Sabtu, 07 September 2013

Tentang Pikiran

Dr Ibrahim elFiky dalam  Quwwat al Tafkir, mengilustrasikan bahwa apabila para dokter bedah melakukan operasi dan mengeluarkan semua pikiran kita, lalu apa yang terjadi ? Apakah kita masih akan menghadapi masalah?. Beliau menjawab tentu saja tidak. Karena masalah hanya ada dalam pikiran. Situasi kantor yang mengecewakan, teman yang menyebalkan dan semua masalah yang menghimpit kita, hanya ada dalam pikiran. Masalah yang kita hadapi , kegagalan masa lalu hanya ada dalam pikiran. Kesimpulannya , segala sesuatu masih akan tetap ada dalam pikiran , meskipun sudah terjadi sekian lama atau yang diperkirakan akan terjadi dimasa datang, selama kita masih memikirkan tentang hal itu. Sesuatu itu adalah pikiran. Pikiran inilah yang 75% diyakini menyebabkan penyakit jiwa atau fisik.


Saudaraku, jika anda ingin mewujudkan impian ,maka anda harus memikirkan sesuatu yang mendukung anda untukmenggapainya. Jauhi pikiran yang membuat anda semakin jauh dari impian anda serta yang menyebabkan kekhawatrian dan putus asa. Pilih, dan seleksilah serta gunakan pikiran terbaik untuk akal sebagaimana anda memilih makanan yang terbaik untuk tubuh.

Pikiran mempunyai program yang jelas dan membuat file-file akal. Pikiran mem-pengaruhi  akal, tubuh , perasaan dan perilaku hingga mendatangkan hasil yang sejenis. Selain itu , pikiran akan berpengaruh besar dalam citra diri anda, penghargaan terhadap diri anda sendiri, serta rasa percaya diri. Pikiran juga mempengaruhi kondisi jiwa dan kesehatan.

Dan yang kelihatannya agak lain, pikiran bisa melewati batas waktu dan jarak. Pikiran juga melahirkan kebiasaan sejenis, menjadikan hukum akal bawah sadar untuk berpihak pada kita atau justru memusihi kita sendiri. Pikiran dapat meningkatkan atau menurunkan energi kita.

Pikiran kita adalah cerminan dari perbuatan kita sendiri. Tak ada orang lain yang dapat mengubahnya. Jadi kita sendirilah satu-satunya orang yang bisa mengubah dan  menjadikan pikiran kita berpihak pada kita serta membantu kita untuk menuju kebahagiaan.

Syaikh Muhammad Mutawalli al Sya’rawi dalam Al-Khawathir, menyatakan bahwa pikirana dalah alat ukur yang digunakan manusia untuk memilih sesuatu yang dinilai lebih baik dan lebih menjamin masa depan diri dan keluarganya.    Hari ini adan tergantung pada pikiran yang datang saat ini, besok anda ditentukan oleh kemana pikiran  membawa anda. Dari pikiran akan mengalir ke perasaan dan diujudkan dalam perbuatan. Pikiranlah yang menjadi pendorong setiap perbuatan dan dampaknya. Jika kita ingin meletakkan sesuatu yang bermanfaat bagi diri kita, sudah selayaknya kita mengisi pikiran kita dengan hal-hal yang berpengaruh positif pada setiap aspek keseharian kita .

Salah satu bentuk pikiran positif adalah berprangka baik . Barangsiapa yang memikirkan halini dengan benar , maka ia  akan mengetahui bahwa berprasangka baik kepada Allah adalah perbuatan yang bermanfaat bagi diri sendiri. Karena yang membawa seorang hamba berbuat baik adalah prasangka baiknya. Ketika ia berprasangka baik kepada Tuhannya maka perbuatannya akan baik. Jadai salah satu yang menjadi pendorong perbuatan/ perilaku baik adalah pikiran positif yang berupa prasangka baik. Jika baik prasangkanya maka baik pula amalannya. Namun prasangka baik yang disertai hawa nafsu adalah kelemahan. 

Pikiran mempunyai energi sehingga menentukan perjalanan seorang manusia. Karena itulah , jika kita benar-benar ingin melakukan perubahan positif dalam diri kita, maka mulailah melangkah dari langkah pertama. Yaiyu tawakal kepada Allah. Dengan begitu kita akan mendapatkan kekuatan spiritual luarbiasa untuk melakukan perubahan positif dalam keseharian kita. Mari kita ganti dengan pikiran-pikiran negatif (pesimis) dengan pikiran-pikiran yang mendukung dan memberi semangat yaitu pikiran positif

Allahu a’lam
Sumber : Dr Ibrahim elFiky ; Quwwat al Tafkir, Syaikh Muhammad Mutawalli al Sya’rawi ; Al-Khawathir dll, Ibnu Qayyim al Jauziyah ; Al jawabul Kafi Dawa ad dawa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar