Senin, 24 September 2012

Proyek unggulan iblis



وعن جابر رضى الله عنه عن النبى صلى الله عليه وسلم قال : إن إبليس يضع عرشه على الماء ثم يبعث سراياه ، فأدناهم منه منزلة أعظمهم فتنة ، يجيء أحدهم فيقول : فعلت كذا وكذا ، فيقول : ما صنعتَ شيئا ، ثم يجئ أحدهم فيقول : ما تركتُه حتى فرقتُ بينه وبين امرأته ، فيدنيه منه ويقول : نعم أنت فيلتزمه . رواه مسلم وغيره .

Dlm Shahihuttarghib wattarhib (II-215, no 2017),  Shahih (menurut Syaikh Al Albani). Dari Jabir ra bhw Rasulullah  bersabda , yg artinya “,  Sesungguhnya iblis meletakkan singgasananya di atas air lalu dari sana ia menyebarkan pasukannya. Pasukan paling dekat dgnya adalah yg paling besar fitnahnya. Salah satu dari mereka datang menghadap lalu berkata : "Aku telah lakukan demikian dan demikian". iblis menjawab : "engkau belum lakukan apa-apa". Lalu setan  yg lain datang dan berkata : "aku tidak membiarkannya hingga aku pisahkan antara dirinya dgn istrinya". Maka iblis ketua meraihnya dan mendekatkan kpd dirinya lalu berkata : "Sungguh hebat engkau". Lalu ia mendekap dan merangkulnya. (Hr. Muslim dll).
Saudaraku, tujuan utama menikah adl utk mendapatkan ridha Allah. Setelah itu untuk mewujudkan keluarga sakinah mawahdah wa rahmah, mendapatkan keturunan  yg shaleh. Menjaga keutuhan  pernikahan adalah tugas yg tidak ringan, banyak rintangan menghadang,  bahkan iblis pun menjadikan penghancuran  keharmonisan pernikahan sebagai target  besar mereka.
  
Menikah adalah fitrah manusia. Rasulullah saw. menyebut menikah sebagai sunahnya. Bahkan, Nabi berkata, siapa yang membenci sunahnya, tidak termasuk dalam golongannya.

Iblis akan selalu berusaha membuat bara  konflik permusuhan diantara pasangan suami-istri , karena hal itu termasuk dalam  prestasi tertinggi mereka. Kehancuran rumah tangga adalah  proyek unggulan iblis.
Dia mengajarkan sihir pada manusia, tujuan utamanya adalah menceraikan suami dari istrinya yang berujung pada keruntuhan rumah tangga. (lihat QS Albaqarah [2]:102)
Bila rumah tangga berantakan, kondisi sakinah, mawadah, dan rahmah dalam keluarga menjadi musnah, pendidikan anak akan telantar dan akhirnya kehidupan masyarakat akan penuh dengan kerusakan.

Rangsangan-rangsangan maksiat, yang ditebarkan setan serta para pendukung mereka di kalangan manusia dari segala penjuru , mulai  media elektronik dan cetak, sering memunculkan angan-angan kemaksiatan . Yang akhirnya menuju kearah  perasaan ketidakpuasan dari pihak istri atau suami , atau anggota keluarga yang lain. Cepat aaatu lambat bisa menyeret kepada kepada persoalan kemaksiatan yang lebih besar, perselingkuhan , kebencian dst. Sehingga berdampak domino menuju kehancuran rumah tangga, kerusakan masa depan remaja, serta ambruknya moralitas bangsa

Saudaraku, pernikahan adalah gerbang  mempersatukan yg mengikat antar jiwa seorang suami dan istri. Bahkan ikatan pernikahan itu disebut ikatan suci dan kuat (Mitsaqan Ghalizha)

Allah yang menciptakan ikatan perjanjian kokoh pernikahan, maka Allah pula yang lebih patut untuk memutuskannya. Lalu pantaskah kita  melakukan hal yang menghancurkan apa yang telah dibangunkan Allah dalam pernikahan tersebut. Kalau dulu sebelum nikah, menyentuh saja haram. Maka setelah menikah justru satu sentuhan saja jadi ibadah yang besar pahalanya.

Pernikahan juga mempersatukan antara dua keluarga bahkan bisa lebih , keluarga suami dan istri. Pernikahan adalah penyambung  jalan tali silaturahim.Bahkan pernikahan juga bisa mempersatukan antar kelompok, antara budaya , antar Negara , antar ras dst.

Sementara perceraian itu akan merusak itu semua. Merusak ikatan suci antara suami dan istri, merusak silaturrahim dua keluarga, merusak perpaduan masyarakat.

Allah tidak menyukai talak (upaya perceraian) , sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala tentang masalah orang yang meng-ilaa isterinya.
Sebagaimana firman-Nya , yang artinya “ Kepada orang-orang yang meng-ilaa’ isterinya diberi tangguh empat bulan lamanya. Kemudian jika mereka kembali (kepada isterinya), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan jika mereka berazam (bertetap hati untuk) talak, maka sesunngguhnya Allah Maha mendengar lagi Maha Mengetahui” (Qs. Al-Baqarah : 226-227)

Dalam masalah kembali dari perbuatan ilaa’ tersebut Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman : “Kemudian jika mereka kembali (kepada isterinya), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. Dan pada waktu mereka berniat memilih jalan talak, maka Allah berfirman : “Dan jika mereka berazam (bertetap hati untuk) talak, maka sesunngguhnya Allah Maha
Mendengar lagi Maha Mengetahui”. Ini menunjukkan bahwa Allah tidak suka terhadap orang yang memilih jalan talak daripada kembali menyambung tali pernikahan. [Durus wa Fatawa Haramul Makky Syaikh Utsaimin, juz 3/260]

Karena itu, kita harus mencegah segala perbuatan yang bisa menyebabkan perselisihan suami-istri. Karena itu, jika cekcok dengan pasangan hidup Anda, segera selesaikan masalahnya. Upayakan selesaikan masalah rumah tangga sendiri. Jangan menghadirkan pihak ketiga. Jika belum selesai juga, hadirkan seseorang yang bisa menjadi hakim yang bisa diterima kedua belah pihak.

Saudaraku, sepasang suami-istri yang dipersatukan oleh ikatan pernikahan , ikatan cinta, sebagai karunia besar dari Allah  .  Karena itu, sepasang suami-istri harus bisa memahami hak dan kewajiban dirinya atas pasangannya dan anggota keluarga lainnya.
Memang tidak dipungkiri , bahwa seiring dengan perjalanan waktu dan lika-liku kehidupan,  ikatan pernikahan bisa saja mengkendur atau diterpa krisis . Karena itu, perkuat terus  ikatan itu dengan mengingat-ingat kembali tujuan pernikahan.

Sungguh  Allah lebih mencintai orang-orang  yang tekun dan sabar dalam perjuangannya sebagaimana firman-Nya ,

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا يَحِلُّ لَكُمْ أَن تَرِثُوا۟ ٱلنِّسَآءَ كَرْهًۭا ۖ وَلَا تَعْضُلُوهُنَّ لِتَذْهَبُوا۟ بِبَعْضِ مَآ ءَاتَيْتُمُوهُنَّ إِلَّآ أَن يَأْتِينَ بِفَٰحِشَةٍۢ مُّبَيِّنَةٍۢ ۚ وَعَاشِرُوهُنَّ بِٱلْمَعْرُوفِ ۚ فَإِن كَرِهْتُمُوهُنَّ فَعَسَىٰٓ أَن تَكْرَهُوا۟ شَيْـًۭٔا وَيَجْعَلَ ٱللَّهُ فِيهِ خَيْرًۭا

“Hai orang-orang yang beriman, tidak halal bagi kamu mempusakai wanita dengan jalan paksa  dan janganlah kamu menyusahkan mereka karena hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang telah kamu berikan kepadanya, terkecuali bila mereka melakukan pekerjaan keji yang nyata. Dan bergauillah dengan mereka secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” (Q.s. an-Nisa':19)

Bangun dan pupuklah  komunikasi yang positif. Komunikasi adalah kunci keharmonisan. Karena itu, pahami betul cara berkomunikasi pasangan Anda. Dan, hidupkan syuro dalam keluarga. Bahkan untuk urusan kecil sekalipun perlu dibicarakan bersama. Insya Allah, Allah swt. akan memberi kebaikan yang banyak dalam keluarga kita. Amin

Allahu a’lam
Sumber : Durus wa Fatawa Haramul Makky Syaikh Utsaimin, ,  dari beberapa sumber bacaan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar