*****Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta,jiwa dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yg sabar.(Qs.Al-Baqarah 2 : 155).*****Ataukah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga , padahal (cobaan) belum datang kepadamu seperti (yang dialami) orang-orang terdahulu sebelum kamu. Mereka ditimpa kemelaratan, penderitaan dan diguncang (dengan berbagai cobaan), sehingga Rasul dan orang-orang yg beriman bersamanya , berkata, 'kapankah datang pertolongan Allah?' Ingatlah , sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat.(Qs.Al-Baqarah 2 : 214). *****Dan sungguh, Kami telah mengutus (rasul-rasul) kepada umat-umat sebelum engkau, kemudian Kami siksa mereka dengan (menimpakan) kemelaratan dan kesengsaraan , agar mereka memohon (kepada Allah) dengan kerendahan hati.(Qs.Al-An'am 6 : 42). *****Dan Kami coba mereka dengan (nikmat) yg baik-baik dan (bencana) yg buruk-buruk, agar mereka kembali (kepda kebenaran). (Qs. Al-A'raf 7 : 168). *****Sesungguhnya orang-orang yang beriman adalah mereka yg apabila disebut nama Allah gemetar hatinya , dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, bertambah imannya dan hanya kepada Tuhan mereka bertawakal, (yaitu) orang-orang yg melaksanakan shalat dan yg menginfakkan sebagian dari rizki yang Kami berikan kepada mereka. Mereka itulah orang-orang yg benar-benar beriman. Mereka akan memperoleh derajat (tinggi) di sisi Tuhannya dan ampunan serta rizki (nikmat) yg mulia. (Qs.An-anfal 8 : 2-4). *****Apakah kamu mengira bahwa kamu akan dibiarkan (begitu saja), padahal Allah belum mengetahui orang-orang yg berjihad diantara kamu dan tidak mengambil teman yg setia selain Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman. Allah Mahateliti terhadap apa yg kamu kerjakan. (Qs. At-Taubah 9 : 16) *****Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yg sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kami-lah kamu dikembalikan. (Qs. Al-Anbiya 21 : 35). *****Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sungguh , Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, Maka Allah pasti mengetahui orang-orang yang benar dan pasti mengetahui orang-orang yg dusta. (Qs. Al-'Ankabut 29 : 2-3)

Minggu, 30 Mei 2010

Menjemput Rezeki

Menjelang Dzuhur, dari kejauhan terlihat sosok tua dengan pikulan yang membebani pundaknya yang renta. Dari bentuk yang dipikulnya, saya hapal betul apa yang dijajakannya, penganan langka yang menjadi kegemaran saya di masa kecil. Segera saya hampiri dan benarlah, yang dijajakannya adalah kue rangi, terbuat dari sagu dan kelapa yang setelah dimasak dibumbui gula merah yang dikentalkan. Nikmat, pasti.
Satu yang paling khas dari penganan ini selain bentuknya yang kecil-kecil dan murah, kebanyakan penjualnya adalah mereka yang sudah berusia lanjut. “Tiga puluh tahun lebih bapak jualan kue rangi,” akunya kepada saya yang tidak bisa menyembunyikan kegembiraan bisa menemukan jajanan masa kecil ini. Sebab, sudah sangat langka penjual kue rangi ini, kalau pun ada sangat sedikit yang masih menggunakan pikulan dan pemanggang yang menggunakan bara arang sebagai pemanasnya.

Tiga jam setengah berkeliling, akunya, baru saya lah yang menghentikannya untuk membeli kuenya. “Kenapa bapak tidak mangkal saja agar tidak terlalu lelah berkeliling,” iba saya sambil menaksir usianya yang sudah di atas angka enam puluh. “Saya nggak pernah tahu dimana Allah menurunkan rezeki, jadi saya nggak bisa menunggu di satu tempat. Dan rezeki itu memang bukan ditunggu, harus dijemput. Karena rezeki nggak ada yang nganterin,” jawabnya panjang.

Ini yang saya maksud dengan keuntungan dari obrolan-obrolan ringan yang bagi sebagian orang tidak menganggap penting berbicara dengan penjual kue murah seperti Pak Murad ini. Kadang dari mereka lah pelajaran-pelajaran penting bisa didapat. Beruntung saya bisaberbincang dengannya dan karenanya ia mengeluarkan petuah yang saya tidak memintanya, tapi itu sungguh penuh makna.

“Setiap langkah kita dalam mencari rezeki ada yang menghitungnya, dan jika kita ikhlas dengan semua langkah yang kadang tak menghasilkan apa pun itu, cuma ada dua kemungkinan. Kalau tidak Allah mempertemukan kita dengan rezeki di depan sana, biarkan ia menjadi tabungan amal kita nanti,” lagi sebaris kalimat meluncur deras meski parau terdengar suaranya.


“Tapi kan bapak kan sudah tua untuk terus menerus memikul dagangan ini?” pancing saya, agar keluar terus untaian hikmahnya. Benarlah, ia memperlihatkan bekas hitam di pundaknya yang mengeras, “Pundak ini, juga tapak kaki yang pecah-pecah ini akan menjadi saksi di akhirat kelak bahwa saya tak pernah menyerah menjemput rezeki.”

Sudah semestinya isteri dan anak-anak yang dihidupinya dengan berjualan kue rangi berbangga memiliki lelaki penjemput rezeki seperti Pak Murad. Tidak semua orang memiliki bekas dari sebuah pengorbanan menjalani kerasnya tantangan dalam menjemput rezeki. Tidak semua orang harus melalui jalan panjang, panas terik, deras hujan dan bahkan tajamnya kerikil untuk membuka harapan esok pagi. Tidak semua orang harus teramat sering menggigit jari menghitung hasil yang kadang tak


sebanding dengan deras peluh yang berkali-kali dibasuhnya sepanjang jalan. Dan Pak Murad termasuk bagian dari yang tidak semua orang itu, yang Allah takkan salah menjumlah semua langkahnya, tak mungkin terlupa menampung setiap tetes peluhnya dan kemudian mengumpulkannyas ebagai tabungan amal kebaikan.
***
Sumber : Bayu Gawtama, http://auliamuttaqin.wordpress.com

Kamis, 27 Mei 2010

Penghambat cahaya Illahi

Bila seorang hamba telah terbelenggu dengan kekuatan energi negatif. Maka dia akan menjadi budaknya, emosi telah membelenggunya untuk melakukan apasaja tanpa melalui proses pemikiran panjang. Informasi sekitar yang masuk kedalam diri, terlepas dari filter fungsi otak sehingga mengalir tanpa melalui proses pemikiran. Hal ini akan berakibat pada bentuk dorongan keinginan memenuhi jiwanya , dimana akhirnya akan menjaelma menjadi penyakit hati.
Fungsi indera telinga kita mendengar berita bahwa salah satu tetangga membeli mobil baru. Indera mata segera membuktikan bagaimana cantiknya mobil baru itu, indera mata selanjutnya menginformasikan kepada indera perasaana (hati) bahwa mobil tersebut memang benar cantik.
Selanjutnya fungsi otak berpikir bila dia bisa , mengapa kita tidak. Serupa dengan fugsi hati, keinginan memiliki mobil tersebut semakin besar . Kenyataanini diperkuat dengan informasi indera lain, yang memberikan respon agar hamba terbut benar-benar bisa memiliki mobil seperti itu , dengan apapun caranya.

Penyakit hati yang timbul , akan mendorong segala upaya yang bisa dilakukan bahkan jalan yang haram pun dilakukan. Penyakit hati tak akan pernah merasa puas, dan makin lama menimbulkan bibit penyakit baru yaitu iri dan dengki.

Firman Allah, yang artinya ,” Agar Dia menjadikan apa yang dimasukkan oleh setan itu, sebagai cobaan bagi orang-orang yang didalam hatinya ada penyakit dan yang kasar hatinya. Dan sesungguhnya orang-orang zalim itu, benar-benar dalam permusuhan yang sangat “. (Qs Al-Hajj : 53).

Allah menjelaskan dalam ayat ini, bahwa melaui penyakit hati , seorang hamba akan selalu diperbudak oleh perbuatan-perbuatan yang menyimpang dan mempunyai watak yang kasar.

Firman Allah, yang artinya ,” Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya, dan bagi mereka seksa yang pedih , disebabkan mereka berdusta ,” (Qs. Al-Baqarah : 10).
Saudaraku , kita harus terus berupaya membersihkan penyakit hati ini. Hati yang sudah tertutup, berarti ia telah melepaskan diri dari keberkahan sinaran cahaya Illahi , dan semakin menjauh.

Sesungguhnya keberhasilan seorang hamba tidak serta merta karena otak cerdas, dst. Namun lebih dari itu adalah kekuatan inner (pusat) dari kesadaran spiritual juga merupakan factor yang sangat penting.

Hati manusia yang semakin gelap, maka dalam dirinya justru semakin bangga dengan perliaku dosa yang dia lakukan. Sehingga setan berkata ,’satu lagi yang dapat kusesatkan, kelak ia akan menyesal dan mengutuk dirinya’.

Lalu bagaimana mengatasi kegelapan hati?
Bagaimana agar hati kita kuat dan tangguh, mempunyai jiwa yang bersinar terang?
Jawaban paling tepat adalah mendirikan shalat. Mendirikan shalat jelas berbeda dengan mengerjakan shalat.

Dengan shalat yang khusyu , dengan mengingat Allah , kita bisa membersihkan segala macam penyakit hati. Allah menciptakan manusia agar mereka selalu mengingat-Nya.

Firman Allah , yang artinya ,” Dan barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta ,” (Qs. Taha : 124).

Sauadraku marilah kita menyadari kelemahan yang ada dalam diri kita. Bukti keimanan adalah menyerahkan segala urusan kepada Allah, bertawakal kepada-Nya, percaya akan janji-Nya, ridha dengan ciptaan-Nya, berbaik sangka kepada-Nya.
Ketika kita semakin mendekat kepada Allah, ketenangan akan selalu menghampiri kita.
Ketenangan dan ketentraman hati, akan membersihkan penyakit hati.

Allahu a’lam.
Sumber : Hendra setiawan (Agar selalu ditolong Allah), Muh Makhdlori menyingkap mukjizat rahasia shalat dhuha).

Kamis, 20 Mei 2010

Kegagalan, menciptakan kesempatan baru

Kita lebih banyak belajar dari kegagalan dibanding dari kesuksesan. Janganlah kita takut pada kegagalan, karena ia memberikan kepada kita berbagai macam pintu keberhasilan. Bersyukurlah kepada Allah bila kita mendapat masalah dan berujung kegagalan. Kegagalan ini tidak berarti anda tidak diberkati Tuhan, namun kegagalan berarti anda bersedia untuk mencoba hal-hal baru. Anda benar, kegagalan telah membuat kita berubah untuk selanjutnya berusaha lagi. Seringkali kegagalan dipandang sebagai akhir dari sebuah usaha kemudian menyerah dan berhenti menerima kenyataan. Kegagalan seharusnya membuat kita terus terus mencoba dan mencoba. Apapun masalah yang dihadapi akan membuat anda hidup. Justru dengan masalah ini membuktikan bahwa Tuhan masih mempercayakan kepada kita untuk tetap hidup. Bersedia mencoba merupakan metode sederhana untuk menghilangkan rasa takut termasuk terhadap kegagalan. Bila anda takut akan kegelapan, cobalah anda masuk ke ruangan yang gelap. Maka lambat laun ketakutan akan berkurang dan hilang.

Saudaraku, pada kenyataannya orang-orang sukses dalam kehidupannya , bukan tidak pernah gagal. Justru orang-orang sukses adalah orang-orang yang pernah berada dalam posisi kehidupan terbawah dan tidak terbayangkan betapa susah keadaan tersebut oleh orang kebanyakan. Orang-orang sukses itu berupaya bisa bangkit dari kegagalan dan menerima kegagalan sebagai sebuah pelajaran berharga. Itulah caranya mengatasi kegagalan.

Kegagalan justru jadi pemicu upaya untuk sukses. Kegagalan justru akan membuat orang sukses matang dalam berbagai hal, sebagai bekal untuk sukses. Dalam terminologi agama, kegagalan justru adalah kasih sayang dari Tuhan untuk menunjukkan jalan yang lebih baik dari jalan yang sekarang kita tempuh. Jika Tuhan tidak sayang kita mungkin akan membiarkan kita melalui jalan yang kita anggap baik padahal itu salah dan tidak baik bagi kita. Maka jangan pernah menyerah dalam kegagalan kecil, agar tidak memperoleh kegagalan yang lebih besar.

Bukankah semakin banyak kita dicoba dengan kegagalan , menunjukkan semakin dekat dan semakin tinggi kasih sayang-Nya kepada kita.
Sebagaimana, dimuat dalam Riadhus Shalihin oleh Salim Bahreisj, menyatakan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda, yang arti bebasnya , “ Tiada henti-hentinya bala’ menimpa orang mukmin laki-laki maupun perempuan baik yang menimpa dirinya atau sanak keluar-ganya atau harta kekayaanya, hingga menghadap kepada Allah sudah bersih dari dosa “.

Bukankah ujian-ujian yang anda hadapi asdalah salah satu sarana ampuh untuk meraih keberlimpahan berkah Tuhan.

Saudaraku, tidak ada kesia-siaan dalam kehidupan kita. Semua apa yang pernah kita miliki kontribusi dalam kehidupan ini. Peristiwa kegagalan akan menjadi bahan untuk membangun kualitas kehidupan kita menjadi lebih baik. Semua orang pasti pernah mengalami kegagalan. Baik itu kegagalan di dalam perdagangan, kegagalan dalam pernikahan, kegagalan dalam kuliah, kegagalan dalam pekerjaan dan lain sebagainya. Bahkan orang-orang besar yang terlihat bergelimang kesuksesan sekalipun pasti pernah mengalami kegagalan di dalam hidup mereka. Dengan kegagalan orang-orang biasa bisa menjadi maju dan menjadi jauh lebih baik dari hari-hari sebelumnya.

Kesuksesan yang anda raih saat ini akan lebih nikmat disyukuri bila sebelumnya kita diterpa kegagalan atau kejatuhan yang hebat. Dan kesuksesan yang diraih pun akan terasa hambar bahkan tak memiliki makna apapun bila anda tak pernah merasakan sakitnya kegagalan.

Disamping itu, ada rahasia Tuhan , yang bisa jadi kita tak pernah mengetahuinya. Mungkin banyak dari kita berpikir mengapa Tuhan ”menghukum” seseorang untuk mengalami kegagalan. Padahal orang tersebut telah melaksanakan kesempatannya dengan maksimal, tetapi masih tetap mengalami kegagalan di akhir usahanya. Seringkali kita tak pernah mengetahui mengenai dampak yang akan ia dapatkan dari suatu kesuksesan yang akan ia peroleh. Padahal bisa jadi kesuksesan itu akan berakibat buruk bagi diri. Misalnya akan merusak rumah tangganya, atau akan mengganggu kesehatannya. Sehingga Tuhan memberikan kegagalan sebagai hasil terbaik untuk diri manusia tersebut.

Yakinlah, saudaraku, bahwa kegagalan yang anda alami saat ini adalah modal energi yang sangat kuat untuk langkah-langkah selanjutnya menuju nikmatnya kesuksesan .

Allahu a’lam
Sumber : Yusran Pora, gagal itu indah.

Selasa, 18 Mei 2010

Nikmat Bersyukur

Firman Allah, yang artinya ,“Mengapa Allah akan menyiksamu, jika kamu bersyukur dan beriman? Dan Allah adalah Maha Mensyukuri lagi Maha Mengetahui”. (An-Nisa’:147)
Dalam suatu riwayat oleh Al-Fudhail bin Iyadh bahwa nabi Daud pernah mengadu kepada Allah . Ia bertanya: “Bagaimana aku mampu bersyukur kepada Engkau, sedangkan bersyukur itupun nikmat dari Engkau? Allah berfirman, “Sekarang engkau telah bersyukur kepadaKu, karena engkau mengakui nikmat itu berasal daripada-Ku ”
Saudaraku, nikmat yang tiada terhitung ini menuntut sikap syukur yang sungguh-sungguh yang dijabarkan dalam bentuk amal nyata sehari-hari. Nabi Daud dijadikan sebagai contoh teladan bersyukur dalam ayat ini memang sangat tepat.

Hadits riwayat Imam Bukhari dan Muslim, bahwa Rasulullah saw bersabda, yang artinya : “Shalat yang paling dicintai oleh Allah adalah shalat nabi Daud; ia tidur setengah malam, kemudian bangun sepertiganya dan tidur seperenam malam. Puasa yang paling dicintai oleh Allah juga adalah puasa Daud; ia puasa sehari, kemudian ia berbuka di hari berikutnya, dan begitu seterusnya”.

Keteladanan nabi Daud juga tercermin dalam hadits riwayat Imam Bukhari, bahwa Rasulullah saw bersabda, “Tidaklah seseorang itu makan makanan lebih baik dari hasil kerja tangannya sendiri. Karena sesungguhnya nabi Daud as senantiasa makan dari hasil kerja tangannya sendiri.”

Bekerja yang dilakukan oleh nabi Daud tentunya bukan atas dasar tuntutan atau desakan ekonomi, karena ia seorang raja yang sudah tercukupi kebutuhannya, namun ia memilih sesuatu yang utama sebagai perwujudan rasa syukurnya yang tiada terhingga kepada Allah swt.

Berkaitan dengan bersyukur, seperti dalam firman Allah, yang artinya, “Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)Ku”. (Al-Baqarah: 152),

Firman Allah , yang artinya, “Karena itu, maka hendaklah Allah saja kamu sembah dan hendaklah kamu termasuk orang-orang yang bersyukur”. (Qs. Az-Zumar: 66)

Redaksi seperti dalam ayat di atas menunjukkan bahwa esensi syukur ada pada perbuatan dan tindakan nyata sehari-hari.


Ibnul Qayyim merumuskan tiga faktor yang harus ada dalam syukur , yaitu
• dengan lisan dalam bentuk pengakuan dan pujian,
• dengan hati dalam bentuk kesaksian dan kecintaan, serta
• dengan seluruh anggota tubuh dalam bentuk amal perbuatan.

Sehingga bentuk implementasi dari rasa syukur bisa beragam; shalat seseorang merupakan bukti syukurnya, puasa dan zakat seseorang juga bukti akan syukurnya, segala kebaikan yang dilakukan karena Allah adalah implementasi syukur. Syukur adalah takwa kepada Allah dan amal shaleh (Muhammad bin Ka’ab Al-Quradhi).

Az-Zamakhsyari memberikan penafsirannya atas petikan ayat, “Bekerjalah wahai keluarga Daud untuk bersyukur kepada Allah” bahwa ayat ini memerintahkan untuk senantiasa bekerja dan mengabdi kepada Allah swt dengan semangat motifasi mensyukuri atas segala karunia nikmat-Nya. Ayat ini juga menjadi argumentasi yang kuat bahwa ibadah hendaklah dijalankan dalam rangka mensyukuri Allah swt.

Rasa syukur juga dicontohkan Rasulullah saw ketika Aisyah mendapati beliau senantiasa melaksanakan shalat malam tanpa henti, bahkan seakan-akan memaksa diri hingga kakinya bengkak-bengkak.
Aisyah bertanya , “Kenapa engkau berbuat seperti ini? Bukankah Allah telah menjamin untuk mengampuni segala dosa-dosamu?”
Rasulullah menjawab, “Tidakkah (jika demikian) aku menjadi hamba Allah yang bersyukur”. (HR. Al-Bukhari).

Pemahaman Rasulullah saw akan perintah bersyukur yang tersebut dalam ayat ini disampaikan kepada sahabat Mu’adz bin Jabal ra dalam bentuk pesannya setiap selesai sholat, “Hai Muaz, sungguh aku sangat mencintaimu. Janganlah engkau tinggalkan setiap selesai sholat untuk membaca do’a, “Ya Allah, tolonglah aku untuk senantiasa berzikir (mengingatiMu), mensyukuri (segala nikmat)Mu, dan beribadah dengan baik”. (HR. Abu Daud dan Nasa’i).

Dalam penafsira Sayid Qutb, penutup ayat di atas “Dan sedikit sekali dari hamba-hamba-Ku yang bersyukur” merupakan sebuah pernyataan akan kelalaian hamba Allah swt dalam mensyukuri nikmat-Nya, meskipun mereka berusaha dengan semaksimal mungkin, tetapi tetap saja mereka tidak akan mampu menandingi nikmat Allah swt yang dikaruniakan terhadap mereka yang tidak terbilang.

Sehingga sangat ironis dan merupakan peringatan bagi mereka yang tidak mensyukurinya sama sekali.
Suatu ketika , Umar bin Khattab ra pernah mendengar seseorang sahabat berdo’a, “Ya Allah, jadikanlah aku termasuk golongan yang sedikit”.
Mendengar itu, Umar terkejut dan bertanya, “Kenapa engkau berdoa demikian?” Sahabat itu menjawab, “Karena saya mendengar Allah berfirman, “Dan sedikit sekali dari hamba-hambaKu yang bersyukur”, makanya aku memohon agar aku termasuk yang sedikit tersebut.

Ciri lain seorang hamba yang bersyukur , dapat ditemukan dalam ayat setelahnya bahwa ia senantiasa memandang segala jenis nikmat yang terbentang di alam semesta ini sebagai bahan perenungan akan kekuasaan Allah swt yang tidak terhingga, sehingga hal ini akan menambah rasa syukurnya kepada Dzat Yang Maha Kuasa.

Allah SWT berfirman, yang artinya “Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi setiap orang yang sabar lagi bersyukur”. (Qs. Saba’:19).
Ayat yang senada dengan redaksi yang sama diulang pada tiga tempat, yaitu Qs. Ibrahim: 5, Qs. Luqman: 31, dan Qs. Asy-Syura’: 33.

Allah SWT akan menurunkan rahmat dan kebaikanNya dan menjauhkannya dari malapetaka, karena demikianlah balasan yang tertinggi yang disediakan oleh Allah swt bagi komunitas dan umat yang senantiasa mampu mensyukuri segala bentuk nikmat Allah swt:
“Mengapa Allah akan menyiksamu, jika kamu bersyukur dan beriman? Dan Allah adalah Maha Mensyukuri lagi Maha Mengetahui”. (An-Nisa’:147)


Allahu A’lam.

Sumber kutipan : Dr. Attabiq Luthfi, MA, http://www.dakwatuna.com

sabar dalam Al-Qur'an

Sabar berasal dari dari bahasa Arab. Asal katanya adalah "Shobaro", yang membentuk infinitif (masdar) menjadi "shabran". Sabar berarti menahan dan mencegah. Firman Allah, yang artinya : “ Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas” . (Qs. Al-Kahfi; 28)
Menahan diri dari sifat kegundahan dan rasa emosi, menahan lisan dari keluh kesah serta menahan anggota tubuh dari perbuatan yang tidak terarah.
Amru bin Usman mengatakan, bahwa sabar adalah keteguhan bersama Allah, menerima ujian dari-Nya dengan lapang dan tenang.

Imam al-Khowas, menyatakan bahwa sabar adalah refleksi keteguhan untuk merealisasikan al-Qur'an dan sunnah.
Sehingga sesungguhnya sabar tidak identik dengan kepasrahan dan ketidak mampuan. Justru orang yang seperti ini memiliki indikasi adanya ketidak sabaran untuk merubah kondisi yang ada, ketidak sabaran untuk berusaha, ketidak sabaran untuk berjuang dan lain sebagainya.

Dalam al-Qur'an banyak sekali ayat-ayat yang berbicara mengenai kesabaran, terdapat 103 kali disebut dalam al-Qur'an, kata-kata yang menggunakan kata dasar sabar; baik berbentuk isim maupun fi'ilnya.
Hal ini menunjukkan kesabaran menjadi perhatian Allah SWT, yang Allah tekankan kepada hamba-hamba-Nya. Dari ayat-ayat yang ada, para ulama mengklasifikasikan sabar dalam al-Qur'an menjadi beberapa macam;


1. Sabar merupakan perintah Allah SWT.

Hal ini sebagaimana yang terdapat dalam QS.2: 153: "Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan kepada Allah dengan sabar dan shalat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar." Ayat-ayat lainnya yang serupa mengenai perintah untuk bersabar sangat banyak terdapat dalam Al-Qur'an. Diantaranya adalah dalam QS.3: 200, 16: 127, 8: 46, 10:109, 11: 115 dsb.

2. Larangan isti'ja l(tergesa-gesa/ tidak sabar), sebagaimana yang Allah firmankan (QS. Al-Ahqaf/ 46: 35): "Maka bersabarlah kamu seperti orang-orang yang mempunyai keteguhan hati dari rasul-rasul dan janganlah kamu meminta disegerakan (azab) bagi mereka…"

3. Pujian Allah bagi orang-orang yang sabar, sebagaimana yang terdapat dalam QS. 2: 177: "…dan orang-orang yang bersabar dalam kesulitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar imannya dan mereka itulah orang-orang yang bertaqwa."

4. Allah SWT akan mencintai orang-orang yang sabar. Dalam surat Ali Imran (3: 146) Allah SWT berfirman : "Dan Allah mencintai orang-orang yang sabar."

5. Kebersamaan Allah dengan orang-orang yang sabar. Artinya Allah SWT senantiasa akan me-nyertai hamba-hamba-Nya yang sabar. Allah berfirman (QS. 8: 46) ; "Dan bersabarlah kamu, karena sesungguhnya Allah itu beserta orang-orang yang sabar."

6. Mendapatkan pahala surga dari Allah. Allah mengatakan dalam al-Qur'an (13: 23 - 24); "(yaitu) surga `Adn yang mereka masuk ke dalamnya bersama-sama dengan orang-orang yang saleh dari bapak-bapaknya, isteri-isterinya dan anak cucunya, sedang malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu; (sambil mengucapkan): "Salamun `alaikum bima shabartum" (keselamatan bagi kalian, atas kesabaran yang kalian lakukan). Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu."



Sebagaimana dalam al-Qur'an, dalam hadits juga banyak sekali sabda-sabda Rasulullah SAW yang menggambarkan mengenai kesabaran. Dalam kitab Riyadhus Shalihin, Imam Nawawi mencantumkan 29 hadits yang bertemakan sabar. Secara garis besar, hadits-hadits tersebut menggambarkan kesabaran sebagai berikut;



  1. Kesabaran merupakan "dhiya' " (cahaya yang amat terang). Karena dengan kesabaran inilah, seseorang akan mampu menyingkap kegelapan. Rasulullah SAW mengungkapkan, "…dan kesabaran merupakan cahaya yang terang…" (HR. Muslim)

  2. Kesabaran merupakan sesuatu yang perlu diusahakan dan dilatih secara optimal. Rasulullah SAW pernah menggambarkan: "…barang siapa yang mensabar-sabarkan diri (berusaha untuk sabar), maka Allah akan menjadikannya seorang yang sabar…" (HR. Bukhari)

  3. Kesabaran merupakan anugrah Allah yang paling baik. Rasulullah SAW mengatakan, "…dan tidaklah seseorang itu diberi sesuatu yang lebih baik dan lebih lapang daripada kesabaran." (Muttafaqun Alaih)

  4. Kesabaran merupakan salah satu sifat sekaligus ciri orang mu'min, sebagaimana hadits; "Sungguh menakjubkan perkara orang yang beriman, karena segala perkaranya adalah baik. Jika ia mendapatkan kenikmatan, ia bersyukur karena (ia mengatahui) bahwa hal tersebut adalah memang baik baginya. Dan jika ia tertimpa musibah atau kesulitan, ia bersabar karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut adalah baik baginya." (HR. Muslim)

  5. Seseorang yang sabar akan mendapatkan pahala surga. Dalam sebuah hadits digambarkan; Dari Anas bin Malik ra berkata, bahwa aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, Sesungguhnya Allah berfirman, "Apabila Aku menguji hamba-Ku dengan kedua matanya, kemudian dia bersabar, maka Aku gantikan surga baginya." (HR. Bukhari)

  6. Sabar merupakan sifat para nabi. Ibnu Mas'ud dalam sebuah riwayat mengatakan : Dari Abdullan bin Mas'ud berkata "Seakan-akan aku memandang Rasulullah SAW menceritakan salah seorang nabi, yang dipukuli oleh kaumnya hingga berdarah, kemudia ia mengusap darah dari wajahnya seraya berkata, 'Ya Allah ampunilah dosa kaumku, karena sesungguhnya mereka tidak mengetahui." (HR. Bukhari)

  7. Kesabaran merupakan ciri orang yang kuat. Rasulullah SAW pernah menggambarkan dalam sebuah hadits; Dari Abu Hurairah ra berkata, bahwa Rasulullah SAW bersabda,"Orang yang kuat bukanlah yang pandai bergulat, namun orang yang kuat adalah orang yang memiliki jiwanya ketika marah." (HR. Bukhari)

  8. Kesabaran dapat menghapuskan dosa. Rasulullah SAW menggambarkan dalam sebuah haditsnya; Dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullan SAW bersabda, "Tidaklah seorang muslim mendapatkan kelelahan, sakit, kecemasan, kesedihan, mara bahaya dan juga kesusahan, hingga duri yang menusuknya, melainkan Allah akan menghapuskan dosa-dosanya dengan hal tersebut." (HR. Bukhari & Muslim)

  9. Kesabaran merupakan suatu keharusan, dimana seseorang tidak boleh putus asa hingga ia menginginkan kematian. Sekiranya memang sudah sangat terpaksa hendaklah ia berdoa kepada Allah, agar Allah memberikan hal yang terbaik baginya; apakah kehidupan atau kematian. Rasulullah SAW mengatakan; Dari Anas bin Malik ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Janganlah salah seorang diantara kalian mengangan-angankan datangnya kematian karena musibah yang menimpanya. Dan sekiranya ia memang harus mengharapkannya, hendaklah ia berdoa, 'Ya Allah, teruskanlah hidupku ini sekiranya hidup itu lebih baik untukku. Dan wafatkanlah aku, sekiranya itu lebih baik bagiku." (HR. Bukhari Muslim)
Bentuk-Bentuk Kesabaran
Para ulama membagi kesabaran menjadi tiga hal; sabar dalam ketaatan kepada Allah, sabar untuk meninggalkan kemaksiatan dan sabar menghadapi ujian dari Allah:
  1. Sabar dalam ketaatan kepada Allah. Merealisasikan ketaatan kepada Allah, membutuhkan kesabaran, karena secara tabiatnya, jiwa manusia enggan untuk beribadah dan berbuat ketaatan. Ditinjau dari penyebabnya, terdapat tiga hal yang menyebabkan insan sulit untuk sabar. Pertama karena malas, seperti dalam melakukan ibadah shalat. Kedua karena bakhil (kikir), seperti menunaikan zakat dan infaq. Ketiga karena keduanya, (malas dan kikir), seperti haji dan jihad.Kemudian untuk dapat merealisasikan kesabaran dalam ketaatan kepada Allah diperlukan beberapa hal,
    (1) Dalam kondisi sebelum melakukan ibadah berupa memperbaiki niat, yaitu kikhlasan. Ikhlas merupakan kesabaran menghadapi duri-duri riya'.
    (2) Kondisi ketika melaksanakan ibadah, agar jangan sampai melupakan Allah di tengah melaksanakan ibadah tersebut, tidak malas dalam merealisasikan adab dan sunah-sunahnya.
    (3) Kondisi ketika telah selesai melaksanakan ibadah, yaitu untuk tidak membicarakan ibadah yang telah dilakukannya supaya diketahui atau dipuji orang lain.

  2. Sabar dalam meninggalkan kemaksiatan. Meninggalkan kemaksiatan juga membutuhkan kesabaran yang besar, terutama pada kemaksiatan yang sangat mudah untuk dilakukan, seperti ghibah (baca; ngerumpi), dusta, memandang sesuatu yang haram dsb. Karena kecendrungan jiwa insan, suka pada hal-hal yang buruk dan "menyenangkan". Dan seringkali perbuatan maksiat identik dengan hal-hal yang "menyenangkan".

  3. Sabar dalam menghadapi ujian dan cobaan dari Allah, seperti mendapatkan musibah, baik yang bersifat materi ataupun inmateri; misalnya kehilangan harta, kehilangan orang yang dicintai dsb.


Aspek-Aspek Kesabaran sebagaimana yang digambarkan dalam Hadits

Dalam hadits-hadits Rasulullah SAW, terdapat beberapa hadits yang menggambarkan aspek-aspek dan kondisi-kondisi seseroang diharuskan untuk bersabar. Meskipun aspek-aspek tersebut bukan merupakan ‘pembatasan’ pada bidang-bidang kesabaran, melainkan hanya sebagai contoh dan penekanan yang memiliki nilai motivasi untuk lebih bersabar dalam menghadapi berbagai permasalahan lainnya. Diantara kondisi-kondisi yang ditekankan agar kita bersabar adalah :




  1. Sabar terhadap musibah.
    Sabar terhadap musibah merupakan aspek kesabaran yang paling sering dinasehatkan banyak orang. Karena sabar dalam aspek ini merupakan bentuk sabar yang Dalam sebuah hadits diriwayatkan, :
    Dari Anas bin Malik ra, bahwa suatu ketika Rasulullah SAW melewati seorang wanita yang sedang menangis di dekat sebuah kuburan. Kemudian Rasulullah SAW bersabda, ‘Bertakwalah kepada Allah, dan bersabarlah.’ Wanita tersebut menjawab, ‘Menjauhlah dariku, karena sesungguhnya engkau tidak mengetahui dan tidak bisa merasakan musibah yang menimpaku.’ Kemudian diberitahukan kepada wanita tersebut, bahwa orang yang menegurnya tadi adalah Rasulullah SAW. Lalu ia mendatangi pintu Rasulullah SAW dan ia tidak mendapatkan penjaganya. Kemudian ia berkata kepada Rasulullah SAW, ‘(maaf) aku tadi tidak mengetahui engkau wahai Rasulullah SAW.’ Rasulullah bersabda, ‘Sesungguhnya sabar itu terdapat pada hentakan pertama.’ (HR. Bukhari Muslim)

  2. Sabar ketika menghadapi musuh (dalam berjihad).
    Dalam sebuah riwayat, Rasulullah bersabda : Dari Abu Hurairah ra berkata, bahwa Rasulullah SAW bersabda, ‘Janganlah kalian berangan-angan untuk menghadapi musuh. Namun jika kalian sudah menghadapinya maka bersabarlah (untuk menghadapinya).” HR. Muslim.

  3. Sabar berjamaah, terhadap amir yang tidak disukai.
    Dalam sebuah riwayat digambarkan; Dari Ibnu Abbas ra beliau meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, ‘Barang siapa yang melihat pada amir (pemimpinnya) sesuatu yang tidak disukainya, maka hendaklah ia bersabar. Karena siapa yang memisahkan diri dari jamaah satu jengkal, kemudian ia mati. Maka ia mati dalam kondisi kematian jahiliyah. (HR. Muslim)

  4. Sabar terhadap jabatan & kedudukan.
    Dalam sebuah riwayat digambarkan : Dari Usaid bin Hudhair bahwa seseorang dari kaum Anshar berkata kepada Rasulullah SAW; ‘Wahai Rasulullah, engkau mengangkat (memberi kedudukan) si Fulan, namun tidak mengangkat (memberi kedudukan kepadaku). Rasulullah SAW bersabda, Sesungguhnya kalian akan melihat setelahku ‘atsaratan’ (yaitu setiap orang menganggap lebih baik dari yang lainnya), maka bersabarlah kalian hingga kalian menemuiku pada telagaku (kelak). (HR. Turmudzi).

  5. Sabar dalam kehidupan sosial dan interaksi dengan masyarakat.
    Dalam sebuah hadits diriwayatkan, Rasulullah SAW bersabda, ‘Seorang muslim apabila ia berinteraksi dengan masyarakat serta bersabar terhadap dampak negatif mereka adalah lebih baik dari pada seorang muslim yang tidak berinteraksi dengan masyarakat serta tidak bersabar atas kenegatifan mereka. (HR. Turmudzi)

  6. Sabar dalam sulitnya kehidupan dan himpitan ekonomi
    Dalam sebuah riwayat digambarkan; ‘Dari Abdullah bin Umar ra berkata bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda, ‘Barang siapa yang bersabar atas kesulitan dan himpitan kehidupannya, maka aku akan menjadi saksi atau pemberi syafaat baginya pada hari kiamat. (HR. Turmudzi).


Wallahu A'lam
sumber : By. Rikza Maulan, Lc. M.Ag

Senin, 17 Mei 2010

Shalat sambil pejamkan mata

Bagaimana sih hukum memejamkan mata pada sat kita melaksanakan shalat , sedangkan sebagian dari kita ada yang merasakan bahwa memejamkan mata menambah kekhusyukan.
Muhammad bin Shalih al-Munajjid dalam 33 sababan lil khusyu’ fish shalaati, menyatakan bahwa memejamkan mata tidak mengikuti sunnah yang memerintahkan untuk melihat tempat sujud dan telunjuk pada saat menidirikan shalat.
Sebagaimana yang disinyalir oleh Al-Allamah abu Abdillah bin al-Qayyim bahwa tidak ada petunjuk yang berasal dari Rasulullah Shalllallahu Alaihi wa Sallam tentang masalah memejamkan mata ini pada saat mendirikan shalat. Kita ketahui bahwa Rasulullah pada saat duduk untuk membaca tasyahud, beliau melemparkan pandangan ke telunjuk dan beliau tidak pernah mengalihkan pandangannya kepada yang lainnya.

Banyak hadits yang menunjukkan bahwa Rasulullah tidak memejamkan matanya pada saat beliau mendirikan shalat. Ada beberap hadits yang mengisahkan bahwa Rasulullah mengulurkan tangannya pada saat beliau melaksanakan shalat kusuf untuk meraih tandan setelah melihat suga. Begitu juga dengan dengan hadits yang mengisahkan bahwa Rasulullah pernah melihat neraka, pernah melihat seorang wanita di neraka, karena memenjarakan kucingnya.

Begitu juga hadits-hadits yang mengisahkan bahwa Rasulullah SAW menjawab salam terhadap orang yang mengucapkan salam terhadap orang yang mengucapkan salam kepada beliau dengan memakai isyarat pada saat beliau melaksanakan shalat.
Begitu juga dengan hadits yang mengisahkan bahwa Rasulullah SAW pernah membendung seekor hewan yang akan melewati di hadapannya, dan masih banyak hadits yang mengisyaratkan Rasulullah tidak memejamkan mata pada saat melaksanakan shalat.

Adapun pada Fuqaha’ berbeda pendapat dalam masalah ini , apakah hukumnya makruh atau boleh-boleh saja atau sunnat.
Imam Ahmad dan lainnya memakruhkan memejamkan mata pada saat melaksanakan shalat. Dimana mereka berkata, bahwa. Memejamkan mata pada saat melaksanakan shalat adalah pekerjaan orang yahudi.

Beberapa ulama yang memakruhkan memejamkan mata saat mengerjakan shalatnya, seperti dikatakan oleh para ulama Hanafi, Maliki, Hambali dan sebagian dari Syafi’i. Mereka beralasan bahwa hal itu adalah perbuatan orang-orang Yahudi dan bertentangan dengan yang disunnahkan oleh Rasulullah saw, yaitu mengarahkan pandangannya ke tempat sujud.

Hadits riwayat Imam Ath Thabrani dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah saw bersabda,”Apabila salah seorang diantara kalian berdiri untuk mengerjakan shalat maka janganlah dia memejamkan kedua matanya.”
Meskipun hadits Ibnu Abbas diatas adalah hadits lemah, sebagaimana disebutkan Imam al Haitsami didalam kitabnya “Majma’ Az Zawaid” akan tetapi para ulama membangun pendapat mereka yang memakruhkan memejamkan mata saat mengerjakan shalat itu diatas atsar para sahabat.


Ada beberapa kelompok yang memperbolehkan memejamkan mata pada saat melaksanakan shalat, jadi mereka tidak memakruhkannya.

Adapun menurut Muhammad bin Shalih al-Munajjid, menyatakan bahwa pendapat yang palin bisa dipertanggungjawabkan validitasnya adalah jika membuka mata pada saat melaksanakan shalat itu akan dapat mengganggu kekhusyukan, maka memejamkan mata itu adalah lebih utama. Dan jika terdapat sesuatu yang mengganggu kekhusyukan , misalnya barang-barang atau lainnya dimana hal itu akan dapat mengusik hatinya, maka secara qoth’i pada saat itu memejamkan mata tidak dimakruhkan. Dan pendapat yang mengatakan bahwa pada saat yang demikian itu memejamkan mata adalah sunnat , maka pendapat ini adalah lebih dekat kepada dasar syariat dan maksud-maksudnya, dibanding pendapat yang menyatakan bahwa hal itu adalah makhruh. (Zaadul Ma’ad I,293, Daarur Risalah).

Jadi pada dasarnya memejamkan mata saat shalat adalah makruh kecuali apabila hal itu dibutuhkan, seperti : dapat menambah kekhusyu’annya, menjaga fikirannya agar tidak melanglang-buana ketika mengerjakan shalat dikarenakan melihat sesuatu yang ada dihadapan atau dibawahnya, yang dapat menggangu shalatnya atau sesuatu lainnya maka hal itu diperbolehkan, sebagaimana disebutkan oleh Ibnu Abidin dari kalangan ulama Hanafi didalam kitabnya “Ad Dur al Mukhtar” bahwa memejamkan mata saat shalat adalah dilarang (makruh) kecuali apabila hal itu dapat menyempurnakan kekhusyu’annya.

Wallahu a’lam
Sumber : Muhammad bin Shalih al-Munajjid dalam 33 sababan lil khusyu’ fish shalaati, Ustadz Sigit Pranowo, Lc. al-Hafidz Eramuslim

urgensi Shalat

Shalat adalah laksana puncak tertinggi diantara ibadah lainnya. Hal ini disebabkan , bahwa setiap ibadah dan perintah lainnya diturunkan kepada Rasulullah Muhammad SAW melalui perantara malaikat Jibril, kecuali ibadah shalat.
Allah SWT sendiri yang memerintahkan langsung ibadah ini kepada Rasul-Nya. Tepatnya ketika Nabi melakukan Isra Mi’raj hingga sampai di Sidratul Muntaha.
Saat itu , Allah memerintahkan Rasulullah untuk melaksanakan shalat dengan perintah-Nya secara langsung. Sungguh karena nilai keagungan dari ibadah ini. Dan ini menjadikan bukti utama akan urgensi shalat dalam kehidupan manusia dalam rangka mendekatkan diri kepada Rabbnya.

Sebagaimana firman-Nya :

وما أمروا إلا ليعبدوا اﷲ مخلصين له ﭐلدين حنفا ويقيموا ﭐلصلو ة ويؤ تو اآلزكوة ﹲ وذلك ديد ﭐلقيمة﴾

Padahal mereka tiduk disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat. Dan demikian itulah agama yang lurus ,” (Qs. Al-Bayyinah : 5).

Ibadah shalat juga telah diwajibkan kepada umat-umat terdahulu, sebagaimana firman-Nya melelui lisan nabi Ibrahim, yang artinya ,”Ya Rabbku, jadikanlah aku dan nak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat. Ya Rabb kami, perkenankanlah doaku ,” (Qs. Ibrahim : 40).

Sebagaimana allah berfirman melalui lisan Nabi Isa as, yang artinya ,” Dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati dimana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup “, (Qs. Maryam : 31).

Anas bin Malik meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda, yang artinya ,” Kemudian ia membawaku ke Sidratul Muntaha. Tiba-tiba aku melihat dedauanannya yang laksana telinga gajah dan buah-buahnya seperti mutiara “.
Beliau melanjutkan, yang artinya ,” Maka taktala ia tertutup berkat perintah dari Allah , ia (Sidratul Muntaha) pun berubah dan tidak satupun makhluk Allah yang dapat menggambarkan keindahannya. Kemudian Allah memberikan wahyu kepadaku dan Dia mewajibkan limapuluh shalat dalam sehari semalam kepadaku. Aku lalu kembali dengan membawa kewajiban itu hingga kulewati Nabi Musa as kemudian ia (Musa) berkata kepadaku, yang artinya,” Apa yang diwajibkan Allah atas umatmu ?”.

Rasulullah menjawab, yang artinya ,” Dia mewajibkan limapuluh kali shalat (dalam sehari semalam)”.
Musa berkata, yang artinya ,”Kembalilah kepada Rabbmu dan mintalah keringanan kepada-Nya, karena umatmu tidak akan mampu melaksanakan hal yang demikian itu “.
Maka akupun (Rasulullah) kembali menghadap Allah, lalu Dia memberi keringanan kepadaku dengan lima kali shalat ...”.

Beliau bersabda, yang artinya ,” Dan aku terus kembali menghadap Allah dan turun kepada Nabi Musa as hingga Allah berfirman, (yang artinya) ,“ Wahai Muhammad, itulah shalat lima waktu sehari semalam. Setiap satu sahalt bernilai sepuluh kali shalat. Dengan demikian , pahalany sama dengan limapuluh kali shalat “, ( Hr Al Bukhari III,3674, dan Muslim I/145, 162).

Keagungan sahal juga tercermin dari hadits riwayat Mua’dz bin Jabal ,bahwa Rasulullah bersabda, yang artinya ,” Pangkal semua perkara adalah Islam , tiangnya adalah shalat, dan puncak keluhurannya adalah jihad ,” (Hr At-tirmidzi X/101,2825, dimana Al Albani menshahihkan dalam Silsilah Ash Shahihah III/114).

Sebagaimana Makhul meriwayatkan dari Ummu Aiman, bahwa Rasulullah bersabda, yang artinya ,” Barang siapa yang meninggalkan shalat dengan sengaja,maka ia terbebas dari tanggungan Allah dan Rasul-Nya,” (Hr Ahmad VI/421, Al Albani menshahihkan dalam Shahih Al Jami’ ,7339).

Sebagaiman diriwayatkan oleh Buraidah ra, bahwa Rasulullah bersabda, yang artinya,” Perjanjian antara kita dengan mereka adalah shalat. Maka barang siapa yang meninggalkannya , sungguh ia telah kafir ,” (Hr Timidzi V/13, Nasa’i I/231, Al Albani menshahihkan dalam Shahih At Targhib I/137).

Sungguh, shalat akan menumbuhkan kententraman jiwa dan ketenangan batin, serta menghindarkan kelalaian yang dapat memalingkan seorang hamba dari risalah Allah.

Allahu a’lam
Sumber : ا لتدا و ي با لإ ستغفار، بالصدقة ، بالدعاء ، بالقرآن، بالصلا ة، بالصوم Hasan bin Ahmad Hamman


Minggu, 16 Mei 2010

Anti virus

Antivirus adalah sebuah jenis program perangkat lunak yang digunakan untuk mengamankan, mendeteksi, dan menghapus virus komputer dari sistem komputer. Antivirus disebut juga Virus Protection Software. Aplikasi ini dapat menentukan apakah sebuah sistem komputer telah terinfeksi dengan sebuah virus atau tidak. Umumnya, perangkat lunak ini berjalan di latar belakang (background) dan melakukan pemindaian terhadap semua berkas yang diakses (dibuka, dimodifikasi, atau ketika disimpan).
Prgram antivirus terbaru , tidak hanya mendeteksi virus. Namun juga telah dilengkapi kemampuan mendeteksi spyware, rootkits, dan malware - malware lainnya. Tidak hanya itu, antivirus sekarang dilengkapi firewall untuk melindungi komputer dari serangan hacker dan anti spam untuk mencegah masuknya email sampah dan atau virus ke inbox pengguna.

Berdasarkan penggunanya , program Antivirus dibagi menjadi 2, yaitu Home User , digunakan umumnya oleh pengguna pribadi atau rumahan , antivirus berjalan seperti biasa dan Network /Corporate User. Untuk versi jaringan (network), antivirus dapat melakukan scan di komputer - komputer client dan network drive. Selain itu, proses update komputer client dalam jaringan tidak harus langsung dari Internet. Komputer client dapat melakukan upate langsung dari server jaringan.

Dilihat dari cara kerjanya,antivirus dibagi menjadi dua kategori;


  • 1. Sistem signature. Dalam kategori ini system signature mendeteksi virus berdasarkan pola kode virus. Dalam proses ini program anti virus mengawasi file atau program yang sedang berjalan. Dan bila ada pola kode yang sesuai dengan signature yang dimilikinya, maka secara spontan program antivirus ini menjadikannya sebagai target, dan menampilkan kepada user bahwa antivirus mencurigai file ini.

  • 2. Heuristik,dalam pola ini program antivirus mendeteksi virus berdasarkan suatu peraturan atau perilaku tertentu. Apabila suatu program memiliki karakteristik perilaku mirip dengan ciri-ciri virus tertentu, maka program antivirus ini otomatis berupaya menghentikannya.

Anti virus digunakan untuk mencegah inveksi oleh virus atau melakukan scan/cleaning pada file/sistem yang terinveksi virus/trojans/worm. Software anti virus merupakan pertahanan utama terhadap masalah virus/trojans/worm. Anti virus haruslah efektif dan selalu up-to-date.
Anti virus tidak akan berguna jika dimatikan untuk alasan tertentu dan akan tidak sangat efektif penggunaannya bila tidak sering dilakukan perbaruan(update) untuk mengenali virus terbaru. Signature dari virus seperti sebuah peta kejahatan lengkap dengan ciri-ciri penjahatnya. Tiap kali virus baru muncul, akan dilakukan analisa dan membuat penanda baru agar bila muncul kembali anti virus bisa melakukan blok.

Dalam jagad per-virusan komputer, kita dapat mengunduh program-program antivirus gratisan yang juga efektif membasmi si biang virus komputer kita. Meski , walaupun dengan fitur yang lebih terbatas dibanding versi aslinya (bayar tentunya) , untuk penggunaan komputer pribadi atau rumahan sudah cukup mumpuni.


Anda dapat memilih dan mengunduh beberapa program antivirus gratisan dibawah ini ;



  1. Avast !home editon, di http://www.avast.com/eng/download-avast-home.html.
    Unduh di , http://files.avast.com/iavs4pro/setupeng.exe , ukuran : 31,27MB
    Platform/sistem : windows 95/98/Me/NT 4/2000/XP/Vista (32/64 bit).
    Manual update link : http://files.avast.com/iavs4pro/vpsupd.exe , (23 MB)

  2. AVG Free Antivirus, di http://free.avg.com/download-avg-anti-virus-free-edition.
    Unduh di , http://www.avg.com/filedir/inst/avg_free_stf_en_85_285a1462.exe , ukuran : 60,1MB
    Platform/sistem : windows 2000 SP4 + SRP1, XP home/prof SP2 dan Vista .
    Manual update link : http://free.avg.com/download?prd=afe#tba4

  3. Avira Antivir Personal Free antivirus, di http://www.free-av.com/.
    Unduh di , http://dlce.antivir.com/package/wks_avira/win32/en/pecl/avira_antivir_personal_en.exe , ukuran : 28,61MB ( 31,11 MB Zip)
    Platform/sistem : windows 2000/XP/vista (32/64 bit).
    Manual update link : http://dl.antivir.de/down/vdf/ivdf_fusebundle_nt_en.zip

  4. BitDefender Free Antivirus, di http://www.bitdefender.com/PRODUCT-14-en-BitDefender-Free-Edition.html.
    Unduh di , http://www.bitdefender.com/site/Downloads/browseEvaluation-Version/1/42/. ukuran : 21,08MB
    Platform/sistem : windows 98/NT-SP6/Me/2000/XP IE 4.0 (+)
    Manual update link : ?

  5. ClamAV Antivirus, di http://www.clamav.net.
    Unduh di , http://www.softpedia.com/progDownload/ClamAV-Download.13391.html. , ukuran : 3,76MB
    Platform/sistem : Linux,BSD,AIX,OSF,Solaris,HP-UX,OpenVMS, Win 32 (windows 9x/ME/2000/XP/Vista).
    Manual update link : http://www.clamav.net/download/cvd.

  6. ClamWin Free Antivirus, di http://www.clamwin.com/.
    Unduh di , http://www.clamwin.com/content/view/18/46/. , ukuran : 24,5MB
    Platform/sistem : windows 98/Me/2000/2003/XP/Vista .
    Manual update link : http://www/clamav.net/download/cvd.

  7. Comodo Internet Security (firewall & antivirus), di http://personalfirewall.comodo.com/index.html.
    Unduh di , http://personalfirewall.comodo.com/download_firewall.html. , ukuran : 45,20MB (version 3.8)
    Platform/sistem : windows XP (SP2) ,Vista (32/64 bit).
    Manual update link : ?

  8. CS Anti-Virus, di http://www.creasoftware.net/prodotto.asp?id=16.
    Unduh di , http://www.creasoftware.net/download.asp?id=37. , ukuran : 4,6MB
    Platform/sistem : windows NT /2000/XP/2003/Vista
    Manual update link : ?

  9. My Free Antivirus, di http://smartpctools.com/Free_antivirus/index1.html.
    Unduh di , http://www.smartpctools.com/files/antivirussetup.exe , ukuran : 6,2MB
    Platform/sistem : windows NT /2000/XP/2003/Vista .
    Manual update link : ?

  10. PC Tools AntiVirus Free Edition, di http://www.pctools.com/free-antivirus/.
    Unduh di , http://www.pctools.com/free-antivirus/download/. , ukuran : 43,7MB
    Platform/sistem : windows ®Vista 32-bit, 2000 ,XP
    Manual update link : ?

  11. Rising antivirus Free Edition , di http://www.freeav.com/.
    Unduh di , http://down.rising-global.com/for_down/09globalver/RavINTFree.exe , ukuran : 60,92MB
    Platform/sistem : windows 98/Me/NT/2000/XP/Vista (32/64 bit).
    Manual update link : ?

  12. ThreatFire AntiVirus Free Edition, di http://www.threatfire.com.
    Unduh di , http://www.threatfire.com/files/tfinstall.exe , ukuran : 7,81MB
    Platform/sistem : windows Vista, XP,2000, 2003.
    Manual update link : ?

Jadi untuk meminimalkan komputer kita teriinfeksi dan terserang virus ,maka kita harus waspada ketika berinteraksi dengan file dari komputer lain, file dari media penyimpanan dari orang lain, attachment email, pertukaran file jaringan, lubang keamanan komputer kita, dan lain-lain.
Dan tentunya pasanglah antivirus yang memadai dan bisa di update secara berkala. Dengan program antivirus versi gratisan diatas atau pilihan anda lainnya, sudah memadai untuk meng-amankan komputer anda . Untuk lebih baiknya anda bisa menginstall program-program firewall untuk jaringan dan anti spyware dan adware untuk menanggulangi jenis gangguan komputer lain.
Semoga bermanfaat ,
Allahu a’lam
Sumber kutipan : Daffarisq Irfan, Virus dan Antivirus, dll

Wanita yg lebih cantik dari Bidadari surga

Ini tentang ibu , saudari kita, istri kita, putri kita dan wanita mulia lainnya. Ini penggalan dari Imam Ath Thabrani yang meriwayatkan suatu hadits dari Ummu Salamah. Bahwa Ummu salamah bertanya, ‘ Ya Rasulullah ,manakah yang lebih utama, wanita dunia ataukah bidadari yang bermata jeli.
Rasulullah menjawab, yang artinya ,” Wanita-wanita dunia lebih utama dari bidadari-bidadari seperti kelebihan apa yang nampak dari apa yang tidak terlihat ,”
Salamah bertanya ,’ Mengapa wanita-wanita dunia lebih utama dari bidadari ?’
Rasulullah menjawab , yang artinya ,” Karena shalat mereka, puasa dan ibadah mereka kepada Allah. Allah meletakkan cahaya di wajah mereka, tubuh mereka adalah kain sutera, kulitnya putih bersih, pakaiannya berwarna hijau, perhiasannya kekuningan, sanggulnya mutiara, dan sisirnya terbuat dari emas”....(Hr At Thabarani).

Saudariku , muliakanlah dirimu dengan taqwa, dan engaku lebih mulia dari mereka.

Pendapat lain bahwa wanita dunia lebih baik 70 kali lipat dari bidadari. Diriwayatkan dalam hadits marfu,oleh Ibnu Mubarak dari Rusydin dari Ibnu An’am dari Hibban bin Abi Jablah,dia berkata: ‘sesungguhnya wanita dunia yang masuk surga akan lebih baik dari bidadari karena amalnya di dunia”.
“sedangkan Al-Qurthubi sendiri,sesungguhnya pendapat yang mengatakan wanita dunia itu lebih baik dari bidadari merupakan pendapat yang paling kuat dan benar. sebab,wanita yang beriman :

1. merasakan lelah dan sabar dalam menjalankan ketaatan kepada Allah;
2. sabar dalam menghadapi musibah; dan
3. bersabar atas kemaksiatan.

adapun bidadari adalah makhluk di surga.mereka tidak pernah ditimpa musibah,digoda maksiat yang melalaikan dari ketaatan kepada Allah,atau bersabar menghadapi suami yang tidak baik melarangnya memakai jilbab dan memerintahkan untuk berdandan”.

Sedangkan keutamaan (pahala) itu tergantung dari kadar kesulitan (masyaqqah).
Bagaimana mungkin bidadari lebih utama dari mereka yang diperintahkan untuk beribadah dan bersosialisasi (mu’amalah),yang selalu di katakana kepada mereka,”lakukan”atau,”jangan lakukan” ! Dan Allah berfirman, yang artinya : “sebagai balasan bagi apa yang telah mereka kerjakan”. (QS.Al-Waaqi’ah:24).

Saudaraku, sungguh perjuangan seorang wanita mulia didunia sangatlah berat, dari menjaga kehormatannya, hingga menjadi ibu yang mulia bagi anak-anaknya. Dalam kehidupannya ujian dan cobaan datang silih berganti. Hanya wanita yang mulia sajalah yang sanggup tetap berpegang pada jalan yang lurus jalan yang telah dicontohkan Rasulullah.

Saudariku, wanita-wanita yang dimuliakan Allah , ketahuilah bahwa , wanita-wanita dunia yang memasuki surga-Nya, akan memiliki kedudukan lebih istimewa dibandingkan dengan bidadari.
Kemuliaan itu karena wanita dunia memasuki surga-Nya melalui perjuangan mengendalikan nafsu dan godaan syahwat dan godaan setan.
Bersabar dalam ketaatan kepada Allah serta sabar dalam menjauhi larangan-larangan Allah.

Ibadah-ibadah wanita-wanita dunia kepada Allah selama di muka bumi akan menjadi nilai yang sangat tinggi di surga-Nya. Puasanya, sholatnya, zakatnya, hajinya, umrohnya, sodaqohnya, pengabdian kepada suami dan seterusnya. Semua itu tidak dipunyai oleh bidadari surga.

Dalam sebuah riwayat dikisahkan bahwa Ummul Mu’minin, Ibunda Aisyah r.a berkata,” Setiap kali bidadari-bidadari bernyanyi dengan merdunya,’ Kamilah si cantik jelita, kamilah si lembut gemulai …’
(maka) wanita dunia yang masuk surga menjawab, ‘ (dulu) kami shalat dan kamu tidak, kami puasa dan kamu tidak, kami berwudu dan kamu tidak, …’
Maka bidadari surga tidak bisa menjawabnya.”

Saudariku , dengan ketaqwaan-mu , engkau dapat meraih kedudukan yang lebih mulia diban-ding bidadari surga. Jalan untuk meraihnya sangat terbuka lebar.
Yakinlah bahwa Allah SWT selalu membuka pintu-pintu pengabdian kepada-Nya serta selalu membuka pintu-pintu taubat-Nya. Beribadahlah dengan kesungguhan hati dan bersyukurlah dengan selalu memelihara akhlak diri sebaik-baiknya. Jadilah engkau wanita yang beruntung

Semoga para wanita-wanita mulia itu memperoleh kedudukan yang lebih mulia dari bidadari-bidadari yang tidak pernah merasakan pahit getirnya ujian dan cobaan hidup di dunia ini.

Wallahu A’lam
Sumber : Raudhah Al-Muhibbin wa Nuzhah Al-Musytaqin, Ibnu Qoyyim Al-Jauziyyah, lembar tausiyah, dll

Kekuatan Persepsi

Seorang pakar psikologi, William James, menyatakan bahwa hidupmu adalah budak dari pemikiranmu, dimana keputusan seseorang untuk mengambil suatu tindakan adalah hasil dari persepsimnya tentang suatu peristiwa.
Bila seorang hamba mengedepankan pemikiran positif (husnuzh zhann), maka tindakan positif akan dilakukaknya, sebaliknya bila ia menyikapi suatu peristiwa dengan pikiran negatif,maka perilaku negatif pula kan dikerjakannya.
Kita lebih mudah mempersepsikan negatif suatu peristiwa , sebagaimana Firman-Nya , yang artinya ,” ... dan kamu menyangka terhadap Allah dengan bermacam-macam prasangka.. “, (Qs. Al-Ahzab : 10).
Filsuf,Marcus Aurelius, berpendapat , kebahagiaan hidup tergantung dari pikiran. Ilmuwan Perncis , Mountain, menyatakan bahwa manusia tidak terpengaruh dengan apa yang terjadi, namun dengan persepsinya tentang apa yang terjadi.

Edmund Spencer,menyatakan bahwa pikiranlah yang membuat baik menjadi jelek, bahagia menjadi sengsara, kaya jadi miskin.

Salah satu cara untuk mengubah pola pikiran adalah dengan mengubah persepsi terhadap suatu hal yang terjadi. Dengan melatih diri untuk mengedalikan persepsi, maka akan tumbuh pemikiran bahwa segala sesuatu yang terjadi pasti ada sisi baiknya, dan menjadikan setiap kejadian yang menimpa sebagai sarana untuk instropeksi diri.

Kita cendrung memikirkan situasi yang sedang terjadi, dalam realitas,serta apa yang menyebabkan terjadinya situasi itu. Apabilakita jujur menghadapi fakta bahwa kita menciptakan keadaan kita, maka dengan mudah kita bisa menciptakan keadaan yang kita inginkan.
Kita sering persepsikan bahwa dunia (lingkungan kita) terkesan tidak adil dan kasar kepada kita, namun sebenarnya itu tidak perlu berpengaruh . Kita bisa bebas, bisa tidur nyenyak. Tak perlu terusik oleh orang-orang yang tidak baik atau gamang oleh kejadian yang tak terduga. Anda tak perlu melakukan hal yang tidak ingin anda lakukan, anda tak perlu hidup dalam rasa frustasi atau konflik. Apakah ini bisa atau hanya teori?

Jika kita berpikir demikian,maka itulah kesalahan awal kita. Apabila seorang hamba berpikir demikian, maka ia berpikir negatif dan akhirnya dia pun hanya akan berpikir dengan cara seperti itu.

“ Sesungguhnya persangkaan itu tidak sedikitpun berguna untuk mencapai kebenaran ,” (Qs. Yunus : 36) , demikian firman-Nya.

Semua yang terjadi diluar (kita) adalah serupa dengan yang terjadi di dalam diri kita yaitu pikiran dan perasaanya (Charles Brodie Patterson).
Ibrahim Elfiky dalam Quwwat a-Tafkir, menyatakn bahwa persepsi merupakan awal menuju perubahan dan perubahan adalah awal kemajuan. Coba kita simak kisah dibawah ini.

Diceritakan bahwa seorang geolog berkebangsaan Jepang, Yuka, berangkat ke South African bersama dengan beberapa ilmuwan lainnya. Mereka melakukan semacam eksplorasi atau penelitian kandungan emas atau batuan mineralmulai lainnya. Mereka bekerja mulai pukul 05. Pagi hingga larut malam.Selama sepuluh hari penelitian ,mereka belum menemukan tanda-tanda keberhasilan,akhirnya mereaka merasa lelah dan frustasi.

Akhirnya ketika hari masih sore, mereka putuskan untuk kembali ke camp. Dalam perjaslan pulang, Yuka bertemu dengan seorang bocah kecil seumuran 10 tahun. Bocah itu sedang bermain dengan sebongkah batu ditangannya, sebongkah batu yang berkilau kena sinar matahari.

Yuka mendekatinya, dan menanyakan apa yang dipegangnya. Sang bocah menjawab, ‘ tidak tahu tuan, aku menemukan batu-batu ini di tepi pantai sana,’.
Yuka mencoba untuk membeli batu itu, dan si bocah tidak keberatan.
‘Berapa uang yang kau minta ? tanya yuka.
‘Entahlah, terserahlah tuan, emm apa tuan punya sesuatu yang lain ?’ kata si bocah.
‘Ya, aku punya beberapa kue dan biskuit, apa engkau mau menerimany sebagai tambahan imbalan ?’ kata Yuka
‘Okelah tuan’, kata si bocah.

Yuka segera kembali ke camp. Dikamarnya ia mencoba untuk meneliti batu itu. Karena tidak yakin dengan pennelitiannya, ia menelitinya hingga puluhan kali. Akhirnya ia berkesimpulan, bahwa batu itu adalah mineral emas murni yang bernilai jutaan dollar.
Yuka berkata, dalam hati, ‘ andai saja bocah itu mengetahui nilai batu ini, ia tentu tidak mau menukarnya dengan harga semurah itu’.

Kisah ini adalah salah satu contoh tentang persepsi . Kisah ini bisa diibaratkan sebagai seorang hamba yang tidakmenyadari potensi yang ada pada dirinya yang luar biasa sebagai augerah Allah. Selama ini kita seringkali mengeluh, menyalahkan orang lain, membandingkan kesialan diri kita dengan keberhasilan orang lain , ini sama artinya membiarkan diri kita tertipu oleh sesuatu yang sangat murah,sebagaimana cerita bocah tadi.

Sebuah penelitian tentang persepsi yang dilakukan univeristas George Town, menye-butkan bahwa lebih dari 90% sikapkita dilakukan secara spontan, tanpa dipikir panjang. Persepsi kita lahir secara spontan.

Ada beberapa nasihat (teknik) untuk mengubah atau memperbaharui persepsi kita. Sebagaimana disampaikan oleh Jessica Padykula ;

Salah satunya adalah Percaya pada kekuatan pikiran positif.
Saudaraku, jika anda berpikir positif, maka hal-hal yang positif akan mendatangi anda,dan kesulitan-kesulitan akan manjadi lebih ringan. Begitu sebaliknya. Ini adalah sunnatullah, hukum alam, hukum universal . Seperti dikatakan seorang pakar psikologi, Anthony Robbins bahwa sebanrany, bukan peristiwa-peristiwa kehidupan yang membentuk kepribadian anda, namun keyakinan terhadap makna dari suatu peristiwa.
Tidak mudah memang menubah pola pikira , namunusaha ini akan sebanding dengan hasil yang akan kita petik.

Ya begitulah, sebuah persepsi ataupun interpretasi umumnya berawal dari sebuah keyakinan. Ada yang menyatakan cinta itu nikmat ,namun ada yang menyatakan sebagai penderitaan. Untuk itu jagalah pikiran-pikiran dan keyakinan terhadap suatu peristiwa, karena disitulah awal dari persepsi atau tindakan kita.

Tengoklah suatu ungkapan umum di masyarakat, bahwa ‘yang kaya makin kaya, dan yang miskin semakin miskin’. Pepatah ini seolah sudah merasuk didalam hati dan ikiran masyarakat kita. Dan ini menjelaskan kepada kita mengapa hal ini sering benar-benar terjadi dalam kehidupan keseharian.
Orang kaya makin kaya, sebab pikiran mereka selalu dipenuhi oleh kekayaan yang dimiliki. Terlebih jika orang itu sering bersyukur atas nikmat itu, maka secara hukum daya tarik mmenarik ia akan semakin kaya. Sedangkan orang miskin , diperparah dengan pikirannya yang dipenuhi dengan hal-hal yang tidak dimilikinya, dengan kata lain perasaan miskin memenuhi pikirannya (hatinya).

Saudaraku, mari kita telusuri apa yang membuat kita berpikiran negatif, selanjutnya perbaiki diri dan kembali berusaha maju. Berhentilah mengeluh dan menyesali, karena ini akan menghabiskan waktu dan energi diri. Kita teriam apa yang telah terjadi. Selanjutnya fokus pada hal-halpositif. Catatlah hal-hal positif yang ada dalah keseharian kita. Dengan begitu kita mulai belajar bersyukur dan melihat setiap kejadian sebagai anugerah yang wajib kita syukuri.

Seorang ulama Imam Hasan Bashri,menyatakan bahwa manusia akan sama saja ketika sama-sama dilimpahi nikmat, namun ketika ujian datang menimpa, saat itulah akan terjadi perbedaan.

Apa yang anda pikirkan ,anda akan percaya
Apa yang anda percaya , anda akan berindak
Apa yang anda lakukan, maka anda akan hidup dengannya.

Allahu a’lam

Sumber : Abu Firlu Hasan Taqiy, agar Allah selalu memberi jalan keluar, Ibrahim Elfiky Quwwat a-Tafkir dll

Ujian sesuai kemampuan kita

Dalam keseharian kita , sebenarnya mudah melihat bahwa ujian yang diberikan kepada manusia sesuai dengan kemampuan orang yang diujinya. Seperti murid SD tidak akan diberi soal ujian oleh gurunya dengan soal untuk level anak SMA. Begitu juga sebaliknya murid SMA tidak akan diberi soal ujian untuk leve, murid SD.
Semakin tinggi level tingkat pendidikannya, maka semakin tinggi pula ujian yang akan dia tempuh.
Sebagaimana Firman Allah, yang artinya ,” Kami tiada membebani seseorang melainkan menurut kemampuannya, dan pada sisi Kami ada suatu kitab yang membicarakan kebenaran dan mereka tidak dianiaya ,” (Qs. Al-Mu’minun : 62).

Saudaraku, tentu saja dalam kehidupan kita juga pasti mendapat ujian dari Allah Yang Maha Adil dan Maha Tahu. Allah menguji setiap manusia dengan ujian yang tentu berbeda pula, beragam jenisnya, serta melalui jalan yang berbeda pula.
Tentunya, Allah Maha Adil dan Maha Sabar dalam menghadapi hamba-hamba-Nya. Allah tidak akan pernah membebani seorang hamba melebihi kemampuan hamba tersebut.

Penyakit, musibah, segala bentuk kesedihan dan segala macam ujian yang dihadapi seseorang dalam kehidupan ini adalah dalam rangkaian batasan kemampuan seseorang untuk mengatasinya.

Saudaraku , apapun yang kita hadapi dalam hidup ini. Kita berusaha untuk ikhlash dan harus tetap ingat bahwa kita dihadapkan pada situasi dimana kita dapat menetapinya dengan kebajikan dan kesabaran. Janganlah berputus asa, karena itu adalah tipu daya setan.

Saudaraku Allah SWT menyebutkan kata sabar di sembilan puluh tempat dalam Al-Qur’an. Ini membuktikan bahwa kesabaran memiliki posisi penting atau bahkan terpenting dalam kehidupan kita. Imam Ibnu Qayyim dalam Madarijus Salikin memandang sabara merupakan setengah dari iman, sedang setengahnya lagi adalah syukur.

Firman Allah, yang artinya ,” Apa yang ada disisimu akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal. Dan sesungguhnya Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan “, (Qs. An-Nahl : 96).

Saudaraku, kesabaran memang sulit dan berat. Memang tidak dipungkiri bahwa ujian ataupun musibah sangat pedih dan pahit. Namun yakinlah, Allah akan menolong jika kita teguh dalam keyakinan.

Firman Allah, yang artinya ,” Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’, (yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan kembali kepada-Nya”, (Qs. Al-Baqarah : 45-46).

Dari riwayat Bukhari-Muslim, bahwa Rasulullah saw bersabda, yang artinya ,” Tidaklah sesorang diberi karunia yang lebih baik dan lebih luas, selain dari kesabaran “, (Hr Bukhari dan Muslim).

Allah menghimpun berbagai perkara bagi orang-orang yang sabar, yang tidak pernah dihimpun bagi orang selain mereka. Benarlah, bahwa, seluruh ibadah yang dilakukan harus dijalankan dengan kesabaran. Karena shalat tanpa kesabaran maka pertolongan Allah tidak akan pernah terwujud. Berdoa perlu kesabaran, dengan kesabaran berdoa dan terus berdoa hingga doanya dikabulkan.

An-Nahr Jury menyatakan bahwa ,’Jika hakikat yakin sudah sempurna pada diri seorang hamba maka cobaan bagi dirinya akan sama saja dengan nikmat da kelapangan sama dengan musibah’.

Saudaraku, yakinlah Allah mengkhususkan orang-orang yang yakin, dan hanya hamba yang yakin yang bisa mengambil manfaat dari ayat-ayat dan hanya merekalah orang-orang yang mendapat keberuntungan dan petunjuk diantara seluruh manusia.

Allahu a’lam
Sumber : Cara Nabi menghadapi kesulitan (Hendra Setiawan).

Allah Maha Penyayang

Dia-lah Ar-Rahim, Maha Penyayang. Kasih sayang-Nya kepada hamba tak terhitung nilainya. Dia memberikan pahala atas seorang hamba yang baru pada tahap punya niat bait, dan belum dicatat kejahatan bila seorang hamba masih berniat berbuat keburukan.
Hadits riwayat Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda, yang artinya ,” Allah berfirman “ Apabila hamba-Ku bekehendak untuk beramal buruk maka jangan kamu catat sehingga ia mengamalkannya. Jika ia mengamalkannya maka catatlah serupa itu. Jika ia meninggalkannya karena Aku, maka catatlah sebagai satu kebaikan. Jika hamba-Ku mau berbuat kebaikan namun tidak mengamalkannya maka tulislah satu kebaikan baginya. Jika ia mengamalkannya maka catatlah sepuluh kalinya sampai tujuh ratus lipat. Dan dalam sebagian riwayat ada tambahan sampai kelipatan banyak “. (Hr Bukhari).

Dari riwayat Ibnu Abbas ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda sebagaimana yang diriwayatkan oleh Allah SWT ,” Sesungguhnya Allah mencatat kebaikan-kebaikan dan keburukan-keburukan” Kemudian Beliau menjelaskan hal itu ,” Barang siapa yang bermaksud namun tidak mengamalkannya maka Allah mencatat disisi-Nya sebagai kebaikan yang sempurna untuknya. Jika ia bermaksud baik lalu mengamalkannya maka Allah mencatat disisi-Nya sepuluh kebaikan samapi tujuh ratus kali lipat sampai banayk. Barang siapa yang bermaksud buruk namun tidak mengamalkannya maka Allah mencatat disisi-Nya suatu kebaikan yang sempurna. Jika ia bermaksud buruk lalu mengamalkannya maka Allah mencatatnya sebagai satu keburukan,” (Hr Bukhari).


Dari abu Hurairah ra, ia berkata bahwa Rasulullah SAW besabda ,” Allah yang Maha Mulia dan Maha Besar berfirman :” Apakah hamba-Ku bermaksud pada keburukan maka jangan kamu catat. Jika ia melakukannya maka catatlah satu keburukan. Apabila ia bermaksud pada kebaikan namun tidak melakukannya maka catatlah satu kebaikan. Jika ia mengamalkannya maka catatlah sepuluh kali lipat “. (Hr. Muslim).


Dari Abu Hurairah ra. Bah dari Rasulullah , berlia bersabda ,” Allah Yang Maha Mulia dan Maha Besar berfirman ;” Apabila hamba-Ku bermaksud pada kebaikan namun tidak mengamalkannya maka Aku catat sebagai satu kebaikan baginya sampai tujuh ratus kali. Apabila ia bermaksud pada keburukan dan tidak mengamalkannya maka Aku tidak mencatatnya. Jika ia melakukannya maka Aku catat satu keburukan. (Hr Muslim).


Saudaraku ,marilah kita berdoa , semoga kita tidak termasuk hamba yang menyia-nyiakan Kasih Sayang Allah.

Allahu a’lam.
Sumber : lembar tausiyah

Kamis, 13 Mei 2010

seputar Virus komputer

Kawan, tentu kita pernah atau bahkan sering mendengar kata virus komputer. Kesan yang terbayang adalah suatu proses perusakan sistem atau data komputer kita.
" A program that can infect other programs by modifying them to include a slighty altered copy of itself. A virus can spread throughout a computer system or network using the authorization of every user using it to infect their programs. Every programs that gets infected can also act as a virus that infection grows “ ( Fred Cohen ).
Anda benar, pada hakikatnya, virus komputer yang kita kenal selama ini, adalah suatu program komputer juga. Dan program ini tentu dibuat oleh seorang yang ahli di bidang komputer. Para pembuat virus ini tentunya seorang programer yang andal yang faham betul tentang sistem kerja komputer. Sayang ya, keahlian ini bila tidak disalurkan ke hal yang positif.

Virus komputer merupakan program komputer yang dapat menggandakan atau menyalin dirinya sendiri dan menyebar dengan cara menyisipkan salinan dirinya ke dalam program atau dokumen lain. Virus komputer dapat dianalogikan dengan virus biologis yang menyebar dengan cara menyisipkan dirinya sendiri ke sel makhluk hidup. Virus komputer dapat merusak (misalnya dengan merusak data pada dokumen), membuat pengguna komputer merasa terganggu, maupun tidak menimbulkan efek sama sekali. (wikipedia).

Efek dari virus komputer sangat beragam mulai dari hanya muncul pesan-pesan aneh hingga merusak komputer serta menghapus file atau dokumen kita.

Beberpa literatur , menyatakan bahwa istilah “virus” pertama kali diluncurkan oleh Fred Cohen pada tahun 1984 di Amerika Serikat. Virus komputer dinamakan “Virus” karena memiliki beberapa persamaan mendasar dengan virus pada istilah kedokteran(biological viruses).

Virus komputer bisa diartikan sebagai suatu program komputer biasa.Tetapi memiliki perbedaan yang mendasar dengan program-program lainnya,yaitu virus dibuat untuk menulari program-program lainnya, mengubah, memanipulasinya bahkan sampai merusaknya. Ada yang perlu dicatat disini, virus hanya akan menulari apabila program pemicu atau program yang telah terinfeksi tadi dieksekusi, disinilah perbedaannya dengan "worm".

Seperti ibarat ada gula ada semut, maka ada komputer ada virus. Dewasa ini hampir kecil kemungkinan komputer yang tidak pernah terinfeksi virus. Setiap hari bahkan setiap waktu muncul virus-virus baru dengan berbagai variasi yang dibawanya. Secara umum suatu program yang disebut virus baru dapat dikatakan adalah benar benar virus apabila minimal memiliki 5 kriteria :

1 .Kemampuan untuk mendapatkan informasi.
Pada umumnya suatu virus memerlukan daftar nama-nama file yang ada dalam suatu directory, untuk apa? agar dia dapat mengenali program program apa saja yang akan dia tulari,semisal virus makro yang akan menginfeksi semua file berekstensi *.doc setelah virus itu menemukannya, disinilah kemampuan mengumpulkan informasi itu diperlukan agar virus dapat membuat daftar/ data semua file, terus memilahnya dengan mencari file-file yang bisa ditulari.Biasanya data ini tercipta saat program yang tertular/terinfeksi atau bahkan program virus ini dieksekusi. Sang virus akan segera melakukan pengumpulan data dan menaruhnya di RAM (biasanya :P ) , sehingga apabila komputer dimatikan semua data hilang tetapi akan tercipta setiap program bervirus dijalankan dan biasanya dibuat sebagai hidden file oleh virus .


2 Kemampuan memeriksa suat program.
Suatu virus juga harus bias untuk memeriksa suatu program yang akan ditulari, misalnya ia bertugas menulari program berekstensi *.doc, dia harus memeriksa apakah file dokumen ini telah terinfeksi ataupun belum, karena jika sudah maka dia akan percuma menularinya 2 kali. Ini sangat berguna untuk meningkatkan kemampuan suatu virus dalam hal kecepatan menginfeksi suatu file/program.Yang umum dilakukan oleh virus adalah memiliki/ memberi tanda pada file/program yang telah terinfeksi sehingga mudah untuk dikenali oleh virus tersebut . Contoh penandaan adalah misalnya memberikan suatu byte yang unik disetiap file yang telah terinfeksi.


3 Kemampuan untuk menggandakan diri.
Kalo ini emang virus "bang-get", maksudnya tanpa ini tak adalah virus. Inti dari virus adalah kemampuan mengandakan diri dengan cara menulari program lainnya. Suatu virus apabila telah menemukan calon korbannya (baik file atau program) maka ia akan mengenalinya dengan memeriksanya, jika belum terinfeksi maka sang virus akan memulai aksinya untuk menulari dengan cara menuliskan byte pengenal pada program/ file tersebut,dan seterusnya mengcopikan/menulis kode objek virus diatas file/program yang diinfeksi. Beberapa cara umum yang dilakukan oleh virus untuk menulari/ menggandakan dirinya adalah: File/Program yang akan ditulari dihapus atau diubah namanya. kemudian diciptakan suatu file menggunakan nama itu dengan menggunakan virus tersebut (maksudnya virus mengganti namanya dengan nama file yang dihapus) dan Program virus yang sudah di eksekusi/load ke memori akan langsung menulari file-file lain dengan cara menumpangi seluruh file/program yang ada.


4. kemampuan mengadakan manipulasi.
Rutin (routine) yang dimiliki suatu virus akan dijalankan setelah virus menulari suatu file/program. isi dari suatu rutin ini dapat beragam mulai dari yang teringan sampai pengrusakan. rutin ini umumnya digunakan untuk memanipulasi program ataupun mempopulerkan pembuatnya! Rutin ini memanfaatkan kemampuan dari suatu sistem operasi (Operating System) , sehingga memiliki kemampuan yang sama dengan yang dimiliki sistem operasi.

5. Kemampuan Menyembunyikan diri.
Kemampuan Menyembunyikan diri ini harus dimiliki oleh suatu virus agar semua .pekerjaan baik dari awal sampai berhasilnya penularan dapat terlaksana.langkah langkah yang biasa dilakukan adalah:


  • Program asli/virus disimpan dalam bentuk kode mesin dan digabung dengan program lain yang dianggap berguna oleh pemakai.

  • Program virus diletakkan pada Boot Record atau track yang jarang diperhatikan oleh komputer itu sendiri

  • Program virus dibuat sependek mungkin, dan hasil file yang diinfeksi tidak berubah ukurannya

  • Virus tidak mengubah keterangan waktu suatu file, dll

Dengan semakin berkembanganya teknologi pemograman vrius ini, muncullah aneka variasi yang berbeda, antara lain



  1. Boot virus, virus ini menyerang boot sector pada hardisk. Virus ini aktif saat booting kom-puter, yaitu saat komputer kita pertama start. Virus Boot sector ini sudah umum sekali menyebar.Virus ini dalam menggandakan dirinya akan memindahkan atau menggantikan boot sector asli dengan program booting virus. Sehingga saat terjadi booting maka virus akan di load kememori dan selanjutnya virus akan mempunyai kemampuan mengendali-kan hardware standar(ex::monitor, printer dsb) dan dari memori ini pula virus akan menyebar keseluruh drive yang ada dan terhubung kekomputer .

  2. Mikro virus, virus ini menempel pada file-file office dan biasanya menyerang word processing atau spreadsheet sebagai macro. Virus ini menjadi aktif saat macro dijalankan. Jenis Virus ini pasti sudah sangat sering kita dengar.Virus ini ditulis dengan bahasa pemro-graman dari suatu aplikasi bukan dengan bahasa pemrograman dari suatu Operating Sys-tem. Virus ini dapat berjalan apabila aplikasi pembentuknya dapat berjalan dengan baik, maksudnya jika pada komputer mac dapat menjalankan aplikasi word maka virus ini bekerja pada komputer bersistem operasi Mac.

  3. Program virus, virus ini menempel dan menyerang file-file tertentu, misanya hanya menyerang file-file yang berkstensi .exe,com, sys dst. Virus ini akan aktif ketika file-file yang diserang itu diaktifkan.

  4. Resident virus, virus ini menyusupi ke dalam memori komputer dan akan meng-link dirinya ke eksekusi program lain di komputer anda.

  5. Polymorphic Virus , Virus ini Dirancang buat mengecoh program antivirus,artinya virus ini selalu berusaha agar tidak dikenali oleh antivirus dengan cara selalu merubah rubah strukturnya setiap kali selesai menginfeksi file/program lain.

secara umum siklus hidup virus, melalui 4 tahap:



  1. Dormant phase ( Fase Istirahat/Tidur ), Pada fase ini virus tidaklah aktif. Virus akan di-aktifkan oleh suatu kondisi tertentu, semisal:tanggal yang itentukan,kehadiran program lain/dieksekusinya program lain, dsb. Tidak semua virus melalui fase ini

  2. Propagation phase ( Fase Penyebaran ), Pada fase ini virus akan mengkopikan dirinya kepada suatu program atau ke suatu tempat dari media storage (baik hardisk, ram dsb). Setiap program yang terinfeksi akan menjadi hasil “klonning” virus tersebut (tergantung cara virus tersebut menginfeksinya),

  3. Trigerring phase ( Fase Aktif ),Di fase ini virus tersebut akan aktif dan hal ini juga di picu oleh beberapa kondisi seperti pada Dormant phase

  4. Execution phase ( Fase Eksekusi ),Pada Fase inilah virus yang telah aktif tadi akan melakukan fungsinya. Seperti menghapus file, menampilkan pesan-pesan, dsb

Selanjutnya , bagaimana virus bisa sampai ke komputer kita?
Ya benar, tentu saja memalui perantara. Perantara itu misanya, CD/DVD, hardisk, flashdisk, jaringan LAN, internet, bluetooth dan media lainnya.
Bila media-media itu tidak digunakan sama sekali, tentu tidak ada virus yang menyerang.
Namun apakah mungkin dijaman sekarang ini , kita tidak menggunakan media-media diatas?
Jawaban yang paling sesuai dengan masalah diatas tentunya anda harus menggunakan antivirus yang efektif.

Selanjutnya program antivirus seperti apa yang kita perlukan?
Tentu antivirus yang kuat, handal, terpercaya atau bikinan perusahaan ternama.
Untuk pembahasan program anti-virus, kita bahas di kesempatan berikutnya.

Allahu a’lam
Sumber : Daffarisq Irfan, Virus dan antivirus, http://organisasi.org, http://ezine.echo.or.id,
Catatan :
1. [ Stallings, William ],“CRYPTOGRAPHY AND NETWORK SECURITY,principle and practice: second edition ” ,Prentice-Hall,Inc., New Jersey ,1999
2. R.[ Salim, IR.Hartojo ],“Virus Komputer, teknik pembuatan & langkah-langkah penaggulangannya ,Andi OFFSET,Yogyakarta , 1989.
3. [ Amperiyanto, Tri ],“Bermain-main dengan Virus Macro”,Elex Media Komputindo, Jakarta,2002
4. [ Jayakumar ], “ Viruspaperw.pdf ”, EBOOK version
5. [ y3dips ],“pernak pernik Virus”,http://ezine.echo.or.id,Jakarta,2003
6. Virus Definition dari salah satu Antivirus ”

Selasa, 11 Mei 2010

Arti Khusyuk secara etimologis

Etimologi adalah cabang ilmu linguistik yang mempelajari asal-usul suatu kata. Kata etimologi berasal dari bahasa Belanda etymologie yang berakar dari bahasa Yunani; étymos (arti sebenarnya adalah sebuah kata) dan lògos (ilmu). Kata etimologi itu sendiri datang dari bahasa Yunani ήτυμος (étymos, arti kata) dan λόγος (lógos, ilmu).
Pemahaman yang mendalam , dan penetilian yang detail tentang kata tunggal dalam suatu bahasa, serta mengetahui arti satu kata merupakan langkah awal yang akan membantu dalam proses pelaksanaan, realisasi dan pengambilan manfaat.
Ibn Mandhur dalam Lisanu al ‘arab, menyatakan Khasya’a, Yakhsya’u, Khusyu’an, yang diartikan sebagai melempar pandangan ke arah bumi, menundukkan pandangan dan melemahkan suara.Khasya’a Basharahu yang berarti tunduk. Sedangkan kata Ikhtasya’a digunakan taktala seseorang menundukkan dadanya dan merendahkan diri.
Beberapa ulama berpendapat, al-khusyu’ artinya berdekatan dengan al-khudhu’. Hanya saja al-khuddhu’ digunakan untuk badan, sedangkanal-khusyu’ digunakan untuk hati, suara dan pandangan.

Beberapa kata yang telah diambil dari bahasa lain, kemungkinan dalam bentuk yang telah diubah (kata asal disebut sebagai etimon). Melalui naskah tua dan perbandingan dengan bahasa lain, etimologis mencoba untuk merekonstruksi asal-usul dari suatu kata - ketika mereka memasuki suatu bahasa, dari sumber apa, dan bagaimana bentuk dan arti dari kata tersebut berubah.

Kita ambil contoh,
Firman Allah, yang artinya ,” Pandangan mereka tertunduk kebawah diliputi kehinaan ,” (Qs. Al–ma’arij : 44)
Firman Allah , yang artinya ,” ...Dan semua suara tunduk merendah kepada Tuhan Yang Maha Pengasih, sehingga yang kamu dengar hanyalah bisik-bisik ,” (Qs. Thaha : 108).

Menurut Rajab al-Hambali dalam Al-Khusyu, menyatakan bahwa asal mula kekhusyukan adalah kelembutan hati, ketenangan, kehalusan, kerendahan, ketundukan dan getaran hati.
Ketika hati khusyuk, maka seluruh anggota badan dan tubuh ikut menjadi khusyuk. Anggota badan mengikuti hati.
Rasulullah pernah bersabda, yang artinya ,” Ingatlah , didalam jasad ada segumpal daging. Jika ia baik maka seluruh jasad akan baik; jika ia rusak maka seluruh jasad menjadi rusak. Ia adalah hati ,”.

Ketika hati khusyuk maka pandangan, pendengaran, kepada, wajah , seluruh anggota badan, segala perbuatan, bahkan ucapan , semuanya ikut menjadi khusyuk.

Sebagaimana Rasulullah, dalam rukuknya, mengucapkan , yang artinya ,” Telah khusyuk kepada-Mu segala pendengaranku, pandanganku, pikiranku dan tulangku “. Dalam riwayat lain , disebutkan ,” dan segala yang ditopang kedua kakiku”.

Ibn Qoyyim dalam Madariju as Salikin , menyatakan bahwa khusyuk , secara etimologis berarti kerendahan, kehinaan dan ketenangan.
Sebagaimana firman-Nya, yang artinya ,” Pada hari itu manusia mengikuti (menuju kepada suara) penyeru dengan tidak berbelok-belok ; Dan semua suara tunduk merendah kepada Tuhan Yang Maha Pengasih, sehingga yang kamu dengar hanyalah bisik-bisik ,” (Qs. Thaha : 108).

Khusyuk diartikan juga sebagai tenang, menghinakan dan merendahkan diri. Seringkali bumi juga disifati khusyuk , yaitu ketika bumi itu kering dan berupa dataran rendah dan tiada perbukitan, tanpa ada air dan tiada tumbuh-tumbuhan.

Sebagaimana Allah telah berfirman, yang artinya ,” Dan sebagian dari tanda-tanda (kebesaran)-Nya, engkau melihat bumi itu kering dan tandus, tetapi apabila Kami turunkan hujan diatasnya, niscaya ia akan bergerak dan subur... “, (Qs. Fushshilat : 39).

Syaikh Mu’min Fathi Al-Haddad, mengartikan makna khusyuk dari sudut pandang etimologis sebagai berikut :


  • 1. Kehinaan dan ketakutan.
    Arti ini mencakup wajah dan pandangan, yakni wajah dan pandangan orang-orang kafir pada hari kiamat. Sebagaimana firman-Nya , yang artinya ,
    “, Banyak wajah pada hari itu tunduk terhina “, (Qs. Al-Ghasyiyyah : 2).
    “, pandangannya tunduk “, (Qs. An-Nazi’at : 9).
    “, sambil menundukkan pandangan-pandangan mereka ,” (Qs. Al-Qamar : 7).

  • 2. Krendahan dan ketenganan,
    Sebagaimana firman-Nya ,yang artinya ,” Pada hari itu mnusia mengikuti (menuju kepada suara) penyeru dengan tidak berbelok-belik ; dan merendahkan semua suara kepada Yang Maha Pemurah, maka kamu tidak mendengar suara kecuali bisikan saja “ , (Qs. Thaha : 108).
    Sebagaimana Allah telah berfirman, yang artinya ,” Dan sebagian dari tanda-tanda (kebesaran)-Nya, engkau melihat bumi itu kering dan tandus, tetapi apabila Kami turunkan hujan diatasnya, niscaya ia akan bergerak dan subur... “, (Qs. Fushshilat : 39).

  • 3. Tunduk dan merendahkan diri,
    Sebagaimana firman-Nya, yang artinya ,” Kalau sekiranya kami menurunkan al-Qur’an ini kepada gunung pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah ,” (Qs. Al-Hasyr : 21).

Saudaraku, adapun kondisi yang dialami seorang hamba yang khusysuk adalah kehinaan, ketundukan, kerendahan , kepatuhan, ketenangan dan merendakan diri.
Adapun penyebab khusyuk adalah “tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah ,” (Qs. Al-Hasyr : 21).

Muara khusyuk adalah sifat kecintaan seorang hamba kepada Allah, Tuhan seru sekalian alam. Jadi khusyuk adalah berkaitan dengan pengagungan, kecintaan, kehinaan dan ketundukan.

Semoga kita mendapat nikmat dan berkah sifat khusyuk dari Allah SWT.
Amin.
Allahu a’lam


Sumber : Syaikh Mu’min Fathi Al-Haddad

Senin, 10 Mei 2010

Night school

Mengapa Allah memerintahkan hamba-Nya bangun malam untuk shalat tahajjud malam ? Apa rahasia dibalik perintah-Nya ?
Firman-Nya, yang artinya ,” Hai orang berselimut (Muhammad), bangunlah (untuk shalat) di malam hari, kecuali sedikit (daripadanya) ,” (Qs. Al-Muzzammil : 1-2).
kemuliaan ibadah ini adalah awal pekerjaan yang diperintahkan kepada umat setelah turunnya wahyu pertama. Shalat malam telah diperintahkan kepada umat-umat terdahulu. Sebagaimana Allah memuji mereka, yang artinya , “ Mereka itu tidak sama ; diantara ahli kitab itu ada golongan yang berlaku lurus , mereka membaca ayat-ayat Allah pada beberapa waktu dimalam hari, sedang mereka juga bersujud (shalat), “ (Qs. Ali ‘Imran : 113).
Rasulullah bersabda, yang artinya ,” Laksanakan shalat malam, karena ia adalah kebiasaan orang-orang shalih sebelum kalian,”
Bagai sekolah malam, sekolah yang agung untuk selalu memperbaharui harapan dan mengais anugerah kemuliaan dari-Nya. Dengan ibadah ini akan didapatkan ijazah kekhusyukan, untuk membentuk karakter hamba beriman, persiapan bagi orang-orang yang arif dan kenikmatan yang dinikmati hamba-hamba yang memahami.

Benarkah orang-orang yang bertahajjud ditengah malam akan diangkat Allah ke tempat yang terpuji?
“Dan pada sebagian malam bertahajjud-lah dengannya sebagai tambahan bagimu mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji”.(Qs. al-Isra’, ayat 79).

Saudaraku, shalat malam telah disyariatkan semenjak umat-umat tedahulu. Sebagaimana diriwayatkan ‘Abdullah bin ‘umar, bahwa Rasulullah SAW bersabda, yang artinya ,” Puasa yang paling aku sukai adalah puasa Dawud, dan shalat yang paling aku sukai adalah shalat Dawud; Nabi Dawud tidur di pertengahan malam, menunaikan shalat pada sepertiga malam , dan tidur pada seperenam malamnya. Dia juga melakukan sehari puasa dan sehari berbuka ,” (Hr Bukhari, Muslim, Nasa’i, Ibn Majah).

Dengan shalat tahajjud yang dilakukan secara rutin, ikhlas dan khusyuk dapat menumbuhkan karakter baru serta tangguh bagi pelaksananya, sehingga kita akan memiliki persepsi dan motivasi yang positip yang nantinya akan terhindar dari stres.
Karena waktu malam terdapat ketenangan dan kesenggangan, sehingga didapatkan kemudahan untuk memusatkan segala perasaan dan memfokuskan pikiran.
Hati yang terselimuti kekhusyukan, maka keraguan akan menyingkir. Para ahli ibadah bahkan menyatakan , bahawa shalat malam dengan waktu malamnya terasa jauh lebih nikmat daripada ahli maksiat dengan kemaksiatannya.

Sedangkan keberkahan dan kemuliaan ibadah ini, sebagaimana diriwayatkan Imam Muslim, Bukhari , Ahmad, dan para penyususn kitab hadits dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah bersabda, yang artinya ,” Pada setiap malam Allah turun ke langit dunia di waktu sepertiga malam terakhir. Kemudian Allah berseru, “ Siapa yang berdoa kepada-Ku, Aku mengabul-kan doanya ; siapa yang meminta kepada-Ku, Aku akan memberinya ; Siapa yang memohon ampunan kepada-Ku, Aku akan mengampuninya ,”.

DR. Muhammad Soleh, dosen IAIN Surabaya, dalam desertasinya bidang ilmu kedokteran pada Program Pasca Sarjana Universitas Surabaya, dengan judul “Pengaruh shalat Tahajjud terhadap peningkatan perubahan respon ketahanan tubuh imunologik: Suatu Pendekatan Psikoneuroimunologi”, menyimpulkan jika Anda melakukan shalat tahajjud secara rutin, benar gerakannya, ikhlas dan khusyu’ niscaya Anda akan terbebas dari penyakit infeksi dan kanker.

Dengan sampel populasi 41 responden siswa SMU . Dari 41 siswa, hanya 23 yang sanggup yang sanggup menjalankan shalat tahajjud selama satu bulan penuh. Setelah diuji lagi, tinggal 19 siswa yang bertahan shalat tahajjud selama dua bulan. Shalat tahjjud dimulai pukul 2.00-3.30 wib sebanyak 11 rakaat, dengan dua rakaat sebanyak 4 kali dan ditutup shalat witir sebanyak tiga rakaat. Dan selanjutnya hormon kortisol (hormon stres) dari 19 siswa tersebut diperiksa di tiga laboratorium di Surabaya (Pramitha, Prodia dan Klinika).

Para siswa yang shalat tahajjud dengan rutin dan ikhlas berbeda dengan siswa yang tidak melaksanakan shalat tahajjud. Mereka yang melaksanakan shalat tahajjud tersebut memilki kadar hormon kortisol yang rendah. Hal ini menandakan mereka memiliki ketahanan tubuh yang kuat dan kemampuan individu yang tangguh sehingga mampu menanggulangi masalah-masalah sulit dengan lebih stabil.

Hormon kortisol merupakan salah satu hormon stres. Kadar hormon ini semakin meninggi ketika kita dalam keadaan stres. Dengan kadar hormon yang meninggi kita lebih mudah berbuat salah, sulit berkonsentrasi dan daya ingat kita kurang baik. Hormon ini oleh pakar kesehatan dijadikan tolak ukur untuk tingkat/derajat stres seseorang.

Makin stres seseorang maka hormon kortisol semakin meninggi dalam darahnya. Hormon kortisol memiliki kadar tertinggi di waktu tengah malam hingga di waktu pagi, terutama pagi-pagi sekali (normal di pagi hari berkisar 38-690 nmol/liter, sedangkan malam-nya 69-345 nmol/liter).

Stres dan depresi menjadi penyakit yang lazim di zaman sekarang ini. Stres sebenarnya keadaan yang positif bagi kita jika digunakan dalam keadaan yang masih wajar. Jika berlebihan maka kadar hormon adrenalin dan hormon kortisol akan meningkat sehingga menganggu sistem kekebalan tubuh yang akhirnya kita mudah terkena infeksi, penyakit maag, asma, dan memperburuk penyakit degenaratif kronis (kanker, diabetes, rematik dan lain-lain).

Kemuliaan Malam
Kata tahajjud berasal dari kata hujud yang berarti tidur.
Kata tahajjud dipahami oleh al-Biqai dalam arti tinggalkan tidur untuk melakukan shalat. Shalat ini juga dinamakan Shalat Lail/Shalat Malam, karena ia dilaksanakan di waktu malam yang sama dengan waktu tidur. Shalat ini terdiri dari dua sampai dengan delapan rakaat.

Allah menjelaskan Allah pada surat al-Muzzammil, ayat ke 6-7, yang artinya, “Sesungguhnya bangun di waktu malam, dia lebih berat dan bacaan di waktu itu lebih berkesan. Sesungguh-nya bagimu di siang hari kesibukan yang panjang.”

Sengaja bangun malam hanya bisa dilakukan oleh orang memiliki niat yang kuat pula. Niat yang yang kuat pasti didorong oleh motivasi yang kuat, sehingga pekerjaan tersebut akan dilakukan dengan ikhlas dan bersungguh-sungguh.

Bangun tidur pasti pikiran kita lebih fresh-segar. Bayangkan dalam satu hari, jantung kita berdetak sebanyak 100.000 kali, darah kita mengalir melalui 17 juta mil arteri, urat darah halus dan juga pembuluh-pembuluh darah. Tanpa kita sadari rata-rata sehari kita berbicara 4.000 kata, bernafas sebanyak 20.000 kali, menggerakkan otot-otot besar sebanyak 750 kali, dan mengopersikan 14 milyar sel otak.

Manusia perlu istirahat. Dan tidur adalah istirahat yang sangat baik menurut ilmu kesehatan.
Dengan tidur berarti terjadi proses pemulihan sel tubuh, penambahan kekuatan dan otak kita kembali berfungsi dengan sangat baik. Tak heran kalau Allah berkehendak agar shalat tahjjud dikerjakan setelah tidur. Kurang baik jika dilakukan langsung setelah kita begadang malam. Dengan pikiran yang fresh akan membantu kita untuk lebih khusyu’ memaknai ayat-ayat Allah yang kita baca.

Saudaraku , teman kita yang hobinya nge-break (orari). Mereka lebih senang akan memilih berkomunikasi di malam hari kira-kira mulai pukul 02.00-04.00 tengah malam. Mereka menjawab suara yang dihasilkan di waktu itu lebih cukup bagus dan jernih, walaupun daya jangkaunya sangat jauh. Berbeda dengan siang hari suara breaker tidak begitu jelas banyak frekuensi lain yang menganggu.

Ini menandakan bangun di tengah malam dan bershalat tahajjud sangat baik untuk berkomunikasi dengan Tuhan. Dan komunikasi yag kita lakukan semuanya berbasis pada pancaran energi.

Meditasi dan Tahajjud
Meditasi berarti keheningan, diam dan kesendirian. Keheningan muncul apabila pikiran sadar kita telah berhenti sepenuhnya. Diam berarti berhentinya aktivitas fisik sedangkan kesendirian berati kita harus melakukanya sendiri tanpa bantuan, tuntutan, atau kehadiran orang lain.

John Kehoe, penulis buku terlaris ‘Mind Power’ pernah melakukan meditasi dengan menyingkirkan diri dari hiruk piruk dunia, kemudian menyepi didalam hutan untuk melakukan meditasi. Hal ini ia lakukan untuk menembus batas kesadaran tertinggi atau lapiasan terdalam pikiran bawah sadarnya melalui kesunyian dan pencarian diri.

Banyak dari mereka melakukan metoda meditasi lewat relaksasi senam ringan, olah napas, pindah ketempat yang sunyi dengan menghidupkan kaset-kaset, CD pencerahan. Bahkan ada yang menggunakan aroma terapi wewangian, tak heran terlalu besar biaya yang dikeluarkan hanya untuk bermeditasi saja.

Saudaraku, yakinkah kita bahawa Allah telah memberikan jalan alternatip ke kita pada 14 abad yang lalu untuk lebih dekat dengan-Nya lewat pelaksanaan shalat malam, karena shalat adalah salah satu bentuk meditasi. Selama ini kita terjebak pada belenggu diri kita sendiri yang menjadikan shalat sebagai kewajiban semata bukan sebuah kebutuhan, kalau tidak shalat akan masuk neraka, terkesan Tuhan yang membutuhkan kita. Ironis.

Padahal untuk melakukan shalat tahjjud kita tak perlu ke hutan, mengasingkan diri, cukup bangun di tengah malam kemudian berwudu’ (bersuci) secara sederhana menurut rukun dan syaratnya. Tak perlu biaya mahal, hanya perlu tempat yang bersih.

Saudaraku, bukanlah malam adalah anugerah yang indah, malam yang penuh berkah. Waktu yang agung, waktu yang berharga untuk mengkhusyuk-kan diri. Waktu yang berharga untuk berlatih dan berusaha terus menerus menuju ridha Allah.


Allahu a’lam.
sumber : yusuf mansur dll.