*****Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta,jiwa dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yg sabar.(Qs.Al-Baqarah 2 : 155).*****Ataukah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga , padahal (cobaan) belum datang kepadamu seperti (yang dialami) orang-orang terdahulu sebelum kamu. Mereka ditimpa kemelaratan, penderitaan dan diguncang (dengan berbagai cobaan), sehingga Rasul dan orang-orang yg beriman bersamanya , berkata, 'kapankah datang pertolongan Allah?' Ingatlah , sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat.(Qs.Al-Baqarah 2 : 214). *****Dan sungguh, Kami telah mengutus (rasul-rasul) kepada umat-umat sebelum engkau, kemudian Kami siksa mereka dengan (menimpakan) kemelaratan dan kesengsaraan , agar mereka memohon (kepada Allah) dengan kerendahan hati.(Qs.Al-An'am 6 : 42). *****Dan Kami coba mereka dengan (nikmat) yg baik-baik dan (bencana) yg buruk-buruk, agar mereka kembali (kepda kebenaran). (Qs. Al-A'raf 7 : 168). *****Sesungguhnya orang-orang yang beriman adalah mereka yg apabila disebut nama Allah gemetar hatinya , dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, bertambah imannya dan hanya kepada Tuhan mereka bertawakal, (yaitu) orang-orang yg melaksanakan shalat dan yg menginfakkan sebagian dari rizki yang Kami berikan kepada mereka. Mereka itulah orang-orang yg benar-benar beriman. Mereka akan memperoleh derajat (tinggi) di sisi Tuhannya dan ampunan serta rizki (nikmat) yg mulia. (Qs.An-anfal 8 : 2-4). *****Apakah kamu mengira bahwa kamu akan dibiarkan (begitu saja), padahal Allah belum mengetahui orang-orang yg berjihad diantara kamu dan tidak mengambil teman yg setia selain Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman. Allah Mahateliti terhadap apa yg kamu kerjakan. (Qs. At-Taubah 9 : 16) *****Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yg sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kami-lah kamu dikembalikan. (Qs. Al-Anbiya 21 : 35). *****Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sungguh , Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, Maka Allah pasti mengetahui orang-orang yang benar dan pasti mengetahui orang-orang yg dusta. (Qs. Al-'Ankabut 29 : 2-3)

Minggu, 07 Maret 2010

Ketika marah dan begembira-ria

Seorang hamba yang condong terhadap nafsu, maka ia akan menjadi tawanan nafsu yang selalu mencintai keinginan-keinginannya. Sehingga bagaikan ia menanam pohon penye-salan dalam hatinya . Hati manusia bagaikan benteng sedangkan setan adalah musuh yang senantiasa mengintai untuk menguasai benteng tersebut. Kita tidak bisa menjaga benteng kalau tidak melindungi atau menjaga hati.
Pintu tempat masuknya setan adalah semua sifat kemanusiaan manusia yang tidak baik. Berarti pintu yang akan dimasuki setan sebenarnya sangat banyak, Namun kita akan membahas pintu-pintu utama yang dijadikan prioritas oleh setan untuk masuk menguasai manusia. Di antara pintu-pintu besar yang akan dimasuki setan itu adalah:

1. Marah
Marah merupakan bencana yang merusak akal, dalam kondisi ini setan amat mudah menerobos akal yang lemah. Bila seorang hamba sedang marah maka setan mudah mempermainkannya seperti anak-anak mempermainkan mainan kesayangannya. Disebutkan satu ketika Nabi Allah berkata kepada iblis, “ perlihatkan padaku bahgaimana kalian menguasai anak-cucu Adam ?”,
Mereka menjawab ,’ aku menjeratnya ketika mereka marah dan gembira’.

2. Dengki dan rakus
Seorang hamba yang rakus terhadap sesuatu maka kerakusannya itu akan mebuatnya buta dan tuli, saat itulah setan menemukan celah untuk masuk. Selanjutnya setan menunjukkan sisi poritif menurutnya, sehingga mebuatnya gembira berhasil mencapai kemenangan , padahal kemenangan itu jelasjelas munkar.
Diriwayatkan suatu ketika Nabi Nuh as, menaiki kapalnya, ia memasukkan juga setiap jenis binatang berpasangan sebagaimana yang diperintahkan Allah. Saat itu muncul seorang kakek yang tidak dikenal.
Nabi Nuh bertanya kepadanya, “ Siapa kau dan kenapa masuk kemari?
Ia menjawab ,’ aku masuk untuk mengait hati teman-temanmu agar hati mereka bersamaku walaupun tubuhnya bersamamu,’
Nabi Nuh berseru, “ Keluarlah , kau wahai musuh Allah, kau adalah yang dilaknat !”,
Iblis berkata, ‘ ada lima cara , dimana aku mampu membinasakan manusia dan aku beritahukan dua saja ,’
Allah Ta’ala mewahyukan kepada Nabi-Nya , yang artinya ,” Sesungguhnya kamu tidak membutuhkan yang tiga, maka dia akan cerita kepadamu yang dua saja”,
Nabi Nuh berkata kepada setan, “ Apa dua macam itu?”.
Iblis berkata,’ dua ini tidak pernah meleset untu menjerat manusia, yakni rakus dan dengki.
Hanya dengan dengki aku akhirnya menjadi makhluk terlaknat. Danmengenai rakus : maka sungguh semua yang di-surga diperuntukkan bagi Adam kecuali buah syajara (kuldi, buah terlarang). Dan aku mampu menyeret Adam as untuk memakannya, karena sifat rakus’.
Saudaraku , seorang hamba apabila dengki dan tamak menginginkan sesuatu dari orang lain maka ia akan menjadi buta dan tuli hatinya.
Sebagaimana Rasulullah bersabda, yang artinya , ”Cintamu terhadap sesuatu bisa men-jadikanmu buta dan tuli”

3. Perut kenyang
Saudaraku, walaupun perut kita kenyang dengan makanan yang halal, kenyang bisa mendorong hawa nafsu. Padahal hawa nafsu adalah ujung tombaknya setan.
Dalam satu riwayat disebutkan bahwa Iblis pernah menampakkan diri di hadapan Nabi Yahya bin Zakariyya a.s. Beliau melihat pada setan beberapa belenggu dan gantungan pengait untuk segala sesuatu seraya bertanya.
Wahai iblis belenggu dan pengait apa ini ?
Setan menjawab: Ini adalah syahwat yang aku gunakan untuk menggoda anak cucu Adam.
Nabi Yahya bertanya: Apa hubungannya pengait ini dengan manusia ?
Setan menjawab: Bila kamu kenyang maka aku beri pemberat sehingga engkau enggan untuk sholat dan dzikir.
Yahya bertanya lagi: Apa lainnya?
Tidak ada! Jawab setan.
Kemudian Nabi Yahya berkata: “Demi Allah aku tidak akan mengenyangkan perutku dengan makanan selamanya.”
Iblis berkata. ‘Demi Allah saya tidak akan memberi nasehat pada orang muslim selamanya.’

4. Meyukai kemewahan
Bila setan melihat hati orang yang sangat mencintai perhiasan dan perabotan rumah tangga maka iblis bertelur dan beranak dan menggodanya untuk terus berusaha terus membangun rumah , menghias peralatan dan perabotannya, memperluas rumahnya, mengkoleksi berbagai macam barang yang sebenarnya tidak banyak manfaatnya.
Mereka akan mengajak seorang hamba manusia untuk hidup bermewah-mewah dalam pakaian, rumah, kendaraan dan segala perabotnya.
Apabila hamba manusia sudah mencinatai kegiatannya itu, maka setan sudah tidak perlu menggoda manusia itu, karena hamba tersebut sudah terjerat kedalam keingingan-keinginan kemewahannya.

5. Tergesa-gesa
Allah berfirman, yang artinya : ”Manusia diciptakan tergesa-gesa” dalam ayat lain difirmankan :” Sesungguhnya manusia itu sangat tergesa-gesa”.
Rasulullah pernah bersabda: "Tergesa-gesa termasuk perbuatan setan dan hati-hati adalah dari Allah SWT".
Saudaraku, ketika manusia tergesa-gesa, maka setan masuk dengan mempengaruhinya untuk condong kepada kejahatan.
Diriwayatkan, “ Sesungguhnya ketia Isa putera Maryam dilahirkan”.
Para setan mendatangi iblis untuk melaporkan seraya berkata , berhala –berhala pagi ini kepalanya terjungkir’.
Iblis berkata ,’ ini peristiwa yang benar-benar terjadi, sekrang tunggu kalian disini’.
Maka iblis segera terbang, keseluruh penjuru bumi dan tidak menemukan apa-apa kecuali Nabi Allah yaitu Isa sudah dilahirkan, semenatara itu para malaikat mengerumuni Nabi Isa as.
Maka kembalilah iblis dan menemui para setan , dan berkata,’ sesungguhnya tadi malam seorang Nabi Allah telah lahir, padahal tidak seorang wanita hamil dan melahirkan kecuali pasti saya hadir disana untuk menyusupkan kejahatan. Maka malam ini jangan harap ada berhala yang disembah lagi. Dan sekarang datanglah kepada anak cucu Adam dari arah ketergesaan dan kelambanan’.

6. Mencintai harta
Saudaraku, mencintai sesuatu (harta) yang banyaknya melebihi kadar kebutuhan adalah sumber munculnya setan.
Sudaraku, diriwayatkan dalam Mukasyafatul Qulub (Imam Ghazali), bahwa Tsabit Al Banani berkata ,’ ketika Rasulullah diutus sebagai Rasul dan Nabi.
Saat itu iblis berkata kepada para setan, ‘sungguh telah terjadi peristiwa besar, sekarang periksa apa yang sesungguhnya terjadi’.
Para setan segera pergi ke seluruh penjuru dunia, dan melaporkan bahwa mereka tidak peristiwa apa yang telah terjadi. Selanjutnya iblis sendiri yang akan memeriksa apa yang telah terjadi.
Lalu dia menemukan bahwa benar Allah telah mengutus Rasulullah Muhammad saw.
Lalu iblis mengirim para setan untuk menemui para sahabat Nabi, namun para setan kembali dengan tangan hampa.
Para setan berkata,’ sama sekali kami belum pernah menemui sebuah hari seperti hari-hari mereka yang selalu berdiri shalat dan semuanya bisa terhapus.
Maka iblis berkata, ‘berilah mereka waktu enggang, semoga Allah membukakan masalah-masalah duniawi buat mereka, sehingga kita bisa memperdayakan mereka’.
Kecintaan terhadap uang dan semua bentuk harta akan menjadi alat hebat bagi setan. Bila orang memiliki kecintaan kuat terhadap harta maka hatinya akan kosong. Kalau dia mendapatkan uang sebanyak satu juta di jalan maka akan muncul dari harta itu sepuluh syahwat dan setiap syahwat membutuhkan satu juta. Demikianlah orang yang punya harta akan merasa kurang dan menginginkan tambahan lebih banyak lagi.

7. Ta’assub dan meremehkan orang lain.
sifat ini dapat mencellakakan ahli ibadah maupun orang fasik. Hasan ra, berkata, bahwa,’ sampai kepada kita bahwa iblis pernah berkata ‘ aku menghias umat Muhammad dengan berbagai maksiat , lalu mereka mematahkan punggungku dengan bacaan istighfar. Kemudian aku menghiasai lagi dengan dosa-dosa yang tak akan mereka memohon ampun kepada-Nya, yaitu dosa-dosa yang timbul dari kesenangan’.
Kesenangan apa yang dimaksud? Ya kesenangan karena meremehkan orang lain dan kesenangan lain yang melalaikan. Seorang hamba yang tenggelam dalam kesenangan,maka bagaimana mungkin dia akan memohon ampun lantaran kesenangannya.
Orang yang ta’assub dan memiliki anggapan bahwa kelompok lain adalah salah . Orang yang demikian akan muda untuk meremehkan bahkan mencaci orang lain. Bila setan menghiasi pada manusia bahwa ta'assub itu seakan-akan baik dan hak dalam diri orang itu maka ia semakin senang untuk menyalahkan orang lain dan menjelekkannya.

8. Kikir dan takut miskin.
Khaitsamah bin Abdur Rahman pernah berkata: Sesungguhnya setan berkata: Anak cucu Adam tidak akan mengalahkanku dalama tiga hal perintahku: Aku perintahkan untuk mengambil harta dengan tanpa hak, menginfaqkannya dengan tanpa hak dan menghalanginya dari hak kewajibannya (zakat). Sufyan berkata: Setan tidak mempunyai senjata sehebat senjata rasa takutnya manusia dari kemiskinan. Apabila ia menerima sifat ini maka ia mengambil harta tanpa hak dan menghalanginya dari kewajiban zakatnya.

9. prasangka buruk.
Allah berfirman dalam Surat Al Hujuroot 12 , yang artinya ,”Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang."
Rasulullah pernah bersabda, yang artinya "Jauhillah tempat-tempat yang bisa memunculkan prasangka buruk.


Saudaraku, marilah kita berhati-hati dalam keseharian dan selalu memohon perlindungan kepada Allah.


Sebagaimana firman-Nya yang artinya ,” Dan jika kamu ditimpa sesuatu godaan setan, maka berlindunglah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." (Al A’raaf : 200)

Sebagaimana firman-Nya , yang artinya: "Apabila kamu membaca Al Qur'an, hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk. Sesungguhnya setan ini tidak ada kekuasaannya atas orang-orang yang beriman dan bertawakkal kepada Tuhannya. Sesungguhnya kekuasaannya (setan) hanyalah atas orang-orang yang mengambilnya jadi pemimpin dan atas orang-orang yang mempersekutukannya dengan Allah." (An Nahl : 98-100)

Allahu a'lam
Sumber : USTADZ ABU AQILA, bengkel rohani, Imam Ghazali , rahasia ketajaman mata hati .



Membantu sesama , tak pernah rugi

Firman Allah, yang artinya ,” Dan saling tolong menolonglah kalian dalam hal kebajikan dan taqwa “. (Qs. Al-Maidah : 3).
Imam Ghazali (Mukasyafatul Qulub),bahwa, Rasulullah bersabda, yang artinya ,” Sesungguhnya Allah punya beberapa makhluk yang tugasnya (kegiatannya) memenuhi kebutuhan sesama manusia. Dia bersumpah demi Dzat-Nya, tidak akan menyiksa mereka di neraka. Bila datang hari kiamat diletakkan mimbar yang dibuat dari cahaya, mereka mampu berhubungan dengan Allah, padahal yang lainnya tengah di-hisab.”
Rasulullah bersabda, yang artinya ,” Barangsiapa yang berjalan (berusaha) demi kebutuhan sesamanya (muslim), padahal akhirnya dia mampu memenuhi kebutuhan tersebut atau tidak mampu, maka Allah akan mengampuni dosa-dosa masa lampau dan dosa yang akan datang, juga akan diberi dua kebebasan, bebas dari neraka dan bebas dari sifat munafik,”
Tidak akan pernah rugi bagi seorang hamba yang membantu kesulitan orang lain. Yakinlah Allah pasti membalasnya dengan menghilangkan kesusahannya . Jika memudahkan urusan orang lain, maka Allah juga akan memudahkan urusan kita. Ini adalah keberuntungan yang luar biasa. Jika kita menutup aib orang lain, maka Allah akan menutup aib kita.

Hadits riwayat Anas ra, bahwa Rasulullah pernah bersabda, yang artinya, “ Barangsiapa yang berusaha memenuhi kebutuhan saudara muslim, maka Allah mencatat setiap langkahnya ditulis 70 kebaikan dan dihapus 70 kejahatan. Jika kebutuhan itu terpenuhi, maka ia lepas dari dosa-dosanya laksana baru lahir dari ibunya. Bila ia mati pada saat itu, maka dia masuk surga tanpa hisab”.

Diriwayatkan oleh Ibn Abbas , bahwa Rasulullah bersabda ,” Barang siapa yang berjalan ke sesama saudara muslim untuk memenuhi kebutuhan saudaranya dengan i’tikad baik, maka Allah akan menjauhkan neraka darinya di sejauh 7 buah parit, dimana jarak setiap paritnya sejauh langit dan bumi “.

Dari Ibn Umar, Rasulullah bersabda , yang artinya ,” Sesungguhnya Allah memiliki banyak kenikmatan yang diberikan pada beberapa kaum. Dia tetap memberikan pada mereka selama mereka memenuhi kebutuhan sesama manusia dan tidak bosa-bosan untuk itu. Bila mereka sudah bosan (membantu sesamanya) , maka Allah akan memindahkan (kenikmatan) kepada selain mereka”.

Dari Abdullah bin Umar ra , Rosulullah saw bersabda :“Orang islam itu saudara orang islam lainya, maka janganlah ia menganiaya, dan tidak boleh ia membiarkannya (kepada yang mem-bahayakan). Barang siapa yang menolong (memenuhi) keperluanya, maka Allah menolong (memenuhi) apa yang menjadi keperluanya. Dan barang siapa yang memudahkan (memberi jalan keluar) dari kesulitanya, maka Allah akan memudahkan dari kesulitanya di hari qiamat. dan barang siapa yang menutupi (aib) seorang muslim, maka Allah akan menutupinya di hari qiamat.( HR.Bukhari,Muslim,Abu Dawus, Nasa’I dan Turmudzi dinyatakan bahwa hadits ini Hasan Shahih )

Imam Ghazali dalam Mukasyafatul Qulub menyatakan bahwa, Rasulullah bersabda, yang artinya ,” beruntung sekali orang yang masih mampu melaksanakan kebajikan buat orang lain, dan amat celaka orang yang masih suka melakukan kejahatan disekitar mereka.”

Salah satu contoh membantu sesama adalah memberi sedekah. Di dalam hadist HR.Ibnu Majah, Nabi SAW pernah menyampaikan bahwa di dalam perjalanan Isra, beliau melihat di pitu surga tertulis bahwa infaq shodaqoh diganjar 10 kali lipat sedangkan memberi utang diganjar 17 kali lipat. Nabi pun pernah bertanya kepada malaikat jibril perihal tersebut, dan jibril menjawab bahwa orang yang diberi infaq belum tentu mereka membutuhkan sedangkan orang yang berhutang pasti memerlukan bantuan.

Sangat banyak hikmah dan kebaikan (kenikmatan) yang justru jauh lebih banyak kembali kepada kita daripada biaya yang kita keluarkan atau kesulitan yang didapat pada saat kita membantu sesama.

Saudaraku, marilah kita berupaya sekuat tenaga, janganlah bosan sehingga menghentikan kebiasaan berbuat baik terhadap orang lain selagi kita mampu. Jadilah kita sebagai hamba yang suka mengentaskan kesedihan orang lain. Sebaik-baik seseorang adalah ketika ia bisa memenuhi kebutuhan orang lain.


Rasulullah saw. bersabda, yang artinya ," Siapa yang menghilangkan kesulitan seorang mu’min, niscaya Allah menghilangkan kesulitannya pada hari kiamat. Dan siapa yang memu-dahkan urusan orang lain niscaya Allah mudahkan urusannya di dunia dan akhirat, dan siapa yang menutup aib seorang muslim, maka Allah akan menutup aibnya di dunia dan akhirat. Allah selalu menolong hambanya selama hambanya menolong saudaranya. Siapa yang me-nempuh jalan untuk mendapatkan ilmu, maka Allah mudahkan baginya jalan ke surga. Suatu kaum yang berkumpul di salah satu rumah Allah membaca kitab-kitab Allah dan mem-pelajarinya di antara mereka, niscaya akan diturunkan kepada mereka ketenangan dan dilimpahkan kepada mereka rahmat, dan mereka dikelilingi malaikat serta Allah sebut-sebut mereka kepada makhluk disisi-Nya. Dan siapa yang lambat amalnya, hal itu tidak akan dipercepat oleh nasabnya.(HR. Muslim)

Allahu a’lam
Sumber : Imam Ghazali dalam Mukasyafatul Qulub (rahasia ketajaman mata hati), alih bahasa Fatihuddin abul Yasin




Kamis, 04 Maret 2010

Sukses dimulai dari Pikiran

Claude M Bristol dalam the magic of believing, menyatakan bahwa tidak diragukan lagi , kita akan menjadi seperti apa yang kita bayangkan. Memang tidak nyata tetapi akan membawa dampak yang luar biasa bagi kehidupan Anda jika pikiran Anda sudah terkondisikan seperti yang dijelaskan di atas. Sementara, Dennis Waitley, mengatakan bahwa pemenang selalu mengatakan ’saya akan’ dan ’saya bisa’. Ini adalah pekerjaan pikiran.
Kita mulai sekarang harus menyeleksi pikiran-pikiran yang masuk dan keluar. Banyak waktu kita tersita karena memikirkan hal-hal yang tidak bermanfaat. Memikirkan peristiwa-peristiwa masa silam yang menyakitkan, mengkawatirkan keadaan masa depan yang tidak pasti. Kita bahkan lebih mudah fokus pada masa lampau dan terbebani dengan ketidak-pastian masa depan sehingga kurang fokus pada hari ini. Edmun Spencer menyatakan, bahwa pikiran membuat baik menjadi buruk, bahagia jadi sengsara, kaya jadi miskin. Kita adalah apa yang dipikirkan. Kita semua bangkit dari pikiran.

Ada ungkapan, bahwa menabur pikiran, menuai tindakan. Menabur tindakan , menuai tabiat. Menabur tabiat menuai kepribadian. Menabur kepribadian menuai takdir.
Anda harus hati hati dengan pikiran anda, dimana pikiran anda bisa mengubah takdir anda.
Keinginan datang dari pikiran. Sementara semua orang memiliki pikiran, jadi semua orang bisa memiliki keinginan. Bahkan, memang semua orang punya keinginan, siapa yang tidak? Lalu mengapa tidak semua orang menjadi orang sukses?

Tentu saja keinginan yang membawa kepada kesuksesan berbeda dengan keinginan biasa. Keinginan yang membawa kepada sukses adalah keinginan yang sangat jelas dan keinginan yang memberikan dorongan yang besar untuk mencapainya. Bukan sekedar keinginan yang bila tercapai tidak membawa dampak, begitu juga jika tidak. Bukan juga keinginan yang samar, seperti “saya ingin bahagia” dan “saya ingin kaya”.

Saudaraku hidup kita adalah sebuah skenario yang kita ciptakan sendiri. Kita sendirilah yang mengintreprestasikan hidup ini.
“I think the purpose of life is to do something that contributes and helps you to touch people beyond our lifetime.” (Anthony Robbins)

Pikiran positif, yang salah satunya memiliki tujuan hidup yang jelas baik dunia maupun akhirat
insya Allah akan membawa kita kepada keberhasilan. Pikiran positif lainnya ialah selalu
berkata ’saya bisa’ dan ’saya akan’. Meskipun secara islami akan lebih baik jika di tambah
dengan kata insya Allah. Kata-kata ’saya akan’ dan ’saya bisa’ adalah refleksi dari pikiran
positif yang tidak menyerah pada keadaan, apapun keadaan yang dilaluinya.

Saudaraku, bila pikiran kita berkata , ‘wah ...hal ini sulit untuk kulakukan, susah....’. Maka pada saat itu juga kita harus mengubah pikiran kita, menjadi ,’ Saya yakin hal ini mudah dilakuakn dan saya yakin akan berhasil,’.
Pembiasaan pikiran ini amat penting, sebaiknya dilakukan terus menerus.

Saudaraku, pikiran dapat menjadi teman setia sekaligus musuh besar. Pikiran menrupakan alat yang luar biasa bagi kita untuk menciptakan kehidupan yang kita pilih. Kita bisa sedih karena pikiran kita, kita bisa menangis karena pikiran kita, kita bisa bosan karena pikiran kita. Dan kita bisa bahagia dan bersyukur karena pikiran kita.

Allahu a'lam
Sumber : Rahmat Mr. Power motivasi-islam.com






Rabu, 03 Maret 2010

Mengelola energi positif

Saudaraku , perjalanan kehidupan selalu mengalami pasang surut. Adakalanya kita mengalami masa-masa menyenangkan hati . Adakalanya mengalami peristiwa yang menyakitkan sehingga kita mengalami kejenuhan yang luar biasa. Rutinitas yang melelahkan, kehi-langan semangat , membosankan. Padahal, orang lain mengatakan bahwa kehidupan kita dapat dibilang lebih beruntung . Mengapa yang kita rasakan bertolak belakang dengan pengamatan mereka?.
Akibat negatif yang kita rasakan, prestasi kerja menurun, semangat hilang, lesu , produk-tivitas menurun, bahkan mulai menarik diri dari komunitas . Banyak kawan-kerabat, me-nyarankan untuk rekreasi, refreshing, istirahat, dan minum obat atau suplemen. Semua kegiatan tadi mengarah pada satu titik : untuk membangkitkan kembali energi diri.
Pernahkan Anda berpendapat bahwa sebenarnya energi dari dalam diri Anda sedang turun?

Saudaraku , semua orang pernah pernah mengalami . Dan itu wajar. Yang penting kita harus segera membangkitkan energi untuk memulihkan semangat keseharian.
Setiap benda memiliki enegi . Dalam teori fisika , ada Hukum Kekekalan Energi. Dimana setiap energi di alam semesta ini tidak pernah hilang dari kehidupan, tetapi hanya sekedar berubah bentuk saja. Contohnya ; zat cair yang menguap, kemudian akan mengembun dan akhirnya turun kembali menjadi hujan. Zat cair ini sesungguhnya tidak pernah berkurang dari kehidupan, hanya berubah bentuk dan akhirnya kembali lagi dalam keseimbangan sebagai zat cair di alam .

Dalam kehidupan manusia , sebagai bagian dari alam semesta , hukum kekekalan energi juga berlaku dalam aplikasi kehidupan nyata sehari-hari. Saudaraku, dalam tubuh kita juga tersimpan sumber energi .
Setiap energi yang dilepaskan oleh tubuh (positif maupun negatif) sesungguhnya tidak pernah hilang dari muka bumi ini. Artinya setiap energi yang dipancarkan dari tubuh kita, nilainya tidak pernah berubah. Bila yang kita pancarkan adalah energi positif, maka yang akan kembali dalam bentuk energi positif ke diri kita. Demikian sebaliknya, kalau energi negatif yang kita pancarkan, maka yang akan kembali ke kita adalah energi negatif.

Sebagaimana firman Allah, yang artinya ,” Bersyukurlah kepada Allah. Dan barang siapa yang bersyukur , maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri, dan barang siapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha terpuji, “ (Qs. Luqman : 12)

Saudaraku, energi positif yang terbaik adalah bersyukur kepada Allah . Sedangkan kemaksiatan adalah salah satu contoh energi negatif. Seorang hamba yang melakukan maksiat , maka dia akan berada dalam kegelisahan, ketakutan , was-was , kesempitan dalam hidupnya .

Sebagaimana firman-Nya, yang artinya ,” Dan barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpun-kannya pada hari kiamat dalam keadaan buta ,” (Qs. Taha : 124).

Secara alamiah, seseorang yang sedang dirundung masalah , akan berupaya mencari orang yang bisa membangkitkan semangatnya, memberikan optimisme, dan mengem-balikan kemampuannya. Bisa jadi ia berkonsultasi atau curhat dengan orang yang lain , bisa siapa saja : teman, orang tua, manajer, ulama, tokoh , pengusaha, seniman, wartawan atau siapa saja.
Saudaraku, yang paling dibutuhkan seseorang pada saat itu adalah pertolongan Allah, adapan cara paling jitu untuk mendapatkan pertolongan–Nya adalah selalu taat dan ingat kepada-Nya. Allah adalah sebaik-baiknya penolong dan sebaik-baiknya pelindung.

Saudaraku , dalam aplikasi keseharian , apabila Anda menolong orang lain yang sedang memerlukan bantuan pertolongan . Maka sebenarnya anda sedang memancarkan energi positif yakni berupa tindakan positif kebaikan. Energi positif kebaikan yang Anda pancarkan dari diri Anda sesungguhnya tidak akan hilang . Energi kebaikan yang anda pancarkan akan selalu ada di alam ini dan akan kembali kepada diri Anda.


Bentuknya bisa berupa apa saja , Anda akan mendapatkan ketenangan jiwa, keselamatan , kebahagiaan hati, penghargaan dari orang lain dan bahkan ridha Allah. Dan apa yang lebih baik selain dari mendapat ridha Allah ?

Sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam shahihnya XIII ,212 , bahwa Rasulullah bersabda, yang artinya ,” Allah senantiasa menolong seorang hamba, selama si hamba mau menolong saudaranya ,” (1)
Dari Ali ra, bahwa Rasulullah bersabda, yang artinya ,” Segeralah bersedekah, sesungguh-nya musibah tidak dapat melintasi sedekah, (Razin, Misykat).


Dengan demikian kalau hidup semakin banyak digunakan untuk melepaskan energi positif dengan banyak melakukan tindakan positif bagi orang lain, berbagi kebaikan, menolong sesama kehidupan, dibandingkan dengan hanya mementingkan diri sendiri, akan semakin mengangkat derajat atau “value” diri seseorang dihadapan manusia dan dihadapan Tuhan. Inilah yang saya maksudkan dengan daya ungkit energi positif bagi kesuksesan.

Sebagaimana Abu Hurairah meriwayatkan akan sabda Rasulullah bahwa setiap pagi dua malaikat berdoa kepada Allah SWT, Malaikat pertama berdoa, yang artinya ,” Ya Allah berikanlah balasan pada orang yang membelanjakan hartanya (di jalan Allah)”. Dan malaikat kedua juga berdoa,” Ya Allah , binasakanlah harta orang yang tidak mem-belanjakan hartanya (di jalan Allah) “.

Semakin besar energi positif dalam hidup yang kita pancarkan dari tubuh kita, akan menjadikan daya ungkit luar biasa dalam meninggikan kehidupan meraih sukses dan kemuliaan hidup. Hidup akan terasa menjadi semakin mudah, lebih tentram, semakin ringan dan membahagiakan hati.

Dinyatakan dalam sebuah hadits bahwa amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah banyak menyenangkan hati orang (muslim) lainnya, menghilangkan kesusahan orang lain, membantu melunasi utang orang lain, atau memberi makan ketika seorang kelaparan (Kanzul-‘ummal).

Dalam hadits lain dinyatakan, “ seseorang janganlah menganggap remeh perbuatan kebaikan. Bila tidak bisa berbuat baik, paling tidak menyapa saudaranya dengan muka manis “ (Kanzul-‘ummal).

Ibn Qayyim Al-Jauziyyah, menyatakan bahwa diantara kiat melapangkan jiwa dan meraih bahagia adalah dengan berbuat baik kepada orang lainn dan membantu mereka dengan sesuatu yang mungkin diberikan, baik berupa harta, jabatan, materi dan berbagai bentuk kebaikan lainnya.

Saudaraku , sebenarnya kita selalu menerima pasokan energi setiap hari. Secara fisik bisa didapat dari makanan dan minuman dibantu oleh oksigen dan metabolisme tubuh.
Ada juga energi psikis yaitu masalah pikiran dan emosi.

Kunci dari mengembalikan energi Anda ialah dengan cara menghilangkan hal-hal yang memboroskan energi Anda. Begitu juga dalam diri kita. Kita harus menghemat penggunaan energi dari dalam tubuh kita. Apakah kita harus diam? Tidak, justru kita memangkitkan energi supaya kita bisa kembali beraktivitas dengan penuh. Kita hanya menghilangkan “pemakan” energi yang tidak perlu saja.

Energi dalam tubuh kita bukan hanya digunakan oleh fisik saja, pikiran dan emosi pun meng-gunakan energi. Kabar baiknya, jika kita menggunakan pikiran dan energi dengan benar, energi kita bisa bertambah. Pikiran dan emosi yang positif akan memberikan pengaruh terhadap tubuh kita. Sebaliknya, jika kita menggunakan emosi dan pikiran dengan cara salah atau negatif, kita akan menyerap energi yang banyak dari tubuh kita.

Jadi andalah yang dapat memilih sendiri pikiran-pikiran yang anda inginkan. Anda sendirilah yang dapat mengontrol pikiran anda dan anda sendiri satu-satunya orang yang menggunakan pikiran anda. Pikiran adalah alat yang luar biasa bagi kita untuk menciptakan kehidupan yang kita pilih.

Bagaimana agar kita dapat meningkatkan sumber energi positif sehingga dapat menjadi daya penyembuh bagi energi negatif yang membelenggu kita, ?.

Memiliki jiwa empati merupakan energi positif ini akan memberikan efek positif bagi kebahagiaan ketika melakukan kebaikan. Tidak mementingkan hidup untuk dirinya tetapi membagi kepedulian dengan segera mengulurkan tangannya bagi mereka yang mem-butuhkan tanpa harus diperintah orang lain.

Sebagaimana Rasulullah pernah bersabda kepada Asma ra, yang artinya ,” Perbanyaklah membelanjakan harta dan jangan dihitung-hitung, karena Allah SWT, juga akan memberimu dengan dihitung-hitung (sedikit) dan jangan disimpan, nanti Allah SWT akan menyimpannya (menjauhkan) darimu . Belanjakanlah semampumu “. (Misykat).

Ingatlah bahwa Rasulullah pernah bersabda, yang artinya, “ Barangsiapa memenuhi hajat (keperluan) saudaranya yang muslim, maka Allah SWT akan meyempurnakan tujuh puluh dua keperluannya , yang paling ringan adalah diampuni segela dosanya (Kanzul –‘ummal).


Saudaraku, keikhlasan dalam berbagai kebaikan adalah energi positif yang akan menyebar, yang tidak hanya bermanfaat bagi orang lain, tetapi juga menciptakan lebih banyak lagi energi positif yang akan kembali kepada si pemberi. Ini adalah hukum kehidupan yang benar, tidak peduli apakah si pemberi menginginkan atau bahkan tidak menyadarinya.

Siapapun yang memberi dengan ikhlas, tanpa disadarinya telah meningkatkan nilai “value” dirinya bagi kesuksesan. Siapa yang melepasakan energi positif kebaikan, akan meningkat-kan energi positif yang mengalir kepadanya hingga melipatgandakan kebahagiaannya.

Saudaraku , tubuh kita juga perlu istirahat. Luangkan , carilah waktu yang tenang untuk mengembalikan energi Anda. Membaca Al Quran, dzikir, shalat malam, tafakur dan melakukan kegiatan bersama keluarga yang menyenangkan.

Kita pertahankan keikhlasan dalam melakukan aktivitas-aktivitas yang positif, memancar-kan energi kebaikan kepada orang lain. Kita hanya perlu meyakini bahwa setiap energi positif yang kita pancarkan sesungguhnya tidak akan pernah berkurang. Meyakini bahwa energi positif tidak hilang dari kehidupan, tetapi akan kembali mengalir kedalam diri kita. Kita tidak perlu kawatir akan menjadi kekurangan.
Seseorang akan hidup nyaman karena kebaikannya kepada orang-orang disekitarnya.

Allahu a’lam

Sumber bacaaan : ENERGI POSITIF DALAM TUBUH KITA, Eko Jalu Santoso, Weblog: www.ekojalusantoso.com, motivasi islami, Rahmat Mr

Catatan :
1. Sunan Abi Dawud XIII,110, Sunan At Tirmidzi V,324, Sunana Ibn Majah I,261 , juga musnad Imam Ahmad XV 159 dan hadits Abu Hurairah,