*****Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta,jiwa dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yg sabar.(Qs.Al-Baqarah 2 : 155).*****Ataukah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga , padahal (cobaan) belum datang kepadamu seperti (yang dialami) orang-orang terdahulu sebelum kamu. Mereka ditimpa kemelaratan, penderitaan dan diguncang (dengan berbagai cobaan), sehingga Rasul dan orang-orang yg beriman bersamanya , berkata, 'kapankah datang pertolongan Allah?' Ingatlah , sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat.(Qs.Al-Baqarah 2 : 214). *****Dan sungguh, Kami telah mengutus (rasul-rasul) kepada umat-umat sebelum engkau, kemudian Kami siksa mereka dengan (menimpakan) kemelaratan dan kesengsaraan , agar mereka memohon (kepada Allah) dengan kerendahan hati.(Qs.Al-An'am 6 : 42). *****Dan Kami coba mereka dengan (nikmat) yg baik-baik dan (bencana) yg buruk-buruk, agar mereka kembali (kepda kebenaran). (Qs. Al-A'raf 7 : 168). *****Sesungguhnya orang-orang yang beriman adalah mereka yg apabila disebut nama Allah gemetar hatinya , dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, bertambah imannya dan hanya kepada Tuhan mereka bertawakal, (yaitu) orang-orang yg melaksanakan shalat dan yg menginfakkan sebagian dari rizki yang Kami berikan kepada mereka. Mereka itulah orang-orang yg benar-benar beriman. Mereka akan memperoleh derajat (tinggi) di sisi Tuhannya dan ampunan serta rizki (nikmat) yg mulia. (Qs.An-anfal 8 : 2-4). *****Apakah kamu mengira bahwa kamu akan dibiarkan (begitu saja), padahal Allah belum mengetahui orang-orang yg berjihad diantara kamu dan tidak mengambil teman yg setia selain Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman. Allah Mahateliti terhadap apa yg kamu kerjakan. (Qs. At-Taubah 9 : 16) *****Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yg sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kami-lah kamu dikembalikan. (Qs. Al-Anbiya 21 : 35). *****Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sungguh , Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, Maka Allah pasti mengetahui orang-orang yang benar dan pasti mengetahui orang-orang yg dusta. (Qs. Al-'Ankabut 29 : 2-3)

Selasa, 23 Juni 2009

Mangkir dari shalat

Disadur dari KH Abdurrahman Arroisy dalam “30 kisah teldan”, menceritakan bahwa : Dalam suatu masa, di kala senja terlihat seorang wanita mengetuk kediaman Nabi Musa as. Kulitnya bersih dan indah wajahnya. Namun dari raut mukanya memperlihatkan kesan bahwa dia sedang menanggung beban derita yang mendalam.
Ia mengucapkan salam dengan lirih. Namun demikian terdengar jawaban dari dalam rumah, “Waalaikum salam, silakan”.
Wanita cantik ini bertamu sambil menundukkan mukanya karena beban kesedihan.
“Wahai nabi Allah. Tolonglah saya. Doakan saya, agar Tuhan berkenan mengampuni dosa keji saya”.
“Apakah dosamu, wahai hamba Allah?” Tanya Nabi Musa as.
“Saya takut mengatakannya “, jawab wanita itu.
“ Katakanlah wahai hamba Allah, jangan ragu-ragu “, desak Nabi Musa as.
Akhirnya wanita itu, dengan berat bercerita walau terbata-bata,” ….Saya… telah berzina “.
Nabi pun terhenyak.Wanita itu melanjutkan ceritanya, “ Dari perzinahan itu akhirnya saya hamil”.Ia pun makin terisak, “ Setelah anakku lahir , sayapun membunuhnya “, dan akhirnya pecahlah raungan penyesalan dari wanita tadi.

Mendengar cerita itu, maka Nabi Musa menjadi marah besar. Wajahnya memerah. Dengan berang ia menghardik ,” Wanita terlaknat, menyingkirlah dari sini!”
“ Menyingkirlah dari sini, agar siksa Allah tidak jatuh ke dalam rumahku karena perbuatanmu, pergilah…!”

Dengan isak yang makin keras, wanita itu segera meninggalkan kediaman Nabi Musa as. Kini ia tak tahu lagi, harus kemana lagi hendak mengadu. Nabi Allah saja sudah menolaknya, terbayang betapa besar derita dosa yang harus ia pikul…., betapa hina perbuatannya…..

Beberapa saat setelah wanita itu pergi. Allah memerintahkan Malaikat Jibril untuk turun mendatangi Nabi Musa.
Jibril bertanya, “ Wahai nabi Alllah, mengapa engkau menolak seorang wanita yang hendak bertaubat dari dosanya ?”
“Wahai nabi allah, tidakkah engkau mengetahui , bahwa ada dosa yang lebih besar daripadanya?”
Nabi Musa as, tersadar dari kemarahannya, dan bertanya ,” Dosa apakah yang lebih besar dari kekejian seseorang yang berzina dan membunuh jiwa ?”
Jibril berkata, “ Orang yang meninggalkan shalat dengan sengaja dan tanpa menyesal. Orang itu dosanya lebih besar daripada seribu kali berzina “.

Mendengan itu. Nabi Musa bergegas mencari dan memanggil wanita tadi, untuk menghadap kembali kepadanya. Nabi Musa pun mengangkat tangan dan dengan khusyu berdoa memohonkan ampunan kepada Allah untuk wanita itu.

Saudaraku, berapa banyak kita mangkir dari shalat bahkan meninggalkan sholat dengan sengaja dan tanpa penyesalan sedikitpun. Betapa kita meremehkan perintah Allah.
Hamba Allah yang beriman, marilah segera kita bertaubat dan segera menyesali perbuatan itu. Dan berjanji untuk tidak lagi melakukan perbuatan yang menyia-nyiakan shalat kita.
Semoga Allah member hidayah dan kekuatan untuk kita selalu menegakkan shalat dengan istiqomah.

Bukankah Rasulullah telah bersabda, yang artinya : “ Orang yang meninggalkan sholat lebih besar dosanya dibanding dengan orang yang membakar 70 buah Al-Qur"an, membunuh 70 nabi dan bersetubuh dengan ibunya di dalam Ka’bah.
Dalam hadis yang lain disebutkan bahwa orang yang meninggalkan sholat sehingga terlewat waktu, kemudian ia mengqadanya, maka ia akan disiksa dalam neraka selama satu huqub. Satu huqub adalah delapan puluh tahun. Satu tahun terdiri dari 360 hari, sedangkan satu hari diakhirat perbandingannya adalah seribu tahun di dunia “.

Wallahu a’lam bishshowab.
Sumber : lembar tausiyah 2009


Senin, 22 Juni 2009

Dosa yg tak terhapus walau dg shalat,puasa,haji

Firman Allah, yang artinya ,”Bekerjalah kamu , maka Allah dan rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan “, (Qs. At-taubah : 105).

Maka bekerja untuk memperoleh harta dalam rangka ibadah kepada Allah adalah suatu kewajiban. Sebagaimana Rasulullah bersabda, yang artinya, “ Sesungguhnya diantara dosa-dosa itu, terdapat satu dosa yang tidak dapat dihapuskan dengan shalat, puasa, haji dan umrah “,
Sahabat bertanya , ‘ apa yanga dapat menghapuskannya ya Rasulullah ?’,
Beliau menjawab, yang artinya ,” Semangat dalam mencari rizki “. (Hr Thabrani).

Saudaraku, terdapat banyak ibadah yang tidak mungkin dilakukan tanpa biaya dan harta, sebagaimana zakat, infak, sedekah dst. Sedangkan biaya tersebut tiada mungkin diperoleh tanpa proses bekerja. Dan tidak hanya asal bekerja saja, namun harus yang halal.
Hal ini wajar, karena dalam setiap kegiatan bekerja , kita tidak akan lepas dari bingkai hubungan antar manusia. Sehingga dalam lingkungan ini aturan-aturan yang ada harus dipenhi. Etika dalam setiap pekerjaan harus dijaga. ‘Carilah kebutuhan hidup dengan senantiasa menjaga harga diri. Sesungguhnya segala persoalan itu berjalan menurut ketentuan’. (Hr Ibnu Asakir dari Abdullah bin Basri).

Bila kita cermati dengan seksama, maka tentu banyak keutamaan bekerja menurut pandangan islam.


  • Ampunan dosa datang dari Allah bagi orang yang ikhlas bekerja.
    Sebagaimana sabda Rasulullah, yang artinya ,” Baragsiapa yang sore hari kelelahan karena pekerjaan yang telah dilakukannya , maka di sore hari tersebut dosa-dosanya diampuni oleh Allah SWT “, (Hr Thabrani).

  • Mendapatkan cinta Allah SWT.
    Sebagaimana Rasulullah pernah bersabda, yanga artinya ,” sesungguhnya allah mencintai seorang mukmin yang giat bekerja “, (Hr Thabrani).
    Tentu saja tidak sekedar hanya bekerja, namun perlu keikhlasan dalam bekerja. Sehingga tercapailah ketekunan dan semangat dalam bekerja.
    Sebagaimana disabdakan Rasulullah, yang artinya ,” Sesungguhnya Allah mencintai seorang hamba yang apabila ia bekerja, ia menyempurnakan pekerjaanya “, (Hr Tabrani).

Allah berfirman, yang artinya “Wahai orang-orang yang beriman, penuhilah setiap perjanjian.” (Al Maidah: 1)


Dalam islam tidak pernah mengajarkan umatnya dalam urusan apapun untuk berkhianat, akan tetapi islam mengajarkan umatnya untuk senantiasa menepati janji, dan perjanjian. Hal ini juga harus ditanamkan , bahwa dalam lingkungan pekerjaan kita ada perrutan, tata-tertib, kode etik dalam pekerjaan. Seorang hamba pekerja harus menepati aturan-aturan yang telah disepakati bersama dan tidak mengkhianati kontrak kerja. Kecuali bila ada hal-hal yang melanggar syariah.
Saudaraku banyak hal-hal penting yang harus diperhatikan dalam bekerja, agar semua yang kita lakukan memiliki nilai ibadah dihadapan Allah. MArilah kita berusaha untuk itu.

Wallahu a’lam bishshowab.
Sumber : Ash showah


Minggu, 21 Juni 2009

Tidak menuntut upah

Ada ungkapan kalimat menarik dari Ibnu Atha'ilah dalam kitab Hikam, ‘ Apabila engkau menuntut pahala untuk sesuatu amal perbuatan, pasti engkau juga akan dituntut kesempurnaan dan keikhlasanmu dalam perbuatan itu. Dan bagi seorang yang belum merasa sempurna, harus merasa puas jika ia telah selamat dari tuntutan.’
Seringkali kita menuntut dan berharap,bahkan terkesan memaksakan kepada Allah untuk mengabulkan segala permintaan kita. Andaikata kita menuntut upah kepada Allah dari amal kebaikan kita, maka Allah pun akan menuntut kesempurnaan dan keikhlasan dari amal-amal kita. Bila demikian, sanggupkah kita memenuhi tuntutan tersebut?
Sungguh berat untuk kita lakukan.

Maka, daripada menuntut Allah memberikan upah dan pahala, lebih baik kita menuntut diri menyempurnakan amal-amal yang kita lakukan. Insya Allah ketika kita bersungguh-sungguh melakukan yang terbaik untuk Allah, maka Allah pun akan memberikan upah terbaik pula bagi kita, tanpa diminta. Jumlahnya pun lebih banyak dari yang kita minta. Sebab, barangsiapa yang bersungguh-sungguh kepada Allah, maka Allah pun akan lebih bersungguh-sungguh kepadanya.
Sebenarnya, diterimanya amal yang kita lakukan saja, sudah merupakan keberuntungan yang teramat besar, walau tanpa disertai upah. Ibnu Atha'ilah menegaskan kembali, Jangan menuntut upah terhadap amal perbuatan yang kau sendiri tidak ikut berbuat, sangat besar balasan (upah) Allah bagimu, jika Allah menerima amal itu.

Di sinilah terjadi perubahan paradigma berpikir. Kebahagiaan kita bukan lagi dari menerima hasil, kebahagiaan kita terletak pada proses menjalankan amal dengan cara terbaik. Benarlah bila dikatakan bahwa , kekuasaan seorang hamba hanya sampai pada bersungguh-sungguh dalam proses. Sedangkan Allah sajalah yang menentukan hasilnya.

Maka, daripada sibuk memikirkan pahala shalat, lebih baik kita memikirkan bagaimana agar shalat kita bisa khusyuk, tepat waktu, berjamaah di masjid, dan berada pada shaf terdepan. Daripada memikirkan limpahan rezeki buah dari sedekah, lebih baik kita berpikir bagaimana kita bisa ikhlas bersedekah dan memberikan barang terbaik. Daripada memikirkan dapat memasuki pintu Ar Rayyan di surga, lebih baik kita berpikir dan berusaha melakukan shaum terbaik. Sehingga tidak hanya menahan lapar dan haus saja, tapi juga menahan pancaindra, hati dan pikiran dari yang diharamkan Allah. Demikian seterusnya.
Bila tahapan ini berhasil kita lalui, di mana terjadi pergeseran paradigma berpikir, maka kita akan mendapatkan anugerah berikutnya, yaitu kebahagiaan dan rasa syukur karena Allah masih memberikan kesempatan bagi kita untuk beramal.

Difirmankan dalam QS Ash Shaaffaat [37] ayat 96, "Padahal Allah-lah yang menciptakan kamu dan apa yang kamu perbuat itu. Ibrahim Al Laqqany menguatkan, Dan Allah-lah yang menjadikan hamba dan segala perbuatannya. Dia pula yang memberikan taufik untuk siapa yang akan sampai (mendekat) kepada-Nya. "

Saudaraku, Allah Maha Pengasih kepada hamba-hamba-Nya. Dia akan mencurahkan rahmat dan kemuliaan kepada mereka yang ikhlas dijalan-Nya. Ketika kita bersyukur atas kesempatan yang Allah berikan, dan kita memandang kecil (sekecil-kecilnya) amal tersebut, saat itu pula Allah akan membesarkan amal-amal kita dan memuliakan kita di hadapan makhluk. Salah satunya, Jika Allah akan menunjukkan karunia-Nya kepadamu, maka ia akan menjadikan dan menamakan amal kebaikan itu perbuatanmu.

Misal, Allah memampukan kita bersedekah, kemudian orang-orang menganggap kita ahli sedekah. Padahal tanpa izin dan karunia Allah, proses sedekah tidak akan pernah terjadi. Karena kasih sayang-Nya, kita dipandang baik orang lain. Aib-aib kita pun Allah sembunyikan dari pandangan mereka. Begitulah, Allah yang berbuat, kita yang disebut! Wallahu a'lam.

sumber kutipan : tulisan KH Abdullah Gymnastiar


Rabu, 17 Juni 2009

Jangan tertawai orang lain

Dalam suatu riwayat diceritakan, suatu ketika Ibn Mas’ud memanjat pohon ara sehingga tampak betisnya yang kecil (kurus). Maka tertawalah para sahabat yang melihatnya. Ibn Mas’ud adalah laki-laki yang ukuran tubuhnya sebesar burung pipit, kurus dan pendek, hingga tinggi badannya tidak berbeda dengan orang lain yang sedang duduk. Kedua betisnya kecil dan tidak berisi.
Melihat tawa itu, Rasulullah segera bersabda, yang artinya ,” Apakah kamu menertawakan kecilnya betis Ibnu Mas’ud. Demi Allah yang diriku dalam kekuasaan-Nya, bahwa kedua betisnya itu timbangannya lebih berat daripada gunung Uhud “ . (Hr Thayalisi dan Ahmad).
Saudaraku, Allah melarang memperolokkan orang lain. Sehingga tidak boleh seorang hamba mukmin yang mengenal Allah dan mengharapkan kebahagiaan kehidupan , memperolokkan orang lain. Sebab dalam hal ini ada unsur kesombongan yang tersembunyi dan penhinaan terhadap orang lain.
Hal itu menunjukkan kebodohan tentang neraca kebajikan di sisi Allah. Allah mengatakan,” Jangan ada sutu kaum memperolokkan kaum lainnya, sebab barangkali mereka yang diperolokkan itu lebih baik daripada yang memperolokkan, dan jangan pula perempuan memperolokkan perempuan lain, sebab barangkali mereka yang diperolokkan itu lebih baik daripada mereka yang memperolokkan.”.

Yang dinamakan baik dalam pandangan allah, ialah iman, ikhlas dan mengadakan kontak yang baik dengan Allah. Bukan dinilai dari rupa, badan, pangkat dan kekayaan.
Sebagaimana Rasulullah bersabda, yang artinya ,” Sesungguhnya Allah tidak melihat rupa dan kekayaan kalian, tetapi Allah melihat hati dan amal kalian, “ (Hr Muslim).

Jangan memberi gelar yang buruk
Dan umumnya yang bergandengan dengan tindakan memperolokkan itu adalah memberi gelar / panggilan yang tidak baik kepada orang lain. Termasuk dalam kegiatan mencela, adalah memberi beberapa gelar yang tidak baik , yaitu suatu panggilan yang tidak layak dan tidak menyenangkan. Dan mengandung unsur penghinaan dan celaan.
Tidak layak bagi kita untuk berbuat jahat kepada orang lain. Dengan memanggil kawan kita dengan gelar yang tidak menyenangkan bahkan menjengkelkan. Tindakan ini bisa menyebabkan timbulnya kebencian dan permusuhan sesame kawan serta hilangnya jiwa kesopanan dan perasaaan lebih tinggi dari orang lain.

Sungguh indah apa yang telah dicontohkan Rasulullah. Dimana ketika Rasulullah jika berbincang dengan para sahabatnya selalu berusaha menghormati dengan cara duduk yang penuh perhatian, ikut tersenyum jika sahabatnya melucu, dan ikut merasa takjub ketika sahabatnya mengisahkan hal yang mempesona, sehingga setiap orang merasa dirinya sangat diutamakan oleh Rasulullah.

Saudaraku , pujilah dengan tulus dan tepat terhadap sesuatu yang layak dipuji sambil kita kaitkan dengan kebesaran Allah sehingga yang dipuji pun teringat akan asal muasal nikmat yang diraihnya, nyatakan terima kasih dan do’akan.

Bukankah ini sangat indah dan membahagiakan. Dan ingat jangan pernah kikir untuk berterima kasih.

Sumber : Halal wal haram fil Islam, Yusuf Qaradhawi.



Senin, 15 Juni 2009

Tips aplikasi gratis BB anda

Sobat, anda pasti sudah mengenal banyak aplikasi gratis yang ditawarkan di internet. Perlu anda ketahui juga, dan semoga bermanfaat. Di perangkat Blackberry anda ada sekitar 5 aplikasi gratis yang bisa anda gunakan. Karena gratis, tentu saja anda bisa mendownloadnya langsung dari link-nya. Ada banyak aplikasi yang gratisan loh , namun menurut hemat kami kelima aplikasi ini cukupan ramai lah.

Beyond 411
Ini adalah salah satu aplikasi mesin pencari. Aplikasi ini mempunyai kegunaan untuk mencari apa saja, baik dari dalam memori BB sendiri ataupun dari pihak luar melalui koneksi internet. Fasilitas Beyond 411 menyediakan akses ke halaman kuning yahoo local, peta dengan beberap fitur unik, dan email dengan pencarian interaktif. Mesin pencari ini bisa diperluas lagi loh, dengan plugin. Aplikasi bisa anda dapatkan di http://thebogles.com/blog/projects/berry411/

Facebook for Blackberry
Kalau yang ini merupakan salah satu social networking yang sangat besar. Popularitas fasilitas ini sangat cepat berkembang. Bahkan kini sudah melampui friendster. Pemakai setianya lebih dari 50 juta didunia. Aplikasi ini melesat cepat, ketika presiden terpilih USA juga menngunakan fasilitas ini , ketika berkampanye. Anda tentu tidak akan kecewa bila menggunakan fasilitas ini. Anda bisa mengunduhnya di http://facebook.com/apps/application.php?id=2254487659.

Google maps
Fitur ini tentu sudah familiar , terutama bagi penggunan GPS. Penedia jasa mesin pencari ini juga menyediakan peta bagi perangkat-perangkat bergerak yang bisa diintegrasikan ke dalam GPS built in dari perangkat. Anda bias melihat posisi lokasi anda, juga tersedia navigasi jalan. Sekaligus menyediakan akses ke Google Earth yang meungkinkan anda mendapatkan pandangan dari satelit. Anda bisa membukanya di http://www.google.com/mobile/default/maps.html.

Viigo
Viigo adalah aplikasi RSS reader untuk Blackberry. Viigo juga merupakan pengakses content dan service terbaik dari Blackberry. Anda cukup masuk kedalam website favorit dan memanfaatkan fitur RSS-nya, maka viigo akan bekerja untuk anda. Dengan interface yang lebih menarik yang dioptmasikan dengan layar BB, maka Viigo adalah aplikasi yang sangat menarik. Silakan anda mengunjungi ke http://www.viigo.com/home untuk mendapatkan akes secara gratis.

Opera mini
Opera mini menempatkan diri sebagai salah satu web broser dengan kinerja dan penampilan yang prima. Bukannya mengesampingkan broeser yang lain, namun bagi anda yang telah familiar dengan Web browser di PC, maka Opera mini akan memberikan lebih kemudahan yang setara pada BB anda. Hal ini sekaligus memberikan kemampuan browser yang maksimal. Cobalah anda masuk ke http://opera.com/mini/.

Sahabatku, tentu masih banyak aplikasi yang juga tidak kalah menarik dan spesifik seperti Quick Compose, Quick note atau bisa juga Jiveslide yang bisa menampilkan foto-foto dari Yahoo atau Flickr dalam format slide show. Namun kelima aplikasi diatas bagi kita sebagai pemula sudah cukuplah untuk dimanfaakan , selamat mencoba.

Allahu a’lam
Sumber : Digicom 2009.


Minggu, 14 Juni 2009

Jiwa nan jernih

Dari riwayat Imam Ahmad, musnad dari Anas r.a. dikatakan, "Kami duduk-duduk bersama Rasulullah saw., lalu beliau bersabda, “Akan muncul pada kalian seorang laki-laki dari lembah ini. Dia berasal dari golongan ahli Surga.” Lalu muncullah seorang Anshar yang menyela jenggotnya dari air wudhu dengan menggantungkan kedua sandalnya di tangan kirinya. Lalu, orang itu memberi salam.
Esok harinya, Rasulullah saw. Bersabda seperti itu lagi. Lalu, muncullah orang itu seperti halnya kemarin..
Karena penasaran dengan sabda Rasulullah , sahabat Abdullah bin Amru ibnul Ash r.a.segera mengikuti orang itu. Dia berkata, 'Aku meninggalkan ayahku dan bersumpah tidak akan pulang selama tiga malam. Sehingga aku ingin menumpang di rumahmu selama tiga malam.'
Maka, orang itu menjawab, 'Ya.' Berkata Anas r.a., 'Abdullah mengatakan bahwa dia bermalam selama tiga malam dan tidak pernah melihatnya bangun untuk shalat tahajud. Bahkan, jika dia bangun tengah malam lalu takbir kemudian tidur sampai bangun subuh untuk shalat fajar.
Abdullah berkata, 'Namun, aku tidak pernah mendengar darinya perkataan kecuali perkataan yang benar.' Ketika kami akan meninggalkannya setelah tiga malam,hampir-hampir aku merendahkan perbuatannya.
Aku berkata, 'Wahai Abdullah, tidak ada antara aku dan orang tuaku kemarahan dan tidak pula saling menjauh, tetapi aku mendengar Rasulullah saw bersabda tiga kali bahwa akan muncul seorang ahli surga, engkau muncul pula tiga kali.
Aku ingin tinggal bersamamu untuk melihat apa yang engkau kerjakan. Aku telah mencoba melihat apa yang engkau lakukan, namun tidak melihat kamu mengerjakan pekerjaan yang lebih daripada kami semua.
Apa yang telah sampai kepadamu sehingga Rasulullah saw bersabda tentang kamu?'

Dia berkata, 'Aku tidak melakukan apa pun kecuali apa yang engkau saksikan.
Namun, aku tidak mendapatkan pada diriku rasa curang terhadap orang lain dan tidak pula merasa iri dengki atas kebaikan yang telah diberikan oleh Allah atasnya.'

Abdullah bin Amru berkata kepadanya, 'Inilah yang telah sampai kepadamu dan ini pulalah hal yang kami tidak mampu (kuat) untuk melakukannya,' sambil menunjuk kepada hatinya."

Kejadian ini juga dikisahkan dalam Al-Qur’an , dimana Allah SWT memuji sahabat dari kaum Anshar dengan firman-Nya, yang artinya "...Dan mereka tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (orang Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri. Sekalipun mereka memerlukan (apa yang mereka berikan itu).... "(Qs. al-Hasyr: 9)

Para ulama berpendapat bahwa di dalam hati mereka tidak terdapat perasaan dengki dan marah atas segala sesuatu yang dikaruniakan Allah kepada kaum Muhajirin. Sebagian dari mereka pun berpendapat bahwa harta yang dimaksud adalah harta rampasan perang. Dan, dikatakan juga dari kelebihan dan kemajuan yang dirniliki orang lain. Mereka tidak membutuhkan apa pun, baik harta , pangkat-jabatan atau kedudukan dan biasanya terjadi iri dan dengki terhadap keduanya itu.

Saudaraku, sungguh beruntunglah seorang hamba yang menata qolbunya menjadi bening, jernih, bersih, dan selamat. Karena selain senantiasa merasakan kelapangan, ketenangan, ketenteraman, kesejukan, dan indahnya hidup di dunia ini, pancaran kebeningan hati pun akan tersemburat pula dari indahnya setiap aktivitas yang dilakukan.
Wajahnya bercahaya, ceria, senyuman tulus seperti ini, kata-katanya akan bersih dari melukai, jauh dari menyombongkan diri.

Sebagaimana riwayat Abdullah bin ‘Amr, bahwa Rasulullah SAW pernah ditanya:“Ya Rasulullah, manusia mana yang lebih unggul?”
Beliau menjawab, “Setiap yang bersih hatinya dan jujur perkataannya.”
Para sahabat bertanya, “Yang jujur perkataannya kami tahu, sedang yang bersih hatinya, bagaimana?”
Beliau menjawab, “Tak ada dosa, zalim, dendam dan iri hati di dalamnya.”

Saudaraku, ketika hati kita (jiwa kita) tidak bersih, tentu kita tidak dapat mengenal diri kita sebenarnya. Jika sudah tidak dapat mengenal diri kita, tentu kita tidak akan dapat mengenal Tuhan kita.

Allahu a’lam
sumber : aldakwah.org dll.




Tak pikirkan hasil akhir

Jiwa seorang hamba seringkali menjadi tidak tenteram dan cenderung kearah depresi karena disebabkan oleh seringnya memikirkan hasil akhir dari sebuah usaha. Bahkan kita seolah sudah menjadi terbiasa berpikir dengan menggunakan pola ‘hasil akhir’ . Namun akibatnya justru kita menjadi tidak efisien dalam bertindak.
Dalam bhagavad Gita, dituliskan bahwa ‘berkaryalah sebatas kemampuanmu, namun jangan selalu memikirkan hasil akhirmu. Janganlah (sekali-kali) pahala menjadi motifmu, jangan pula bermalas-malasan dan duduk diam.
Sebagaimana pengalaman masa lalu kita, ketika masih duduk di bangku kuliah. Seringkali kita cenderung memikirkan bagaimana hasil akhir dari tugas skripsi kita. Kita sering membayangkan bagaimana ya, kalu nilai skripsiku buruk, gagal total.
Belum lagi sudah membayangakan, nanti kena semprot dosen karena kualitas tulisan kita amburadul. Bagaimana kalau usulan sripsi kita ditolak, dikatakan tidak ilmiah dst.
Karena seringnya memikirkan hasil akhir, terpolah-lah di pikiran kita “ bagaimana kalau “…., maka akhirnya mahasiswa ini menjadi mahasiswa abadi, susah lulusnya. Dia menjadi terbelenggu dengan pola itu daripada mencurahkan energinya untuk mulai menulis skripsinya itu. Kreatifitas menjadi mandek, stagnan.
Ada produk pikiran lainnya, yang juga menjadi belenggu pikiran kita. Yaitu rasa memiliki. Rasa ini akan membuat kita sulit melepaskan apapun yang kita miliki. Rasa ini membuat jiwa kita tidak tenang dan gelisah.

Bila kita memiliki jabatan tinggi, maka sudah alamiah bila suatu ketika akan memasuki masa pensiun.dsb.
Pertemuan dan perpisahan adalah sebuah hal yang sangat wajar. Yang membuat tidak wajar adalah rasa memiliki yang kuat. Mari kita berusaha mulaimengikir rasa memilki paad benda apapu ( gelar, status social, jabatan dst), dan siapapun (teman, kelompok, pacar dst). Maka jiwa kita menjadi tenang.

Kita harus memahami bahwa semuanya itu, hanya untuk sesaat. Semua yang ada disekeliling kta akan terus emngalami perubahan. Berikanlah ruang lebih santai yang lebih luas dalam kehidupan anda.

Allahu a'lam

Sumber : gagal itu indah, yusran pora.




Rabu, 10 Juni 2009

Qonaah

Kata qanaah berasal dari kata kerja lampau (fi'il madhi) qona'a, artinya rela atau menerima apa yang didapatkannya. Qanaah secara termonologis, adalah sikap menerima dengan rela hasil yang diberikan Allah kepadanya tanpa mengurangi usaha untuk mendapatkan rahmat Allah.
Umumnya seorang hamba mengharapkan hasil yang lebih banyak, lebih baik dan dapat mencukupi hajat hidupnya. Harapan itu mungkin berhasil, kadang-kadang sebaliknya, bahkan mungkin gagal, hanya mendapatkan sedikit dan jauh dari mencukupi kebutuhannya. Sebagai orang beriman akan menerima hasil akhir itu dengan ikhlas dan penuh rasa syukur serta merasa cukup terhadap hasil yang diterimanya.

Rasulullah Muhammad SAW memberi penjelasan tentang sifat al-qonaah, dalam sabdanya, yang artinya “Hendaklah anak cucu Adam menghitung kadar suapan (makanan) yang dapat menopang tulang punggungnya. Kadar yang cukup bagi seseorang adalah tiga sampai sembilan suapan.”

Syeh Taj Al-Din Al Dzakir, berkata, “Tidak disebut qonaah orang yang rakus dalam makanan. Orang yang qonaah memiliki cukup harta tetapi hemat dalam belanja, dan makannya sedikit.”
Sufi Rabi’ bin Anas, memberi perumpamaan, “Orang yang terlalu banyak makan, hinggá perutnya buncit, hatinya akan mati.”

Sofyan Al-Tsauri, seorang ahli hikmah menyampaikan pendapatnya, “Orang yang tidak merasa cukup dengan sekerat roti pada zaman sekarang akan diterpa kehinaan dan kerendahan.”

Suatu hari datanglah sesorang kepada Al-Tsauri untuk meminta doa darinya agar dia mudah mencari kekayaan. Al-Tsauri lalu menjawab, “Ingatlah bahwa orang yang senang menumpuk harta akan ditimpa lima penyakit, yaitu; panjang anga-angan, rakus, pelit, lupa akhirat, dan akan memiliki sifat yang tidak warak (tidak mampu menahan dari yang haram).”

Hakekat Qanaah
Hakekat qanaah adalah meyakini sepenuhnya bahwa Allah memberikan hasil tersebut sudah dengan pertimbangan dan terkandung maksud yang baik terhadap hambanya bagi penerimanya. Manusia sebagai makhluk ciptaan-Nya, hendaklah selalu husnu dzan (berprasangka baik) kepada Allah SWT. Allah tidak pernah akan membuat kesengsaraan kepada salah seorang hamba-Nya, kecuali hamba itu membuat kesengsaraan sendiri.

Orang yang memiliki sifat qanaah digambarkan oleh Rasulullah dalam Haditsnya
"Sungguh bahagialah orang yang Islam dan ia mencukupkan diri dengan rejekinya dan merasa qanaah kepada Allah dengan apa yang diberikan kepadanya. " (HR. Muslim)

"Berbahagialah orang yang mendapat hidayah memeluk Islam, dan orang yang mencukupkan peri kehidupannya serta qanaah dengan rejekinya." (HR. Thirmidzi)

"Bersikaplah perwira pasti kamu menjadi sebaik-baik hamba, dan bersikaplah qanaah pasti kamu menjadi manusia yang paling bersyukur. " (HR. Baihaqi)

Ciri-ciri Qanaah
Dari penjelasan di atas dapat dipahami bahwa orang yang qanaah akan memiliki ciri-ciri antara lain :


  • senantiasa merasa rela apa adanya dengan penuh rasa syukur

  • Merasa cukup terhadap apa yang diterimanya

  • Merasa bahwa kekayaan itu buka semata-mata harta, tetapi juga kekayaan batin. Rasulullah bersabda: "Bukanlah kekayaan itu karena banyak harta benda, tetapi kekayaan yang sebenarnya adalah kekayaan hati" (HR. Bukhari Muslim)

  • Tabah dan tetap berusaha untuk mendapatkan hasil yang lebih banyak dan baik.

Hikmah Qanaah


Sifat Qanaah akan sangat besar manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari, diantaranya
a. Menentramkan batin dan membahagiakan hidup
b. Selalu rela dengan segala ketentuan Allah
c. Memperteguh tekad dalam berikhtiar untuk mendapatkan rahmat Allah
d. Menghindarkan sifat rakus dan serakah


Semoga bermanfaat
Allahu a’lam
sumber : KUMPULAN MATERI, KAJIAN KEISLAMAN Gerakan Jamaah dan Dakwah Jamaah Di Kampus



Visualisasi.

Visualisasi adalah angan-angan yang mempunyai satu tujuan (Bo Bennet). Banyak pakar psikolog mengakui bahwa satu jam visualisasi sama dengan tujuh jam latihan fisik. Dimana pikiran bawah sadar kita tidak bisa membedakan antara pengalaman nyata dengan pengalaman khayalan. Ia tidak membedakan antara proses anda mengingat, berpura-pura atau benar-benar mengalami kejadian. Pikiran bawah sadar merespon semuanya dengan cara yang sama.
Melalui beberapa teknik visualisasi , kita bisa mengalami dengan lengkap berbagai situasi seolah-olah itu nyata.anda bisa memvisualisasikan latihan-latihan dan teknik yang benar-benar bermanfaat. Anda bisa menciptakan respon emosional dan psikologis terhadap situasi yang sedang anda visualisasikan.

Dalam kondisi ini, pikiran bawah sadar anda akan memasukkan informasi ini dan menyimpannya sebagai sebuah kebenaran dan alam raya akan merespon getaran energi ini dengan perwujudan yang sesuai dengannya.

Ada beberapa contoh dari dua latihan visualisasi yang menggambarkan kesan yang jelas dalam pikiran anda dan membawa pulang fakta bahwa pikiran dan emosi anda mempengaruhi tubuh anda juga. Saat anda membaca bagian pertama , kenalilah seberapa besar anda merasa terpengaruh secara emosional dan fisik, dan perhatikan bagaimana perasaan dan sesnsasi itu berbeda pada dua bagian dari contoh ini.

Bagian pertama
Visualisasi di gedung pencakar langit (Skycraper).
Coba anda ambil nafas dalam-dalam dan biarkan anda rileks.
Bayangkan anda sedang berdiri di tengah-tengah ters kecil dipuncak gedung pencakar langit bertingkat lebih dari 30.
Bayangkan teras ini tidak memiliki pagar….. hingga anda bisa bebeas melihat kebawah.
Ketika anda sedang berdiri disana, lihatlah kaki anda dan vcari tahu terbuat dari apa teras itu.
Apakah anda berdiri diatas keramik, beton, aspal, kayu atau batu ?
Saat itu udara sangat cerah, matahari berinar terang, udara tidak terik cenderung sejuk. Anda bisa merasakan hembusan angin lembut di wajah anda.
Suara apa yang anda dengar?
Mungkin suara beberapa burung, atau mungkin anda bisa mendengar suara helicopter, atau gemuruh lalu-lintas dibawah sana?
Sekarang anda berjalan perlahan kedepan. Hingga jari kaki anda menyentuh ujung teras itu. Lihatlah jalanan dibawah, jauh dibawah, tampak mobil-mobil berjalan lambat.
Coba rasakan , bagaimana perasaan anda. Sekarang cobalah berjalan mundur perlahan , bagaimana perbedaan perasaan yang anda rasakan ?

Sebagian orang akan merasakan sejenis reaksi emosional dan fisik, mungkin jantung berdetak lebih cepat, telapak tangan berkeringat, bakan bisa pusing dan mual.

Bagian kedua.
Coba anda tarik nafas dalam-dalam dan biarkan anda rileks.
Bayangkan sekali lagi, adan sedang berdiri di puncak teras yang sama, seperti kondisi diatas. Namun dalam periode dua ini anda mempunyai sepasang sayap besar dipunggung anda. Anda Yakin bahwa anda bisa terbang, anda merasa aman.
Kemudian bayangkan anda berjalan perlahan ke ujung teras hingga keujung teras.
Tekuk lutut anda dan loncat terbang. Rasakan hembusan angin kuat bertiup dibawah sayap anda. Biarkan anda terbang bebas kemana suka. Anda bisa kunjungi tempat-tempat favorit anda. Saaat tiba disana , biarkan anda mendarat dengan lembut dan nikmatilah suasana tempat favorit anda.

Coba anda bandingkan reaksi fisik dan emosional yang anda rasakan pada bagian pertama dan kedua visualisasi tersebut. Perhatikan rasa bebas, keceriaan, dan sensasi semangat yang anda rasakan pada bagian kedua dari contoh tersebut.
Dalam contoh dua visualisasi itu, anda hanya menghabiskan beberapa menit untuk membayangkannya. Namun anda merasakan timbulnya perubahan emosional dan fisik yang sangat jelas dan berbeda. Gambaran jelas yang anda ciptakan dalam otak menjadi benar-benar nyata dalam pikiran bawah sadar anda. Dan pikiran bawah sadar anda merespon pengalaman khayalan anda pada tingkat emosional dan psikologis seolah-olah semuanya benar-benar terjadi.
Kini jelaslah, bahwa anda bertanggungjawab untuk kesan-kesan yang anda ciptakan dalam pikiran anda.
Jadi , jika anda menghabiskan waktu dan energi dengan membayangkan scenario terburuk dalam hidup anda, maka secara emosional dan fisik merespon gambaran-gambaran itu dan menarik jenis yang sama dari energy dan situasi negative kedalam hidup anda.
Sudah waktunya, anda harus memilih gambaran yang positif, menginspirasi dan menggembirakan , untuk membuat kesesuaian getaran terhadap apa yangingin anda tarik kedalam hidup anda. Inilah kekuatan utama visualisasi.

Dr Norman Vincent Pelae, menyatakan bahwa, ‘ Rumuskan dan tanamkan dalam pikiran anda satu gambaran mental yang tidak bisa dihilangkan tentang diri anda yang sukses. Peganglah gambaran ini kuat-kuat. Jangan pernah membiarkannya menghilang. Pikiran anda akan meneruskan mengembangkan gambaran ini’.

Sumber : Jack Canfield, The secrets laws of attraction.


Selasa, 09 Juni 2009

Tips, tentang ground clearance

Salah satu jenis modifikasi mobil kita, adalah menurunkan ground clearance atau istilahnya membuat mobil menjadi lebih ceper. Namun tidak hanya sampai disitu, bahkan sampai pelek standar diganti dengan pelek berdiameter lebih besar, sekaligus juga mengganti ban tapak yang lebih lebar. Dalam mengikuti trend ini, sebaiknya jangan hanya mementingkan faktor ekstrem , asal mobil menjadi kelihatan lebih trendi.

Pada dasarnya perubahan itu membuat peningkatan dalam hal handling. Semakin rendah ground clearance, akan menambah tingkat kestabilan mobil anda. Demikian juga dengan pemakaian pelek berdimensi lebih besar plus tapak ban yang lebar akan membuat pengendalian stir mobil jadi lebih mantap.
Namun, sebenarnya tidak sesederhana itu. Dari segi kenyamanan misalnya modifikasi mobil seringkali malah membuat kenyamanan berkendara jadi berkurang. Mobil yang terlalu ceper misalnya, jika tanpa diikuti penyesuaian pada faktor suspense atau lingkat spatbor dan kedalaman spatbor bisa merepotkan.

Dikala melewati jalan yang kurang rata (berlobang), hentakan sokbreaker terasa mentok. Tebukti dengan terdengarnya suara benturan per-per suspense. Atau pada saat melewati polisi tidur, bemper atau side skirt seringkali justru bergesekan dengan permukaan jalan yang bergelombang. Bisa jadi ini merupakan kesulitan yang harus dilalui pengemudi.

Masalah lain yang bisa timbul, dengan makin lebarnya tapak ban. Jika tak memperhatikan kondisi spatbor, tapak ban yang terlalu lebar bisa saja membuat permukaan ban bergesekan dengan bagian-bagian spatbor. Tentu saja ini membuat jarak main roda menjadi sempit, akibatnya perlu jalan lebih luas untuk berputar.
Nah , tentu saja kita akan kesulitan bila melalui belokan tajam atau tikungan tajam. Ini sebagai akibat dari daya manuver mobil yang makin payah. Apakah ini bukan justru mengganggu kenyamanan berkendara anda.

Jadi apa yang harus diperhatikan, jika tidak ingin terganggu masalah-masalah tersebut? Anda bisa mencoba hal-hal dibawah ini ;

Pada umumnya, jika anda ingin membuat kendaraan lebih rendah dengan tujuan untuk menjaga kestabilan , salah satunya adalah jalan mengganti per (spring) standar dengan yang lebih rendah (pendek). Otomatis dengan per spiral yang makin pendek, ground clearance (jarak terendah terhadap permukaan tanah) juga akan semakin kecil.

Disini perlu diperhatikan juga adalah tingkat kekerasan per-nya. DEngan per yang pendek, tentu jarak mainnya akan lebih pendek pula. Untuk menghindari benturan suspense, harus dicari per yang lebih keras dari sebelumnya atau tak terlalu kenyal.

Kawan, setiap penurunan 1 inci, rata-rata kekerasan per harus dinaikkan 15%. Misalkan saja jika anda menginginkan penurunan ground clearance sampai 2 inci. Sedangkan per standar kendaraan mempunyai kekerasan 300 lb/ inci, maka anda harus menggantikan dengan per yang mempunyai kekerasan :

300 + (300 x 15% x 2) = 390 lb/ inci.

Gabungkan dengan peredam kejut (shock Absorber) berukuran yang sesuai (lebih pendek). Anda usahakan dengan bahan yang kuat dan berkualitas, karena beban kerja yang diterima akan lebih berat. Penggantian dan penyesuaian per dan peredam kejut ini sudah dapat meningkatkan pengendalian secara signifikan.

Bila anda msih ingin performance tambahan lagi , disamping mengganti ban dan shock saja. LAngkah selanjutnya yang akan dilakukannya adalah memasang anti roll bar. Prinsip kerja alat yang dipasang di system suspense roda depan ini, adalah menyeimbangkan perbedaan beban disalah satu ban ketika mobil anda menikung. Manfaatnya adalah memperkecil resiko mobil terguling dan penumpang tidak terasa seperti terlempar ketika mobil sedang menikung dengan kecepatan tinggi.

Perangkat ini banyak tersedia dipasar dengan dengan berbagai model dan harga. Akan sangat bermanfaat bagi mereka yang gemar menekan pedal gasnya dalam-dalam. Pemasangan stabilizer atau strutbar juga akan lebih meningkatkan pengendalian lebih baik.
Untuk masalaah roda yang menyangkut ban dan pelek, biasanya ukuran pelek lebih diutamakan atau dijadikan patokan. Kemudian baru ukuran ban menyesuaikan spesifikasi pelek. Setiap pabrikan mobil selalu memberikan toleransi untuk ukuran pelek yang sesuai buat dipasang pada mobil produknya.
Sebagai pengganti karet yang terlalu lentur, kini banyak dijual bushing yang terbuat dari polyurethane, bahan sintetis yang mempunyai sifat mirip karet, namun lebih tahan. Dan penggantian bushing pada seluruh system suspensi akan memperbaiki tingkat pengendalian mobil mengurangi potensi terguling.


selamat mencoba, semoga bermanfaat

Sumber : Mobil Motor.Tips modifikasi.



Senin, 08 Juni 2009

Nikmat besar yg bisa menghancurkan

Rasulullah saw, pernah bersabda, yang artinya ,” Ada dua nikmat yang membuat rugi kebanyakan manusia yaitu kesehatan dan waktu luang (senggang)”,
Saudaraku, hadits ini menjelaskan kepada kita bahwa kedua nikmat yang sangat berharga ini terkadang bahkan sering menyebabkan kebanyakan dari kita justru terpuruk dalam kerugian yang sangat besar. Al ghaban, atau kerugian adalah diibaratkan membeli dengan harga yang berlipat dan menjual dengan harga yang tak sebanding (terlalu murah).
Inb Al Jauzi menyatakan bahwa,’ seringkali orang dalam keadaan sehat, namun ia merasa tidak mempunyai waktu luang karena kesibukannya dalam karier, mencari penghidupan.
Disaat karir kerja sedang menanjak pesat, kesehatan prima, dan penyakit malas untuk berbuat taat kepada Allah seringkali menghampiri kita.

Sungguh beruntung bagi seorang hamba yang mempergunakan waktu luangnya dan kesehatannya untuk taat dan selalu meningingat Allah. Dan sungguh merugi bila ia melalaikan ketaatan-nya. KArena waktu luang akan diikuti dengan kesibukan dan kesehatan akan diikuti dengan masa sakit atau usia tua.

Dalam buku Asy-Syukr karya Ibn Abi ad-dunya, dinyatakan seorang alim Wahab bin Munabbah, mengatakan bahwa, Kesehatan adalah raja yang tersembunyi’.
Dan karena kesehatan adalah nikmat yang terindah dan disukai nafsu manusia, maka ini termasuk yang pertama kali dipertanggungjawabkan manusia didepan sang Khalik.

Hadits riwayat Turmudzi, menyatakan bahwa Rasulullah bersabda, yang artinya ,” Sesungguhnya yang paling pertama ditanyakan kepada hamba pada hari kiamat tentang nikmat adalah dengan perkataan,”Bukankah telah Kami sehatkan tubuhmu dan Kami limpahkan engkau air yang sejuk !”.

Saudaraku, sungguh Allah telah menganugerahkan kesembuhan kepada kita, maka terpujilah Dia , tiada tuhan melainkan Dia. Hanya Allah Subhanahu wa Ta’ala – lah yang menyembuhkan, Dia-lah yang mentakdirkan kesembuhan seorang hamba, karena hanya Dia-lah pencipta sebab dan musabab.

Diantara hal yang terbaik yang kita harus lakukan terhadap nikmat kesehatan dan nikmatnya waktu luang, adalah memperbanyak tahmid kepada Allah Subhanahu wa ta’ala atas nikmat yang tiada ternilai tersebut. Hadits riwayat Ibn Majah dan disahihkan Ad-Dhiyaa’ al Muqaddasy, bahwa Rasulullah bersabda, yang artinya ,” Tidaklah Allah Subhanahu wa Ta’ala member nikmat kepada seorang hamba lalu ia berkata,”Alhamdullilah”, (segala puji Bagi Allah), melainkan apa yang ia berikan (ucapan ) itu lebih baik daripada apa yang telah ia terima”. (Hr Ibn Majah).

Kalimat dalah hadits yaitu ‘illa kana al ladzi a’tha’ (melainkan apa yang ia (hamba) berikan yaitu apa yang dilakukan dan diperbuat manusia berupa ucapan pujian dan syukur, ‘afdhau min ma akhaza’ (lebih baik daripada apa yang ia terima) yaitu berupa nikmat. Mengandung makna yang sangat dalam , yakni bahwa nikmat Allah SWT kepada manusia berupa taufiq untuk bertahmid dan bersyukur, lebih besar daripada nikmat-Nya kepada manusia berupa kesehatan , harta dan anak atau lain sebagainya. Maka ber tahmid kepada Allah SWT dan bersyukur kepada-Nya adalah nikmat terbesar dan anugerah yang tak terhingga, karena Allah-lah yang member taufik dan anugerah kepada manusia agar mau bertahmid dan bersyukur.

Dari riwayat Abdullah bin Ghannam berkata bahwa Rasulullah bersabda, yang artinya,”Barang siapa yang berkata di waktu paginya,”Ya Allah , apa yang aku dapatkan atau didapatkan oleh salah seorang makhluk-Mu di waktu pagi hari berupa nikmat, maka itu hanya dari-Mu saja, tidak ada sekutu bagi-Mu. Maka hanya untuk-Mu segala pujian dan hanya untuk-Mu segala syukur” berarti ia telah menunaikan kesyukuran untuk waktu siangnya. Dan barang siapa yang berkata seperti itu di waktu sore, maka ia talah menunaikan kesyukuran untuk waktu malamnya,” (Hr Abu Dawud dan An-Nasa’i.).

Allahu a’lam
Sumber : Abdullah bin Ali al-Juaitsin , hikmah bagi orang sakit.


Minggu, 07 Juni 2009

Bermimpi untuk wujudkan mimpi

Kita harus bermimpi jika ingin mewujudkan mimpi itu. Anda pantas memiliki apapun yang benar-benar anda inginkan dalam hidup, dan semua mimpi anda sah-sah saja jika semua itu penting untuk anda. Pikirkanlah secara medalam apa yang anda inginkan , yang ingin anda ciptakan. Pertimbangkan berbagai wilayah yang berbeda dalam hidup anda dan fokuslah pada apa yang anda inginkan. Janganlah anda focus pada yang anda takuti, jangan focus pada hal yang ingin anda hindari, jangan focus apa yang tidak anda inginkan.

Hargailah semua itu dan milikilah semua tanpa rasa takut, malu atau lerhambat. Mimpi dan hasrat anda tidak tunduk pada persetujuan seseorang. Semua itu milik anda sendiri, tapi anda harus menjabarkannya agar semua meraihnya.

Mimpi dan keinginan anda harus dilayani agar membakar hasrat dalam diri anda. Dan hasrat ini bukan hanya akan menginspirasi anda untuk meraih mimpi-mimpi itu , tapi juga akan mengirimkan frekuensi getara positif pada alam semesta. Lazimnya, melalui hokum daya tarik, pada akhirnya alam raya akan merespon.
Jangan anda membatasi atau menghalangi visi anda untuk masa depan. Anda harus percaya pada diri sendiri bahwa andalah pantas mendapatkan keinginan anda. Jagalah semua tindakan, mimpi, tujuan dan keinginan agar tetap sesuai dengan tujuan hidup kita. Putuskan apa yang benar-benar anda inginkan untuk masa depan.

Apakah kita mengetahui tujuan dan keinginan kita sesungguhnya ? Sudahkah kita mengenali tujuan hidup kita? Apakah yang ingin kita lakukan ? apakah yang ingin kita selesaikan ? kemanakah kita? Dst..
Ya betul tujuan kita adalah mendapatkan ridha Allah.

Sayangnya, sebagian besar dari kita memberikan waktu atau mencurahkan pikiran yang sangat sedikit pada pertanyaan-pertanyaan diatas. Kita begitu terperangkap dalam kegiatan dan kesibukan sehingga kita sulit untuk tetap focus dalam tujuan itu, disetiap kegiatan kita.

Agar berjalan selaras dengan hokum daya tarik, kita harus memesan keinginan dalamkehidupan ini yang kurang lebih sama dengan saat meesan menu makanan di restoran favorit kita. Anda harus memperjelas tujuan anda, dan spesifik detail. Berhentilah menunggu apa yang akan terjadi dalam hidup anda, sadarilah bahwa anda berperan aktif dalam pembentukan masa depan anda sendiri dengan menyatakan keinginan anda sejelas-jelasnya.

Faktor yang penting adalah, jika anda tidak benar-benar menyadari atau benar-benar tahu apa yang anda minta, maka bagaimana mungkin anda bisa berharap mendapatkannya? Jadi penting bagikita untuk selalu merenung untuk memutuskan apa yang benar-banr ingin anda tarik dalam hidup ini, tuliskanlah semua itu dan perjelas semuanya.

Orang yang tidak tahu kemana ia akan pergi, maka tidak ada angin yang menunjukkan arah padanya (Seneca).

Sumber: DD Wakins, the secrets law of attraction.



Jumat, 05 Juni 2009

Musibah-sakit adalah nikmat

Andaikan saja Allah SWT tidak menimpakan hamba-hamba-Nya dengan berbagai ujian dan cobaan maka niscaya hamba-hamba itu akan bersikap sombong, dan zalim.
Allah SWT jika menginginkan kebaikan bagi hamba-Nya, maka Dia akan memberikan cobaan dan ujian sesuai dengan kondisi hamba tersebut. Sungguh ujian dan cobaan-cobaan itu justru akan membebaskan hamba itu dari berbagai hal yang menghancurkan dirinya. Sehingga menjadikan seorang hamba menjadi bersih, jernih dan suci dari penyakit hati.
Dari riwayat Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah sedang menjenguk sahabat yang sedang sakit, dan bersabda, yang artinya ,” Beritakanlah kabar gembira, sesungguhnya Allah Azza wa Jalla pernah berfirman, “ Penyakit itu adalah api-Ku yang aku timpakan kepada hamba-Ku yang mukmin didunia ini agar ia dapat selamat dari api neraka pada hari akhir nanti “,. (Hr Ahmad dan Hakim).
Bukankah Allah justru menempatkan hamba-Nya dalam derajad yang lebih mulia.

Firman Allah, yang artinya ,” Dan sesungguhnya Kami telah mengutus (rasul-rasul) kepada umat-umat yang sebelum kamu, kemudian Kami siksa mereka dengan (menimpakan) kesengsaraan dan kemelaratan, supaya mereka bermohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri “, (Qs. Al-An’am : 42).

Ibn Jarir, dalam tafsirnya menyatakan bahwa maksud dari kesengsaraan ,dari ayat diatas adalah berupa kefakiran yang amat sangat dan kesempitan dalam hidup. Dan yang dimaksud dengan ‘kemelaratan’, adalah berbagai penyakit dan penderitaan yang dirasakan pada tubuh. Sedangkan maksud firman “Supaya mereka bermohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri”, maksudnya allah memberikan penyakit itu kepada hamba-hamba-Nya agar mereka tunduk merendahkan diri kepada Allah, meng-ikhlaskan kepada Allah, dan tidak menyerahkan diri kepada selain Allah dengan sikap merendahkan diri dengan ketaatan dan memohon ketenangan kepada Allah dengan bertaubat.

Diriwayatkan suatu ketika, sahabat Abu Sa’id Al Khudri bertanya kepada Rasulullah saw, “ Ya Rasulullah, siapa yang paling berat cobaanya ?
Rasulullah menjawab , para nabi, kemudian orang-orang terbaik setelah mereka dan orang-orang terbaik setelah mereka. Seseorang itu diberi cobaan sesuai dengan agamanya. Jika agamanya kuat maka cobaanya-pun berat, namun jika agamanya lemah maka ia akan diberi cobaan sesuai dengan agamanya. Seorang hamba tidak akan pernah lepas dari cobaan hingga cobaan itu menghapuskan seluruh dosa-dosanya dan dia dapat berjalan dimuka bumi ini tanpa ada dosa sedikitpun “, (Hr Turmudzi dan Ibn Majah).

Saudaraku jika para Nabi dan orang-orang shlaeh adalah makhluk yang paling dicintai Allah, maka cobaan bagi mereka pun melebihi cobaan yang ditimpakan melebihi dari cobaan yang ditimpakan bagi orang-orang selain mereka.

Saudaraku, kondisi jasmani yang sehat seringkali justru membuat seorang hamba bersikap berlebihan, kufur nikmat dan membanggakan diri. Karena umumnya seseorang terlalu menikmati kegagahan, kekuatan dan kondisi yang dirasakan yang menyenangkan.
Sehingga manakala dirinya ditimpakan penyakit dan dikagetkan oleh kepedihan maka , ia merasa dirinya seolah telah hancur, perasaan hatinya yang keras menjadi halus dan hatinya akan bersih dari kotoran-kotoran berupa akhlak tercela, seperti sikap sombong, angkuh, ujub , dengki dan penyakit-penyakit kotor lainnya. Untuk kemudian digantikan dengan perasaan tunduk kepada Allah dan tawadhu dalam menghambakan diri kepada Allah.

Saudaraku, bukankah ini (penyakit dan musibah itu) sebenarnya merupakan nikmat besar dari Allah SWT. Maka orang-orang shaleh terdahulu selalu gembira ketika mereka ditimpa penyakit atau bala (musibah), seperti gembiranya salah seorang diantara kita ketika mendapatkan kemewahan (kelapangan).

Rasulullah saw pun telah menyebutkan bahwa cobaan para Nabi dan orang-orang shaleh adalah penyakit, kefakiran dan lain-lain. Sebagaimana sabda Rasulullah, yang artinya ,” Sehingga salah seorang diantara mreka sangat bergembira dengan bala yang menimpanya, seperti gembiranya salah seorang diantara kalian mekita mendapatkan kemewahan (kelapangan) ,” (Hr Ibn Majah).

Dari riwayat Hakim, bahwa Rasulullah bersabda, yang artinya ,” Sesungguhnya Allah Ta’ala akan menguji hamba-Nya dengan penyakit hingga dengannya setiap dosa akan dihapuskan ‘, (Hr Al-Hakim).

Rasulullah bersabda, yang artinya, ‘ tidaklah seorang muslim ditimpa suatu musibah dari penyakit atau lainnya, kecuali Allah menggugurkan dengan penyakit itu dosa-dosanya, sebagaimana sebatang pohon yang menggugurkan daun-daunnya “, (Hr Bukhari-Muslim).


Ibn Abdil Barr, berkata bahwa ‘ Dosa-dosa itu dapat dihapuskan dengan berbagai musibah, kepedihan, penyakit dan penderitaan. Ini merupakan masalah yang telah disepakati ulama’. (At Tamhid).
Qais bin Ibad, berkata ,’ Waktu-waktu (yang dilalui) dengan penyakit akan menghapus waktu-waktu (yang dilalui) dengan berbagai kesalahan ‘. (Az-zuhdu, Hannad).

Ibn Qayyim, dalam Thariq al Hijrataini, berkata ,’ Seandainya mengetahui bahwa nikmat Allah yang ada di dalam bala itu tidak lain seperti halnya nikmat Allah yang ada didalam kesenangan, niscaya hati dan lisannya akan selalu sibuk untuk mensyukurinya’.

Ibn Qayyim, dalam syifaa’ul ‘Aliil , ia berkata ,’ Kepedihan, penyakit dan kesusahan termasuk diantara nikmat-nikmat Allah yang besar, sebab ia adalah sebab-sebab adanya kenikmatan. Maka nikmat yang paling utama adalah hikmah dan manfaat yang dirasakan dari kepedihan itu’ .

Saudaraku janganlah bersedih, dengan sakit yang anda derita. Ibn Qayyim berkata, bahwa termasuk kesempurnaan nikmat yang diberikan Allah kepada hamba-Nya adalah menimpakan berbagai macam bala kepada sang hamba, sesungguhnya Allah lebih mengetahui apa yang terbaik baginya.

Bahkan dalam ‘Uddatu ash Shabirin, Ibn Qayyim berkata bahwa Allah memberikan nikmat kepada hamba-Nya dengan
- menimpakan ujian kepadanya
- mengabulkan permintaanya dengan tidak memberikan apa yang dimintanya, dan
- memberikan kesehatan dengan menimpakan penyakit kepadanya.

Maka janganlah seorang hamba berburuk sangka kepada Allah karena keadaan yang menyebabkannya menderita, kecuali keadaan itu dibenci-Nya dan setiap hamba diperintahkan untuk menjauhinya.

Wahab bin Munbih berkata, bahwa tidaklah seorang itu dikatakan sebagai ahli fiqih yang sempurna sehingga ia memahami bahwa cobaan adalah nikmat dan kesenangan adalah musibah. Karena setiap orang yang ditimpa bala pada hakikatnya sedang menantikan kesenangan dan setiap orang yang senang pada hakikatnya sedang menantikan musibah.

Yakinlah saudarku, akan hadits yang diriwayatkan At-Turmudzi, bahwa Rasulullah bersabda, yang artinya ,” Sesungguhnya besarnya suatu pahala sesuai dengan besarnya cobaan, sesungguhny jika Allah mencintai suatu kaum niscaya Allah akan menimpakan bala (memberikan cobaan) kepda mereka. Maka orang-orang yang ridha dengan cobaan tersebut, bagi mereka keridhaan Allah, sedangkan orang-orang yang murka (marah) dengan cobaan tersebut, bagi mereka murka Allah”, (Hr Turmudzi dan Ibn Majah).

Allahu A’lam
Sumber : Abdullah bin Ali al-Juaitsin , hikmah bagi orang sakit.




Kamis, 04 Juni 2009

Bekerja

Firman Allah, yang artinya ,” Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nyaserta orang-orang mu’min akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang gaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan “. (Qs. At-taubah 105).
Hadits riwayat Ath Thabrani, menyatakan bahwa suatu ketika ada seseorang yang berjalan melewati tempat Rasulullah. Orang tersebut ternyata sedang bekerja dengan giat semangat. Sehingga para sahabat bertanya ,” Wahai Rasulullah, andaikata bekerja seperti orang ini dapat digolongkan jihad fi sabilillah, maka alangkah baiknya,”
Rasulullah pun menjawab ,”Kalau ia bekerja untuk menghidupi anak-anaknya yang masih kecil ; kalau ia bekerja untuk menghidupi kedua orangtuanya yang sudah lanjut usia, itu adalah fi sabilillah; kalau ia bekerja untuk kepentingan dirinya sendiri agar dia tidak meminta-minta, itu juga fi sabilillah “, (Hr Ath-thabrani).

Saudaraku, kerja pada hakikatnya adalah salah satu perwujudan amal kebajikan. Sebagai sebuah amal perbuatan, maka niat yang tertanam di hati sanubari dalam menjalankannya akan menentukan nilai kebaikan dari amal itu menjadi kebajikan. Amal seseorang dinilai berdasarkan apa yang diniatkan.

Diriwayatkan bahwa suatu ketika Rasulullah berjumpa dengan Sa’ad bin Mu’adz Al-Anshari. Ketika itu Rasulullah melihat tangan Sa’ad yang melepuh, kulitnya gosong kehitaman seperti lama terpanggang matahari.
Rasulullah bertanya,” Kenapa tanganmu ?” ,
Sa’ad menjawab, “ Wahai Rasulullah, tanganku seperti ini karena aku mengolah tanah dengan cangkul itu untuk mencari nafkah keluarga yang menjadi tanggunganku ,“
Seketika itu, Rasulullah mengambil tangan Sa’ad dan menciumnya seraya berkata ,” Inilah tangan yang tidak pernah tersentuh api neraka,”.


Rasulullah bersabda, yang artinya ,” Sesungguhnya Allah SWT mencintai seorang mukmin yang giat bekerja” ,(Hr. thabrani).

Saudaraku, juga perlu diketahui bahwa bekerja tentu tidak akan lepas dari bingkai hubungan social antar manusia. Sehingga aturan-aturan yang ada harus dipenuhi. Etika dalam bekerja harus dijaga. Sebagaimana diriwayatkan oleh Ibnu Asakir dari Abdullah bin Basri bahwa ,’Carilah kebutuhan hidup dengan senantiasa menjaga harga diri. Sesungguhnya segala persoalan itu berjalan menurut ketentuan’.

Sebagimana dikatakan Umar bin Khathab ,’ apabila kamu merasa letih karena berbuat kebaikan, maka sesungguhnya keletihan itu akan hilang dan kebaikan itu akan terus kekal. Dan sekiranya kamu bersenang-senang dengan dosa, maka sesungguhnya kesenangan itu akan segera hilang dan dosa yang dilakukan akan terus kekal ‘

Begitu pula dalam kegiatan bekerja , ada hal-hal penting yang harus diperhatikan dalam bekerja, agar apa-apa yang kita kerjakan tersebut memiliki nilai lebih dihadapan Allah.

Saudaraku, seorang hamba beriman tetap dianjurkan untuk bekerja dengan sepenuh hati sehingga memberikan kualitas proses dan hasil kerja yang terbaik. Bekerja keras yang dibarengi dengan keikhlasan merupakan salah satu penghapus dosa kita.

Sebagaimana diriwayatkan Ahmad, Bahwa Rasulullah bersabda, yang artinya ,” Sebaik-baiknya pekerjaan ialah usahanya seorang pekerja jika ia berbuat sebaik-baiknya “.

“Siapa bekerja keras hingga lelah dari kerjanya maka ia terampuni (dosanya) karenanya “, (Al Hadits).
“ Berpagi-pagilah dalam mencari rizki dan kebutuhan hidup. Sesungguhnya pagi-pagi itu mengandung berkah dan keberuntungan “, (Hr Ibn Adi dari Aisyah).
“ Sesungguhnya Allah memnginginkan jika salah seorang darimu bekerja, maka hendaklah ia meningkatkan kualitasnya” (Al-hadits).

Saudaraku , marilah kita meluruskan niat kita dalam bekerja , dalam pekerjaan yang halal dan baik, apapun itu profesinya. Yakinkan hati kita bahwa kita berkeja semata-mata ikhlas karena allah. Sehingga apa yang kita lakukan itu merupakan wujud dari usaha kita sebagai jihad fi sabilillah.

Disamping itu juga harus diperhatikan dalam bekerja, yaitu memperhatikan adab dan etika sebagai seorang hamba yang muslim, seperti etika dalam berbicara, bergaul, makan, melayani konsumen, atau relasi dst.
Sebagaimana Rasulullah bersabda, yang artinya ,” Halal itu jelas dan haram itu jelas, dan diantara keduanya ada perkaran-perkara yang syubhat. Maka barang siapa yang terjerumus dalam perkara yang syubhat, maka ia terjerumus pada yang diharamkan …” (Hr Muslim).

Wallahu a’lam bish shawab.
Sumber : Ash Showah



Kecewa

Menurut kamus Webster, kekecewaan adalah perasaan yang timbul karena menginginkan seuatu namun tidak berhasil mendapatkannya. Kecewa sangat banyak ragamnya, misalnya orang yang jujur dalam bekerja, rajin dan sunguhn-sungguh, justru mendapati kawan sejawatnya yang brengsek justru lebih laju kariernya. Kecewa pada kawan, kecewa pada tetangga, kecewa pada suami, kecewa pada malam. Bahkan orang pun bisa kecewa pada Tuahn-nya. Kekecewaan ini sesungguhnya tidak perlu terjadi. Tetapi kenyataanya terjadi juga, karena kita bodoh. Sehingga kegembiraan kita yang wajar menjadi terampas, sukacita yang sudah ditangan menjadi hilang. Dengan kebodohan kita, kita mau saja menjadi kecewa, dan membiarkan hati kita larut dalam kepahitan dan dendam, amarah, depresi, benci , fitnah, ghibah, kekerasan dst.

Salah satu jenis kekecewaan adalah kekecewaan karena kebodohan kita. Penyebab utama hal ini adalah harapan yang tidak realistis, ambisi yang tidak masuk akal, keinginan yang mustahil.

Saudaraku , tidak semua keinginan tercapai.

Ingat-lah , Tuhan saja tidak memperoleh semua yang diinginkan-Nya. Buktinya, adalah keinginan Tuhan agar semua manusia masuk surga tetapi kita tahu banyak yang masuk neraka. Jadi janganlah terlalu bernafsu , dengan berharap semua keinginan kita bisa tercapai. Misalnya, orang berharap kaya raya dengan memasang lotere (judi), padahal kita tahu penjudilah yang biasanya justru jatuh miskin.

Tidak semua harapan adalah too good to be true, bahkan sebenarnya mustahil. Kekecewaan seperti ini terjadi karena kebodohan kita sendiri. Secara umum semua ilusi (kekecewaan) diatas berakar pada empat keinginan ;

  • a. Keinginan agar segala sesuatu terjadi sesuai dengan kehendak kita dan agar orang lain bertindak sesuai dengan keinginan kita. Dan ini tidak mungkin, karena Allah mengkaruniakan kehendak yang bebas pada setiap orang, dan keinginan orang lain umumnya bebrbeda dengan keinginan kita.

  • b. Keinginan untuk selalu dicintai, disukai dan dikagumi orang lain . Terutama (orang lain tsb) adalah atasan kita, bos kita atau orang-orang yang kita anggap penting dalam pergaulan kita. Ini juga tidak realistis karena sikap dan pikiran orang lain tersebut berada diluar kendali kita.

  • c. Keinginan untuk selalu berhasil / sukses setiap saat. Ini juga sangat tidak realistis, karena untuk mencapai satu kesuksesan, seseorang perlu melalui tahap kegagalan.

  • d. Keinginan agar factor-faktor eksternal selalu mendukung usaha keberhasilan kita. Ini pun salah, kualitas diri kita sendiri-lah yang menentukan apakah faktor-faktor luar itu mendukung atau menghambat kita.


Jadi agar kita terhindar dari kekecewaan bodoh, yang harus dilakukan adalah ;

  1. Hidup realistis, jangan berharap yangterlalu aneh.

  2. Mempelajari hukum alam dan kebenaran yang terdapat didalamnya.

  3. Curigalah pada apa saja yang terlalu indah, terlalu tinggi atau terlalu gampang. Umumnya dibelakangnya ada penipuan.

  4. Ingatlah selalu, bahwa karya anda sendirilah yang akan membuat anda senang, berkecukupan dan merasa bahagia.


Saudaraku apa yang anda terima dengan sangat gampang akan lenyap dengan sangat gampang pula.

Allahu a’lam
Sumber : The Way to happiness, Ghalib ahmad Masri




Rabu, 03 Juni 2009

Pengakuan iblis

Segala puji hanya milik ALLAH SWT, Pencipta semesta alam. Shalawat dan salam sejahtera semoga senantiasa dilimpahkan kepada seorang Nabi yang Ummi, Muhammad saw, dan kepada keluarganya yang bersih serta seluruh sahabatnya yang mulia.
Pada pertemuan kali ini , kita akan membahas pengakuan iblis laknatullah ketika berdialog dengan Rasulullah saw. Semoga menjadikan pelajaran bagi kita semua.

Dalam sebuah hadits yang panjang.Diriwayatkan dari Mu'adz bin Jabal r.a., dari Ibnu Abbas r.a. yang berkisah: Kami bersama Rasulullah saw. di rumah salah seorang sahabat Anshar, dimana saat itu kami di tengah-tengah jamaah.
Lalu ada suara orang memanggil dari luar, "Wahai para penghuni rumah, apakah kalian mengizinkanku masuk, sementara kalian butuh kepadaku."
Rasulullah bertanya kepada para jamaah, “Apakah kalian tahu, siapa yang memanggil dari luar itu?"

Mereka menjawab, "Tentu Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui."
Lalu Rasulullah saw. menjelaskan, "Ini adalah iblis yang terkutuk semoga Allah senantiasa melaknatnya."

Kemudian Umar r.a. meminta izin kepada Rasulullah sembari berkata, "Ya Rasulullah, apakah engkau mengizinkanku untuk membunuhnya?"
Beliau menjawab, "Bersabarlah wahai Umar, apakah engkau tidak tahu bahwa ia termasuk makhluk yang tertunda kematiannya sampai batas waktu yang telah diketahui (hari Kiamat)? Akan tetapi sekarang silakan kalian membukakan pintu untuknya. Sebab ia diperintah untuk datang ke sini, maka pahamilah apa yang ia ucapkan dan dengarkan apa yang bakal ia ceritakan kepada kalian."

Ibnu Abbas berkata: Kemudian dibukakan pintu, lalu ia masuk di tengah-tengah kami. Ternyata ia berupa orang yang sudah tua bangka dan buta sebelah mata.
Ia berjenggot sebanyak tujuh helai rambut yang panjangnya seperti rambut kuda.
Kedua kelopak matanya terbelah ke atas (tidak ke samping). Sedangkan kepalanya seperti kepala gajah yang sangat besar, gigi taringnya memanjang keluar seperti taring babi. Sementara kedua bibirnya seperti bibir kerbau.
Ia datang sambil memberi salam. 'Assalamu'alaika ya Muhammad, Assalamu'alaikum ya Jamaa'atal muslimin," kata iblis.

Nabi menjawab, "Assalamu lillah ya la'iin (Keselamatan hanya milik Allah wahai makhluk yang terkutuk). Saya mendengar engkau punya keperluan kepada kami. Apa keperluanmu tersebut wahai Iblis?"

"Wahai Muhammad, saya datang ke sini bukan karena kemauanku sendiri, tapi saya datang ke sini karena terpaksa," tutur iblis.
“Apa yang membuatmu terpaksa harus datang ke sini wahai makhluk terkutuk?" tanya Rasulullah.

Iblis menjawab, "Telah datang kepadaku seorang malaikat yang diutus oleh Tuhan Yang Mahaagung, dimana utusan itu berkata kepadaku, 'Sesungguhnya Allah swt. memerintahmu untuk datang kepada Muhammad saw. sementara engkau adalah makhluk yang rendah dan hina. Engkau harus memberi tahu kepadanya, bagaimana engkau menggoda dan merekayasa anak-cucu Adam, bagaimana engkau membujuk dan merayu mereka. Lalu engkau harus menjawab segala apa yang ditanyakan Muhammad dengan jujur. Maka demi Kebesaran dan Keagungan Allah, jika engkau menjawabnya dengan bohong, sekalipun hanya sekali, sungguh engkau akan Allah jadikan debu yang bakal dihempaskan oleh angin kencang, dan musuh-musuhmu akan merasa senang.'
‘Wahai Muhammad, maka sekarang saya datang kepadamu sebagaimana yang diperintahkan kepadaku. Maka tanyakan apa saja yang engkau inginkan. Kalau sampai saya tidak menjawabnya dengan jujur, maka musuh-musuhku akan merasa senang atas musibah yang bakal saya terima. Sementara tidak ada beban yang lebih berat bagiku daripada bersenangnya musuh-musuhku atas musibah yang menimpa diriku."

Rasulullah melemparkan pertanyaan kepada iblis, "Jika engkau bisa menjawab dengan jujur, maka ceritakan kepadaku, siapa orang yang paling engkau benci ?"
Iblis menjawab dengan jujur, "Engkau, wahai Muhammad, adalah orang yang paling aku benci dan kemudian orang-orang yang mengikuti agamamu."

"Lalu siapa lagi yang paling engkau benci?" tanya Rasulullah.
"Seorang pemuda yang bertakwa dimana ia mencurahkan dirinya hanya kepada Allah swt.," jawab Iblis.
"Siapa lagi?" tanya Rasulullah
"Orang alim yang wara' (menjaga diri dari syubhat) lagi sabar," jawab iblis.
"Siapa lagi?" tanya Rasulullah
"Orang yang senantiasa melanggengkan kesucian dari tiga kotoran (hadats besar, kecil dan najis; pent.)," tutur iblis
"Siapa lagi?" tanya Rasulullah
"Orang fakir yang senantiasa bersabar, yang tidak pernah menuturkan kefakirannya ke pada siapa pun dan juga tidak pernah mengeluh penderitaan yang dialaminya." jawab iblis.

"Lalu dari mana engkau tahu kalau ia bersabar?" tanya Rasulullah.
"Wahai Muhammad, bila ia masih dan pernah mengeluhkan penderitaannya kepada makhluk yang sama dengannya selama tiga hari, maka Allah tidak akan mencatat perbuatannya dalam kelompok orang-orang yang bersabar," jelas Iblis.

"Lalu siapa lagi, wahai lblis?" tanya Rasul.
"Orang kaya yang bersyukur," tutur iblis.
"Lalu apa yang bisa memberi tahu kepadamu bahwa ia bersyukur?" tanya Rasulullah
"Bila saya melihatnya ia mengambil kekayaannya dari apa saja yang dihalalkan dan kemudian disalurkan pada tempatnya," tutur iblis.

"Bagaimana kondisimu apabila ummatku menjalankan shalat?" tanya Rasulullah.
"Wahai Muhammad, saya langsung merasa gelisah dan gemetar," jawab iblis.
"Mengapa wahai makhluk yang terkutuk?" tanya Rasulullah.

"Sesungguhnya apabila seorang hamba bersujud kepada Allah sekali sujud, maka Allah akan mengangkat satu derajat (tingkat). Apabila mereka berpuasa, maka saya terikat sampai mereka berbuka kembali. Apabila mereka menunaikan manasik haji, maka saya jadi gila. Apabila membaca al-Qur'an, maka saya akan meleleh (mencair) seperti timah yang dipanaskan dengan api. Apabila bersedekah maka seakan-akan orang yang bersedekah tersebut mengambil kapak lalu memotong saya menjadi dua," jawab iblis.
"Mengapa demikian wahai Abu Murrah (julukan iblis)?" tanya Rasulullah.
"Sebab dalam sedekah ada empat perkara yang perlu diperhatikan: Dengan sedekah itu, Allah akan menurunkan keberkahan dalam hartanya, menjadikan ia disenangi di kalangan makhluk Nya, dengan sedekah itu pula Allah akan menjadikan suatu penghalang antara neraka dengannya dan akan menghindarkan segala bencana dan penyakit," tutur iblis menjelaskan.

"Lalu bagaimana pendapatmu tentang Abu Bakar?" tanya Rasulullah.
"Ia sewaktu jahillyyah saja tidak pernah taat kepadaku, apalagi sewaktu dalam Islam," tutur iblis.

"Bagaimana dengan Umar bin Khaththab?" tanya Rasulullah.
"Demi Allah, setiap kali saya bertemu dengannya, mesti akan lari darinya," jawab iblis.

"Bagaimana dengan Utsman?" tanya Rasulullah.
"Saya merasa malu terhadap orang yang para malaikat saja malu kepadanya," jawab iblis.

"lalu bagaimana dengan Ali bin Abi Thalib?" tanya Rasulullah.
"Andaikan saya bisa selamat darinya dan tidak pernah bertemu dengannya, ia meninggalkanku dan saya pun meninggalkannya. Akan tetapi ia tidak pernah melakukan hal itu sama sekali," tutur iblis.
"Segala puji bagi Allah Yang telah menjadikan ummatku bahagia dan mencelakakan mu sampai pada waktu yang ditentukan," tutur Rasulullah.

"Tidak dan tidak mungkin, dimana ummatmu bisa bahagia sementara saya senantiasa hidup dan tidak akan mati sampai pada waktu yang telah ditentukan.
Lalu bagaimana engkau bisa bahagia terhadap ummatmu, sementara saya bisa masuk kepada mereka melalui aliran darah dan daging, sedangkan mereka tidak bisa melihatku. Demi Tuhan Yang telah menciptakanku dan telah menunda kematianku sampai pada hari mereka dibangkitkan kembali (Kiamat), sungguh saya akan menyesatkan mereka seluruhnya, baik yang bodoh maupun yang alim, yang awam maupun yang bisa membaca al Qur'an, yang nakal maupun yang rajin beribadah, kecuali hamba-hamba Allah yang mukhlas (sangat-sangat ikhlas)," tutur iblis.

"Siapa menurut engkau hamba-hamba Allah yang mukhlas itu?" tanya Rasulullah.
Iblis menjawab, "Apakah engkau tidak tahu wahai Muhammad , bahwa orang yang masih suka dirham dan dinar (harta) adalah belum bisa murni karena Allah swt. Apabila saya melihat seseorang sudah tidak menyukai dirham dan dinar, serta tidak suka dipuji, maka saya tahu bahwa ia adalah orang yang mukhlis karena Allah, lalu saya tinggalkan. Sesungguhnya seorang hamba selagi masih suka harta dan pujian, sedangkan hatinya selalu bergantung pada kesenangan-kesenangan duniawi, maka ia akan lebih taat kepadaku daripada orang-orang yang telah saya jelaskan kepadamu.

Apakah engkau tidak tahu wahai Muhammad, bahwa cinta harta itu termasuk dosa yang paling besar?
Apakah engkau tidak tahu wahai Muhammad, bahwa cinta kedudukan adalah termasuk dosa yang paling besar?
Apakah engkau tidak tahu, saya memiliki tujuhpuluh ribu anak, sedangkan setiap anak dari jumlah tersebut memiliki tujuhpuluh ribu setan. Di antara mereka ada yang sudah saya tugaskan untuk menggoda ulama, ada yang saya tugaskan untuk menggoda para pemuda, ada yang saya tugaskan menggoda orang-orang yang sudah tua. Anak-anak muda bagi kami tidak ada masalah, sedangkan anak-anak kecil lebih mudah kami permainkan sekehendak saya.

Di antara mereka juga ada yang saya tugaskan untuk menggoda orang-orang yang tekun beribadah, dan ada juga yang saya tugaskan untuk menggoda orang-orang zuhud. Mereka keluar masuk dari kondisi ke kondisi lain, dari satu pintu ke pintu lain, sehingga mereka berhasil dengan menggunakan cara apa pun.
Saya ambil dari mereka nilai keikhlasan dalam hatinya, sehingga mereka beribadah kepada Allah dengan tidak ikhlas, sementara mereka tidak merasakan hal itu.

Apakah engkau tidak tahu wahai Muhammad, bahwa Barshish seorang rahib (pendeta) yang berbuat ikhlas karena Allah selama tujuhpuluh tahun, sehingga dengan doanya ia sanggup menyelamatkan orang-orang yang sakit. Akan tetapi saya tidak berhenti menggodanya sehingga ia sempat berbuat zina dengan seorang perempuan, membunuh orang dan mati dalam kondisi kafir? Inilah yang disebutkan oleh Allah dalam Kitab Nya dengan firman-Nya:
"(Bujukan orang-orang munafik itu adalah) seperti (bujukan) setan ketika dia berkata kepada manusia: Kafirlah kamu maka tatkala manusia itu telah kafir ia berkata, 'Sesungguhnya aku cuci tangan darimu, karena sesungguhnya aku takut kepada Allah, Tuhan semesta alam." (Qs. al Hasyr: 16).

Apakah engkau tidak tahu wahai Muhammad, bahwa kebohongan itu dari saya, saya adalah orang yang berbohong pertama kali. Orang yang berbohong adalah temanku. Barangsiapa bersumpah atas Nama Allah dengan berbohong maka ia adalah kekasihku. Apakah engkau tidak tahu wahai Muhammad, bahwa saya pernah bersumpah kepada Adam dan Hawa dengan atas Nama Allah, 'Bahwa saya akan memberi nasihat kepada kalian berdua.'

Maka sumpah bohong itu menyenangkan hatiku. Sedangkan menggunjing dan mengadu domba adalah buah santapan dan kesukaanku. Kesaksian dusta adalah penyejuk mataku dan kesenanganku.
Barangsiapa bersumpah dengan menceraikan istrinya (talak) maka hampir tidak akan bisa selamat, sekalipun hanya sekali. Andaikan itu benar, yang karenanya orang membiasakan lidahnya mengucapkan kata-kata tersebut, istrinya akan menjadi haram. Kemudian dari pasangan tersebut menghasilkan keturunan sampai hari Kiamat nanti yang semuanya hasil dari anak-anak zina. Sehingga seluruhnya masuk neraka hanya gara-gara satu ucapan.

Wahai Muhammad, sesungguhnya diantara ummatmu ada orang yang menunda-nunda shalatnya dari waktu ke waktu. Ketika ia hendak menjalankan shalat maka saya selalu berada padanya dan mengganggu sembari berkata kepadanya, 'Masih ada waktu, teruskan engkau sibuk dengan urusan dan pekerjaan yang engkau lakukan.' Sehingga ia menunda shalatnya, dan kemudian shalat di luar waktunya. Akibatnya dengan shalat yang dikerjakan di luar waktunya itu ia akan dipukul di kepalanya.
Kalau saya merasa kalah, maka saya mengirim kepadanya salah seorang dari setan-setan manusia yang akan menyibukkan waktunya. Kalau dengan usaha itu saya masih kalah, maka saya tinggalkan sampai ia menjalankan shalat. Ketika dalam shalatnya saya berkata kepadanya, 'Lihatlah ke kanan dan ke kiri.' Akhirnya ia melihat. Maka pada saat itu wajahnya saya usap dengan tangan saya, kemudian saya menghadap di depan matanya sembari berkata, 'Engkau telah melakukan apa yang tidak akan menjadi baik selamanya.'
Wahai Muhammad, engkau tahu, bahwa orang yang banyak menoleh dalam shalatnya, Allah akan memukul kepalanya dengan shalat tersebut. Kalau dalam shalat ia sanggup mengalahkan saya, sementara ia shalat sendirian, maka saya perintah untuk tergesa-gesa. Maka ia mengerjakan shalat seperti ayam yang mencocok benih-benih untuk dimakan dan segera meninggalkannya.
Kalau ia sanggup mengalahkan saya, dan shalat berjamaah, maka saya kalungkan rantai di lehernya. Ketika ia sedang ruku' saya tarik kepalanya ke atas sebelum imam bangun dari ruku' dan saya turunkan sebelum imam turun.

Wahai Muhammad, engkau tahu, bahwa orang yang melakukan shalat seperti itu, maka batal shalatnya, dan di hari Kiamat nanti Allah akan menyalin kepalanya dengan kepala keledai.
Kalau dengan cara tersebut saya masih kalah, maka saya perintahkan meremas-remas jari-jemarinya sehingga bersuara, sedangkan ia sedang shalat, karenanya ia termasuk orang-orang yang bertasbih kepadaku padahal ia sedang shalat. Kalau dengan cara tersebut masih juga tidak mempan, maka saya tiup hidungnya sehingga ia menguap, sementara ia sedang shalat. Kalau ia tidak menutupi mulutnya dengan tangannya maka setan masuk ke dalam perutnya, sehingga ia semakin rakus dengan dunia dan berbagai perangkapnya. Ia akan selalu mendengar dan taat kepadaku.

Bagaimana ummatmu bisa bahagia wahai Muhammad, sementara saya memerintah orang-orang miskin untuk meninggalkan shalat, dan saya berkata kepadanya, 'Shalat bukanlah kewajiban kalian, shalat hanya kewajiban orang-orang yang diberi nikmat oleh Allah.' Saya pun berkata kepada orang yang sakit, 'Tinggalkan shalat, karena shalat bukanlah kewajibanmu. Shalat hanyalah kewajiban orang-orang yang diberi nikmat kesehatan.
Sebab Allah sudah berfirman, , “... dan tidak apa apa bagi seorang yang sedang sakit ...,“(Q.s. an Nur: 61). Kalau engkau sudah sembuh baru melakukan shalat.' Akhirnya ia mati dalam kondisi kafir. Apabila ia mati dengan meninggalkan shalat ketika sedang sakit, maka ia akan bertemu Allah dengan dimurkai.

Wahai Muhammad, jika saya menyimpang dan berdusta kepadamu, maka hendak
nya engkau memohon kepada Allah agar saya dijadikan debu yang lembut. Wahai Muhammad, apakah engkau masih juga merasa gembira terhadap ummatmu, sementara saya bisa memurtadkan seperenam dari ummatmu untuk keluar dari Islam?"

Kemudian Rasulullah meneruskan pertanyaannya, "Wahai makhluk yang terkutuk, siapa teman dudukmu?"
"Orang-orang yang suka makan riba," jawab iblis.
"Lalu siapa teman dekatmu?" tanya Rasululah kembali.
"Orang yang berzina," jawabnya.
"Siapa teman tidurmu?" tanya Rasulullah.
"Orang yang mabuk," jawabnya.
"Siapa tamumu?" tanya Rasulullah.
"Pencuri," jawabnya.
"Siapa utusanmu?" tanya Rasulullah.
"Tukang sihir," jawabnya.

'Apa yang menyenangkan pandangan matamu?" tanya Rasulullah.
"Orang yang bersumpah dengan talak," jawab iblis.
"Siapa kekasihmu?" tanya Rasulullah.
"Orang yang meninggalkan shalat Jum'at," jawabnya.
"Wahai makhluk yang terkutuk, apa yang mengakibatkan punggungmu patah?" Tanya Rasulullah.
"Suara ringkik kuda untuk berperang membela agama Allah," jawabnya.
“Apa yang menjadikan tubuhmu meleleh?" tanya Rasulullah.
"Tobatnya orang yang bertobat" jawabnya.
“Apa yang membuat hatimu panas?" tanya Rasulullah.
"Banyaknya istighfar kepada Allah, baik di malam atau siang hari," jawabnya.

“Apa yang membuatmu merasa malu dan hina?" tanya Rasulullah.
"Sedekah secara rahasia," jawabnya
"Apa yang menjadikan matamu buta?" tanya Rasulullah.
"Shalat di waktu sahur," jawabnya.
“Apa yang dapat mengendalikan kepalamu?" tanya Rasulullah.
"Memperbanyak shalat berjamaah," tuturnya.
"Siapa orang yang paling bisa membahagiakanmu?" tanya Rasulullah
"Orang yang sengaja meninggalkan shalat," tuturnya.
"Siapa orang yang paling celaka menurut engkau?" tanya Rasulullah
"Orang-orang yang kikir," jawabnya
"Apa yang menyita pekerjaanmu?" tanya Rasulullah.
"Majelis orang-orang alim," jawabnya.
"Bagaimana cara engkau makan?" Tanya Rasulullah
"Dengan tangan kiriku dan jari-jemariku," jawabnya
"Di mana engkau mencari tempat berteduh untuk anak anakmu di waktu panas?" tanya Rasulullah
"Di bawah kuku manusia," jawab iblis
"Berapa kebutuhan yang pernah engkau minta kepada Tuhamnu?" tanya Rasulullah.

"Sepuluh macam," jawabnya
"Apa saja itu wahai makhluk terkutuk?" tanya Rasulullah
Iblis pun menjawabnya, "Saya memintaNya agar saya bisa berserikat dengan anak-cucu Adam dalam harta kekayaan dan anak-anak mereka. Akhirnya Tuhan mengizinkanku berserikat dalam kelompok mereka. Itulah maksud firman Allah:
"Dan berserikatlah dengan mereka pada harta dan anak-anak dan beri janjilah mereka. Dan tidak ada yang dijanjikan oleh setan kepada mereka melainkan tipuan belaka." (Q.s. al Isra': 64).

Setiap harta yang tidak dikeluarkan zakatnya, maka saya ikut memakannya. Saya juga ikut makan makanan yang bercampur riba dan haram serta segala harta yang tidak dimohonkan perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk. Setiap orang yang tidak memohon perlindungan kepada Allah dari setan ketika bersetubuh dengan istrinya, maka setan akan ikut bersetubuh. Akhirnya melahirkan anak yang mendengar dan taat kepadaku. Begitu pula orang yang naik kendaraan dengan maksud mencari penghasilan yang tidak dihalalkan, maka saya adalah temannya. Itulah maksud firman Allah:
“Dan kerahkanlah terhadap mereka pasukan berkuda dan pasukanmu yang berjalan kaki." (Q.s. al Isra': 64).

Saya memohon kepada Nya agar saya punya rumah, maka rumahku adalah kamar mandi. Saya memohon agar saya punya masjid, akhirnya pasar menjadi masjidku. Saya memohon agar saya punya Al-Qur'an, maka syair adalah al-Qur'anku. Saya memohon agar saya punya adzan, maka terompet adalah panggilan adzanku. Saya memohon kepadaNya agar saya punya tempat tidur, maka orang-orang mabuk adalah tempat tidurku.
Saya memohon agar saya memiliki teman-teman yang menolongku, maka kelompok al-Qadariyyah menjadi teman-teman yang membantuku. Dan saya memohon agar saya mendapatkan teman-teman dekat, maka orang-orang yang menginfakkan harta kekayaannya untuk kemaksiatan adalah teman dekatku. Ia kemudian membaca firman Allah, “Sesungguhnya pemboros pemboros itu adalah saudara-saudara setan dan setan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya.” (Q.s. al Isra': 27)."

Rasulullah saw. berkata kepadanya, "Andaikan tidak setiap apa yang engkau ucapkan itu didukung oleh ayat-ayat dari Kitab Allah tentu aku tidak akan membenarkanmu."

Lalu iblis berkata lagi, "Wahai Muhammad, saya memohon kepada Allah agar saya bisa melihat anak-cucu Adam, sementara mereka tidak bisa melihatku. Kemudian Allah menjadikan aku bisa mengalir melalui peredaran darah mereka. Diriku bisa berjalan ke mana pun sesuai kemauan diriku dan dengan cara bagaimana pun. Kalau saya mau dalam sesaat pun bisa. Kemudian Allah berfirman kepadaku, 'Engkau bisa melakukan apa saja yang kau minta.' Akhirnya saya merasa senang dan bangga sampai hari Kiamat. Sesungguhnya orang yang mengikutiku lebih banyak daripada orang yang mengikutimu. Sebagian besar anak-cucu Adam akan mengikutiku sampai hari Kiamat.

Saya memiliki anak yang saya beri nama Atamah. Ia akan kencing di telinga seorang hamba ketika ia tidur meninggalkan shalat Atamah (Isya'). Andaikan tidak karenanya tentu manusia tidak akan tidur lebih dahulu sebelum menjalankan shalat.

Saya juga punya anak yang saya beri nama Mutaqadhi. Apabila ada seorang hamba melakukan ketaatan (ibadah) dengan rahasia dan ingin menutupinya, maka anak saya tersebut senantiasa membatalkannya dan dipamerkan di tengah-tengah manusia, sehingga semua manusia tahu. Akhirnya Allah membatalkan sembilan puluh sembilan dari seratus pahalanya. Sehingga yang tersisa hanya satu pahala. Sebab setiap ketaatan yang dilakukan secara rahasia akan diberi seratus pahala.

Saya punya anak lagi yang bernama Kuhyal, dimana ia bertugas mengusapi celak mata semua orang yang sedang berada di majelis pengajian dan ketika khathib
sedang berkhuthbah. Sehingga mereka terkantuk dan akhirnya tidur, tidak bisa mendengarkan apa yang dibicarakan para ulama. Mereka yang tertidur tidak akan ditulis pahala sedikit pun untuk selamanya.
Setiap kali ada perempuan keluar mesti ada setan yang duduk di pinggulnya, ada pula yang duduk di daging yang mengelilingi kukunya. Dimana mereka akan menghiasi kepada orang-orang yang melihatnya. Kedua setan itu kemudian berkata kepadanya, 'Keluarkan tanganmu.' Akhirnya ia mengeluarkan tangannya, kemudian kukunya tampak, lalu kelihatan nodanya.

Wahai Muhammad, sebenarnya saya tidak bisa menyesatkan sedikit pun. Akan tetapi saya hanya akan mengganggu dan menghiasi. Andaikan saya memiliki hak dan kemampuan untuk menyesatkan, tentu saya tidak membiarkan segelintir manusia pun di muka bumi ini yang masih sempat mengucapkan dua kalimat syahadat, 'Tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah Utusan-Nya.' Tidak akan ada lagi orang yang shalat dan berpuasa. Sebagaimana engkau wahai Muhammad, tidak berhak untuk memberikan hidayah sedikit pun kepada siapa saja. Akan tetapi engkau adalah seorang utusan dan penyampai amanat dari Tuhan. Andaikan engkau memiliki hak dan kemampuan untuk memberi hidayah, tentu engkau tidak akan membiarkan segelintir orang kafir pun di muka bumi ini. Engkau hanyalah sebagai argumentasi (hujjah) Tuhan terhadap makhluk-Nya. Sementara saya hanyalah menjadi sebab celakanya orang yang sebelumnya sudah dicap oleh Allah menjadi orang celaka. Orang yang bahagia dan beruntung adalah orang yang dijadikan bahagia oleh Allah sejak dalam perut ibunya, sedangkan orang yang celaka adalah orang yang dijadikan celaka oleh Allah sejak dalam perut ibunya."

Kemudian Rasulullah membacakan firman Allah:
"Jikalau Tuhanmu menghendaki, tentu Dia menjadikan manusia ummat Yang satu, tetapi mereka senantiasa berselisih pendapat. Kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Tuhanmu." (Q.s. Hud: 118 9).

Kemudian beliau melanjutkan dengan firman Allah yang lain:
"Dan adalah ketetapan Allah itu suatu ketetapan yang pasti berlaku." (Q.s. al Ahzab: 38).
Lantas Rasulullah saw. berkata lagi kepada iblis, "Wahai Abu Murrah (iblis), apakah engkau masih mungkin bertobat dan kembali kepada Allah, sementara saya akan menjaminmu masuk surga.”
Ia menjawab, "Wahai Rasulullah, ketentuan telah memutuskan dan Qalam pun telah kering dengan apa yang terjadi seperti ini hingga hari kiamat nanti. Maka Mahasuci Tuhan Yang telah menjadikanmu sebagai tuan para Nabi dan khatib para penduduk surga. Dia telah memilih dan mengkhususkan dirimu. Sementara Dia telah menjadikan saya sebagai tuan orang-orang celaka dan khatib para penduduk neraka. Saya adalah makhluk yang celaka lagi terusir. Ini adalah akhir dari apa yang saya beritahukan kepadamu, dan saya mengatakan sejujurnya."

Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam, awal dan akhir, dhahir dan bathin. Dan semoga shalawat dan salam sejahtera tetap diberikan kepada seorang Nabi yang Ummi dan kepada para keluarga dan sehabatnya serta para Utusan dan para Nabi

Sumber kutipan : Cerita dan Hikmah Islam , http://www.dtjakarta.or.id



Selasa, 02 Juni 2009

Merasa gagal

Kegagalan dalam hal apa saja terkadang membuat kita merasa kehilangan sesuatu yang tadinya kita miliki. Kegagalan dalam berumah tangga sering membuat masing-masing pasangan merasa kehilangan. Kehilangan berbagai hal yang semula kita merasa memilikinya, misalnya kehilangan benda yang kitsukai, kehilangan cinta, kebiasaan , hobi , perhatian dst.

Kehilangan-kehilangan semacam ini seringkali membuat seseorang merasa tidak memiliki harapan lagi (hopeless). Ia merasa tak berguna lagi tak dihargai lagi. Akibat yang sering terjadi adalah frustasi hingga depresi. Kita bisa masih tersenyum, namun terasa senyuman ini dipaksakan. Orang-orang bisa saja mengatakan bahwa dia bahagia, namun kebahagiaan itu tidak lahir secara penuh dan tulus, masih ada yang mengganjal.

Jadi dari sinilah rasakepemilikan ini muncul. Karena rasa memiliki yang begitu besar terhadap pasangan atau benda-benda lainnya. Bilamana hal-hal tersebut hilang dari kepemilikan, maka kita akan merasa tak berguna atau bahkan merasa tercampakkan.

Mengapa ada rasa tidak enak? Mengapa ada rasa sedih ? Mengapa ada rasa bersalah? Mengapa ada rasa kecewa ? Pertanyaan semcam ini akan banyak mucul di benak kita.

Saudaraku, segala sifat dan karakter dari apapun dan siapapun adalah rapuh dan selalu berubah. Mengapa kita tidak berpaling pada sesuatu yang tidak rapuh dan tidak berubah? Adakah kebenaran yang membuat kita merasa bahagia dan lega?

Firman Allah, yang artinya ,” Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi, dan allah Maha Kuasa atas segala sesuatu ,” (Qs. Ali ‘imran : 189)

Firman Allah, yang artinya ,” (Yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata) ‘Ya tuhan kami, tiadalah Engaku menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci engkau, maka peliharalah kami dari siksa api neraka’ “. (Qs. Ali ‘imran: 191).

Mengapa kita tidak menyandarkan diri kepada pemilik jagad raya ini ? kenapa harus menyandarkan perasaan kepemilikan terhadap benda-benda yang rapuh. Jadi apapun itu dan siapapun itu orangnya pasti akan berubah. Perubahan adalah hukum alam (sunatullah) bagi semua benda atau semua makhluk ciptaan Allah. Nah kenapa kita mesti kecewa kepada suatu hal yang rapuh dan selalu berubah,

Mengapa kita tidak mengalihkan perhatian pada sesuatu yang tiada pernah berubah, sesuatu yang kekal bukankah Allah-lah kerajaan yang menguasai dan memiliki langit dan bumi, Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Saudaraku, kesedihan dan kekecewaan terjadi karena kita terlalu memegang dan mengharapkan sesuatu yang bersifat rapuh, sesuatu yang tidak kekal dan selalu berubah. Semakin erat kita kita memegang maka akan semakin sedih dan kecewa bila pegangan itu lepas. Harta, pangkat, jabatan dan sebagainya adalah rapuh dan tiada kekal. Semakin erat anada menggenggamnya , maka mereka akan segara manyakiti anda.

Berpeganglah kepada Allah Yang Maha Kekal. Percayakan semua persoalan kita kepada Allah, yakinlah keajaiban akan menghampiri kita.
Sebagaimana firman Allah, yang artinya ,” Jika Allah menolong kamu, maka tak ada orang yang dapat mengalahkanmu, Jika Allah membiarkan kamu (tidak member pertolongan), maka siapakah greangan yang dapat menolong kamu (selain ) dari Allah sesudah itu ? Karena itu, hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakal “, (Qs. Ali ‘Imran : 160).

Janganlah anda serahkan persoalan anda kepada siapapin dan apapun, karena mereka hanya makhluk yang tiada memiliki daya untuk menyelesaikan persoalan yang sedang anda hadapi.

Saudaraku, mendekatlah kepada Allah, itulah satu-satunya jawaban. Persoalan apapun yang anda hadapi, akan beres dengan sendirinya dengan cara mendekatkan diri kepada Allah.

Allau a’lam
Sumber : gagal itu indah, Yusran Pora


yang disukai belum tentu baik

Umumnya kita menggolongkan suatu peritiwa yang menimpa menjadi dua kelompok besar, yaitu peristiwa yang baik menurut kita dan peristiwa buruk. Sudut pandang ini juga bergantung pada latar belakang, budaya serta pandangan keyakinan masing-masing. Baik dan buruk suatu peristiwa seringkali menjadi bahan perdebatan yang berlarut-larut. Dan ini wajar karena adanya perbedaann standar keyakinan yang dianut masing-masing orang.

Bagi orang beriman, tentunya dari segala peristiwa yang dialami , selalu tertuju pada keyakinan bahwa hanya Allah yang mengetahui apa yang terbaik dan terburuk untuk hamba-Nya. Dan tentu tidak sama dengan pandangan manusia, sebab pengetahuan Allah tiada terbatas. Manusia hanya sanggup melihat tampilan luaran suatu peristiwa dan hanya mampu bersandar pada penglihatan yang terbatas. Oleh karena kekurangan informasi dan pemahaman ini membuat kita tidak menyukai sesuatu, padahal sebenarnya itu baik buat kita. Sebaliknya bisa saja kita mencintai sesuatu, padahal itu merupakan sebuah keburukan.

Untuk melihat kebaikan itu seorang hamba beriman harus menyerahkan rasa percayanya kepada kebijaksanan Allah yang tiada terbatas dan percaya bahwa ada kebaikan dalam segala hal yang terjadi.

Suatu hal yang dibenci kadang justru mendatangkan kesenangan, suatu hal yang disukai sering malah mendatangkan kesusahan. Janganlah merasa aman dengan kesenangan, karena dibalik itu bisa menimbulkan keudaratan. Saudaraku, janganlah merasa putus asa karena kelsulitan yang dihadapi.

Sebagaimana Allah berfirman, yang artinya ,” diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah suatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui ,” (Qs. Al-Baqarah : 216).

Allah menyatakan dalam ayat ini, bahwa persitiwa yang dianggap baik oleh manusia , pada suatu ketika justru merugikan manusia itu sendiri. Begitu pula sesuatu yang sebenarnya ingin dihindari karena dianggap merugikan malah bisa menyebabkan kebahagiaan dan kedamaian.

Dengan menyakini hal ini, kita akan memiliki pandangan yang lebih baik. Kita akan selalu merasa bersyukur atas segala yang menimpa kita.

Saudaraku, seorang hamba tidak akan memperoleh kenikmatan surga kecuali ia telah mendapatkan ujian yang dibenci oleh jiwanya. Sebagaimana disabdakan Rasulullah saw, yang artinya ,” Surga itu dikelilingi (dipenuhi) oleh berbagai hal yang dibenci dan neraka itu dikelilingi oleh berbagai syahwat (kesenangan) hawa nafsu”, (Hr Bukhari Muslim).

Sesuatu yang dibenci adalah segala persitiwa atau keadaan yang dibenci oleh jiwa dan jiwa merasa terbebani olehnya. Bisa berupa musibah, bencana, kesungguhan atau pengorbanan jiwa dalam melaksanakan berbagai ketaatan dan menjauhi berbagai perbuatan maksiat, sabar menerima musibah dan berserah diri kepada ketentuan Allah terhadap musibah itu.

Dalam suatu riwayat diceritakan bahwa Rasulullah bersabda tentang sahabat yang kehilangan penglihatannya. Allah Azza wa Jalla berfirman dalam hadits qudsi, yang artinya ,” Jika hamba-Ku diuji dengan (dicabutnya) nikmat dua buah benda yang dicintainya, kemudian ia bersabar, maka Aku akan menggantikan kedua benda tersebut dengan surga ,” (Hr Bukhari).

Dari riwayat Abu Hurairah, bahwa ketika Rasulullah saw menjenguk orang sakit, beliau bersabda, yang artinya ,” Beritakanlah kabar gembira, sesungguhnya Allah Azza wa Jalla pernah berfirman, “Penyakit itu adalah api-Ku yang aku timpakan kepada hamba-Ku yang mukmin didunia ini, agar ia dapat selamat dari api neraka pada hari akhir nanti”. (Hr Bukhari dan Hakim).

Dengan memahami apa rahasia dibalik segala kesulitan adalah bagian dari ujian yang diberikan Allah kepada hamba-hamba-Nya, kita dapat mengetahui bahwa cobaan itu adalah sunnah Rabbani yang sarat dengan hikmah dan rahmat-Nya.
Yakinlah saudaraku, sesungguhnya Allah tidak menetapkan sesuatu, baik dalam bentuk suatu ciptaan maupun syariat, melainkan didalamnya terdapat kebaikan dan rahmat bagi hamba-Nya. Terdapat hikmat yang sangat banyak dalam setiap musibah yang tidak diketahui dengan akal manusia biasa.

Inilah yang dinamakan nikmat tersebunyi, maka orang-orang shaleh terdahulu selalu gembira ketika mereka ditimpa suatu penyakit atau musibah, seperti gembiranya kita ketika mendapat kemewahan.
Rasulullah saw pun menyebutkan bahwa cobaan para Nabi dan orang-orang shaleh adalah penyakit, kefakiran dst. Kemudian Rasulullah saw bersabda, yang artinya, “ Sehingga salah seorang diantara mereka, merasa sangat gembira dengan bala yang menimpanya, seperti gembiranya salah seorang diantara kalian ketika mendapatkan kemewahan (kelapangan),” (Hr Ibn Majah).

Bahkan para salaf berkata, ‘Wahai anak Adam, nikmat Allah yang tidak engkau sukai yang telah diberikan kepadamu lebih besar (manfaatnya) dari nikmat Allah yang engkau sukai ‘. (Madarij as-Salikin).

Saudaraku, ingatlah selalu dari Abu Hurairah ra berkata , bahwa Rasulullah bersabda, yang artinya ,” Sesungguhnya seseorang itu untuk memperoleh kedudukan disisi Allah, ia tidak akan mencapainya dengan amal perbuatannya. Allah akan memberikan ujian berupa sesuatu yang dibencinya hingga ia dapat mencapai kedudukan tersebut, “ (Hr Abu Ya’la dan Ibn Hibban).

Kadangkala kondisi kita yang prima, sehat, karier bagus, berlimpahkanya harta, membuat kita mudah bersikap berlebihan, membanggakan diri, dan akhirnya mengkufuri nikmat. Kita menjadi terlalu menikmati kegagahan, kekuatan dan kondisi yang nyaman. Kondisi ini rentan untuk justru membuat kita makin jauh dari sikap taat dan tunduk kepada Allah dan tawadhu dalam menghambakan diri kepada Allah.

Allahu a’lam
Sumber : Hendra Setiawan , agar selalu ditolong Allah,Abdullah bin Ali al-Juaitsin.