*****Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta,jiwa dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yg sabar.(Qs.Al-Baqarah 2 : 155).*****Ataukah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga , padahal (cobaan) belum datang kepadamu seperti (yang dialami) orang-orang terdahulu sebelum kamu. Mereka ditimpa kemelaratan, penderitaan dan diguncang (dengan berbagai cobaan), sehingga Rasul dan orang-orang yg beriman bersamanya , berkata, 'kapankah datang pertolongan Allah?' Ingatlah , sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat.(Qs.Al-Baqarah 2 : 214). *****Dan sungguh, Kami telah mengutus (rasul-rasul) kepada umat-umat sebelum engkau, kemudian Kami siksa mereka dengan (menimpakan) kemelaratan dan kesengsaraan , agar mereka memohon (kepada Allah) dengan kerendahan hati.(Qs.Al-An'am 6 : 42). *****Dan Kami coba mereka dengan (nikmat) yg baik-baik dan (bencana) yg buruk-buruk, agar mereka kembali (kepda kebenaran). (Qs. Al-A'raf 7 : 168). *****Sesungguhnya orang-orang yang beriman adalah mereka yg apabila disebut nama Allah gemetar hatinya , dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, bertambah imannya dan hanya kepada Tuhan mereka bertawakal, (yaitu) orang-orang yg melaksanakan shalat dan yg menginfakkan sebagian dari rizki yang Kami berikan kepada mereka. Mereka itulah orang-orang yg benar-benar beriman. Mereka akan memperoleh derajat (tinggi) di sisi Tuhannya dan ampunan serta rizki (nikmat) yg mulia. (Qs.An-anfal 8 : 2-4). *****Apakah kamu mengira bahwa kamu akan dibiarkan (begitu saja), padahal Allah belum mengetahui orang-orang yg berjihad diantara kamu dan tidak mengambil teman yg setia selain Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman. Allah Mahateliti terhadap apa yg kamu kerjakan. (Qs. At-Taubah 9 : 16) *****Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yg sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kami-lah kamu dikembalikan. (Qs. Al-Anbiya 21 : 35). *****Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sungguh , Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, Maka Allah pasti mengetahui orang-orang yang benar dan pasti mengetahui orang-orang yg dusta. (Qs. Al-'Ankabut 29 : 2-3)

Selasa, 01 Maret 2011

Melawan kebiasaan buruk

Allah berfirman, yang artinya ," Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri," (Qs. Al-Ra'd : 11).
Para ahli kejiwaan, menyatakan bahwa 90% tingkah laku kita sehari-hari diwarnai dan dipengaruhi oleh kebiasaan kita sendiri. Pada awalnya, kebiasaan kita membentuk semacam benang yang tidak terlihat. Tetapi dengan pengulangan demi pengulangan, benang tadi melilit menjadi tali dan berkembang kemudian menjadi tambang. Setiap kita mengulangi sebuah tindakan , kita menambahkan dan menguatkan tindakan tersebut.
John dryden menyatakan bahwa pertama kita membentuk kebiasaan , selanjutnya kebiasaan yang akan membentuk kita. Contohnya kebiasaan merokok. Mula-mula kita yang membentuk kebiasaan itu, lambat laun kebiasaan ini malah mengendalikan hidup kita. Awal mulanya hanya pikiran ingin mereokok, lalu berubah menjadi perilaku, kemudian kebiasaan, lalu watak. Dan akhirnya disertai hubungan semuanya dengan perasaan senang-nyaman dan gelisah si perokok. Saat itu, ia merasa bahwa ia terus membutuhkan rokok, terutama ketika mengalami perasaan senang atau gelisah sehingga ia merasa bahwa kebiasaan merokok itu sulit ditinggalkan.
Demikian pula bila kita melakukan kebiasaan yang baik. Misalnya mari kita mulai membiasakan diri untuk shalat malam dan atau shalat dhuha, maka lama-kelamaan kebiasaan baik ini akan menjadi bagian dalam keseharian kita.

Benar mula-mula memang berat dan cenderung mengindar (menolak), namun lama-kelamaan kita justru akan menikmati indahnya shalat malam dan atau shalat dhuha. Dan kita akan merasa sangat kehilangan (kecewa) bila terlewatkan melaksanakannya.
Ibn Qayyim barkata ; perhatikan pikiranmu, karena ia akan menjadi perbuatan. Perhatikan perbuatanmu, karena ia akan menjadi kebiasaan. Perhatikan kebiasaanmu, karena ia akan menjadi watak. Dan perhatikan watakmu , karena ia akan menentukan nasibmu.

Menurut Dr. Hal Urban pengarang Life's Greatest Lesson's: 20 , menyatakan bahwa arti dari kebiasaan (habbit) adalah garment (pakaian) atau a piece of clothing (sepotong kain). Sebagaimana pakaian, kita mengenakannya setiap hari dimanapun kita berada. Menanggalkan kebiasaan buruk tentu tidak semudah mengenakannya, sebab diperluakan usaha dan niatan yang kuat.

Contoh lainnya, untuk orang yang suka minum kopi di pagi hari atau setelah maghrib, karena mereka terbiasa memimumnya pada waktu-waktu itu. Sebabnya adalah bahwa kebiasaan itu terhubung langsung dengan perasaan mereka, sehingga mereka terus menjalaninya sampai masa tua. Mereka merasa terus membutuhkan kopi jika sudah tiba waktu untuk meminumnya.

Sebuah penelitian di Toronto , Canada, melakukan sebuah riset tentang kebiasaan . Hasil riset menunjukkan bahwa kebiasaan manusia terbentuk dari pengulangan perilaku, kemudian diikat dengan perasaan. Sehingga terbentuklah file khusus yang berkaitan dengan kebiasaan itu. Setiap perilaku diulang maka makin kuatlah rekaman yang tersimpan di akal bawah sadar. Jika dalam kesempatan lain ia mengahdapi kondisi yang sama , maka ia akan bersikap sama. Dan cara hidup sebagian orang diprogram oleh dunia di luar dirinya. Dari waktu ke waktu ia hanya mengeluhkanapa yang terjadi padanya, namun tidak melakukan apapun untuk membuat perubahan positif. Hidupnya menjadi monoton dan keluh kesah menjadi kebiasaan. Kebiasaan dalah pikiran yang diciptakan seseorang dalam benaknya, kemudian dihubungkan dengan perasaan dan diulang-ulang sehingga akal menyakininya sebagai bagian dari perilakuknya.

Penemuan lain dari para ahli untuk menanggalkan kebiasaan buruk adalah dengan melakukan pengalihan kegiatan dari kebiasaan tersebut. Ketika kebiasaan tersebut mulai menggoda, maka seketika itu juga kita memilih untuk mengalihkannya pada kegiatan lainnya.

Saudaraku, sebenarnya manusia dilahirkan tanpa memiliki kebiasaan atau perilaku. Namun saat ia mulai mendapatkan pendidikan atau setelah bersinggungan dengan lingkungan sekitar, ia mulai membuat kebiasaan dan perilakunya sendiri. Perilaku yang dia alami secara terus-menerus akan berubah menjadi kebiasaan dan watak.
Sebagaimana Rasulullah bersabda, yang artinya ," Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah (suci). Keuda orangtuanya-lah yang membuat dirinya menjadi seorang yahudi, nasrani atau majusi ," (Hr Bukhari).

Kebiasaan itu tak lain adalah perilaku rutin yang dilakukan terus menerus sehingga menjadi tabiat dan kita sudah beradaptasi dengannya, bahkan sudah menganggapnya semacam hubungan dan ketergantungan pribadi. Benarlah kata orang bijak bahwa kehidupan ini aadalah perjuangan melawan kebiasaan buruk .

Tidak ada yang tidak bisa kita lakukan bila disertai niat semata-mata karena Allah, usaha dan memohon kepada Allah sehingga kita dipilihkan yang terbaik untuk kita. Untuk itu kita harus membuat kebiasaan yang baik, karena ia akan membentuk kepribadian kita. Agar kebiasaan kita berubah, kita perlu mengubah kembali program pikiran kita dan menerapkan cara baru yang lebih positif suapaya kebiasaaan buruk kita pudar dan berubah. Sebagian orang mengira bahwa perubahan sulit dilakukan. Oleh karena itu , sejak awal mereka sudah menyiapkan diri untuk menerima kenyataan itu.

Mari kita bikin program untuk mengubah kebiasaan ;

1. Buatlah daftar dan siapkan pena warna-warni.
2. Catat bebebrapa kebiasaan buruk yang ingin kita hilangkan, dan beberapa kebiasaan baik yang ingin kita jalani.

3. Buat garis dengan satu warna dibawah masing-masing kebiasaan buruk yang ingin dihilangkan.

4. Buat garis lain dengan warna yang berbeda dibawah kebiasaan-kebiasaan baik yang ingin dijalani sebagai ganti kebiasaan-kebiasaan buruk kita.

5. Yakinkan diri bahwa kebiasan-kebiasaan buruk itu hanyalah perkara-perkara ringan dan sepele akibat dari perilaku yang biasa kita jalani sehari-hari. Yakinlah diri bahwa kita mampu menghilangkannya denga yang lebih positif.

6. Lakukan terus-menerus perilaku positif setiap hari sambil mengabaikan perilaku negatif. Dan jika kita melakukan perilaku negatif dengan tanpa sengaja segera tutupi dengan melakukan perilaku positif lebih dari sekali, agar kebiasaan yang masih baru semakin kuat melekat dalam diri .

Saudaraku, semuanya bisa berubah walaupun keyakinan kita dulu bahwa kita tidak bisa mengubah semua itu . Semuanya bisa berubah dengan izin Allah, dan dengan peran pikiran dan perilaku kita yang baru.

Allahu a'lam
Sumber : Quwwat al-Tafkir ; dr Ibrahim Elfiky Hal full-half emty ;, Parlindungan Marpaung dst.

Jangan terpancing kata2 buruk

Diantara perkara yang bermanfaat adalah hendaknya anda mengerti, bahwa tindakan menyakiti yang dilakukan orang kepada anda, khususnya dengan kata-kata yang buruk, tidaklah membahayakan anda, bahkan justeru membahayakan diri mereka sendiri. Kecuali, jika anda sibukkan diri anda untuk terus memikirkan tindakan mereka yang menyakiti itu dan anda izinkan ia untuk menguasai perasaan dan emosi anda. Maka, saat itulah akan membahayakan anda, sebagaimana membahayakan mereka juga. Namun, jika anda anggap angin lalu, tidaklah hal itu membahayakan anda sedikitpun.
Saudaraku, kehidupan kita mengikuti alur pikiran kita sendiri. Jika pikiran-pikiran itu mengarah kepada hal-hal yang bermanfaat di sisi kehidupan religi maupun duniawi, maka kehidupan kita adalah kehidupan yang indah lagi bahagia. Namun, jika tidak demikian, maka yang terjadi adalah sebaliknya.
Sebagaimana firman Allah dalam menceritakan sikap para hamba-Nya yang pilihan, yang artinya ," Sesungguhnya kami memberi makan kepada kamu hanyalah karena mengharap wajah Allah, kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih".[Qs. Al-Insan : 9]

Diantara sarana yang paling bermanfaat untuk mengusir kegundahan adalah hendaknya menata hati untuk tidak meminta ucapan terima kasih atau imbalan kecuali dari Allah. Jika berbuat baik untuk orang yang mempunyai atau yang tidak mempunyai hak atas diri kita, sadarilah bahwa itu adalah hubungan 'ubudiyyah kita dengan Allah. Karenanya, janganlah kita menaruh perhatian anda pada balasan terima kasih orang yang kita beri suatu jasa atau pemberian itu.

Masih banyak diantara kita yang sering hilang kendali dan menjadi kacau pikirannya saat menghadapi kritikan atau cercaan pedas dari orang-orang sekitarnya.
Anda tidak perlu terkejut manakala menghadiahkan sebatang pena kepada orang bebal, lalu ia memakai pena itu untuk menulis cemoohan kepada Anda. Bila orang yang Anda beri tongkat untuk menggiring domba gembalaannya justru memukulkan tongkat itu ke kepala Anda.
Itu semua adalah watak dasar manusia yang selalu mengingkari dan tak pernah bersyukur kepada Penciptanya sendiri yang Maha Agung nan Mulia. Begitulah, kepada Rabb-nya saja mereka berani membangkang dan mengingkari, maka apalagi kepada kita sesame manusia.

Sebagaimana Allah berfirman, yang artinya ,' Dan apabila mereka digulung ombak yang besar seperti gunung, mereka menyeru kepada Allah dengan tulus ikhlas beragama kepada-Nya. Tetapi ketika Allah menyelamatkan mereka samapai didaratan, lalu sebagian dari mereka tetap menempuh jalan yang lurus. Adapun yang mengingkari ayat-ayat Kami hanyalah penghianat yang tidak berterimakasih." (Qs. Luqman : 32).

Sebagaimana Allah berfirman, yang artinya , " Dan apabila manusia ditimpa bahaya , dia berdoa kepada Kami dalam keadaan berbaring, duduk atau berdiri, tetapi setelah Kami hilangkan bahaya itu darinya, dia kembali (ke jalan yang sesat), seolah-olah dia tidak pernah berdoa kepada Kami untuk (menghilangkan) bahaya yang telah menimpanya. Demikianlah dijadikan terasa indah bagi orang-orang yang melampui batas apa yang mereka kerjakan ," (Qs. Yunus : 12).

Apapun yg dilakukan kalau berupaya konsentrasi hanya kepada Allah, maka itulah ikhlas. Seperti yg dikatakan Imam Ali bahwa orang yg ikhlas adalah orang yg memusatkan pikiran agar tiap amal diterima oleh Allah. Seorang pembicara yg tulus tak perlu merekayasa kata-kata agar tapi mengupayakan tiap kata yg diucapkan benar-benar menjadi kata yg disukai oleh Allah. Bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Bisa dipertanggungjawabkan artinya. Selebih terserah Allah. Bagi seorang hamba yg ikhlas ia tak mengharapkan apapun dari siapapun karena kenikmatan bagi bukan dari mendapatkan tapi dari apa yg bisa dipersembahkan.

Prinsip ini lebih ditekankan dalam hubungan anda dengan keluarga, anak-anak dan orang-orang yang jalinan ikatan anda dengan mereka kuat. Maka, jika anda kuatkan hati anda untuk membuang jauh dari hati anda tindak buruk dari mereka, berarti anda telah membuat orang tenteram (tidak terganggu anda) dan sekaligus anda pun tenteram.

Ketidakikhlasan justru akan menjadikan kita banyak mengalami kecewa dalam hidup ini. Orang yg tak ikhlas akan banyak tersinggung dan terkecewakan krn ia memang terlalu banyak berharap. Karena itu mari kita biasakan kalau sudah berbuat sesuatu kita lupakan perbuatan itu. Kita titipkan saja di sisi Allah yg pasti aman. Jangan pula disebut-sebut diingat-ingat nanti malah berkurang nilai kebaikannya.

Allahu a'lam
Sumber : Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'dy , Al-Wasailu Al-Mufidah Lil Hayatis Sa'idah, AA Gym dst

Seputar buah Tin

Allah Subhanahu wa Ta’ala bersumpah , yang artinya: "Demi (buah) Tin dan (buah) Zaitun" (Qs: At Tiin: 1). Hal ini tentunya mengandung hikmah yang dalam sekali selain seperti dinyatakan oleh sebagian ahli tafsir. Buah Tin di barat , dikatakan sebagai the nature's most nearly perfect fruit", buah yang hampir mencapai tahap kesempurnaan secara keseluruhan. Segala apa yang dikaruniakan oleh Allah SWT mempunyai keistimewaan dan kelebihan tersendiri yang seringkali kita tidak tahu akan hikmahnya. Buah Tin diperkirakan berasal dari Syam , Palestina , Makkah, juga Mesir, juga telah dikenal di Italia kurang lebih 2000 tahun yang lalu dimana berkembang ke Selatan Eropa termasuk Yunani.
Dalam Al-Qur'an terdapat surat yang menyatakan tentang Buah Tin dan Zaitun, juga Gunung Tursina dan negeri Makkah yang aman (Al-Qur'an - Surat At-Tiin ayat 1-3). Pasti ada hikmah dibalik itu, sehingga Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an. Sebagian orang percaya bila buah tin (Ficus carica) adalah buah suci dari taman surgawi. Dalam literatur klasik mencatat , buah tiin berasal dari Arab dan sudah ada semenjak 4000 tahun sebelum masehi.
Rasulullah SAW pernah bersabda, yang artinya " Sekiranya aku katakan, Sesungguhnya buah yang turun dari Surga maka aku katakan, inilah buahnya (Tiin), sesungguhnya buah surga tiada keraguannya." (Hadis riwayat Abu Darba; Suyuti).

Seiring dengan hadis tersebut, telah dibuktikan secara sains mengenai banyaknya keistimewaan yang bisa diambil dari sebiji buah Tin yang jarang diketahui. Buah Tin mempunyai khasiat yang berbeda dengan buah lain dan juga lezat serta mempunyai nilai kesehatan yang tinggi. Selain dari itu, juga bermanfaat sebagai bahan pelancar (laxative), penahan sakit dan unsur perkumuhan air kencing (diuretik).

Menurut Imam Ibnu Al Jawziyyah, buah Tin memiliki banyak khasiat, diantaranya dapat mengurangi penyakit sesak nafas, membersihkan hati dan limpa, juga pengencer dahak, serta memberi khasiat yang baik pada tubuh, sebagai langkah pencegahan untuk melawan racun di tubuh kita.

Prof. J. A Vinson (Universitas Scranton Amerika Serikat) telah membuat kajian dan membuktikan bahwa, Buah Tin mengandung khasiat yang tinggi jika dibandingkan dengan buah-buahan yang lain. Buah Tin tidak mengandung garan, lemak dan kolesterol, tetapi mengandung lebih tinggi kalium, serat dan zat besi. Hasil penelitian dalam 100gram buah Tin, mengandung 20% daripada kebutuhan zat serat harian tubuh kita. Dari jumlah tersebut, lebih 28% adalah jenis serat terlarut.
Penelitian juga menunjukkan, bahwa serat terlarut bisa membantu gula dalam darah dan mengurangi kolesterol dalam darah dengan mengikatnya di dalam saluran pencernaan, manakala serat tidak larut, dapat melindungi dan mencegah kanker usus besar (koion). Makanan yang kaya akan serat mampu mengurangi berat badan, oleh karena itu Buah Tin juga sangat sesuai mengatasi masalah berat badan.

Buah Tin dapat dikonsumsi setiap orang, termasuk anak-anak dan merupakan makanan yang terbaik untuk semua umur, karena Buah Tin mengandung serat yang tinggi dan manis rasanya. Jadi sangat tepat jika kita mengkonsumsi buah ini, sebagai makanan alternatif kita untuk meningkatkan kesehatan kita sehari-hari di dalam dunia modern ini.

Keistimewaan lainnya yang terkandung di dalam Buah Tin dipercaya mempunyai bahan yang dapat melawan kanker. Di dalam Buah Tin mengandung "polyphenols" yang tinggi berfungsi sebagai antioksidan yang amat penting bagi tubuh kita, karena dapat berfungsi sebagai free radical dalam tubuh yang menyebabkan kanker. Disamping itu, Buah Tin juga mengandung unsur lain yang menjadi bahan anti kanker, yaitu "benzaldehyde" dan "coumarins". Benzaldehyde telah terbukti mampu bertindak sebagai bahan anti tumor dan "coumarins" adalah untuk merawat kulit dan kanker prostat.

ditambahkan lagi , keberadaan serat, kalium dan magnesium di dalam Buah Tin dapat mengurangi serangan angin dan mampu mengontrol tekanan darah tinggi. Satu berita baik bagi pengidap penyakit darah tinggi, karena dengan memakan Buah Tin dijadikan pencegah penyakit tersebut. Untuk penyakit kencing manis, serat yang terdapat di dalam Buah Tin ini dapat memperlahan proses penyerapan glukosa di usus kecil. Gabungan zat yang terkandung dalam Buah Tin yaitu serat yang tinggi dan karbohidrat dalam bentuk yang ringkas, yaitu glukosa dan fruktosa mampu mengontrol kadar gula darah seseorang.

Dr. Oliver Alabaster, Pengarah Institut Pencegahan Penyakit dari George Washington University Medical Centre menyatakan bahwa jika seseorang mengambil Buah Tin, sebenarnya telah mengambil makanan yang menjamin kesehatannya dalam jangka panjang. Maka tidak heranlah jika Buah Tin disebut oleh pakar-pakar makanan pada saat ini sebagai makanan Nutraseutikal (functional food).
Buah Tin bukan sekedar mengandung zat-zat yang berkhasiat, bahkan lebih dari itu dan bermanfaat sebagai penjaga tubuh dan mampu mencegah serangan penyakit-penyakit tertentu.

California Fig Advisory Board, telah mengatakan Buah Tin sebagai "Nature's most nearly perfect fruit", yaitu Buah yang hampir mencapai tahap kesempurnaan secara keseluruhan. Dimana buah Tin mengandung serat (dietary fiber)yang sangat tinggi. Setiap 100 gr buah tiin kering terkandung 12.2 g serat sedangkan appel hanya mengandung 2.0g dan jeruk 1.9g. Para Pakar kesehatan sangat menganjurkan untuk mengkonsumsi tiin secara teratur. Selain dapat membantu membersihkan racun di dalam tubuh, serat terkandung juga mampu mencegah kanker kolon dan penyakit degeneratif lainnya.

Berdasar Riset Universitas Rutgers New Jersey , membuktikan bahwa buah tiin mengandung antioksidan yang dapat mengikat senyawa karsinogen penyebab kanker. Tiin juga mengandung asam lemak tak jenuh yang dibutuhkan bagi kesehatan, diantaranya omega-3 dan omega-6. lemak ini terbukti berperan dalam pencegahan penyakit jantung koroner. Kelebihan yang lain, buah tiin rendah lemak, rendah sodium, rendah kalori dan bebas kolesterol sehingga sangat cocok dikonsumsi para penderita diabetes mellitus. Keistimewaan buah ini tidak berhenti sampai di sini. Beragam vitamin dan mineral bermanfaat terkandung di dalamnya. Setiap 100g buah tiin mengandung vitamin A sebanyak 9.76 IU, vitamin C, 0.68 mg, kalsium, 133.0 mg dan zat besi, 3.07mg. Vitamin dan mineral ini sangat diperlukan tubuh untuk menjaga dan memelihara kesehatan organ tubuh kita. Maka tidak heran bila Allah memfirmankan buah ini didalam Al-Qur'an.

WaAllahu A'lam Bissawaab
sumber : Rahasia ke-Istimewa-an di Balik Buah Tin, Norkumala bt Awang -(IKIM)

The Law Of Abundance

The Law Of Abundance is clearly evident anywhere and everywhere you look. The secret to the law of abundance is to focus on what you desire with positive emotion and enthusiasm. Remember that there is no limit to what the universe can offer to you. And if you focus on lack and scarcity, then due to the law of abundance, you will also be able to experience this as well.
Seorang pemikir positif meyakini bahwa siapa yang member, maka ia akan menerima balasannya. Ia meyakini bahwa dunia penuh dengan kekayaan dan karunia ruhani dan duniawi. Sebagaimana Allah berfirman, yang artinya ," … Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya, dan Dialah pemberi rizki yang terbaik," (Qs. Saba ' : 39). Sebagaimana Allah berfirman, yang artinya ," Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Mahaluas, Maha Mengetahui," (Qs. Al-Baqarah : 261).
Sebagaimana Allah berfirman, yang artinya ," Jika kamu meminjamkan kepada Allah dengan pinjaman yang baik, niscaya Dia melipat-gandakan (balasan) untukmu dan mengampuni kamu. Dan allah Maha Mensyukuri , Maha Penyantun." (Qs.
At-Tagabun : 17).

Sebagaimana Allah berfirman, yang artinya ," Maka barang siapa memberikan (hartanya di jalan Allah ) dan bertaqwa, maka akan Kami mudahkan baginya jalan menuju kemudahan (kebahagiaan) ," (Qs. Al-Lail ; 5-7).
Rasulullah bersabda, yang artinya ," Harta tidak akan berkurang karena sedekah".
The Law Of Abundance, hokum ini termasuk hokum dan aturan berpikir secar apositif. Seorang pemikir positif suka member dan tidak menanti balasan. Hal ini tentu tidak terbatas dari urusan harta saja, bahka dalam segala hal yang bisa dilakukan manusia.

Rasulullah SAW, dengan senang hati memberikan waktunya cukup lama untuk seorang tua demi mendengar keluh kesahnya. Kemudian Adi Hatim berkata bahwa tidak ada yang sanggup melakukan hal ini kecuali seorang nabi.

Saudaraku, pemberian anda tidak terbatas pada hal-hal tertentu karena Allah talh member anda segala hal yang tak terhingga jumlahnya. Dengarkanlah saudara kita yang ingin berbicara dengan kita atau ingin berkeluh kesah tentang kesedihan dan deritanya.

Mari kita berbicara kepada orang yang ingin mendengar nasihat, saran dan pemahaman kita. Kita ajarkan ilmu sebaberapun yang kita miliki dan hendaknya jangan kita sembunyikan ilmu itu. Sebagaimana Rasulullah bersabda, yang artinya ,"Sebaik-baiknya manusia diantara kalian adalah yang memperlajari Al-qur'an dan mengajarkannya kembali ," (HR Bukhari).

Berikanlah hati dan perasaan anda kepada orang yang membutuhkan cinta dan kasih saying. Karena perasaan bisa sirna dengan tiupan angin, luluh akibat kesedihan dan lemah karena keterasingan.

Mari kita berupaya bersikap baik kepada orang yang bersikap buruk kepada kita, dan jangan menyimpan kedengkian dalam hati. Saudaraku , janganlah menjadi orang yang negative yang memberi agar namanya disebut bahwa ia adalah orangyang pemurah. Allah menciptakankita dua tangan untuk member. KArena itu kita tidak patut menjadikan kita sebagai kotak simpanan. Jadikan diri kita sebagai saluran kebaikan sehingga kebaikan itu akan mengalir kepada orang-orang sekitar kita.

Dalam suatu kisah, ada seorang laki-laki memiliki beberapa anak. Mereka selalu menjadi beban sehingga hidupnya kurang stabil. Ia hidup sedih dan gelisah bersama anak-anaknya. Ia selalu berdoa kepada Allah agar memperbaiki keadaan mereka.

Suatu ketika, taktala ia sedang menunggu kedainya, datanglah pengemis tua compang-camping dan tampak raut muka kelaparan di wajahnya. Ia mereasa kasihan kepda pengemis itu, ia lalu mengambil makanan dan sedikit uang kemudian diberikannya kepada pengemis itu.

Kemudian pengemis itu berdoa untuknya, ya Allah , aku memohon kepada Allah yang Maha Agung agar memperbaiki keturunan dan keluarganya serta membukakan pintu rizki dan rahmat Allah untuknya.Selang beberapa waktu kemudian, berubahhlah keadaan anak-anaknya. Mereka menjadi anak-anak yang berbakti dan saynag kepada orangtuanya.

Tak ada sesuatu pun di dunia ini yang dapat membantu seseorang yang sudah bermental negatif. Sebaliknya, tak akan ada yang dapat menghentikan orang yang bermental positif untuk mencapai tujuannya.

Allahu a'lam
Sumber : Su'ud bila hudud, Dr Musa Rasyid El-Bahdal.