*****Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta,jiwa dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yg sabar.(Qs.Al-Baqarah 2 : 155).*****Ataukah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga , padahal (cobaan) belum datang kepadamu seperti (yang dialami) orang-orang terdahulu sebelum kamu. Mereka ditimpa kemelaratan, penderitaan dan diguncang (dengan berbagai cobaan), sehingga Rasul dan orang-orang yg beriman bersamanya , berkata, 'kapankah datang pertolongan Allah?' Ingatlah , sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat.(Qs.Al-Baqarah 2 : 214). *****Dan sungguh, Kami telah mengutus (rasul-rasul) kepada umat-umat sebelum engkau, kemudian Kami siksa mereka dengan (menimpakan) kemelaratan dan kesengsaraan , agar mereka memohon (kepada Allah) dengan kerendahan hati.(Qs.Al-An'am 6 : 42). *****Dan Kami coba mereka dengan (nikmat) yg baik-baik dan (bencana) yg buruk-buruk, agar mereka kembali (kepda kebenaran). (Qs. Al-A'raf 7 : 168). *****Sesungguhnya orang-orang yang beriman adalah mereka yg apabila disebut nama Allah gemetar hatinya , dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, bertambah imannya dan hanya kepada Tuhan mereka bertawakal, (yaitu) orang-orang yg melaksanakan shalat dan yg menginfakkan sebagian dari rizki yang Kami berikan kepada mereka. Mereka itulah orang-orang yg benar-benar beriman. Mereka akan memperoleh derajat (tinggi) di sisi Tuhannya dan ampunan serta rizki (nikmat) yg mulia. (Qs.An-anfal 8 : 2-4). *****Apakah kamu mengira bahwa kamu akan dibiarkan (begitu saja), padahal Allah belum mengetahui orang-orang yg berjihad diantara kamu dan tidak mengambil teman yg setia selain Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman. Allah Mahateliti terhadap apa yg kamu kerjakan. (Qs. At-Taubah 9 : 16) *****Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yg sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kami-lah kamu dikembalikan. (Qs. Al-Anbiya 21 : 35). *****Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sungguh , Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, Maka Allah pasti mengetahui orang-orang yang benar dan pasti mengetahui orang-orang yg dusta. (Qs. Al-'Ankabut 29 : 2-3)

Minggu, 30 Agustus 2009

dari pikiran

Segala sesuatu yang ada dan terjadi pada kita , dimulai dari pikiran, selanjutnya menjadi kemungkinan dan menjadi tujuan, melahirkan perbuatan dan akhirnya menjadi kenyataan.
Adanya mesin pesawat terbang, bermula dari pikiran yang hinggap di benak Wright bersaudara. Dst.
Pikiran positif mengantarkan kita pada temuan dan kemajuan yang bermanfaat. Pikiran negatif menyembabkan tindakan-tindakan yang kontraproduktif yang merugikan diri kita sendiri bahkan orang lain. Dalam suatu penelitian di fakultas kedokteran di San Francisco, bahwa sebagian besar penyakit bermula dari pikiran dan kegiatan berpikir.
Saudaraku, ketika memutuskan untuk memilih pikiran tertentu, negatif atau positif, seorang pemikir akan meletakkan pikiran tersebut di otaknya. Disini akal akan mengidentifikasi wilayah dan makna berdasarkan informasi sejenis yang ada di gudang memori. Akal akan membandingkannya dengan pikiran sejenis yang ada. Akal memberinya alasan dan makna yang dibangun berdasarkan berbagai informasi serupa yang telah ada.

Terakhir akan mencarikan berbagai data pendukung pikiran yanga da dalam memori hingga pikiran benar-benar menancap dalam hati. Dengan demikian, pikiran itu telah siap direalisasikan. Pikiran menciptakan perhatian, konsentrasi, perasaan serta tindakan dan akibatnya.

Kita ambil contoh, jika seseorang yang mengeluhkan kondisi keuangan, sosial-keluarga , pekerjaan dst, maka siapakah yang meletakkan pikiran tersebut ke akalnya ?
Tentu dia sendiri.
Karena itulah, kita perlu memperhatikan untuk memilih alternativ yang terbaik. Kita harus memilih pikiran terbaik untuk akal kita sehingga menghasilkan sesuatu yang terbaik juga. Sebagaimana seorang petani yang memilih benih terbaik untuk disemai di kebunnya, kemudian merawat dan menghasilkan hasil yang terbaik.

Berhati-hatilah dalam memilih pikiran sebelum anda meletakkannya dalam akal. Jadi kita sendirilah sebagai pemikir, yang meletakkan pikiran di akal kita. Inilah sebagai sumber segala sesuatu. Pemikir yang menentukan keinginannya, kemudian kita memilih cara dan merealisasikan dengan perbuatan. Kita bebas memilih, apakah kita akan meletakkan pikiran negatif atau positif. Pikiran yang membahagiakan atau menyengsarakan, pikiran spiritual atau duniawi, pikiran yang membangun atau merusak.
Kita adalah petani yang menentukan hasil apa yang kita impikan.

Allahu a'lam
Sumber : Quwwat al-Tafkir, Dr Ibrahim Elfiky





Jumat, 28 Agustus 2009

Apa guna doa bila takdir tak bisa diubah

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَرُدُّ الْقَضَاءَ إِلَّا الدُّعَاءُ وَلَا يَزِيدُ فِي الْعُمْرِ إِلَّا الْبِرُّ (الترمذي)
Sabda Rasulullah saw , “Tidak ada yang dapat menolak taqdir (ketentuan) Allah ta’ala selain do’a. Dan Tidak ada yang dapat menambah (memperpanjang) umur seseorang selain (perbuatan) baik.” (HR Tirmidzi 2065)
Imam Al-Ghazali berkata, ,’Kalau anda mengatakan,’Apa gunanya berdoa kalau takdir tak bisa diubah lagi? Maka jawabnya ,’ Ketahuilah bahwa termasuk bagian dari takdir ialah menolak bala’ (musibah) dari doa.
Ibnul Qayyim mengatakan bahwa, doa adalah obat yang paling bermanfaat. Dialah lawan bala’, yang akan menolak, membereskan dan menahannya agar tidak terjadi, serta mengangkat atau meringankannya bila benar terjadi.
Doa adalah sebab yang dapat menolak bala’ dan mendatangkan rahmat, sebagiamana perisai sebagai penahan panah dan air penyebab tumbuhnya tanaman. Keberadaan doa dan musibah adalah seperti perisai yang menahan laju panah.

Dari riwayat Aisyah ra, bahwa Rasulullah bersabda, “ Kewaspadaan tidak mampu menolak takdir, sedangkan doa mampu memberikan manfaat terhadap musibah baik yang sudah menimpa maupun yang belum menimpa. Apabila musibah turun, ia akan ditemui doa, kemudian keduanya berbenturan hingga hari kiamat ,” (Hr Ath Thabrany dan Hakim, dihasankan Al-Albani).

Saudaraku, doa merupakan sebuah pintu yang agung. Bila seorang hamba mengetuknya, akan datang kepadanya kebaikan yang berturut-turut dan berkah yang melimpah.
Doa menjadikan seorang hamba beriman akan menjadi orang yang optimis. Sebab keadaan hidupnya yang selama ini dirasakan hanya berisi kesengsaraan dapat berakhir dan berubah. Asal ia tidak berputus asa dari rahmat Allah ta’aala dan ia mau bersungguh-sungguh meminta dengan do’a yang tulus kepada Allah ta’aala Yang Maha Berkuasa.

Doa, menurut ilmu bahasa adalah kata benda. Ditinjau dari pendekatan kuantum, doa adalah gelombang energi kuanta yang disebut pikiran dan perasaan (dimana keduanya juga merupakan kata benda).

Saudaraku Doa adalah salah satu bentuk ibadah, ia adalah ketaatan yang paling mulia dan ibadah yang utama, serta Allah tidak menerima sesuatu dari seorang hamba , kecuali yang ikhlash dan mengharap keridhaan-Nya.
Sebagaimana firman Allah , yang artinya ,” Dan sesungguhnya masjid-masjid itu adalah kepunyaan allah, maka janganlah kamu berdoa kepada seorangpun didalamnya disamping berdoa kepada Allah, “ (Qs. Jin : 18)

Sebagaimana firman Allah , yang artinya ,” Maka berdoalah kepada Allah dengan memurnikan ibadah kepada-Nya, meskipun orang-orang kafir tidak menyukainya, “ (Qs. Al-Mukminun : 14).


Saudaraku, sering kita setelah berdoa namun masih merasa cemas, takut dan gundah, itu bisa diartikan keyakinan kita akan doa itu sendiri masih perlu dipertebal. Kita sering menyangsikan sendiri, kita sulit untuk yakin terhadap efektivitas doa kita. Justru kondisi inilah yang mengakibatkan berkurangnya kepercayaan kita terhadap Allah.


قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ وَأَنِيبُوا إِلَى رَبِّكُمْ وَأَسْلِمُوا لَهُ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَكُمُ الْعَذَابُ ثُمَّ لَا تُنْصَرُونَ

“Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah ta’aala mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi).” (QS Az-Zumar 53-54)

Ibnu Abbas meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda, yang artinya ,” …. Apabila kamu meminta, mintalah kepada Allah dan apabila kau meminta pertolongan, mintalah pertolongan kepada Allah ….. “,(Hr tirmidzi –ahmad, disahihkan Al-Albani)

Demikianlah, hanya orang yang tetap berharap kepada Allah ta’aala saja yang dapat bertahan menjalani kehidupan di dunia betapapun pahitnya taqdir yang ia jalani. Ia akan senantiasa menanamkan dalam dirinya bahwa jika ia memohon kepada Allah ta’aala dalam keadaan apapun, yakinlah maka derita dan kesulitan yang dihadapi akan berubah.

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

“Dan Tuhanmu berfirman, "Berdo`alah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina." (QS Al-Mu’min 60)

Dan yang tidak kalah pentingnya bahwa seorang muslim tidak boleh pernah berhenti meminta kepadaNya, karena sikap demikian merupakan suatu kesombongan yang akan menjebloskannya ke dalam siksa Allah ta’aala yang pedih. Maka Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam bersabda:

مَنْ لَمْ يَدْعُ اللَّهَ غَضِبَ اللَّهُ عَلَيْهِ
“Barangsiapa tidak berdo’a kepada Allah ta’aala, maka Allah ta’aala murka kepadaNya.” (HR Ahmad 9342)

Saudaraku, janganlah berputus asa dari rahmat Allah ta’ala. Bila Anda merasa taqdir yang Allah ta’ala tentukan bagi hidup Anda tidak memuaskan, maka tengadahkanlah kedua tangan dan berdo’alah kepada Allah ta’ala. Allah Maha Mendengar dan Maha Berkuasa untuk mengubah taqdir Anda. Barangkali di antara do’a yang baik untuk diajukan sebagai bentuk harapan agar Allah ta’ala mengubah taqdir ialah sebagai berikut:

اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لِي دِينِي الَّذِي هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِي وَأَصْلِحْ لِي دُنْيَايَ الَّتِي فِيهَا مَعَاشِي وَأَصْلِحْ لِي آخِرَتِي الَّتِي فِيهَا مَعَادِي وَاجْعَلْ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لِي فِي كُلِّ خَيْرٍ وَاجْعَلْ الْمَوْتَ رَاحَةً لِي مِنْ كُلِّ شَرٍّ

“Ya Allah, perbaikilah agamaku untukku yang mana ia merupakan penjaga perkaraku. Perbaikilah duniaku yang di dalamnya terdapat kehidupanku. Perbaikilah akhiratku untukku yang di dalamnya terdapat tempat kembaliku. Jadikanlah hidupku sebagai tambahan untukku dalam setiap kebaikan, serta jadikanlah matiku sebagai istirahat untukku dari segala keburukan.” (HR Muslim 4897)

Saudaraku , seringkali kita sudah merasa banyak berdoa dan meminta segala keinginan namun pada saat yang sama, kita masih merasa kuatir dan kecemasan dalam pikiran kita. Justru rasa inilah yg akan merusak doa kita. Bila seorang hamba telah menyerahkan segala persoalannya kepada Allah, mengapa mesti cemas ?

Saudaraku sesuatu yang ditakdirkan ini, sungguh ia ditakdirkan dengan sebab. Termasuk dari sebabnya ialah doa. Tidaklah sesuatu itu ditakdirkan dengan sebab. Sehingga selama seorang hamba melakukan sebabnya, maka terjadilah apa yang ditakdirkan. Namun , bila ia tidak melakukan sebabnya, maka yang ditakdirkan pun tidak akan terjadi.
Berkaitan dengan doa Umar bin Khaththab berkata ,’ Saya tidak memikirkan jawaban dari doa . Karena apabila saya diilhami untuk berdoa, maka jawabannya pun pasti ada bersamanya,”.

Saudaraku, cobalah anda baca syair ini,
Sekiranya engkau ya Allah tak ingin aku mendapatkan apa yang kuharap dan kuminta dari kemurahan tangan-Mu
Tentu Engkau tak akan membiasakanku untuk berdoa
Maka barang siapa yang diilhami untuk berdoa berarti doanya pun pasti diijabahi.

Allahu a’lam

Sumber : eramuslim, At-tadawi bil istighfari bis shdaqati bid dua’I bil Qur’ani, bis shalati bis shaumi, Hasan bin ahmad Hamman



Kamis, 27 Agustus 2009

Berobat dengan sedekah

Secara etimologis, sedekah merupakan kata benda yang dipakai untuk suatu hal yang disedekahkan. Kata itu diambil dari huruf shad, dal dan qaf. Serta dari unsur ash-sidq (benar-jujur). Sehingga sedekah itu menunjukkan kebenaran penghambaan seorang hamba kepada Allah. Sehingga sedekah adalah cerminan kejujuran dan kebenaran iman seorang hamba.
Al-Aswad bin Yazid meriwayatkan dari Abdullah, bahwa Rasulullah bersabda, yang artinya,”Obatilah orang-orang yang sakit diantara kalian dengan sedekah, bentengilah harta kalian dengan zakat dan siapkanlah doa untuk menghadapi musibah”,(Hr Baihaqi).1
Al-Jurjani dalam Ash Shihah, menyatakan bahwa sedekah adalah sebuah pemberian yang diberikan karena hanya mengharap ridha dari Allah. Ar-Raghib dalam al-Mufradat, menyatakan bahwa sedekah ialah harta yang dikeluarkan seseorang hamba dengan maksud ibadab, seperti zakat.Namun, sedekah pada dasarnya disyariatkan untuk suatu hal yang disunnahkan, sedangkan zakat untuk hal yang diwajibkan

Al-Ibsyaihi dalam Al-Mustrahtaf , berkata bahwa Umar ra berkata bahwa Amal itu saling berbangga diri satu sama lain. Sedekah berkata, ‘ Saya adalah yang terbaik diantara kalian, saya ialah yang terbaik diantara kalian.’

Abdul Aziz bin Umair, berkata bahwa shalat akan mengantar seorang hamba menuju setengah perjalanan, puasa akan mengantarkan seorang hamba samapi depan pintu sang Raja (Allah SWT), sedangkan sedekah akan memasukkan seorang hamba untuk bertemu dengan-Nya.
Muhammad Hamid abdul Wahab, dalam Raudah al-‘uqala wa nuzhatul fudhala, menyatakan bahwa Al-Laits bin Sa’ad berkata,’Barang siapa mengambil suatu sedekah atau hadiah dariku, hak dirinya atas diriku lebih besar dari hakku atas dirinya. Karena ia telah menerima amalan yang mendekatkanku kepada Allah.
BahkanAl-Fudhail bin Iyadh pernah berkata kepada orang-orang yang menerima sedekah, ‘Mereka membawakan perbekalan-perbekalan kita ke akhirat tanpa upah sedikitpun, hingga mereka meletakkannya diatas timbangan dihadapan Allah.

Sungguh luar biasa keutamaan dari sedekah. Keutamaan yang didapatkan seorang hamba yang diberi bimbingan allah dan dikehendaki untuk mendapatkannya.

Dari riwayat Mua’adz bin Jabal ra bahwa Rasulullah SAW bersabda, yang artinya, “ Sedekah itu menghapus kesalahan sebagaimana air memadamkan api”, (Shahih at turmudzi).

Al-Aswad bin Yazid meriwayatkan dari Abdullah, bahwa Rasulullah bersabda, yang artinya,”Obatilah orang-orang yang sakit diantara kalian dengan sedekah, bentengilah harta kalian dengan zakat dan siapkanlah doa untuk menghadapi musibah”,(Hr Baihaqi).

Saudaraku, sedekah bisa menghilangkan penyakit setelah terjangkit dan akan mencegahnya sebelum terjangkit. Sehingga Zaid bin abduk Karim Az-Zaid dalam Rihlah Ash shadaqah, menyatakan bahwa sedekah bisa mencegah penyakit sebagaimana juga bisa menghilangkan penyakit dengan izin Allah.

Saudaraku, kita harus meyakini itu, dimana seorang hamba beriman haruslah bermuamalah dengan Rabb-nya dengan keyakinan kuat, kepercayaan dan tawakal yang benar, serta berbaik sangka kepada Allah. Sebagaimana firman Allah dalam hadits qudsi , yang artinya,”Aku berada dalam sangkaan hamba-Ku terhadap-Ku “,

Wallahu a’lam
Sumber : Al Tadawi bil Istighfari bis shdaqati bid du’ai bil Qur’ani bis shalati bis shaumi , Hasan bin Ahmad Hamman

catatan
1. R Baihaqi dalam Al Sunan al-Qubra III/382, ia berkata,’ Abu Abdullah mengatakan bahwa Musa bin Umairsendiri yang meriwayatkannya’. Asy syaikh berkata ,’Matan riwayat ini diketahui oleh Al-HAsan al-Bashri dari Nabi secara mursal dan al-albani menilainya sebagai hadits hasan dalam al_Jami’ Ash Shaghir.



Rabu, 26 Agustus 2009

Keutamaan shalat malam

firman-Nya :
وَلِلّهِ غَيْبُ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ وَإِلَيْهِ يُرْجَعُ الأَمْرُ كُلُّهُ فَاعْبُدْهُ وَتَوَكَّلْ عَلَيْهِ وَمَا رَبُّكَ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ

Artinya : “Maka sembahlah Dia, dan bertawakkallah kepada-Nya. dan sekali-kali Tuhanmu tidak lalai dari apa yang kamu kerjakan.” (QS. Huud : 123)
Rahasia shalat dan ruhnya adalah disaat kita menghadap kepada Allah dengan segala elemen yang ada pada diri kita. Shalat adalah kotak yang terkunci rapat, yang tidak akan terbuka kecuali dengan kunci kedekatan dengan Allah dan berpaling dari selain-Nya. Rahasia shalat tidak diberikan kecuali kepada hamba yang keinginnya hanya satu dan tujuannya hanya satu. Gelas yang penuh air tidak akan bisa diisi lagi kecuali gelas tersebut dikosongkan. Begitu juga hati kita, ia tidak akan bisa dimasuki makna-makna shalat jika hati ini dipenuhi dengan hasrat duniawi semata.

Saudaraku, shalat malam memiliki kenikmatan tersendiri , yang berbeda dengn shalat disiang hari. Jik malam hari bisa menjadi peluang kesempatan bagi orang-oranng fasik atau orang-orang jahat. Maka bagi hamba beriman, waktu malam adalah kesempatan yang mengagumkan . Sebagaimana Allah berfirman, yang artinya ,” Sesungguhnya banun diwaktu malam adalah lebih epat (untuk kusyu’) dan bacaan di waktu itu lebih bekesan “, (Qs. Al-Muzzammil : 6).

Ibnu Jarir At-Thabari dalam Al-Ausath menafsirkan ayat diatas sebagai bangun malam (shalat tahajud) itu lebih kuat pengaruhnya daripada shalat disiang hari dan lebih berkesan dalam hati, karena mengerjakan suatu pekerjaan dimalam hari lebih tenang daripada mengerjakannya di siang hari.
Ibn Abbas menyatakan bahwa memahami Al-Qur’an dimalam hari itu lebih mudah.

Didalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi disebutkan bahwa Nabi saw bersabda,”Hendaklah kalian menunaikan shalat malam, karena ia adalah kebiasaan orang-orang shaleh sebelum kalian, sarana mendekatkan diri dengan Tuhan kalian, mendapatkan ampunan atas kesalahan-kesalahan dan penghapusan dosa-dosa.”

Hasan al Bashri pernah mengatakan bahwa tidak ada suatu ibadah yang aku dapati lebih berat daripada shalat di penghujung malam. Dia ditanya,”Mengapa orang-orang yang sering menunaikan shalat malam adalah orang yang paling baik wajahnya?” dia menjawab,”Karena mereka adalah orang-orang yang berkhalwat dengan Yang Maha Pengasih lalu Dia swt memakaikan mereka cahaya-Nya.’

Sayyid Quthb, dalam tafsir Ath-Thari , memberikan catatan mengenai ayat Al-Qur’an diatas. Bahwa sesungguhnya mengalahkan godaan tidur dan kasur setelah bekerja keras disiang hari , itu lebih berat bagi tubuh, daripada mensucikan ruh, menjawab panggilan Allah dan memilih mengerjakannya. Oleh karena itu bacaanya menjadi lebih fasih karena dzikir disaat itu memiliki kenikmatan dan shalat pada saat itu menjadi obat.

Sesungguhnya shalat itu melahirkan kebahagiaan, ketengangan, kedamaian serta cahaya ke dalam hati yang kadang-kadang tidak didapatinya ketika shalat atau berzikir di siang hari. Allah yang menciptakan hari, mengetahui rahasia dan kendalinya, mengetahui apa yanga da didalamnya dan mengetahui kapan ia lebih terbuka dan siap.

Dari Abu Hurairah ra bahawa Rasulullah saw bersabda, yang artinya, “Halat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat di ujung malam, sedangkan puasa yang paling utama setelah puasa di bulan Ramadhan adalah puasa di bulan Muharram “, (Hr Muslim)

Saudaraku, sungguh shalat malam mempunyai keutamaan-keutamaan yang besar ,

  • a. Shalat malam lebih membawa ketenangan dan lebih dekat dengan keikhlasan.
  • b. Shalat malam lebih berat bagi jiwa daripada shalat (sunnah) disiang hari karena malam adalah waktu tidur, nberistirahat dan tenang. Berbeda dengan siang hari , karena ia adalah waktu untuk bekerja, beraktivitas.
  • c. Membaca al-qur’a, pada saat shalat malam , membawa seorang hamba lebih bertadabur, khusyu’ dan memahami apa yang dibacanya dibanding membacanya disiang hari. Karena di malam hari telah lepas dari kesibukan aktivitas, hati hadir bersama lidah memahami bacaan itu.

Wallahu A’lam
Sumber : Kaifa Tatahammasu liqiyan al-lail, Muhammad bin Shalih Ash Shai’ari