masjid). Yang demikian itu adalah ikatan (perjanjian).” (HR.Muslim) [2]

  5. Muslim meriwayatkan dari Utsman ra, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda : “Barangsiapa wudhu secara sempurna, maka dosa-dosanya akan gugur dari jasadnya hingga keluar juga dari bawah kukunya”[1]

  6. Menghapuskan kesalahan-kesalahan yang diperbuat oleh jasad.
    Dari Abdulla Ash-Shanaji ra, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda : “Apabila seorang hamba berwudhu, lalu berkumur, maka dikeluarkanlah (dihapuskan) kesalahan-kesalahan itu dari mulutnya. Apabila ia memasukkan air ke rongga hidung, maka keluarlah kesalahan-kesalahan itu dari hidungnya. Apabila ia membasuh wajahnya, maka keluarlah kesalahan-kesalahan yang pernah ia perbuat dengan wajahnya, sehingga kesalahan-kesalahan yang pernah terjadi keluar dari bawah tempat tumbuhnya rambut dari kedua matanya. Apabila ia membasuh kedua tangannya, maka keluarlah kesalahan-kesalahan itu dari kedua tangannya, sehingga kesalahan-kesalahan yang pernah terjadi dari bawah (celah) kukunya. Apabila ia mengusap kepalanya, maka keluarlah kesalahan-kesalahan itu dari kepalanya, sehingga kesalahan-kesalahan itu keluar dari kedua telinganya. Apabila membasuh kedua kakinya, maka keluarlah kesalahan-kesalahan tersebut dari kedua kakinya, sehingga kesalahan-kesalahan yang pernah terjadi dari bawah kuku-kuku kedua kakinya. Kemudian perjalanannya ke masjid dan shalatnya merupakan nilai ibadah tersendiri baginya” (HR. Imam Malik, An-Nasaai, Ibnu Majah dan Al-Hakim) [6]

  7. Merupakan amal yang mendorong dibukanya pintu syurga bagi yang mengamalkannya. Dari Umar ra, dari Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam, beliau bersabda : “Tidaklah seseorang dari kalian berwudhu secara sempurna, lalu mengucapkan : Asy-hadu allaa ilaha illallooh wahduu laa syarika lah wa asy-hadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rosuuluh (Aku bersaksi bahwa tiada ilah, kecuali Allah semata yang tiada sekutu bagi-Nya dan bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya ) melainkan kelak akan dibukakan untuknya 8 pintu syurga yang kepadanya dipersilakan untuk masuk melalui pintu mana saja yang ia sukai” [7]

Dari berbagai keutamaan-keutamaan wudhu tersebut , semoga menjadikan motivasi yang kuat bagi kita untuk selalu berupaya meyempurnakan wudhu kita. Kesempurnaan wudhu ini tentu bertumpu pada syarat ibadah secara mutlak yakni ikhlas karena Allah dan ittiba (mengikuti contoh dari Rasulullah Shalallahu Alaihi Wa Sallam),


Muslim meriwayatkan dari Utsman ra, bahwa ia berkata : “Aku pernah melihat Rasulullah berwudhu seperti wudhuku ini, lalu beliau bersabda : ‘Barangsiapa berwudhu seperti wudhuku ini, niscaya dosa-dosanya yang telah berlalu akan diampuni, sementara shalat sunnahnya dan perjalanan menuju masjid menjadi penyempurna bagi dihapuskannya dosa-dosanya” [1]

Saudaraku , hendaknya kita sebagai hamba berupaya sebaik mungkin untuk senantiasa menjaga kesempurnaan wudhunya.

Wallahu’alam Bishowab.
Sumber ; http://www.pernikmuslim.com. Courtesy of jilbab.or.id, febri


Kamis, 23 April 2009

Emosi

Emosi adalah komponen penting dalam pelaksanaan hukum tarik menarik alam raya (The lew of attraction). Emosi kita adalah system respon internal yang penting yang memberitahu kita respon dalam tubuh terhadap getaran yang kita buat. Bila anda membuat frekuensi getaran ini dengan apapun yang anda perhatikan misalnya ;pikiran yang terlintas dalam kepala , keyakinan yang kita renungkan, acara TV, music, buku dan aktivitas apapun yang kita lakukan.
Perasaan kita adalah bagian dari system panduan diri kita. Saat anda merasa senang, berarti saat itu anda berada pada rel yang tepat. Hal-hal yang anda fokuskan, pikiran yang anda pikirkan , ide-ide yang anda miliki dan kegiatan yang anda lakukan yang secara simultan menggerakkan anda kea rah tujuan, mimpi dan keinginan anda.

Ketika anda merasa marah, sedih, putus asa atau bahkan depresi, perasaan ini akan memberikan dampak penurunan fisik. Saat itu anda berpikir dan mengikuti hal-hal yang tidak membawa anda kea rah tujuan mimpi atau keinginan-keinginan anda. Ini adalah respon yang bisa dikatakan bahwa anda tidak berada dalam jalur rel yang benar.
Emosi memberitahu inilah saatnya untuk melaju, inilah saatnya untuk berpikir sesuatu yang lebih meringankan pikiran, mengubah focus, mengubah saluran, mengubah topic diskusi dan melakukan sesuatu hal yang berbeda yang akan mengganti energy anda dan memberikan perasaan yang menyenangkan.

Leo Buscaglia, menyatakan bahwa cinta adalah kehidupan. Dan jika kehilangan cinta. Maka anda kehilangan kehidupan.

Karena getaran adalah menarik tujuan dan keinginan anda, maka penting adanya untuk menjaga emosi anda sepositif mungkin. Mari kita terus berjuang berusaha menjaga emosi kita dalam suasana positif. Seperti keceriaan, cinta, kebahagiaan, suka cita , puas, dengan puncaknya bersyukur kepada Allah. Tiada yang lebih tinggi daripada bersyukur kepada sang Khalik.

Perasaan-perasaan semacam ini akan mempertinggi tingkat getaran anda dan menciptakan kesesuaian getaran dengan pengalaman-pengalaman yang ingin anda rasakan saat mimpi anda menjadi kenyataan.

Saudaraku, perasaan senang akan menarik rasa senang. Ketika anda dengan sengaja menciptakan emosi positif yang sesuai dengan perasaan yang akan kita miliki dalam usaha pemenuhan tujuan dan keinginan kita, maka kita sedang menciptakan sebuah ruang energy yang akan menarik apa yang kita inginkan.

Lakukanlah hal-hal yang membuat anda merasa lebih baik, semangatlah dan gembiralah dalam kehidupan ini. Saat merasa emosi anda tinggi dan dalam, anda memancarkan frekuensi yang lebih tinggi kepada alam raya. Semakin kuat dan bersemangat perasaan anda, maka semakin cepat proses penarikan getaran.

Saudaraku, cobalah luangkan banyak waktu anda untuk melakukan hal-hal yang anda sukai dan menjaga diri anda dalam cara ini, luangkan ditengah kesibukan anda. Banyak peneliti menemukan bahwa yanga nda rasakan sebenarnya jauh lebih penting daripada yang anda pikirkan atau ucapkan. Emosi anda tidak pernah berdusta. Ia adalah indicator utama yang paling jujur dari pikiran anda. Dan sebaiknya kita bertindak sesuai dengan keyakinan pribadi , keinginan hati yang paling dalam.

Jangan mengabaikan emosi atau mencoba mempertimbangkannya.
Kenalilah emosi anda, jika emosi anda tidak berada dalam suasana positif (harapan, penerimaan, cinta, ridha, dst), lepaskanlah emosi itu atau berpikir lain sesuatu yang lebih baik. Ini berarti anda telah memilih memikirkan sesuatu yang membuat anda merasa lebih baik, atau cukup mengubah apa yang sedang anda lakukan. Atau melakukan sesuatu hal yang anda sukai.

Saudarakau , bersyukur adalah tingkatan emosi positif yang paling tinggi seorang manusia . Sungguh tiada lagi kebahagiaan yang lebih tinggi daripada kegem biraan bersyukur kepada Allah SWT. Bahkan ada seorang hamba justru bersyukur kepada Allah. Dia sadar bahwa pada hakikatnya musibah adalah faktor penyebab terhapusnya dosa-dosanya, bahkan terkadang bisa menjadi sumber penambahan amal kebaikannya.

Sebagaimana yang dikatakan David R Hawkins, bahwa apapun yang terjadi pada anda adalah dari anda sendiri.

Lakukanlah sesuatu dan isilah energy anda yang mengembalikan anda pada emosi positif.
Ketika anda merasa penuh rasa sykur, bahagia ada sensasi terang dan kemajuan. Anda merasa terhubung, anda merasa hidup. Dan inilah sebenarnya keadaan alamaiah (fitrah) anda. Beginilah seharusnya kita. Kita harus berjuang untuk kehidupan yang penuh rasa syukur. Emosi positif ini makin terasa nyaman dan meningkatkan frekuensi getaran anda.

Dalam kondisi penuh rasa syukur, berarti kita makin mendekat dengan sang Khalik. Anda menjadi magnet untuk semua keindahan dan keberkahan dari Allah.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, yang artinya “Tiada sebuah musibah pun yang menimpa seorang muslim, kecuali pasti Allah hapuskan (dosanya) dengan sebab musibah itu, bahkan sekalipun duri yang menusuknya.” (HR. Bukhari (5640) dan Muslim (2572)). ( Fatawa Arkanil Islam, hal. 126-127)

Disisi lain, emosi negative seperti kebencian, kemarahan, cemburu dan takut akan menciptakan efek yang sebaliknya. Semua ini menurunkan frekuensi getaran anda yang menyebabkan kita menjadi gelisah, marah dan sempit. Dan ini menjadi sumber penyebab rasa sakit dalam tubuh . Emosi negative ini dengan mudah menghalangi dan menghambat aliran energy positif ke dalam hidup kita, dan hanya akan menarik energy negative lainnya dalam jumlah lebih besar.

Saudaraku tiada yang dapat memberikan ketenangan dan ketentraman hati selain berupaya selalu mendekatkan diri kepada Allah. Hanya allah-lah tempat berlindung orang-orang yang dilanda ketakutan, tempat mengadu orang-orang yang tedesak, tempat meminta pertolongan hamba-hambayang dilanda kesedihan.

Rasulullah bersabda, yang artinya ,” Siapa yang menjadikan keinginannya menjadi satu yaitu hanya menginginkan kebahagiaan akhirat, maka Allah akan mencukupkan keinginan dunianya. Siapa yang keinginan dunianya bercabang, maka Allah tidak akan peduli di lembah bumi mana dia binasa “.

Rasulullah bersabda, yang artinya ,” Barangsiapa yang menjadikan dunia sebagai pusat perhatiannya, niscaya Allah akan mempersulit urusannya dan menjadikan kemiskinan nampak di kedua matanya. Ia tidak akan memperoleh dari dunia yang dia tempati, kecuali apa yang telah ditetapkan baginya. Barangsiapa yang menjadikan negeri akhirat sebagai tujuannya, maka Allah akan memudahkan urusannya dan menjadikan kekayaan muncul dalam hatinya dan duniapun akan datang kepadanya dengan mudah”.



Allahu a’lam
Sumber : The Secrets law of attraction.dsb



Selasa, 21 April 2009

Semua peristiwa, terjadi karena suatu alasan

Saudaraku, kita tidak tahu apa yang akan terjadi pada hidup kita selanjutnya. Mungkin beginilah sebuah cerita yang dikutip dari Yusran Pora dalam Gagal itu Indah. Barangkali saat ini anda merasa kehidupan anda belum berpihak kepada anda, atau mungkin terasa kejam bagi anda. Barangkali anda merasa gagal. Atau anda merasa bahawa cobaan yang menimpa terasa terlalu berat untuk dihadapi. Namun Saudaraku, yakinlah akan penyataan “Semua Terjadi karena suatu alasan”. Sabarlah , semua cobaan hidup akan memiliki makna yang mendalam bagi pertumbuhan diri anda.
Kisah nyata ini diawali seorang guru (Fank Slazak) yang bercita-cita untuk menjadi seorang pengajar sekolah menengah yang berhasil menjadi astronot NASA. Diakhir kisah, disimpulkan bahwa tidak semua yang kita inginkan itu baik bagi kita, Tuhan Maha Mengetahui yang terbaik bagi kita. Semua ini dimulai dari impianku. Aku ingin menjadi astronot. Aku ingin terbang keluar angkasa. Namun aku hanyalah seorang guru. Aku tidak punya ketrampilan dan keahlian khusus. Dan aku bukan seorang pilot pesawat tempur. Namun aku tidak menyerah.

Hingga sutau ketika, Kantor Presiden Amerika Serikat mengumumkan bahwa NASA membuka kesempatan bagi seluruh warga Amerika, untuk ikut dalam penerbangan 51-L pesawat ruang angkasa ulang-alik Chalenger. Walaupun aku hanya seorang guru dan warga negara biasa, aku tertarik untuk ikut seleksi menjadi astronot.

Setiap hari aku menunggu dengan cemas. Akhirnya datanglah amplop surat resmi berlogo NASA. Doaku terkabulkan! Aku lolos seleksi pertama. Ini benar-benar mengagumkan. Selama beberapa minggu atau bulan selanjutnya, dari seleksi demi seleksi. Sepertinya impianku menjadi semakin dekat. Dan akhirnya tibalah saat untuk memasuki beberapa test fisik dan tes mental . Setiap tes aku lalui dengan baik, aku selalu berdoa dan berdoa.

Aku tahu aku semakin dekat dengan impianku. Beberapa waktu kemudian, astaga , aku menerima panggilan untuk mengikuti program pelatihan astronot khusus di Kennedy Space centre. Pembaca budiman, dari 43.000 pelamar yang ikut seleksi awa, aku lolos diantara 10.000 pelamar yang memenuhi syarat tertentu.

Selanjutnya dari test yang satu ke test yang lain, tinggal 100 peserta yang tersisa untuk seleksi tahap akhir. Ada test simulator, tset klaustrofobi, test ketangkasan, test mabuk udara. Ya Tuhan-ku , ijinkanlah aku terpilih, begitu doaku setiap hari.

Tuhan, biarkan diriku yang terpilih. Lalu tibalah saat pengumuman yang mengguncangkan diriku. NASA akhirnya memilih Cristina McAufliffe yang juga seorang guru.

Aku kalah, rasa percaya diriku lenyap, hidupku hancur. Amarah dan kekecewaan menggantikan kebahagiaanku. Aku mempertanyakan semua ini.

Kenapa ya Tuhanku?
Kenapa bukan aku?
Bagian diriku yang mana yang kurang?
Apa aku kurang berdoa dan memujimu ?
Mengapa , Ya Tuhanku, Engkau perlakukan aku dengan kejam ?

Aku tenggelam dalam kesedihan dan kemarahan.
Akhirnya ayahku , menasihatiku. Katanya ,” Sabarlah, semua ini terjadi karena suatu alas an”.
Alasan apa ?
Alasan yang bagaimana ? Aku masih meragukan kata-kata ayahku.

Akhirnya, pada hari Selasa 28 Januari 1986, aku berkumpul bersama teman-teman, dan keluarga besarku, untuk melihat langsung sata-saat peluncuran pesawan ruang angkasa Challenger. Aku masih protes kepada Tuhan, ya Tuhan-ku kenapa engkau tidak memilih aku ?
Saat pesawat itu melewati menara landasan pacu, aku menantang impianku untuk terakhir kali. Tuhan-ku , aku bersedia melakukan apa saja agar aku yang terpilih menjadi astronot di pesawat itu. Kenapa bukan aku , ya Tuhan-ku ?

Tujuh puluh detik kemudian, Tuhan menjawab semua pertanyaanku dan menghapus semua keraguanku. Pada detik itu pesawat meledak dan menewaskan semua penumpangnya.

Aku teringat kata-kata ayahku,”Semua terjadi karena suatu alasan “.
Aku tidak terpilih dalam penerbangan itu, walaupun aku sangat menginginkannya, karena Tuhan memiliki alas an lain untuk kehadiranku di bumi ini. Aku memiliki misi lain dalam hidupku ini. Aku tidak kalah, aku dimenangkan Tuhan. Aku menang karena aku telah kalah. Aku Frank Slzak, masih hidup untuk bersyukur pada Tuhan-ku, karena tidak semua doaku dikabulkan-Nya.

Saudaraku, pernahkah terlintas di pikiran kita, bahwa dalam segala situasi apapun yang kita alami pasti ada sesuatu yang tersembunyi dan tidak kita ketahui. Setiap masalah yang datang kepada kita, tidak datang begitu saja tanpa adanya sebuah alasan.

Yakinlah segala sesuatu yang terjadi , pasti memiliki alas an atas keberadaanya. Janganlah menyalahkan siapapun.

Saudaraku, marilah kita selalu bersyukur kepadanya. Kita tahu bersyukur sangat berat dan mungkin sangat tidak nyaman.

Ya Allah, tiada tuhan melainkan Dia, aku memohon kepada-Mu keteguhan dalam segala urusan dan aku memohon kepada-Mu sikap yang lurus dan terpimpin. Dan aku memohon kepada-Mu ya Allah agar aku dapat mensyukuri nikmat-Mu dengan sebaik-baiknya.

Allahu a’lam

Sumber kutipan : Yusran Pora, gagal itu indah



Minggu, 19 April 2009

Shalat Tathawwu’

1. Shalat Tathawwu' sebagai penyempurna shalat wajib.
dari Tamim al-Dari bahwa Rasulullah saw bersabda, "Perbuatan orang yang pertama kali dihisab pada hari qiyamat adalah tentang shalatnya. Jika telah ia kerjakan dengan sempurna, dicatat baginya sempurna. Jika ia tidak kerjakan dengan sempurna, maka Allah akan berkata kepada malaikat, "Periksalah! Apakah engkau dapati perbuatan tathawwu' bagi hambaku untuk kamu lengkapkan dengannya shalat fardhunya yang hilang". Demikian juga tentang zakat, lalu diperhitungkan segala perbuatan semacam itu". HR. Abu Dawud, Ibn Majah, Ahmad ibn Hanbal dan al-Darimiy. (Sunan Abu Dawud, al-Shalat, 733).

2. Muslim yang shalat tathawwu' 12 rakaat setiap hari, akan dibangunkan Allah rumah di surga.
Ummu Habibah, istri Nabi saw berkata, aku telah mendengar Rasulullah saw bersabda, "Tidaklah seorang hamba muslim yang melakukan sholat untuk Allah setiap harinya dua belas rakaat shalat tathawwu' selain yang wajib, kecuali Allah pasti akan membangunkan baginya rumah di surga". HR. Muslim (Shahih Muslim, shalat al-musafirin wa qashruha, 1199).

3. Orang yang mendekatkan diri kepada Allah dengan amalan nawafil, akan dilindungi Allah.
Hurairah berkata, Bersabda Rasulullah saw. "Sesungguhnya Allah berfirman, "Barangsiapa memusuhi seorang kekasihku, maka Aku nyatakan perang kepadanya. Tiada sesuatu yang lebih Aku sukai bagi hambaKu, untuk mendekatkan diri padaKu, lebih daripada hal yang Aku wajibkan padanya. HambaKu yang selalu mendekatkan diri kepadaKu dengan segala perbuatan sunnat, pasti aku sayanginya. Apabila aku sayangi dia, Aku jadi pendengarannya untuk mendengar, penglihatannya untuk melihat, tangannya untuk mengerjakan sesuatu, dan kakinya untuk berjalan. Kalau dia mohon kepadaKu, akan Ku berikan dia. Kalau ia berlindung kepadaKu, pasti aku lindungi dia". HR. Bukhari (Shahihal-Bukhari, al-Riqaq, 6021).

MACAM-MACAM SHALAT TATHAWWU'

1. Shalat Rawatib

  • a. Shalat 2 rakaat sebelum subuh, setelah fajar menyingsing (adzan subuh). Pada rakaat pertama sesudah al-Fatihah membaca surat al-Kafirun, dan pada rakaat kedua membaca surat al-Ikhlas. Atau membaca: Qu-lu- A-manna- billa-hi ... (al-Baqarah 136) pada rakaat pertama dan "Qul Ta'alau ila- kalimatin sawa-in.. (Ali Imran: 64) pada rakaat kedua, atau dari ayat al-Qur'an yang mudah. Dari 'Aisyah bahwa Nabi saw tidaklah mengerjakan shalat sunnat setekun beliau mengerjakan dua rakaat sebelum subuh. HR. Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Ahmad ibn Hanbal. (Shahih Muslim, Shalat al-Musafirin wa Qahruha, 1191; Shahih al-Bukhari, al-Jum'ah, 1093; Sunan Abi Dawud, al-Shalat, 1063; Musnad Ahmad ibn Hanbal, Baqiy Musnad al-Anshar, 23038).

  • b. Shalat 2 rakaat atau 4 rakaat sebelum Dhuhur, dan shalat 2 rakaat atau 4 rakaat setelah Dhuhur.
    'Umar ra. berkata, "Hal yang aku ingat dari Nabi saw ialah sepuluh rakaat yang terdiri dari dua rakaat sebelum dhuhur dan dua rakaat sesudahnya; dua rakaat sesudah Maghrib yang dikerjakan di rumahnya; dua rakaat sesudah "Isya' yang dikerjakan di rumahnya; dan dua rakaat sebelum shalat Subuh. HR. Bukhari (Shahihal-Bukhari, al-Jum'ah, 1109)

  • c. Pada hari Jum'at, shalat tathawwu' sebelum shalat jum'at sebanyak engkau sukai sampai imam datang, dan dua rakaat atau empat rakaat sesudah shalat jum'at. Abu Sa'id al-Khudriy dan Abu Hurairah berkata, "Aku mendengar Nabi saw bersabda, "Barang siapa mandi pada hari Jum'at dan mengenakan wangi-wangian bila ada, dan memakai pakaian terbaik, kemudian keluar dengan tenang sehingga sampai ke masjid, lalu shalat -seberapa menurut kehendaknya- dan tidak mengganggu orang lain, kemudian mendengarkan khutbah imam sampai shalat didirikan, maka perbuatan tersebut menjadi pembebas dosanya selama antara Jum'at hari itu dengan Jum'at berikutnya".
    Abu Hurairah berkata, "dan ditambah tiga hari. Karena Allah menjadikan kebaikan (pada hari Jum'at menjadi ) sepuluh kali lipat (pahala)nya". (HR. Abu Dawud dan Ahmad.). Sunan Abi Dawud, Kitab al-Thaharah, no. 290; Musnad Ahmad, Kitab Baqiy Musnad al-Muksirin, no. 11343). Hadis ini berkualitas shahih dan dapat dipakai sebagai hujjah.

  • d. Shalat dua rakaat sebelum shalat 'Ashar Dari Ali ra. bahwa Nabi saw. biasa mengerjakan shalat sebelum 'Ashar dua rakaat. HR. Abu Dawud. Sahih. (Sunan Abi Dawud, al-Shalat, 1081).

  • e. Shalat dua rakaat setelah matahari terbenam sebelum shalat maghrib, dan dua rakaat setelah shalat maghrib.
    Dari Abdullah al-Muzani ra. bahwa Rasulullah saw bersabda, "Shalatlah sebelum maghrib dua rakaat". Bersabda lagi, "Shalatlah sebelum maghrib dua rakaat".
    Bersabda lagi pada yang ketiga, "Bagi siapa yang menginginkannya ", khawatir orang-orang akan menganggapnya sebagai kewajiban. HR. Bukhari, Abu Dawud dan Ahmad. Lafal Ahmad. Sahih. (Shahih al-Bukhari, al-Jum'ah 111; Abu Dawud, al-Shalat, 1089; Ahmad ibn Hanbal, Awwal Musnad al-Bashriyyin, 19643).

  • f. Shalat dua rakaat atau empat rakaat setelah Isya' Dari Zurarah ibn Aufa bahwa Aisyah ra. pernah ditanya tentang shalat Nabi di tengah malam. Aisyah berkata, "Beliau shalat 'Isya' berjamaah, kemudian pulang kepada keluarganya, lalu shalat empat rakaat kemudian masuk ke tempat tidurnya dan tidur". HR. Abu Dawud. Sahih (Sunan Abi Dawud, al-Shalat, 1145).

2. Shalat lail

Shalat lail disebut juga shalat tahajjud, qiyamul lail, dan witir. Pada bulan Ramadhan disebut juga shalat qiyamur ramadhan dan shalat tarawih.
Shalat lail sebanyak sebelas rakaat, dilakukan dua rakaat, dua rakaat, atau empat rakaat, empat rakaat, dengan membaca al-Fatihah dan surat dari al-Qur'an pada tiap-tiap rakaat, kemudian diakhiri dengan tiga rakaat dengan membaca surat al-A'la sesudah al-Fatihah pada rakaat pertama, surat al-kafirun pada rakaat kedua dan surat al-Ikhlas pada rakaat ketiga.

Waktunya setelah shalat Isya' hingga menjelang terbit fajar, baik di bulan Ramadhan ataupun di luar bulan Ramadhan.

Sebelumnya perlu mengerjakan shalat iftitah dua rakaat singkat. Pada rakaat pertama, sesudah takbiratul ihram membaca: Subhanalla-hi dzil malaku-ti wal jabaru-t wal kibriya-I wal 'adhomah, lalu fatihah, dan pada rakaat kedua membaca fatihah (tanpa surat).

Abu Salamah ibn 'Abd al-Rahman bertanya kepada Aisyah tentang shalat (malam) Rasulullah saw dalam bulan Ramadhan. Aisyah menjelaskan, "Pada bula Ramadhan maupun di bulan lainnya tak pernah Rasulullah saw. mengerjakan lebih dari sebelas rakaat. Beliau kerjakan empat rakaat. Jangan engkau tanyakan eloknya dan lamanya. Beliau kerjakan lagi empat rakaat. Jangan engkau tanyakan eloknya dan lamanya. Beliau lalu shalat tiga rakaat. 'Aisyah bertanya, "Ya Rasulullah, apakah engkau tidur terlebih dahulu sebelum melaksanakan shalat witir (shalat lail)?". Rasulullah lalu menjawab, "wahai Aisyah, sesungguhnya kedua mataku tidur, tetapi hatiku tidak tidur". HR Bukhari & Muslim. (Shahih al-Bukhari, Shalat al-Tarawih, 1874; shahih Muslim, shalat al-Musafirin wa Qashruha, 1219).

3. Sholat Dhuha
Shalat dhuha dikerjakan pada waktu matahari meninggi (kira-kira setengah jam setelah matahari terbit sampai setengah jam sebelum matahari tepat di tengah pada siang hari). Dikerjakan sebanyak dua rakaat atau empat rakaat atau delapan rakaat dengan salam pada tiap-tiap dua rakaat.
Shalat Dhuha juga disebut shalat Awwabin (shalatnya orang-orang yang bertaubat).

4. Shalat Tahiyyatul Masjid
Apabila memasuki masjid hendaknya shalat 2 rakaat sebelum duduk.
Abu Qatadah ra. berkata, bahwa Nabi saw bersabda, 'Apabila seseorang masuk masjid, janganlah duduk sebelum ia shalat dua rakaat". HR. Bukhari & Muslim. (Shahih al-Bukhari, al-jum'ah, 1098; Shahih Muslim, Shalat al-Musafirin wa Qashruha, 1166, 1167).

5. Shalat Safar
Apabila akan bepergian, hendaknya mengerjakan shalat dua rakaat. Dan apabila kembali dari bepergian, hendaknya shalat dua rakaat di masjid.
Muth'im ibn Miqdad menceritakan bahwa Nabi saw. pernah berkata, "Tiadalah sesuatu yang sangat utama bagi seorang yang hendak meninggalkan sesuatu pada keluarganya melebihi shalat dua rakaat yang ia kerjakan di tengah mereka kalau ia hendak bepergian". (HR. Thabrani).
Jabir ibn 'Abdullah berkata, pernah aku bersama-sama Rasulullah dalam perjalanan. Setiba kami (kembali) di Madinah, beliau bersabda, "Masuklah dan kerjakan shalat dua rakaat". (HR. Bukhari & Muslim).

6. Shalat Istikharah
Shalat Istikharah adalah shalat untuk meminta petunjuk yang baik. Umpamanya seseorang akan mengerjakan suatu pekerjaan yang penting, sedangkan ia masih ragu-ragu, apakah pekerjaan itu baik untuk dia atau tidak. Ketika itu disunaahkan baginya shalat istikharah dua rakaat, sesudah itu berdoa, meminta petunjuk kepada Allah atas pekerjaannya yang masih diragukannya itu.
Abdullah ra. berkata, Rasulullah saw. mengajarkan kepada kami beristikharah dalam segala hal sebagaimana ia mengajarkan kepada kami akan surat dari al-Qur 'an. Ia mengatakan, "Apabila ada kepentingan bagimu untuk melakukan sesuatu, hendaklah kerjakan shalat dua rakaat di luar shalat fardhu, kemudian membaca doa "Allohumma ...kemudian menyebutkan kepentingannya". (HR. Bukhari, Tirmidzi, Nasai, Abu Dawud, Ibn Majah dan Ahmad ibn Hanbal) ( Shahih al-Bukhari, al-Jum 'ah 1096; al-Da 'wat 5903; al-Tauhid 6841).

7. Shalat 'Idain ('Idul Fitri dan 'Idul Adha)
Hendaknya memperbanyak membaca takbir pada malam hari raya fithrah sejak matahari terbenam sampai esok harinya ketika shalat akan dimulai. Sedangkan pada hari raya 'Idul Adha, memperbanyak membaca takbir dimulai sesudah shalat subuh pada pagi 'Arafah (9 Dzulhijjah) sampai akhir hari Tasyriq.
Bacaan takbir: Allahu Akbar - Allahu Akbar - La ilaha illallah - Wallahu Akbar -Allahu Akbar - Wa lillahil hamd.
Hendaknya menggunakan pakaian terbagus dan memakai wangi-wangian, makan terlebih dahulu sebelum berangkat untuk shalat 'Idul Fitri, dan tidak makan dahulu sebelum shalat 'Idul Adha. Laki-laki, perempuan, tua, muda, hingga putri remaja, gadis pingitan, wanita haid, hendaknya mendatangi tempat shalat. Bagi yang haid supaya menepi dari tempat shalat, dan tidak ikut shalat beserta orang banyak.
Shalat 'idain dikerjakan sebanyak dua rakaat berjamaah di lapangan, kecuali jika ada halangan. Tanpa terlebih dahulu dikumandangkan adzan maupun iqamat. Tidak ada shalat sunnah sebelum shalat "idain ataupun sesudahnya.
Setelah takbiratul ihram, membaca tujuh kali takbir pada rakaat pertama, dan lima kali takbir pada rakaat kedua. Setelah membaca al-Fatihah pada rakaat pertama hendaknya membaca surat al-A'la pada rakaat pertama atau "qafwal qur 'anil majid", dan sesudah membaca al-Fatihah pada rakaat kedua membaca al-Ghasyiyah atau iqtarabatis sa 'ah. Sesudah selesai shalat hendaklah imam membaca khutbah satu kali, dimulai dengan "alhamdulillah" dan menyampaikan nasehat kepada para hadirin dan menganjurkan untuk berbuat baik".

8. Shalat Gerhana Matahari dan Bulan
Shalat gerhana dikerjakan secara berjamaah sebanyak dua rakaat dengan empat kali ruku' dan empat kali sujud. Dimulai dengan takbiratul Ihram, membaca Fatihah, membaca surat yang panjang, rukuk, berdiri kembali, membaca fatihah, membaca surat yang panjang, rukuk, I'tidal, lalu sujud dua kali. Ini terhitung satu rakaat. Kemudian diteruskan satu rakaat lagi seperti rakaat pertama, lalu dilanjutkan dengan tahiyyat akhir dan salam. Ketika shalat akan dimulai hendaknya diserukan "Ash Shalaatu Jami'ah".
'Aisyah ra. menceritakan bahwa pernah terjadi gerhana matahari pada masa Rasulullah saw., maka beliau menyuruh orang menyerukan "Ash-Shalatau Jami'ah", lalu beliau maju mengerjakan shslat empatkali ruku' dalam dua rakaat dan empatkali sujud. HR. Bukhari & Muslim. (Shahih al-Bukhari, al-jum 'ah, 1004; Shahih Muslim, al-Kusuf, 1501).
Setelah selesai shalat, imam menyampaikan khotbah dengan berdiri menyampaikan peringatan dan mengingatkan akan tanda-tanda kebesaran Allah, serta menganjurkan agar banyak membaca istighfar, shadaqah dan segala amalan yang baik.

9. Shalat sesudah bersuci
Shalat dua rakaat setelah bersuci (wudhu).
Riwayat dari Hurairah ra., bahwa Nabi saw. pernah berkata kepada Bilal setelah shalat Subuh, "Ya Bilal, ceritakanlah kepadaku amalan yang engkau kerjakan dalam Islam yang penuh dengan pengharapan, karena aku mendengar suara sandalmu di surga ". Bilal lalu menjawab, "Tidak ada satu amalan yang sangat penuh dengan pengharapan, tetapi sesungguhnya aku tidak bersuci sekalipun pada malam atau siang hari, kecuali dengan bersuci itu aku kemudian shalat. Sesuatu yang memang ditentukan untukku supaya aku mengerjalan shalat. HR. Bukhari & Muslim (Shahih al-Bukhari, al-jum 'ah, 1081; Shahih Muslim, Fadhail al-Shahabat, 4497).

10. Shalat Haj at
Ada bebrapa ulama menyatakan bahwa shalat hajat sumbernya adalah hadis dha'if. . Ada beberapa pendapat tentang shalat ini. Misalnya sebagaimana diriwayatkan oleh
Abdullah ibn Abi Aufa berkata, Rasulullah saw bersabda, "Barang siapa memiliki hajat kepada Allah atau kepada seseorang dari bani Adam, hendaknya ia berwudhu dengan sebaik-baik wudhu lalu shalat dua rakaat kemudian memuji Allah dan membaca shalawat Nabi kemudian berdoa ...
Sedangkan menurut riwayat HR. Tirmidzi & Ibn Majah (Sunan al-Tirmidzi, al-Shalat, 441; Sunan Ibn Majah, Iqamat al-Shalat wa al-Sunnat fiha, 1374).
Hadis ini berkualitas dha'if, karena dalam sanadnya terdapat Faid ibn 'Abdurrahman yang dinilai sebagai periwayat yang hadisnya tidak bisa dipakai sebagai hujjah.
Dalam hal ini diserahkan kepada pembaca untuk menelaah lebih lanjut tentang sahalt ini.

11. Shalat Tasbih
Berdasa riayat , HR Tirmidzi (Sunan al-Tirmidzi, al-Shalat, 444). Hadis ini dha'if karena dalam sanadnya terdapat Musa ibn 'Ubaidah dan Sa'id ibn Abi Sa'id yang dianggap periwayat yang lemah. Ada beberapa pendapat tentang shalat ini, namun alangkah baiknya bila pembaca mempelajari lebih lanjut tentang shalat ini.

12. Shalat Taubah
Shalat yang dilakukan karena melakukan dosa.
Hadits riwayat dari Ali ra, dari Abu Bakar ra., bahwa Rasulullah saw bersabda, "Tidaklah seseorang yang melakukan perbuatan dosa, kemudian bangkit dan bersuci, kemudian shalat lalu memohon ampun kepada Allah, niscaya Allah akan mengampuninya ". Kemudian beliau membaca ayat: "idza fa'alu- fa-hisyatan ... ". (QS. Ali Imran: 135). HR. Tirmidzi, Ibn Majah, Ahmad ibn Hanbal. (Sunan al-Tirmidzi, 371; Sunan Ibn Majah, iqamat al-shalat wa al-sunnat fiha, 1385; Musnad Ahmad, Musnad al-Asyrah al-Mubsyirin bi al-Jannah, 2). Hadis ini berkualitas hasan.


13. Shalat Isyraq
Shalat Isyraq adalah sahalat dua rakaat yang dilakukan sesudah matahari terbit, pada awal waktu shalat dhuha.
Dari Anas ibn M alik ra. berkata, Rasulullah saw. bersabda, "Barangsiapa melakukan shalat Subuh secara berjamaah, lalu duduk sambil berdzikir kepada Allah sampai matahari terbit, kemudian shalat dua rakaat, maka dia mendapatkan seperti pahala haji dan umrah. Anas berkata, "Rasulullah saw. bersabda, "sempurna, sempurna, sempurna ".
(Sunan al-Tirmidzi, al-Jum 'ah 'an Rasulillah, 535).

Hadis ini diperselisihkan kualitasnya antara hasan atau dha'if. Akan tetapi hadis ini memiliki syahid dari riwayat 'Ali ibn Abi Thalib dibawah ini yang berkualitas shahih, sehingga karenanya shalat isyraq ini bisa diamalkan.


Shalat Tahtawwu' Rasulullah pada siang hari

'Ashim ibn Dhamrah al-Saluli berkata, "Kami bertanya kepada 'Ali ra. tentang shalat tathawwu' Nabi pada siang hari". Ali ra. berkata, "Kamu tidak akan sanggup melakukannya". Kami katakan, "Ceritakanlah, kami akan menirunyayang kami bisa".


'Ali ra. berkata, "Nabi saw. apabila selesai shalat Subuh menanti hingga matahari terbit di sana, yaitu arah timur seukuran dengan tingginya matahari waktu shalat 'ashar di arah barat (yaitu awal waktu dhuha) lalu shalat dua rakaat. Kemudian menanti apabila letak matahari di sana, yaitu di arah timur seukuran dengan tingginya matahari waktu dhuhur, lalu shalat empat rakaat, dan empat rakaat (lagi) sebelum dhuhur setelah matahari tergelincir (ke barat), dan 2 rakaat setelah dhuhur, dan empat rakaat sebelum 'ashar, ia pisahkan antara tiap-tiap dua rakaat dengan memberi salam kepada malaikat yang dekat kepada Allah, kepada para Nabi, kepada orang-orang islam dan mukmin yang mengikuti jejak mereka". Ali berkata, "Itulah enam belas rakaat shalat tathawwu' Rasulullah saw pada siang hari, dan sedikit orang yang rutin melakukannya ".


Hadis ini berkualitas shahih diriwayatkan oleh Ibn Majah (Sunan, Iqamat al-Shalat wa al-Sunnatfiha, no. 1151); Tirmidzi (Sunan, al-jum'at 'an Rasulillah, no. 544), Nasai (Sunan, al-Imamah, no. 864,865), Ahmad (Musnad, Musnad al- 'Asyrah al-Mubsyirin bi al-jannah, no. 615).


sumber : kumpulan materi, Kajian keislaman, gerakan jamaah dan dakwah di kampus ,IMM <>


Rabu, 15 April 2009

tentang shalat Hajat

Dikutip dari tulisan Al-Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat,bahwa datangnya masalah ini atas pertanyaan seorang shahabat, tentang shalat hajat yang terdapat dalam kitab pedoman shalat (hal. 503) karangan Al-Ustadz Hasbi. Sesuatu amal ibadah tidak boleh kita kerjakan sebelum mengetahui dua syarat utama.
Pertama : Dalilnya, baik Qur’an maupun Hadits
Kedua :Jika dalilnya itu dari hadits, maka jangan kita amalkan dulu sebelum mengetahui derajat hadits itu, sah (shahih dan hasan) datangnya dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam atau tidak (dla’if/lemah)
Jika kedapatan hadits itu shahih atau hasan, maka bolehlah kita amalkan. Akan tetapi jika ternyata hadits itu dla’if, baik dla’ifnya ringan maupun berat, maka tidak boleh kita amalkan.

Tentang shalat hajat itu telah saudara ketahui ada dalilnya dari hadits sebagaimana tersebut di kitab pedoman shalat. Hanya sekarang yang perlu kita ketahui dalilnya itu sah atau tidak? Di bawah ini akan saya bawakan haditsnya sekalian saya terangkan derajatnya.

“Artinya : Dari Abdullah bin Abu Aufa, ia berkata, telah bersabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, ‘Barangsiapa yang mempunyai hajat kepada Allah, atau kepada salah seorang dari bani Adam (manusia), maka hendaklah ia berwudlu serta membaguskan wudlu’nya kemudian shalat dua raka’at. Terus (setelah selesai shalat) hendaklah ia menyanjung Allah dan bershalawat kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, kemudian ia mengucapkan (do’a) : Laa ilaaha illallahul haliimul kariim… (dan seterusnya sampai)… ya arhamar rahimin”
[Riwayat Tirmidzi (dan ini lafadznya), Hakim dan Ibnu Majah]

Sanad hadits ini sangat lemah karena di sanadnya ada seorang rawi bernama Faaid bin Abdurrahman Abu Al-Waruqa’.

Imam Tirmidzi sendiri setelah meriwayatkan hadits ini berkata.
“Hadits ini gahrib (asing), diisnadnya ada pembicaraan (karena) Faaid bin Abdurrahman telah dilemahkan di dalam hadits(nya)”.

Di bawah ini keterangan para ulama ahli hadits tentang Faaid bin Abdurahman.


  • [1]. Kata Abdullah bin Ahmad dari bapaknya (Imam Ahmad), “Matrukul hadits (orang yang ditinggalkan haditsnya)”.

  • [2]. Kata Imam Ibnu Ma’in, “Dla’if, bukan orang yang tsiqat (kepercayaan)”.

  • [3]. Kata Imam Abu Dawud, “Bukan apa-apa (istilah untuk rawi lemah)”.

  • [4]. Kata Imam Nasa’i, “Bukan orang yang tsiqat, matrukul hadits”.

  • [5]. Kata Imam Abu Hatim, “Hadits-haditsnya dari Ibnu Abi Aufa batil-batil (sedng hadits ini Faaid riwayatnya dari Ibnu Abu Aufa)”

  • [6]. Kata Imam Al-Hakim, “Ia meriwayatkan dari Ibnu Abi Aufa hadits-hadits maudlu (palsu)”.

  • [7]. Kata Imam Ibnu Hibban, “Tidak boleh berhujjah dengan (riwayat)nya”

  • [8]. Kata Imam Bukhari, “Munkarul hadits (orang yang diingkari haditsnya)”. Imam Bukhari pernah mengatakan, “Setiap rawi yang telah aku katakan padanya munkarul hadits, maka tidak boleh (diterima) riwayatnya” [Lihat Mizanul I’tidal jilid 1 halaman 6]

Setelah kita ikuti keterangan-keterangan di atas, maka tahulah kita bahwa derajat hadits shalat hajat sangat lemah yang tidak boleh diamalkan. Jika ada hadits lain dan telah sah riwayatnya, baru boleh kita amalkan.

Periksalah kitab-kitab:
Al-Mustadrak Hakim 1/320
Sunan Tirmidzi 1/477
Sunan Ibnu Majah no. 1384
Tahdzibut Tahdzib 8/255
Al-Adzkar halaman 156. [1]

[Disalin da kitab Al-Masa’il (Masalah-Masalah Agama) Jilid 2, Penulis Abdul Hakim bin Amir Abdat, Penerbit Darul Qolam, Jakarta. Cetakan I – Th 1423/2002M]
Foote Note
[1]. Ditulis pada tanggal 10-3-1986


Allahu a'lam


Sumber : http://www.almanhaj.or.id



Selasa, 14 April 2009

Shalat & perilaku

“Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu al-Kitab (Al-quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar. Sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadah-ibadah yang lain). Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Ankabut : 45)
Ayat ini menjelaskan adanya keterkaitan antara shalat dan perilaku yang ditunjukkan oleh seorang muslim. Allah menjelaskan sikap seorang manusia dari sudut pandang karakter dan tabiat yang dibawanya. Shalat itu membersihkan jiwa, menyucikannya, mengkondisikan seorang hamba untuk munajat kepada Allah Swt di dunia dan taqarrub dengan-Nya di akhirat. (Jabir Al-Jazairi, 2004: 298).

Shalat sebagai salah satu bagian penting ibadah yang memiliki banyak keistimewaan. Ia tidak hanya memiliki hikmah spesifik dalam setiap gerakan dan rukunnya, namun secara umum shalat juga memiliki pengaruh drastis terhadap perkembangan kepribadian seorang muslim. Tentu saja hal itu tidak serta merta dan langsung kita dapatkan dengan instan dalam pelaksanaan shalat. Manfaatnya akan terasa bila kita melaksanakan dengan hati ikhlash dan dipenuhi rasa syukur

Shalat merupakan media komunikasi antara sang Khlalik dan hamba-Nya. Media komunikasi ini sekaligus sebagai media untuk senantiasa mengungkapkan rasa syukur atas segala nikmat.

Firman Allah, yang artinya ,” hanya kepada Engkau-lah kami menyembah, dan hanya kepada Engkau-lah kami meminta pertolongan “, (Qs. Al-Fatihah : 5).

Saudaraku, jadikanlah shalat sebagai kebutuhan kita, kebutuhan paling utama kita dan kita jauhkan ppikiran bahwa shalat adalah kewajiban. Mengapa demikian ?
Dengan sha, kita bisa berdialog dengan Allah. Kita bisa meminta,mengeluh dan mengadukan seluruh persoalan kepada-Nya. Shalat adalah kesempatan trbaik kita untuk itu.Dengn shalat , kita bisa mengeluarkan semua beban permasalahan kita, dan yakinlah Allah pasti menunjukkan jalan keluar dengan cara-Nya

Firman Allah, yang artinya ,” (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah , hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram “. (Qs. Ar-Ra’d : 28).

Shalat sebagai tiang agama, penyangga bangunan. Ia sebagai cahaya terang keyakinan, obat pelipur ragam penyakit di dalam dada dan pengendali segala problem yang membelenggu langkah-langkah kehidupan manusia. Oleh karenanya, shalat dapat mencegah perilaku keji dan munkar, menjauhkan hawa nafsu yang condong pada kejelekan untuk mencampakkannya sejauh mungkin (Asykuri, tt:137)

Ibadah Shalat yang diawali dengan takbir dan diakhiri dengan salam adalah bangunan megah indah yang memiliki sejuta ruang yang menampung semua inspirasi dan aspirasi serta ekspresi positif seseorang untuk berperilaku baik, karena perbuatan dan perkataan yang terkandung dalam shalat banyak mengandung hikmah, yang diantaranya menuntut kepada mushalli untuk meninggalkan perbuatan keji dan mungkar.

Saudaraku, harus kita hindari bahwa shalat hanya menjadi bentuk formal ritual, mulai dari takbir, ruku’, sujud, dan salam. Sebuah kombinasi gerakan fisik yang terkait dengan tatanan fikih, tanpa ada kemuan yang mendalam atau keinginan untuk memahami hakikat yang terkandung di dalam simbol-simbol shalat. Berikut ini adalah nilai-nilai akhlak yang terkandung dalam proses menjalankan ibadah shalat.


  1. latihan kedisiplinan. Waktu pelaksanaan shalat sudah ditentukan. Hal ini melatih kita untuk berdisiplin dan sekaligus menghargai waktu. Dengan senantiasa menjaga keteraturan ibadah dengan sunguh-sungguh, manusia akan terlatih untuk berdisiplin terhadap waktu (Toto Tasmara, 2001: 81). Dari segi banyaknya aturan dalam shalat seperti syarat sahnya, tata cara pelaksanaannya maupun hal-hal yang dilarang ketika shalat, batasan-batasan ini juga melatih kedisiplinan manusia untuk taat pada peraturan, tidak menuruti keinginan pribadi semata.

  2. latihan kebersihan, sebelum shalat, seseorang disyaratkan untuk mensucikan dirinya terlebih dahulu, yaitu dengan berwudlu atau bertayammum. Hal ini mengandung pengertian bahwa shalat hanya boleh dikerjakan oleh orang yang suci dari segala bentuk najis dan kotoran sehingga kita diharapkan selalu berlaku bersih dan suci. Di sini, kebersihan yang dituntut bukanlah secara fisik semata, akan tetapi meliputi aspek non-fisik sehingga diharapkan orang yang terbiasa melakukan shalat akan bersih secara lahir maupun batin.

  3. latihan konsentrasi. Shalat melibatkan aktivitas lisan, badan, dan pikiran secara bersamaan dalam rangka menghadap ilahi. Ketika lisan mengucapkan Allahu Akbar, secara serentak tangan diangkat ke atas sebagai lambang memuliakan dan membesarkan, dan bersamaan dengan itu pula di dalam pikiran diniatkan akan shalat. Pada saat itu,. Hanya Allah Yang Maha Besar , selain Allah adalah kecil tiada berarti dan dibuang dari pikiran dan konsentrasi kita. Semua hal dipandang tidak ada kecuali hanya Allah, yang sedang disembah. Pemusatan seperti ini, yang dikerjakan secara rutin sehari lima sekali, melatih kemampuan konsentrasi pada manusia. Konsentrasi, dalam bahasa Arab disebut dengan khusyu’, dituntut untuk dapat dilakukan oleh pelaku shalat. Kekhusyukan ini sering disamakan dengan proses meditasi. Dan meditasi yang paling sempurna adalah shalat. Meditasi yang sering dilakukan oleh manusia dipercaya dapat meningkatkan kemampuan konsentrasi dan mengurangi kecemasan.

  4. latihan sugesti kebaikan. Bacaan-bacaan di dalam shalat adalah kata-kata afirmasi yang baik yang mengandung pujian sekaligus doa kepada Allah. Memuji Allah artinya mengakui kelemahan kita sebagai manusia, sehingga melatih kita untuk senantiasa rendah hati, dan tidak sombong. Berdoa, selain bermakna nilai kerendahan hati, sekaligus juga dapat menumbuhkan sikap optimis dalam kehidupan. Ditinjau dari teori hypnosis yang menjadi landasan dari salah satu teknik terapi kejiwaan, pengucapan kata-kata (bacaan shalat) merupakan suatu proses auto sugesti, yang membuat si pelaku selalu berusaha mewujudkan apa yang telah diucapkannya tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

  5. latihan kebersamaan. Dalam mengerjakan shalat sangat diharapkan berjamaah (di masjid). Bila kita tinjau dari salah satu sisi, misalnya sisi psikologis, shalat berjamaah bisa memberikan aspek terapi yang sangat hebat manfaatnya, baik bersifat preventif maupun kuratif. Dengan berjamaah, seseorang dapat menghindarkan diri dari gangguan kejiwaan seperti gejala keterasingan diri. Dengan shalat berjamaah, seseorang merasa adanya kebersamaan dalam hal nasib, kedudukan, rasa derita dan senang. Tidak ada lagi perbedaan antar individu berdasarkan pangkat, kedudukan, jabatan, dan lain-lain .

Sesungguhnya, shalat yang kita dirikan itu pada hakikatnya merupakan samudera hikmah yang mencerdaskan ruhani. Shalat menunjukkan sikap batiniyah untuk mendapatkan kekuatan, kepercayaan diri, serta keberanian untuk tegak berdiri menapaki kehidupan dunia nyata melalui perilaku yang jelas, terarah, dan memberikan pengaruh pada lingkungan. Shalat bukan hanya sekedar ritual formal, namun suatu ritual yang paling tinggi dalam kehidupan kita.

Saudaraku, Allah akan senang kalau kita sebagai hamba selalu ingat kepada-Nya dalam semua kondisi baik dikala senang maupun susah. Dengan shalat , kita akan semakin yakin bahwa hanya Allah satu-satunya penolong. Siapakah yang menjadi sandaran orang yang sedang mengalami kesedihan ? Kepada siapakah seseorang yang sedang mengalami kesulitan meminta pertolongan ? siapakah tempat bergantung dan tempat meminta bagi seluruh manusia ? Jawabannya hanya satu , Dia-lah Allah, tiada tuhan melainkan Dia.


Allahu’alam

Sumber : alrasikh pada Maret 1st, 2007 , Fathurrahman Al Katitanji Mahasiswa FIAI, dan Mahasantri PPUII



Kegagalan , permulaan dari segalanya

Hampir semua orang tidak suka menghadapi kegagalan, kita lebih senang bila semua berjalan dengan lancar dan menikmati sukses demi sukses. Tapi realitanya kita harus mengalami hal yang tidak kita suka, kegagalan, persoalan, semua hal tersebut bisa membuat kita menjadi depresi. Seringkali kegagalan atau persoalan sedang menghujani bisnis kita, karir kita, atau kegiatan kita maka kita melihat hal tersebut sebagai sebuah kehancuran, “ apakah ini awal dari kehancuran kita.” Apalagi kalau kita sudah berusaha keras untuk bertahan, tapi bukan tambah baik, tetapi justru semakin hancur, pikiran tersebut pasti sangat mengganggu.
Seorang pakar, Dave Anderson, menyatakan bahwa Kegagalan sebenarnya adalah suatu tanda akan kesuksesan yang sedang anda kerjakan.
Ketika seseorang akhirnya kalah (gagal) dalam suatu kompetisi, ini menunjukkan seberapa jauh ia telah berusaha. Kegagalan ini menjadi titik awal dari usaha-usaha selanjutnya. Dan ini membuktikan bahwa kegagalan itu bukanlah akhir.

Marilah kita lihat, seorang bayi yang ingin belajar berjalan. Pertama kali yang dia alamai adalah jatuh, usaha lagi , jatuh lagi dan gagal. Namun kegagalan ini dianggapnya sebagai suatu permulaan, sehingga ia terus berusaha berjalan meskipun beberapa kali ia jatuh juga.
Bila sang bayi menganggap kejatuhannya merupakan akhir dari segalanya, maka ia tidak punya kemauan lagi untuk merjalan. Dan selamanya bayi itu tidak akan bisa berjalan.

Atau coba kita ingat ketika pertama kali kita belajar untuk bisa bersepeda. Berapa kali kita jatuh?

Sherman Finesilver, menyatakan bahwa anda telah banyak kali gagal , meskipun anda tidak ingat. Anda jatuh pertama kali sebagai usaha anda untuk berjalan. Anda hamper selalu tenggelam saat pertama kali anda mencoba berenang…jangan kuatir dengan kegagalan. Saran saya pada anda, yang anda khawatirkan adalah peluang-peluang yang anda lewatkan cengan cara anda tidak mencobanya”.

Suatu ketiak pesawat-pesawat NAZI Jerman mulai menghujani kota London dengan bom-bom di awal PDII . Sir Winston Churchill, di tengah maraknya pemboman , berkata kepada masyarakat London dalam siaran radionya bahwa , “Ini bukanlah kesudahannya. Bahkan ini bukanlah awal dari kesudahan tersebut. Tetapi, mungkin sekali, ini adalah kesudahan dari suatu permulaan tersebut.”
Churchill tidak melihat serangan tersebut sebagai awal dari kehancuran Inggris, tetapi sebaliknya justru dia melihat hal tersebut sebagai akhir dari kekalahan pasukan pasukan Nazi. Terbukti beberapa waktu kemudian, pesawat UA Inggris (RAF) menghujani bom ke kota Berlin Jerman, sebagai upaya untuk mengakhiri perang PD II.
Dalam kehidupan ini tidak ada satu pun manusia yang selalu dirudung kegagalan dan tidak ada manusia yang selalu sukses.
Dalam sebuah kesempatan yang lain, Winston Churchill mengatakan “Kesuksesan adalah berpindah dari suatu kegagalan ke kegagalan yang lain tanpa kehilangan antusiasme.”

Saudaraku, pembelajar sejati, adalah orang yang menganggap kegagalan adalah bagian dari proses pembelajarannya. Dan tidak menganggap kegagalan sebagai suatu kesalahan. Ia tidak menyalahkan dirinya karena ia gagal.

Kegagalan adalah anugerah yang luar biasa dari Allah, oleh karenanya itu ia dapat memanfaatkannya untuk terus tumbuh, berkembang dan terus belajar tiada henti. Seorang bijak menyatakan,’kita jauh lebih banyak belajar dari kegagalan daripada dari kesuksesan.’

Budayawan, Gde Prama menyatakan,’kegagalan membuat kita berubah dan kemudian berusaha lagi. Dan keberhasilan yang dicapai seseorang dapat menjadian ia dalam posisi sebuah kegagalan permanen. Dengan keberhasilannya , seseorang dapat mencapai karier dengan pesat, atau bahkan bergelimang harta. Dimana karena benda-benda itulah ia menjadi terikat dan terpenjara.

Saudaraku , sungguh benar satu hadits bahwa Rasulullah bersabda, yang artinya ," Ada tiga hal yang dapat membinasakan diri seseorang yaitu :
- Kekikiran yang ditaati,
- hawa nafsu yang diikuti
- serta seseorang yang membanggakan dirinya sendiri". [Hadits ini disebutkan oleh Al-Mundziry dalam kitab At-Targhib wa Tarhib 1/162 yang diriwayatkan oleh Al-Bazzar dan Al-Baihaqi serta dibenarkan oleh Al-Albany].


Allahu a’lam

Sumber : Dr. Abdullah bin Umar Ad-Dumaiji , www.transformationoflife.org, Yusran Pora –gagal itu indah,



Tips merawat rem mobil

Rem mobil yang prima , juga menentukan kenyamanan dan ketenangan anda saat dalam berkendara. Kita bisa bayangkan jika perangkat kecil ini tidak berfungsi optimal maka tentu mengganggu perjalanan kita. Perangkat ini umumnya sudah dirancang walau dengan perawatan minim dan sederhana dan untuk pemakaian yang normal, jarang menimbulkan masalah. Namun tentu saja perawatan rutin harus tetap dilakukan untuk menjamin komponen ini bekerja maksimal.
Idealnya perangkat rem mobil anda, perlu diperiksa setiap kendaraan menempuh jarak sekitar 10.000 km. Hal ini untuk memastikan apakah komponen-komponennya masih dalam kondisi prima dan optimal. Perlu dilakukan pembongkaran secara berkala untuk memastikan kebersihan akibat penumpukan debu di bagian kanvas, teromol dan cakram. Debu kotoran ini berpotensi menyebabkan goresan pada piringan cakram atau bahkan pada komponen teromol.

Anda juga perlu melakukan pengecekan secara berkala untuk komponen system hidrolik rem. Perangkat ini perlu dibersihkan dan dilakukan penggantian. Paling tidak setelah kendaraan anda menempuh jarak 40.000 km atau kira-kira dua tahun operasional.

Untuk menjaga kualitas rem anda tetap baik. Sebaiknya anda juga perlu mengubah kebiasaan-kebiasaan yang justru akan mengurangi kinerja peralatan rem. Hilangkan kebiasaan anda mengerem mendadak. Hal ini mengakibatkan penumpukan beban kerja rem yang berat. Lakukanlah pengereman secara bertahap, diikuti perpindahan gigi ke posisi lebih rendah. Kegiatan ini memberikan beban yang lebih ringan kepada rem.

Hindari untuk menginjakpedal rem saat mobil anda berhenti di perempatan atau saat lampu merah lalu lintas menyala. Kebiasaan ini akan membuat piringan cakram atau teromol menjadi panas, yang akhirnya akan merusak kanvas yang masih menempel. Disamping itu hal ini akan mengakibatkan juga proses pendinginan peringan atau teromol mobil anda menjadi terganggu.

Perlu anda ketahui juga, perangkat rem belum perlu diganti jika belum mengalami kerusakan. Namun harus dilakukan perwatan berkala seperti membersihkan debu kotoran kanvas atau teromol, agar terhindar kerusakan kom[ponen lainnya.

Penggantian komponen seperti, master rem, kanvas maupun break pad, hanya perlu anda lakukan jika bagian ini menunjukkan gejala kerusakan. Anda bisa merasakan , biasanya muncul getaran yang berlebih saat anda melakukan pengereman , atau terasa lebih dalam ketika anda menginjak pedal rem.
Demikian sedikit tips untuk anda, semoga perjalanan anda menyenagkan.

Allahu a’lam

Sumber : Kompas110409



Senin, 13 April 2009

Pendakian menuju Sabar

"Sungguh menakjubkan perkaranya orang yang beriman, karena segala urusannya adalah baik baginya. Dan hal yang demikian itu tidak akan terdapat kecuali hanya pada orang mu'min: Yaitu jika ia mendapatkan kebahagiaan, ia bersyukur, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan yang terbaik untuknya. Dan jika ia tertimpa musibah, ia bersabar, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan hal terbaik bagi dirinya." (HR. Muslim)
Dari Suhaib ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Sungguh menakjubkan perkaranya orang yang beriman, karena segala urusannya adalah baik baginya. Dan hal yang demikian itu tidak akan terdapat kecuali hanya pada orang mu'min: Yaitu jika ia mendapatkan kebahagiaan, ia bersyukur, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan yang terbaik untuknya. Dan jika ia tertimpa musibah, ia bersabar, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan hal terbaik bagi dirinya." (HR. Muslim)

Penjelasan
Hadits ini shahih dengan sanad sebagaimana di atas, melalui jalur Tsabit dari Abdurrahman bin Abi Laila, dari Suhaib dari Rasulullah SAW, diriwayatkan oleh :


  • Imam Muslim dalam Shahihnya, Kitab Al-Zuhud wa Al-Raqa’iq, Bab Al-Mu’min Amruhu Kulluhu Khair, hadits no 2999.

  • Imam Ahmad bin Hambal dalam empat tempat dalam Musnadnya, yaitu hadits no 18455, 18360, 23406 & 23412.

  • Diriwayatkan juga oleh Imam al-Darimi, dalam Sunannya, Kitab Al-Riqaq, Bab Al-Mu’min Yu’jaru Fi Kulli Syai’, hadits no 2777.

Makna Hadits Secara Umum
Hadits singkat ini memiliki makna yang luas sekaligus memberikan definisi mengenai sifat dan karakter orang yang beriman. Setiap orang yang beriman digambarkan oleh Rasulullah SAW sebagai orang yang memiliki pesona, yang digambarkan dengan istilah ‘ajaban’ .Karena sifat dan karakter ini akan mempesona siapa saja.

Kemudian Rasulullah SAW menggambarkan bahwa pesona tersebut berpangkal dari adanya positif thinking setiap mu’min. Dimana ia memandang segala persoalannya dari sudut pandang positif, dan bukan dari sudut nagatifnya.

Sebagai contoh, ketika ia mendapatkan kebaikan, kebahagian, rasa bahagia, kesenangan dan lain sebagainya, ia akan refleksikan dalam bentuk penysukuran terhadap Allah SWT. Karena ia tahu dan faham bahwa hal tersebut merupakan anugerah Allah yang diberikan kepada dirinya. Dan tidaklah Allah memberikan sesuatu kepadanya melainkan pasti sesuatu tersebut adalah positif baginya.

Sebaliknya, jika ia mendapatkan suatu musibah, bencana, rasa duka, sedih, kemalangan dan hal-hal negatif lainnya, ia akan bersabar. Karena ia meyakini bahwa hal tersebut merupakan pemberian sekaligus cobaan bagi dirinya yang pasti memiliki rahasia kebaikan di dalamnya. Sehingga refleksinya adalah dengan bersabar dan mengembalikan semuanya kepada Allah SWT.

Urgensi Kesabaran
Kesabaran merupakan salah satu ciri mendasar orang yang bertaqwa kepada Allah SWT. Sebagian ulama mengatakan bahwa kesabaran merupakan setengah keimanan. Sabar memiliki kaitan yang tidak mungkin dipisahkan dari keimanan: Kaitan antara sabar dengan iman, adalah seperti kepala dan tubuh. Tidak ada keimanan yang tidak disertai kesabaran, sebagaimana juga tidak ada tubuh yang tidak memiliki kepala. Rasulullah SAW menggambarkan tentang ciri dan keutamaan orang yang beriman sebagaimana hadits di atas.

Namun kesabaran ,bukan ketidak mampuan dan identik dengan ketertindasan. Sabar memiliki dimensi yang lebih pada pengalahan hawa nafsu yang terdapat dalam jiwa insan. Dalam berjihad, sabar diimplementasikan dengan melawan hawa nafsu yang menginginkan agar dirinya duduk dengan santai dan tenang di rumah. Justru ketika ia berdiam diri itulah, sesungguhnya ia belum dapat bersabar melawan tantangan dan memenuhi panggilan ilahi.

Sabar juga memiliki dimensi untuk merubah sebuah kondisi, baik yang bersifat pribadi maupun sosial, menuju perbaikan agar lebih baik dan baik lagi. Bahkan seseorang dikatakan dapat diakatakan tidak sabar, jika ia menerima kondisi buruk, pasrah dan menyerah begitu saja. Sabar dalam ibadah diimplementasikan dalam bentuk melawan dan memaksa diri untuk bangkit dari tempat tidur, kemudian berwudhu lalu berjalan menuju masjid dan malaksanakan shalat secara berjamaah. Sehingga sabar tidak tepat jika hanya diartikan dengan sebuah sifat pasif, namun ia memiliki nilai keseimbangan antara sifat aktif dengan sifat pasif.

Makna Sabar
Berasal dari kata "Shobaro", yang membentuk infinitif (masdar) menjadi "shabran".
Dari segi bahasa, sabar berarti menahan dan mencegah.


Menguatkan makna seperti ini adalah firman Allah dalam Al-Qur'an: “ Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas.” (QS. Al-Kahfi : 28)

Perintah untuk bersabar pada ayat di atas, adalah untuk menahan diri dari keingingan ‘keluar’ dari komunitas orang-orang yang menyeru Rab nya serta selalu mengharap keridhaan-Nya. Perintah sabar di atas sekaligus juga sebagai pencegahan dari keinginan manusia yang ingin bersama dengan orang-orang yang lalai dari mengingat Allah SWT.

dari segi istilahnya,



  • sabar adalah: Menahan diri dari sifat kegeundahan dan rasa emosi, kemudian menahan lisan dari keluh kesah serta menahan anggota tubuh dari perbuatan yang tidak terarah.

  • Amru bin Usman mengatakan, bahwa sabar adalah keteguhan bersama Allah, menerima ujian dari-Nya dengan lapang dan tenang.

  • Imam al-Khowas, menyatakan bahwa sabar adalah refleksi keteguhan untuk merealisasikan al-Qur'an dan sunnah. Sehingga sesungguhnya sabar tidak identik dengan kepasrahan dan ketidak mampuan. Justru orang yang seperti ini memiliki indikasi adanya ketidak sabaran untuk merubah kondisi yang ada, ketidak sabaran untuk berusaha, ketidak sabaran untuk berjuang dan lain sebagainya.

Rasulullah SAW memerintahkan umatnya untuk sabar ketika berjihad. Padahal jihad adalah memerangi musuh-musuh Allah, yang klimaksnya adalah menggunakan senjata (perang). Artinya untuk berbuat seperti itu perlu kesabaran untuk mengeyampingkan keiinginan jiwanya yang menginginkan rasa santai, bermalas-malasan dan lain sebagainya. Sabar dalam jihad juga berarti keteguhan untuk menghadapi musuh, serta tidak lari dari medan peperangan. Orang yang lari dari medan peperangan karena takut, adalah salah satu indikasi tidak sabar.
Sabar Sebagaimana Digambarkan Dalam Al-Qur'an

103 kali disebut dalam al-Qur'an, kata-kata yang menggunakan kata dasar sabar; baik berbentuk isim maupun fi'ilnya. Hal ini menunjukkan betapa kesabaran menjadi perhatian Allah SWT, yang Allah tekankan kepada hamba-hamba-Nya.
Dari ayat-ayat yang ada, para ulama mengklasifikasikan sabar dalam al-Qur'an menjadi beberapa macam;



  1. Sabar merupakan perintah Allah SWT. Hal ini sebagaimana yang terdapat dalam QS.2: 153: "Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan kepada Allah dengan sabar dan shalat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar." Ayat-ayat lainnya yang serupa mengenai perintah untuk bersabar sangat banyak terdapat dalam Al-Qur'an. Diantaranya adalah dalam QS.3: 200, 16: 127, 8: 46, 10:109, 11: 115 dsb.

  2. Larangan isti'ja l(tergesa-gesa/ tidak sabar), sebagaimana yang Allah firmankan (QS. Al-Ahqaf/ 46: 35): "Maka bersabarlah kamu seperti orang-orang yang mempunyai keteguhan hati dari rasul-rasul dan janganlah kamu meminta disegerakan (azab) bagi mereka…"

  3. Pujian Allah bagi orang-orang yang sabar, sebagaimana yang terdapat dalam QS. 2: 177: "…dan orang-orang yang bersabar dalam kesulitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar imannya dan mereka itulah orang-orang yang bertaqwa."

  4. Allah SWT akan mencintai orang-orang yang sabar. Dalam surat Ali Imran (3: 146) Allah SWT berfirman : "Dan Allah mencintai orang-orang yang sabar."

  5. Kebersamaan Allah dengan orang-orang yang sabar. Artinya Allah SWT senantiasa akan menyertai hamba-hamba-Nya yang sabar. Allah berfirman (QS. 8: 46) ; "Dan bersabarlah kamu, karena sesungguhnya Allah itu beserta orang-orang yang sabar."

  6. Mendapatkan pahala surga dari Allah. Allah mengatakan dalam al-Qur'an (13: 23 - 24); "(yaitu) surga `Adn yang mereka masuk ke dalamnya bersama-sama dengan orang-orang yang saleh dari bapak-bapaknya, isteri-isterinya dan anak cucunya, sedang malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu; (sambil mengucapkan): "Salamun `alaikum bima shabartum" (keselamatan bagi kalian, atas kesabaran yang kalian lakukan). Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu."


gambaran lain mengenai hal yang sama, masih sangat banyak, dan dapat kita temukan pada buku-buku yang secara khusus membahas mengenai kesabaran.

Kesabaran Sebagaimana Digambarkan Dalam Hadits.
Didalam hadits juga banyak sekali sabda-sabda Rasulullah SAW yang menggambarkan tentang kesabaran. Dalam kitab Riyadhus Shalihin, Imam Nawawi mencantumkan 29 hadits yang bertemakan sabar.
Secara garis besar, hadits-hadits tersebut menggambarkan kesabaran sebagai berikut;



  1. Kesabaran merupakan "dhiya' " (cahaya yang amat terang). Karena dengan kesabaran inilah, seseorang akan mampu menyingkap kegelapan. Rasulullah SAW mengungkapkan, "…dan kesabaran merupakan cahaya yang terang…" (HR. Muslim)

  2. Kesabaran merupakan sesuatu yang perlu diusahakan dan dilatih secara optimal. Rasulullah SAW pernah menggambarkan: "…barang siapa yang mensabar-sabarkan diri (berusaha untuk sabar), maka Allah akan menjadikannya seorang yang sabar…" (HR. Bukhari)

  3. Kesabaran merupakan anugrah Allah yang paling baik. Rasulullah SAW mengatakan, "…dan tidaklah seseorang itu diberi sesuatu yang lebih baik dan lebih lapang daripada kesabaran." (Muttafaqun Alaih)

  4. Kesabaran merupakan salah satu sifat sekaligus ciri orang mu'min, sebagaimana hadits yang terdapat pada muqadimah; "Sungguh menakjubkan perkara orang yang beriman, karena segala perkaranya adalah baik. Jika ia mendapatkan kenikmatan, ia bersyukur karena (ia mengatahui) bahwa hal tersebut adalah memang baik baginya. Dan jika ia tertimpa musibah atau kesulitan, ia bersabar karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut adalah baik baginya." (HR. Muslim)

  5. Seseorang yang sabar akan mendapatkan pahala surga. Dalam sebuah hadits digambarkan; Dari Anas bin Malik ra berkata, bahwa aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, Sesungguhnya Allah berfirman, "Apabila Aku menguji hamba-Ku dengan kedua matanya, kemudian diabersabar, maka aku gantikan surga baginya." (HR. Bukhari)

  6. Sabar merupakan sifat para nabi. Ibnu Mas'ud dalam sebuah riwayat pernah mengatakan: Dari Abdullan bin Mas'ud berkata"Seakan-akan aku memandang Rasulullah SAW menceritakan salah seorang nabi, yang dipukuli oleh kaumnya hingga berdarah, kemudia ia mengusap darah dari wajahnya seraya berkata, 'Ya Allah ampunilah dosa kaumku, karena sesungguhnya mereka tidak mengetahui." (HR. Bukhari)

  7. Kesabaran merupakan ciri orang yang kuat. Rasulullah SAW pernah menggambarkan dalam sebuah hadits; Dari Abu Hurairah ra berkata, bahwa Rasulullah SAW bersabda,"Orang yang kuat bukanlah yang pandai bergulat, namun orang yang kuat adalah orang yang memiliki jiwanya ketika marah." (HR. Bukhari)

  8. Kesabaran dapat menghapuskan dosa. Rasulullah SAW menggambarkan dalam sebuah haditsnya; Dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullan SAW bersabda, "Tidaklah seorang muslim mendapatkan kelelahan, sakit, kecemasan, kesedihan, mara bahaya dan juga kesusahan, hingga duri yang menusuknya, melainkan Allah akan menghapuskan dosa-dosanya dengan hal tersebut." (HR. Bukhari & Muslim)

  9. Kesabaran merupakan suatu keharusan, dimana seseorang tidak boleh putus asa hingga ia menginginkan kematian. Sekiranya memang sudah sangat terpaksa hendaklah ia berdoa kepada Allah, agar Allah memberikan hal yang terbaik baginya; apakah kehidupan atau kematian. Rasulullah SAW mengatakan;

Dari Anas bin Malik ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Janganlah salah seorang diantara kalian mengangan-angankan datangnya kematian karena musibah yang menimpanya. Dan sekiranya ia memang harus mengharapkannya, hendaklah ia berdoa, 'Ya Allah, teruskanlah hidupku ini sekiranya hidup itu lebih baik unttukku. Dan wafatkanlah aku, sekiranya itu lebih baik bagiku." (HR. Bukhari Muslim)

Bentuk-Bentuk Kesabaran
Para ulama membagi kesabaran menjadi tiga hal; sabar dalam ketaatan kepada Allah, sabar untuk meninggalkan kemaksiatan dan sabar menghadapi ujian dari Allah:



  1. Sabar dalam ketaatan kepada Allah. Merealisasikan ketaatan kepada Allah, membutuhkan kesabaran, karena secara tabiatnya, jiwa manusia enggan untuk beribadah dan berbuat ketaatan. Ditinjau dari penyebabnya, terdapat tiga hal yang menyebabkan insan sulit untuk sabar. Pertama karena malas, seperti dalam melakukan ibadah shalat. Kedua karena bakhil (kikir), seperti menunaikan zakat dan infaq. Ketiga karena keduanya, (malas dan kikir), seperti haji dan jihad.
    Kemudian untuk dapat merealisasikan kesabaran dalam ketaatan kepada Allah diperlukan beberapa hal,
    • (1) Dalam kondisi sebelum melakukan ibadah berupa memperbaiki niat, yaitu kikhlasan. Ikhlas merupakan kesabaran menghadapi duri-duri riya'.
    • (2) Kondisi ketika melaksanakan ibadah, agar jangan sampai melupakan Allah di tengah melaksanakan ibadah tersebut, tidak malas dalam merealisasikan adab dan sunah-sunahnya.
    • (3) Kondisi ketika telah selesai melaksanakan ibadah, yaitu untuk tidak membicarakan ibadah yang telah dilakukannya supaya diketahui atau dipuji orang lain.

  2. Sabar dalam meninggalkan kemaksiatan. Meninggalkan kemaksiatan juga membutuhkan kesabaran yang besar, terutama pada kemaksiatan yang sangat mudah untuk dilakukan, seperti ghibah (baca; ngerumpi), dusta, memandang sesuatu yang haram dsb. Karena kecendrungan jiwa insan, suka pada hal-hal yang buruk dan "menyenangkan". Dan perbuatan maksiat identik dengan hal-hal yang "menyenangkan".

  3. Sabar dalam menghadapi ujian dan cobaan dari Allah, seperti mendapatkan musibah, baik yang bersifat materi ataupun inmateri; misalnya kehilangan harta, kehilangan orang yang dicintai dsb.

Aspek-Aspek Kesabaran dalam Hadits
Dalam hadits-hadits Rasulullah SAW, terdapat beberapa hadits yang secara spesifik menggambarkan aspek-aspek ataupun kondisi-kondisi seseroang diharuskan untuk bersabar. Meskipun aspek-aspek tersebut bukan merupakan ‘pembatasan’ pada bidang-bidang kesabaran, melainkan hanya sebagai contoh dan penekanan yang memiliki nilai motivasi untuk lebih bersabar dalam menghadapi berbagai permasalahan lainnya.
Diantara kondisi-kondisi yang ditekankan agar kita bersabar adalah :



  1. Sabar terhadap musibah. Sabar terhadap musibah merupakan aspek kesabaran yang paling sering dinasehatkan banyak orang. Karena sabar dalam aspek ini merupakan bentuk sabar yang Dalam sebuah hadits diriwayatkan, :
    Dari Anas bin Malik ra, bahwa suatu ketika Rasulullah SAW melewati seorang wanita yang sedang menangis di dekat sebuah kuburan. Kemudian Rasulullah SAW bersabda, ‘Bertakwalah kepada Allah, dan bersabarlah.’ Wanita tersebut menjawab, ‘Menjauhlah dariku, karena sesungguhnya engkau tidak mengetahui dan tidak bisa merasakan musibah yang menimpaku.’ Kemudian diberitahukan kepada wanita tersebut, bahwa orang yang menegurnya tadi adalah Rasulullah SAW. Lalu ia mendatangi pintu Rasulullah SAW dan ia tidak mendapatkan penjaganya. Kemudian ia berkata kepada Rasulullah SAW, ‘(maaf) aku tadi tidak mengetahui engkau wahai Rasulullah SAW.’ Rasulullah bersabda, ‘Sesungguhnya sabar itu terdapat pada hentakan pertama.’ (HR. Bukhari Muslim)

  2. Sabar ketika menghadapi musuh (dalam berjihad).
    Dalam sebuah riwayat, Rasulullah bersabda : Dari Abu Hurairah ra berkata, bahwa Rasulullah SAW bersabda, ‘Janganlah kalian berangan-angan untuk menghadapi musuh. Namun jika kalian sudah menghadapinya maka bersabarlah (untuk menghadapinya).” HR. Muslim.

  3. Sabar berjamaah, terhadap amir yang tidak disukai.
    Dalam sebuah riwayat digambarkan; Dari Ibnu Abbas ra beliau meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, ‘Barang siapa yang melihat pada amir (pemimpinnya) sesuatu yang tidak disukainya, maka hendaklah ia bersabar. Karena siapa yang memisahkan diri dari jamaah satu jengkal, kemudian ia mati. Maka ia mati dalam kondisi kematian jahiliyah. (HR. Muslim)

  4. Sabar terhadap jabatan & kedudukan.
    Dalam sebuah riwayat digambarkan : Dari Usaid bin Hudhair bahwa seseorang dari kaum Anshar berkata kepada Rasulullah SAW; ‘Wahai Rasulullah, engkau mengangkat (memberi kedudukan) si Fulan, namun tidak mengangkat (memberi kedudukan kepadaku). Rasulullah SAW bersabda, Sesungguhnya kalian akan melihat setelahku ‘atsaratan’ (yaitu setiap orang menganggap lebih baik dari yang lainnya), maka bersabarlah kalian hingga kalian menemuiku pada telagaku (kelak). (HR. Turmudzi).

  5. Sabar dalam kehidupan sosial dan interaksi dengan masyarakat.dalam sebuah hadits diriwayatkan, Rasulullah SAW bersabda, ‘Seorang muslim apabila ia berinteraksi dengan masyarakat serta bersabar terhadap dampak negatif mereka adalah lebih baik dari pada seorang muslim yang tidak berinteraksi dengan masyarakat serta tidak bersabar atas kenegatifan mereka. (HR. Turmudzi)

  6. Sabar dalam kerasnya kehidupan dan himpitan ekonomi
    Dalam sebuah riwayat digambarkan; ‘Dari Abdullah bin Umar ra berkata bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda, ‘Barang siapa yang bersabar atas kesulitan dan himpitan kehidupannya, maka aku akan menjadi saksi atau pemberi syafaat baginya pada hari kiamat. (HR. Turmudzi).

Wallahu A'lam
sumber kutipan : Rikza Maulan, Lc. M.Ag., Eramuslim



Keagungan shalat Subuh

Shalat subuh, selain menjadi garis pembeda antara mukmin sejati dengan seorang yang mulai terjangkit penyakit munafik. Shalat subuh memang memang istimewa. Kita perlu untuk memahami keistimewaan ini, sehingga kita semakin termotivasi untuk memulai hari hita dengan shalat subuh berjamaah.
Dari hadits riwayat Ahmad dan an-Nasa’i , bahwa Rasulullah saw bersabda yang artinya, “ Sesungguhnya dua shalat ini (subuh dan isya’) adalah shalat yang berat bagi orang munafik. Sesungguhnya, apabila mereka mengetahui apa yang terkandung dalam shalat subuh dan isya’, maka mereka akan mendatanginya , sekalipun dengan merangkak,”

Mengapa Allah Ta’ala mensyariatkan shalat subuh dengan waktu yang sempit mulai dari terbitnya fajar hingga terbit matahari ? Waktu dimana banyak hamba masih berat terlena dengan tidurnya.

Beberapa keistimewaan shalat subuh berjamaah (di masjid atau mushala),;


  1. Pahala shalat malam satu malam penuh. Diriwayatkan Muslim dari Utsman bin Affan berkata, bahwa Rasulullah saw bersabda, yang artinya ,” Barang siapa yang shalat isya’ berjamaah, maka seakan-akan ia telah shalat setengah malam. Dan barang siapa shalat subuh berjamaah (atau dengan shalat isya’, seperti yang tertera dalamhadits Abu Dawud dan Tirmidzi) maka seakan-akan dia telah melaksanakan shalat malam satu malam penuh (Hr Muslim).

  2. Menjadi sumber cahaya di hari kiamat. Dari Burairah al-Islami ra. Ia berkata bahwa Rasulullah saw bersabda, yang artinya,” Berikan kabar gembira kepada orang-orang yang banyak berjalan dalam kegelapan menuju masjid dengan cahaya yang sangat terang di hari kiamat,” (Hr Abu Dawud, At-Tirmidzi dan Ibn Majah , sanad shahih).

  3. surga yang dijanjikan, dari riwayat Abu Musa al-Asy’ari ra, ia berkata bahwa Rasulullah saw bersabda, yang artinya ,” Barang siapa yang shalat dua waktu yang dingin maka akan masuk surga” (Hr Bukhari).

  4. Melihat Allah. Ini merupakan keistimewaan paling tinggi diantara keistimewaan - keistimewaan lainnya . apakah ada yang lebih tinggi dari surga ? Rasulullah saw telah menggambarkan kepada kita dengan jawabannya. Ya, disana ada yang lebih tinggi dari sekadar surga, yaitu melihat Allah di surga. Anugerah yang sungguh luar biasa , sungguh agung. Siapakah yang mendapatkan kesempatan agung ini? Sebagaimana diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim dari Jabir bin abdullah ra, bahwa ia berkata,” Kami sedang duduk bersama Rasulullah, ketika melihat bulan purnama. Beliau berkata,”Sungguh kalian akan melihat Rabb kalian sebagaimana kalian melihat bulan yang tidak terhalang dalam melihatnya. Apabila kalian mampu, janganlah kalian menyerah dalam melakukan shalat sebelum terbit matahari dan shalat sebelum terbenam matahari. Maka Lakukanlah,” (Hr Bukhari – Muslim).

  5. Berada dalam lindungan Allah.Dari riwayat Jundab bin Sufan ra, bahwa Rasulullah saw bersabda, yang artinya,” Barang siapa yang menunaikan shalat subuh maka ia berada dalam jaminan Allah. Maka jangan coba-coba membuat Allah membuktikan janjin-Nya. Barang siapa membunuh orang yang menunaikan shalat subuh, Allah akan menuntutnya, sehingga Ia akan membenamkan mukanya ke dalam neraka”. (Hr Muslim, at Tirmidzi , Ibn Majah). Jaminan Allah berarti dalam lindungan Allah. Inilah perlindungan Rabbani bagi orang yang melaksanakan shalat subuh.

  6. Berkah dari tiap langkah. Dari riwayat Shakr al-Ghamidi , ia berkata bahwa Rasulullah saw bersabda, yang artinya,” Ya Allah berkatilah umatku di waktu pagi ,” (Hr at Tirmidzi, Abu Dawud, Ahmad dan Ibn Majah). Berkah Allah dalam segala bidang , mulai dari perdagangan hingga berjihad di jalan Allah.

Saudaraku masihkah kita berat untuk berjamaan subuh di masjid? Padahal inilah salah satu jalan pembuktian kecintaan kita kepada Allah swt.

Allahu a’lam

Sumber : Ash showah, satu hati sejuta peduli.



Afirmasi di keseharian

Salah satu cara untuk menambah dan memperbanyak file keadaan atau suasana yang ada di dalam pikiran kita adalah dengan cara kita berulang-ulang kali mengucapkan sebuah kata, sebuah kalimat, atau ungkapan-ungkapan yang kita yakini kebenarannya, Afirmasi…!.
Afirmasi merupakan sebuah proses yang menarik:
Dalam prakteknya, afirmasi ini bisa dalam bentuk pengajian, pelatihan, membaca buku pengalaman orang lain, dimana aktivitas itu kita lakukan berulangkali. Atau bahkan hanya dengan sekedar mendengarkan dan melihat sesuatu dengan tidak sengaja juga bisa menjadi bentuk sebuah afirmasi bagi kita.

Kali ini saya kan membahas tentang masalah afirmasi dan logika berpikir.
Pertama, bahwa otak kita ini memang sangat luar biasa sekali. Otak akan merespon sebuah kata, misalnya kata kerja, sama baiknya dengan kita melakukan kerja itu sendiri.
Begitu kita baru BERNIAT saja untuk melakukan suatu pekerjaan, sebenarnya otak kita sudah merekamnya sebagai sebuah pekerjaan itu sendiri. Rasulullah menganjurkan, bahwa sering-seringlah kita memikirkan yang baik-baik, meniatkan yang baik-baik, Karena kalau kita sudah berniat baik, maka itu sudah dicatat pahalanya sebagai sebuah perbuatan yang baik.

NIAT BAIK atau NIAT BURUK, keduanya sudah direkam otak kita dalam bentuk memori bahwa kita sudah melakukan perbuatan baik atau buruk itu, walau intensitas rekaman itu belum sebesar kalau kita melakukan perbuatan baik atau buruk itu secara nyata.

Setiap kata, perbuatan, penglihatan, pendengaran, dan rasa yang kita alami sehari-hari, akan masuk ke dalam otak melalui system syaraf kita dalam bentuk pesan impuls listrik lemah dan rangsangan pesan kimia yang kemudian setiap pesan itu membentuk jaringan-jaringan memori.
Pesan-pesan yang masuk itu dengan kecepatan yang luarbiasa akan mencari file memori yang sama untuk kemudian memori tersebut akan diperkuat dan dipertegas intensitasnya dari yang sebelumnya. Bahkan file memori berbagai kombinasi baru juga bisa dihasilkan dengan mudah. Kalau belum ada filenya, maka akan terbentuklah di dalam otak kita file baru tentang hal itu. Seterusnya begitu, nyaris tanpa batas. Otak kita ini tidak akan pernah penuh dengan berbagai memori yang masuk ke dalamnya.

Maha Besar Allah SWT.

Setiap kita menghadapi sebuah masalah dalam hidup kita, maka secara otomatis kita akan mencari tempat lari atau jalan keluar dari masalah itu.
Langkah pertama, kita akan lari ke dalam file memori yang ada di dalam otak kita. Kita, walaupun tanpa sadar, akan mencari: ada file solusi apa di dalam otak kita, ada file ruang apa di dalam otak kita, ada file suasana apa yang ada di dalam otak kita. Proses pencarian file memori di dalam otak kita inilah yang disebut dengan PROSES BERFIKIR.

Tapi selama dianggap bahwa yang berfikir itu adalah otak itu sendiri.

Umumnya kita mengira bahwa otak kita itu bekerja dengan sendirinya. Tidak banyak orang yang bisa menyadari bahwa sebenarnya “ada substansi yang bukan otak” yang sedang beraktivitas menyusur memori demi memori yang ada di dalam otak itu.

proses berfikir

Cara kita berfikir, cara kita menghadapi masalah, cara kita bertutur kata, cara kita bersikap, cara kita berkesimpulan, cara kita berakhlak, cara kita beradab, cara kita bertindak, sangat-sangat dipengaruhi oleh file macam apa yang ada di dalam otak kita masing-masing.
Setiap kita tidak akan pernah bisa keluar dari file memori yang ada di dalam otak kita. Begitu kita keluar dari file memori di otak kita itu, maka kita akan kesulitan, kita akan ketakutan, , kita akan malu, bahkan kita bisa merasa sangat berdosa, yang akhirnya kita akan merasa TERSIKSA sendiri.

Misalnya, file memori seorang hamba yang senantiasa berbusana menutup aurat dengan baik . Tentu akan menjadi risih dengan kehidupan malam suatu daerah yang mengadopsi budaya bebas bertelanjang. Atau sebaliknya.

Perbedaan cara berfikir yang mudah kita kenali adalah saat bangsa Indonesia menentukan kapan jatuhnya Hari Raya Idul Fitri,. Dengan dalil yang sama, alam yang sama, bulan yang sama, matahari yang sama, tapi dengan pemahaman yang berbeda (artinya file yang dominan di dalam otak pelaku-pelakunya berbeda dengan sangat signifikan), maka jadilah penentuan hari Raya itu menjadi berbeda pula.

Berbagai alasan tadi itu disebut juga sebagai LOGIKA BERFIKIR.
Ada istilah kita ini harus berfikir dengan logika yang jernih. Bahkan dibarengi pula dengan hati nurani yang bening. Akan tetapi kalau diperhatikan istilah-istilah itu, larinya tetap saja ke file-file pengetahuan yang ada di dalam otak kita. Tak lebih. Logika berfikir dari hati nurani yang jernih itu tetap saja tergantung kepada file pengetahuan yang masuk atau kita masukkan ke dalam otak kita. Buktinya, siapa yang tidak percaya bahwa hati nurani seorang bayi adalah hati nurani yang paling bersih?.

Hati nurani seoran bayi sangatlah bersih. Akan tetapi lihatlah bagaimana sederhananya logika berfikir seorang bayi, PASRAH. Dia hanya PASRAH. Otak sang bayi adalah ibarat kertas putih yang siap untuk ditulisi dengan berbagai masukan. Lalu beragam isi otaknyalah yang akan menentukan warna dari logika berfikirnya selama hidupnya nantinya.
Lihatlah betapa rumit dan beragamnya alternatif logika berfikir yang tersedia yang bisa kita pilih. Dan nantinya pilihan-pilihan yang kita ambil itulah yang akan mewarnai hidup kita sehari-hari.

Afirmasi dlm keseharian
Salah satu cara untuk menambah dan memperbanyak file keadaan atau suasana yang ada di dalam pikiran kita adalah dengan cara kita berulang-ulang kali mengucapkan sebuah kata, sebuah kalimat, atau ungkapan-ungkapan yang kita yakini kebenarannya, Afirmasi…!.
Afirmasi merupakan sebuah proses yang menarik:
Dalam prakteknya, afirmasi ini bisa dalam bentuk pengajian, pelatihan, membaca buku pengalaman orang lain, dimana aktivitas itu kita lakukan berulangkali. Atau bahkan hanya dengan sekedar mendengarkan dan melihat sesuatu dengan tidak sengaja juga bisa menjadi bentuk sebuah afirmasi bagi kita.

Sebuah afirmasi akan memberikan hasil yang sangat baik tatkala kita bisa menyusun:
• kata afirmasi yang menimbulkan semangat.
• tujuan jelas,
• target terarah,
• rentang waktu terukur,
• reward and punishment jelas,

Sebuah afirmasi dikatakan berhasil tatkala dengan afirmasi itu memunculkan KEINGINAN atau KEHENDAK di dalam DADA kita untuk melakukan sebuah peran atau aktivitas sesuai dengan maksud afirmasi tersebut. Kehendak itu seperti mempunyai DAYA yang begitu besar agar kita segera bergerak, berfikir, ataupun berkarya, sehingga halangan sebesar apapun rasanya bisa kita terjang dan lalui dengan mudah. Rasa sakit pun akan bisa sampai tidak terasa sedikitpun.

beberapa contoh keseharian…

Ada suatu kelompok masyarakat di suatu wilayah, mengafirmasi dirinya untuk merasakan penderitaan cucu Rasulullah, Al Husein. Pada perayaan peringatan hari Asyura (10 Muharram) , melakukan aktivitas ritual memukuli tubuh mereka dengan suatu alat rantai. Walau darah bercucuran dipunggung mereka, tapi mereka malah merasa bahagia . Sebab mereka bertahun-tahun diafirmasi bahwa dengan melukai tubuh tersebut mereka seperti ikut merasakan pedihnya penderitaan Al Husein. Ritual ini seakan menimbulkan rasa ekstasis bagi pelakunya .

Ritual dalam suatu aliran keyakinan tertentu pun ada juga. Menyakiti tubuh. Ada ritual rutin dimana penganut berpawai sambil menancapkan pedang ataupun berbagai macam besi runcing ketubuh mereka. Walau tubuh mereka bolong-bolong ditembus besi runcing, tapi mereka seperti tidak merasakan kesakitan sedikit pun. Bahkan darah pun tidak keluar dari bekas tusukan pedang itu. Mirip seperti debus dan kuda lumping itulah kalau di Indonesia.

Menurut tulisan di situs shalatcenterjabar , dikatakannya, bahawa ada teknologi afirmasi dalam pandangan Islam, sebagaimana dikatakan sebagai sebuah suasana “laa khaufun ‘alaihim walaa hum yahzanuun…, suasana tidak ada rasa khawatir, tidak ada rasa sedih”. Suasana Diatas Semua Rasa, yang posisinya berada di AL A’RAAF (tempat tertinggi). Sebuah alamat yang posisinya adalah diatas Syurga dan Neraka. Rasulullah saat berada di AL A’RAAF ini bisa melihat dan memahami Realitas dari kehidupan Syurga dan Neraka (yang disebut juga sebagai alam Akhirat) dengan begitu gamblangnya.

Adapun afirmasi- lainnya, seperti: Laa ilaha illallah, Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar, Laa haulawala quwwata illa billah, Inna lillahi wa inna ilahi raji’un, dan sebagainya…, pastilah akan membawa kita menuju ALLAH.

Akan tetapi, kalau afirmasi-afirmasi ini tidak disertai dengan keyakinan dan kemurnian aqidah , tentu saja tidak sanggup menuntun kita menuju ridha ALLAH.

Lalu kita amati dengan seluruh kekaguman kita bagaimana, Allah Maha Aktif mengatur segala sesuatu. Kita amati bagaimana Dia mengalirkan berbagai kehendak-Nya ke dalam dada setiap manusia sehingga manusia itu seakan-akan punya kehendak dan daya untuk melakukan sesuatu, untuk berkarya. Kita pandang bagaimana Dia mengalirkan berbagai macam ilmu ke dalam otak kita, ke dalam otot kita, ke dalam kulit kita. Bahkan kita amati pula bagaimana Dia mengalirkan Rasa Iman ke dalam tubuh kita, ke dalam kulit kita, ke dalam dada kita, ke dalam aliran darah kita, sehingga semuanya itu nanti bisa bersaksi bahwa memang kita adalah orang yang tidak hanya beriman kepada ALLAH, akan tapi juga telah BERSAKSI (SYAHID) kepada ALLAH. Subhanallah…

Yang sangat menarik dari afirmasi ini adalah bahwa apa-apa yang kita lakukan sangatlah terikat erat dengan afirmasi kita itu. Bahwa ternyata afirmasi-afirmasi yang kita benamkan ke dalam otak kita sepanjang waktu itu, akan sangat-sangat mempengaruhi aktifitas, perilaku, perbuatan, dan logika berfikir kita sepanjang waktu.

Seseorang yang sering mengafirmasi dirinya bahwa dirinya adalah seorang ustad atau ulama penerus dan pewaris Nabi, maka dari waktu kewaktu, dari hari kehari, setiap saatlah, kalau dia sedang berhadapan dengan orang lain, dia akan berda’wah, dia akan mengingatkan orang, dia akan melarang orang untuk melakukan ini dan itu, dia akan menyuruh orang untuk melakukan ini dan itu. Walaupun kadangkala dia tidak melakukan apa-apa yang dia sampaikan kepada orang-orang itu, tapi akibat dia telah mengafirmasi dirinya bahwa dirinya adalah penerus Nabi dihadapan orang-orang banyak, dia telah belajar agama .

Orang yang sudah terbiasa mengafirmasi dirinya sebagai orang yang biasa-biasa saja ditengah-tengah masyarakat, maka dia juga akan bertindak biasa-biasa saja. Begitu juga orang yang sudah mengafirmasi dirinya sebagai seorang spiritualis, atau sebagai seorang pedzikir, atau sebagai seorang yang bisa mengelola hati, maka diapun akan disibukan pula oleh logika berfikirnya masing-masing.

Akhirnya memang kesemuanya itu terserah kita saja, terpulang kepada kita. Mau kita afirmasi apa diri kita ini dengan berbagai pilihan yang ada, it’s up to us……, afirmasi macam apa yang telah dan akan kita benamkan ke dalam otak kita…

Allahu a’lam

Sumber : Deka Jl. Kabel no 16, Cilegon, Banten http://ade-candra.blogspot.com , http://shalatcenterjabar.org