*****Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta,jiwa dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yg sabar.(Qs.Al-Baqarah 2 : 155).*****Ataukah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga , padahal (cobaan) belum datang kepadamu seperti (yang dialami) orang-orang terdahulu sebelum kamu. Mereka ditimpa kemelaratan, penderitaan dan diguncang (dengan berbagai cobaan), sehingga Rasul dan orang-orang yg beriman bersamanya , berkata, 'kapankah datang pertolongan Allah?' Ingatlah , sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat.(Qs.Al-Baqarah 2 : 214). *****Dan sungguh, Kami telah mengutus (rasul-rasul) kepada umat-umat sebelum engkau, kemudian Kami siksa mereka dengan (menimpakan) kemelaratan dan kesengsaraan , agar mereka memohon (kepada Allah) dengan kerendahan hati.(Qs.Al-An'am 6 : 42). *****Dan Kami coba mereka dengan (nikmat) yg baik-baik dan (bencana) yg buruk-buruk, agar mereka kembali (kepda kebenaran). (Qs. Al-A'raf 7 : 168). *****Sesungguhnya orang-orang yang beriman adalah mereka yg apabila disebut nama Allah gemetar hatinya , dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, bertambah imannya dan hanya kepada Tuhan mereka bertawakal, (yaitu) orang-orang yg melaksanakan shalat dan yg menginfakkan sebagian dari rizki yang Kami berikan kepada mereka. Mereka itulah orang-orang yg benar-benar beriman. Mereka akan memperoleh derajat (tinggi) di sisi Tuhannya dan ampunan serta rizki (nikmat) yg mulia. (Qs.An-anfal 8 : 2-4). *****Apakah kamu mengira bahwa kamu akan dibiarkan (begitu saja), padahal Allah belum mengetahui orang-orang yg berjihad diantara kamu dan tidak mengambil teman yg setia selain Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman. Allah Mahateliti terhadap apa yg kamu kerjakan. (Qs. At-Taubah 9 : 16) *****Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yg sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kami-lah kamu dikembalikan. (Qs. Al-Anbiya 21 : 35). *****Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sungguh , Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, Maka Allah pasti mengetahui orang-orang yang benar dan pasti mengetahui orang-orang yg dusta. (Qs. Al-'Ankabut 29 : 2-3)

Rabu, 28 Juli 2010

Jangan bersedih dan cemas

Allah berfirman, yang artinya ,” Janganlah kamu bersikap lemah, dan jangan (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajadnya), jika kamu orang-orang yang beriman ,” (Qs. Ali-‘Imran : 139).
Dalam shahih Bukhari, Rasulullah berdoa, yang artinya ,” Ya Allah, hamba berlindung pada-Mu dari kecemasan, kesedihan, lemah jiwa, kemalasan, kebodohan , bakhil, banyak hutang dan dari genggaman orang lain ,” (Hr Bukhari dari Anas ibn Malik, Jihad wa as-Sair ).
Sedih memang tidak diperintahkan Allah dan Rasul-Nya , bahkan Allah dan Rasul-Nya melarangnya. Mengapa dilarang ? Karena rasa sedih sama sekali tidak memberikan manfaat atau menolah mudharat. Bahkan tidak memiliki faedah. Dan tentu saja, Allah tidak pernah memerintahkan setiap perbuatan yang tidak bermanfaat. (Ibn Taimiya ,at-Tuhfah al-Iraqiyah).

Saudaraku, rasa sedih adalah kerikil tajam yang menggerus keimanan. Tidak sebagai penguat iman dan bukan sebagai energi bagi orang-orang yang berjuang di jalan Allah. Kesedihan adalah musibah. Dan untuk terbebas dari bahaya tersebut, kita ahrus meminta perlindungan dari Allah.
Rasulullah meminta perlindungan kepada Allah dari delapan penyakit yang berpasangan. Salah satunya adalah kesedihan dan kecemasan. Kedua penyakit ini muncul dalam hati.
Dimana kesedihan adalah penyakit yang berkaitan dengan masa lalu, sedang kecemasan berkaitan dengan masa depan adalah kecemasan. (Al Fawa’id).

Kesedihan dan kecemasan dapat dikelompokkan dalam dua bagian :
1. Kesedihan dan kecemasan yang timbul dari ujian dalam beragama.
2. Kesedihan dan kecemasan yang timbul dari ujian dunia.

Rasa sedih dan cemas bisa muncul saat lalai atau tidak optimal dalam beribadah memnuhi hak-hak Allah yang menjadi kewajiban seorang hamba, atau pada saat melakukan dosa.
Kesedihan dan kecemasan diatas selalu mengalami pasang surut. Akan semakin meningkat sejalan dengan bertambahnya iman dan semakin menurun dengan berkurangnya iman. Yang jelas kesedihan dan kecemasan jenis ini tidak menyebabkan penderitanya mengalami kesempitan hati. Bahkan bisa mempertebal keimanan dan ketundukan jiwa kepada Dzat Yang Maha Pencipta.

Saudaraku berkat kesedihan dan kecemasan ini, dosa-dosa berguguran.
Sebagaimana hadit riwayat Abu Sa’id dan Abu Hurairah, bahwa Rasulullah SAW bersabda, yang artinya ,” Tidaklah seorang mukmin diladan keletihan, penyakit, kecemasan, kesedihan, rasa sakit dan kegalauan , sampai duri yang menusuknya, melainkan Allah akan mengampuni sebagian dari kesalahan dan dosa dengan semua yang melandanya , “ (Hr. Muttafaq ‘alaih).

Saudaraku, terkadang kesedihan diiringi pahala yang akan dikaruniakan kepada si penderita. Bukan hanya itu, ia akan dianugerahi pujian, bukan karena kesedihan yang diderita , melainkan karena pahalanya. Seorang hamba yang bersedih karena musibah yang melanda agamanya dan kaum muslimin, karena hatinya yang mencintai kebiakn dan membci keburukan , maka kesedihan ini dibalas dengan pahala.

Jadi orang beriman akan bersedih manakala merasa kurang optimal dalam beribadah kepada Rabb-nya atau berlebihan dalam bermaksiat dst.

Adapun bentuk kesedihan lainnya adalah kesedihan dan kecemasan yang timbul dari ujian dunia. Misalnya : perasaan takut , gelisah, lapar , sakit , mati dan persoalan lainnya .

Apabila kesedihan semacam ini menimpa seorang hamba, maka sama sekali tidak menghapuskan dosa dan kesalahannya, kecuali jika ia bersabar dalam menghadapinya.

Sebagaimana firman-Nya , yang artinya ,” Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (Yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan ‘ inna lillahi wa inna ilaihi raji’un , ‘ (Qs. Al-Baqarah : 155-156).

Saudaraku, karena dengan sabar dan terus menerus mengharap karunia Allah dan mengingat-Nya, hati akan bertambah lapang dan tidak menyempit menghadapi ujian yang dialami.

Sebaliknya , jika seorang hamba tidak bersabar atas musibah yang menimpa, dan tidak mengharap pahala dan karunia dari Allah, bahkan berburuk sangka kepada Allah, maka kesedihan dan kecemasan akan semakin bertumpuk, dan mempersempit dadanya.

Saudaraku, marilah kita terus menerus beristighfar , bertaubat dan terus berharap pahala dari Allah , sehingga kesedihan dan kecemasan tidak akan menghantarkan kita kepada kesempitan hati. Bahkan sebaliknya , hati menjadi makin lapang.

Sayyid Qutb dalam Fi Zhihal al-Qur’an menyatakan bahwa tanda kelapangan hari seorang hamba dalam menggapai hidayah Allah dapat dilihat dari sikap perbuatan yang konsisten di jalan Allah.

Allahu a’lam
Sumber : Abdullah ibn /husian Syuqail dalam Adh-Dhyq.

Kekuatan pikiran

Ketika seseorang yakin, ”Saya bisa ,” itu berarti perintah kepada pikiran bawah sadar. Begitu pula saat seseorang berpikir, ”Ah, saya tak mungkin bisa,” Ini instruksi kepada pikiran bawah sadar untuk melaksanakannya. Pikiran bahwa sadar langsung bekerja tanpa perlu bertanya , tanpa mengenal waktu, bahkan saat kita sedang tidur . Sabda Rasulullah, yang artinya ,” Yang paling aku khawatirkan terhadap umatku apabila terlalu kenyang, kebanyakan tidur, malas dan keyakinan yang lemah ,” (Hr Daru-quthi dari Jabir). Keyakinan diri merupakan faktor yang besar nilainya. Orang–orang berhasil karena percaya dan yakin bahwa dirinya dapat menangani hal-hal yang menjadi impiannya. Joseph Murphy (The Power Of Your Subconscious) berkata bahwa pikiran bawah sadar, memiliki kekuatan luar biasa, yang bisa dimanfaatkan untuk berbagai tujuan. ”Dalam pikiran bawah sadar terletak kebijaksanaan tak terbatas, kekuatan tak terbatas, dan persediaan tak terbatas dari kebutuhan Anda, yang siap dikembangkan.
Dan ketidakyakinan diri , akan menghancurkan potensi kekuatan besar itu. Pikiran adalah energi yang sanggup menembus ruang dan waktu. Setiap pikiran adalah pernyataan dari keinginan kita di alam raya ini. Setiap pikiran memberikan perubahan psikologis dalam tubuh . Kita adalah produk dari pikiran yang pernah terlintas, dari yang pernah kita rasakan, dan dari tindakan yang kita ambil selama ini. Florence Shinn menyatakan bahwa permainan kehidupan adalah permainan bumerang. Pikiran dan perbuatan dan perkataan kembali pada kita cepat atau lambat dengan ketepatan yang sangat mengejutkan. Pikiran adalah pelopor dari segala sesuatu,pikiran adalah pemimpin, pikiran adalah pembentuk .

Dalam dua lingkup pikiran memiliki kaitan yang erat. Pikiran sadar memberikan perintah , baik sadar maupun tidak, kepada pikiran bawah sadar.
Ketika kita berpikir positif, pikiran bawah sadar langsung bereaksi untuk melaksanakan gagasan positif tadi. Murphy memberi contoh, pada saat seseorang memikirkan tentang kedamaian, kebahagiaan, kesehatan, dan kekayaan, maka pikiran bawah sadar menerima gagasan itu dan bekerja untuk mewujudkannya. Sebaliknya, ketika seseorang berpikir negatif, seperti ketidakberdayaan, ketidakmampuan melakukan sesuatu, maka pikiran bawah sadar pun bekerja mewujudkan ide/kesan negatif tersebut. Bila seseorang berbicara atau berbuat dengan pikiran jahat, maka penderitaan akan mengikutinya ,bagaikan roda pedati mengikuti langkah kaki lembu yang menariknya. Begitu juga sebaliknya Bila seseorang berbicara atau berbuat dengan pikiran murni, maka kebahagiaan akan mengikutinya, bagaikan bayang-bayang yang tak pernah meninggalkan bendanya.

Apa tujuan memberdayakan pikiran bawah sadar?
Tentu saja , pemberdayaan ini, dalam rangka untuk mengarahkan kita menuju kebahagiaan dan keberlimpahan. Untuk itu harus terus berlatif memberdayakan pikiran bawah sadar (pikiran) ke hal-hal yang positif dan bermanfaat , karena sudah menjadi tabiat manusia yang punya kecenderungan manusia yang lebih banyak berpikir negatif.
Sebagaimana Allah menceritakan nabi yusuf as dalam firman-Nya , yang artinya ,” .... karena sesungguhnya nafsu itu selalu mendorong kepada kejahatan, kecuali (nafsu) yang diberi rahmat oleh Tuhan-ku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun , Maha Penyayang”. (Qs. Yusuf : 53).
Firman Allah , yang artinya , “ ...Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran... “ ( Qs. An Nisaa : 135)
Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman, yang artinya : “...Dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah....” (Qs. Shaad: 26)

Dari riwayat Imam Al-Baqir bahwa Rasulullah saw bersabda, Allah swt berfirman: “Demi kemuliaan-Ku, kebesaran-Ku, keagungan-Ku, keperkasaan-Ku, nur-Ku, ketinggian-Ku dan ketinggian tempat-Ku, tak seorang hambapun yang mengutamakan keinginannya (nafsunya) di atas keinginan-Ku, melainkan Aku kacaukan urusannya, Aku kaburkan dunianya dan Aku sibukkan hatinya dengan dunia serta tidak Aku berikan diinia kecuali yang telah kutakar untuknya.
Diriwayatkan melalui Imam Shâdiq bahwa Rasulullah saw bersabda: “Waspadalah terhadap hawa nafsu kalian sebagaimana kamu sekalian waspada terhadap musuh. Tiada yang lebih pantang bagi manusia daripada mengikuti hawa, nafsu dan ketergelinciran lidah yang tak bertulang.”
Amirul Mukminm Ali as dalam Nahjul Balaghahnya berkata: “Sesungguhnya yang paling aku kuatirkan pada kalian adalah dua hal, yaitu taat hawa nafsu dan angan-angan panjang.”
Itulah kenapa kita harus mempedayakan pikiran bawah sadar kita ke hal-hal yang positif dan bermanfaat dalam kebaikan.

Diibaratkan apabila pikiran sadar kita sebagai seorang tukang kebun yang menanam bibit (buah pikiran) dalam pikiran bawah sadar kita sepanjang hari, yang berupa segala sesuatu yang ada di pikiran sadar kita. Sehingga suatu ketika kita akan memungut panen sesuai apa yang kita tanam.
Bila anda berpikir bahwa anda bisa, dan anda berhasil menanamkan gagasan itu dalam pikiran bawah sadar anda, dan anda berhasil meyakinkannya serta tidak goyah dalam perjalanannya, maka anda akan mendapati diri anda berhasil seperti yang anda inginkan.
Seseorang yang hidupnya hanya ditujukan pada hal-hal yang menyenangkan (syahwat), yang inderanya tidak terkendali, yang makannya tidak mengenal batas, malas serta tidak bersemangat,maka setan akan menguasai dirinya.

Ini juga menjelaskan mengapa orang yang selalu merasa sial (selalu mengeluh) justru sering mendapatkan apa yang dia keluhkan, sementara orang yang selalu merasa bersyukur akan sering mengalami keberuntungan yang kadang jauh lebih besar dari yang ia pikirkan.

Mengapa ?

Seorang pakar, Michael Bernard Beckwith, menyatakan bahwa saat ini telah terbukti bahwa pikiran positif ratusan kali lebih kuat daripada pikiran negatif.
Oleh karena hukum tarik menarik ini bekerja melalui hati (perasaan) dan pikiran kita, maka dapat dikatakan bahwa sebenarnya kita sendirilah yang menciptakan kenyataan dalam hidup kita, apapun kenyataan yang terjadi, baik maupun buruk.Atau dikatakan bahwa energi syukur lebih kuat daripada energi mengeluh.
Perlu anda ketahui, berpikir & merasakan tentang sesuatu hal, entah itu baik ataupun buruk, sama artinya dengan merencanakan sesuatu itu untuk terjadi. Jika anda berpikir & merasakan tentang keindahan berarti anda merencanakan keindahan untuk terjadi dalam hidup anda. Jika anda berpikir (mencemaskan) tentang kesulitan, berarti anda merencanakan kesulitan itu untuk terjadi dalam hidup.

Maka dari itu perbanyaklah kalimat syukur, hindari mengeluh. Ketika mengeluh, anda melepas-kan getaran negatif ke alam semesta yang akan menarik hal-hal negatif ke dalam hidup anda. Begitu pula sebaliknya. Perhatikanlah apa yang anda pikirkan, apa yang anda ucapkan dan apa yang anda rasa dalam hati.

Karena itulah, mengapa seringkali kita mendapatkan kebalikan dari apa yang kita doakan, karena kita sendirilah yang menetralisir dari apa yang kita doakan, kita masih meragukan kekauatan doa kita. Atau dapat dikatakan kita tidak sepenuhnya yakin akan doa kita , padahal Tuhan selalu mengabulkan doa setiap manusia. Dan Ia mengabulkan doa yang ada di hati manusia (apa yang kita rasa), bukan yang terucap di mulut. Jadi saat berdoa, jika ada konflik antara apa yang terucap di mulut dengan yang terasa di hati, maka yang ada di hati andalah yang akan terwujud.

Maka dari itu, jika ingin kaya, pikirkan & rasakanlah keberlimpahan, jika ingin sembuh, pikirkan & rasakanlah kesehatan, jika ingin senang pikirkan & rasakanlah kebahagiaan, jika ingin tenang, pikirkan & rasakanlah tentang kedamaian, biarkanlah itu semua mengendap secara permanen dalam alam bawah sadar anda, yang secara otomatis akan memunculkannya dalam kehidupan nyata.

“Pikiran bawah sadar mengikuti perintah yang diberikan berdasarkan atas kepercayaan dan anggapan pikiran sadar” .

William James, psikolog Amerika, mengatakan bahwa daya yang menggerakkan dunia berada dalam pikiran/batin bawah sadar anda. Batin bawah sadar anda mengontrol semua proses vital badan anda dan tahu bagaimana menjawab semua persoalan. Apapun yang dikesankan kepada pikiran bawah sadar akan terjelmakan pada layar ruang sebagai kondisi, pengalaman dan kejadian. Hukum aksi dan reaksi itu universal. Pikiran anda adalah aksi dan reaksinya adalah tanggapan otomatis bawah sadar anda atas pikiran itu.

Phillippus Paracelsus, seorang ahli kimia Swiss yang terkenal (1493-1541), mengatakan bahwa “Apakah objek dari kepercayaan anda itu benar atau palsu, maka anda akan memperoleh efek yang sama”.

Maka , proses-proses pikiran bawah sadar selalu menuju kehidupan konstruktif dan pikiran bawah sadar adalah pembentuk badan dan memelihara semua tenaga vitalnya dan pada dasarnya pikiran bawah sadar selalu berusaha menolong dan melindungi kita dari kerugian. Ia bekerja 24 jam sehari ..
Dengan demikian apabila kita mampu mengikuti dan mendengarkan simpul-simpul dan intuisi dari pikiran bawah sadar, maka kita akan mampu melakukan apapun yang disampaikan pikiran bawah sadar, dan menghindari pikiran sadar yang tidak sejalan, seperti kata-kata inspirasi yang tidak diketahui penulisnya, mengatakan bahwa “pikiran yang indah dan emosi yang positif adalah bahan untuk mewujudkan keajaiban”.

Allahu a’lam
Sumber : Joseph Murphy , The Power Of Your Subconscious ,

Selasa, 27 Juli 2010

Tips mudah berSyukur (2)

Dan sebagian nikmat Allah kepada hamba-hamba-Nya adalah memberinya kemampuan untuk mensyukuri nikmat-Nya. Jika Allah menghendaki seorang hamba-Nya untuk bersyukur, berarti Dia akan memberikan sebab untuk membuat nikmat-Nya tersebut berkelanjutan dan mengundang turunnya nikmat-Nya yang lain. Sehingga mensyukuri nikmat adalah hal yang harus disyukuri.
3. Ucapkan "terima kasih"
Sebagaimana sabda Rasulullah yang ditulis dalam Syifa’ul ‘Alil karya Ibn qoyyim, yang artinya ,” Barang siapa yang memakan suatu makanan lalu berkata ,” Segala puji bagi Allah yang telah memberiku makan dan telah memberiku rizki tanpa sedikitpun daya dan upaya dariku, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu “.
Pujilah Tuhan , dan berterimakasih kepada siapa saja yang menolong kesulitan anda.
Anda akan menghadirkan kegembiraan didalam hati orang-orang disekitar Anda.

Ucapkanlah terimakasih kepada Allah , sekecil apapun nikmat menurut pandangan kita. Tunjukkan rasa terima kasih Anda , kepada orang lain yang membantu kita sekecil apapun bantuannya itu. Sikap syukur memang bukan cuma sekedar ucapan "terima kasih". Jangan izinkan pikiran-pikiran negatif , seperti keluhan dst. Ketika kita mengeluh , hal ini akan menciptakan getaran negatif yang akan menarik semakin banyak hal negatif dalam hidup kita. Bagaimana mengubah hal ini? Dengan mengurangi keluhan, terima keadaan sebagaimana adanya saat ini, dan yakin bahwa hal-hal baik akan terjadi dalam hidup kita.

4. Keluarlah dari penjara diri dan berbuat baik pada orang lain.
Luangkan waktu untuk membantu orang yang mengalami kesulitan. Masalah kita akan terasa "lebih kecil" pada saat kita membantu orang yang menghadapi masalah. Bahkan, seringkali usaha ini jsutru menghadirkan sebuah pencerahan dalam diri kita. Dengan membantu orang lain keluar dari masalahnya, kita akhirnya bisa melihat jalan keluar dari masalah kita sendiri.
Semoga kita dimudahkan Allah untuk membantu orang lain, seperti yang dilakukan oleh para ; As Saabiqunul Muqrrabuun (orang-orang yang didekatkan kepada Allah).

Sebagaimana Rasulullah bersabda, yang artinya ,” Bagi setiap persendian manusia harus disedekahi pada setiap hari. Mendamaikan dua orang yang berselisih adalah sedekah.Membantu mengangkat muatan seseorang ke punggung kendaraan adalah sedekah. Setiap langkah menuju shalat adalah sedekah. Menyingkirkan duri dari jalan adalah sedekah “, (Hr Bukhari 5-309, Muslim 1009).
Sikap memberi memang butuh perjuangan. mengapa harus memberi bila kita sendiri sedang kesulitan ? Yakinkah anda, bahwa dengan membantu kesulitan orang lain ,bearti kita menyediakan jalan agar Allah menolong kita.
Sebagaimana hadits riwayat Imam Muslim dalam Shahih XIII 212, bahawa Rasulullah bersabda, yang artinya ,” Allah senantiasa menolong seorang hamba, selama si hamba itu mau menolong saudaranya ,” (Hr Abu Hurairah).
Rasulullah bersabda, yang artinya ,” Tidak akan berkurang orang yang bersedekah, kecuali bertambah, bertambah dan bertambah “.

5. Lebih berkonsentrasi pada solusi ketimbang masalah
Segala yang menjadi fokus Anda, akan berkembang. Bila Anda fokus pada apa yang Anda miliki, Anda akan mendapatkan lebih. Bila Anda fokus pada apa yang tidak Anda miliki, Anda tidak akan pernah merasa cukup.
Sikap syukur menumbuhkan perasaan positif yang akan mengembangkan getaran energi positif, yang pada akhirnya akan menarik energi positif yang sama dari lingkungan sekitar kita.
Anda adalah direktur dari energi dan fokus Anda. Bila Anda membiarkan diri Anda ditarik oleh hal-hal, kejadian, atau orang-orang yang membuat kesal dan marah, maka Anda akan menarik lebih banyak lagi hal, kejadian atau orang yang membuat Anda kesal. Sebaliknya, bila Anda mengambil alih kendali dan fokus pada hal-hal yang patut Anda syukuri, maka Anda mengubah aliran energi Anda sehingga menarik lebih banyak lagi
hal-hal yang bisa Anda syukuri.
Sikap syukur adalah energi tertinggi karena ia merupakan kombinasi dari rasa terima kasih, penghargaan dan cinta. Bila Anda memiliki energi ini, Anda akan bisa melihat segala hal yang Anda hadapi dengan lebih jernih.
Putuskan kemana arah fokus Anda. Bersyukurlah terhadap segala hal, sekecil apapun tampaknya hal itu. Ini akan menjadi titik awal untuk memiliki getaran energi positif dari rasa syukur.

6. Bikin Jurnal Sikap Syukur
Sarah Ban Breathnach dalam buku best-sellernya, Simple Abundance: A Daybook of Comfort and Joy, menganjurkan penggunaan sebuah Jurnal Sikap Syukur (Gratitude Journal). Ia mengatakan bahwa jurnal ini merupakan "sebuah alat yang dapat mengubah kualitas hidup Anda". Hargai hal-hal kecil. Hargai orang yang memberi senyum dan bersikap ramah pada Anda.
Buatlah Jurnal Sikap Syukur Anda dan tuliskan hal yang bisa Anda syukuri setiap malam. Perhatikan bagaimana proses ini akan memperdalam penghargaan Anda akan hidup Anda sendiri saat ini. Anda mungkin akan mencoba membuat sebuah Jurnal Sikap Syukur Keluarga, dimana setiap malam kita menuliskan lima hal yang bisa kita syukuri sebagai sebuah keluarga. Mulailah hari Anda dengan sikap syukur, dan akhiri juga hari Anda dengan sikap syukur. Maka niscaya Anda akan menjalani sebuah kehidupan yang lebih bahagia, penuh kepuasan, dan harmoni dengan orang-orang dan lingkungan sekitar Anda.

“Jika Anda tidak hidup pada kenyataan yang Anda inginkan, maka, mulailah menata pikiran Anda untuk menikmati hidup seburuk apa pun yang Anda miliki sambil terus bermimpi tentang masa depan Anda. Maka, kenyataan Anda selanjutnya pasti akan luar biasa!”
Bersyukur dengan perbuatan . Tubuh yang diberikan Allah ini sebaiknya di pergunakan untuk hal-hal yang positif, menurut Imam Al-Ghazali, ada 7 anggota tubuh yang harus dimaksimalkan untuk bersyukur, antara lain, mata, telinga, lidah, tangan, perut, kemaluan dan kaki. Seluruh anggota ini diciptakan Allah sebagai nikmat-Nya untuk kita. Lidah misalnya, hanya untuk mengeluarkan kata-kata yang baik, berzikir dan mengungkapkan nikmat yang kita rasakan, Allah berfirman, “Dan terhadap nikmat Tuhanmu, hendaklah kamu menyebutnya-nyebutnya (dengan bersyukur).” (QS. Aldhuha ;11).

Seusaishaalt fardhu , seusai shalat sunnah, atau setiap malam sebelum tidur atau sesudah shalat witir sebelum tidur biasakanlah duduk sejenak . Pejamkan mata sebentar sekitar 10-15 menit. Rasakan rileknysa tubuh anda. Berzikirlah dengan ungkapan ras syukur. Bayangkan apa saja yang sudah anda lakukan mulai pagi hingga malam ini. Lalu cari benar-benar kebaikan apa yang sudah anda alami hari ini. pokoknya apa saja yang menurut anda itu baik. Ucapkan kata-kata syukur sepenuh hati kepada Allah. Resapilah dalam-dalam di hati anda.
Langkah selanjutnya adalah membayangkan atau bersyukur bahwa doa-doa kita sudah terkabul. Dengan kata lain seolah-oleh kita merasakan dengan sepenuh hati bahwa doa kita sudah terwujud, sehingga kita bersyukur atas itu.

Ya semacam melunasi pembayaran syukur dimuka (porskot syukur),meskipun pesanan doa kita belum kita terima. Menurut Erbe Sentanu, ini langkag mudah sekaligus paling sulit dilakukan, seolah ini bertentangan dengan analisis rasionalitas.
Namun ingatlah sebuah hadits qudsi yang diriwayatkan Muslim,bahwa yang artinya , “ Aku (Allah) sesuai prasangka hamba-Ku kepada-Ku dan Aku (Allah) bersamanya apabila ia memeohon kepada-Ku”.

Saudaraku, keyakinan keimanan kita membuat-Nya menurunkan pertolongan yang kita butuhkan. Keyakinan kita dalam bentuk syukur akan memastikan kelancaran proses itu, sebaliknya keraguan justru akan merusak proses terkabulnya doa kita.
Usahakan lakukan tiap hari , anda akan segera menemui sesuatu yang luar biasa dalam hidup anda.
Ingatlah firman-Nya , yang artinya ,” Dan barangsiapa yang mengerjakan suatu kebajikan dengan kerelaan hati, maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri dan Maha Megetahui ,” (Qs. Al-Baqarah : 158)
Sebagimana diungkapkan ulama Ibn Husain bahwa Allah telah mengadakan hubungan yang langsung antara Allah dengan angan-angan dan harapan seluruh Makhluk-Nya.
Bukankah bersyukur itu adalah karunia yang luar biasa.

Allahu a’lam
sumber : Ippho Santosa, http://www.kingsonsurya.com.

Minggu, 04 Juli 2010

Energi spiritual

Ibn Qayyim dalam Zadul Ma’ad , dikatakan bahwa tidaklah dua orang laiki-laki tertimpa malapetaka, penyakit atau cobaan dan ujian, melainkan orang yang gemar melaksanakan shalat dari keduanya akan lebih ringan bebannya dan lebih terjamin keselamatannya.
Saudaraku ,buku tersebut membicarakan mengenai shalat yang dilakukan dengan baik (khusyu) tentu akan memberi warna kesehatan. Jadi shalat mempunyai pengaruh yang sangat besar dalam peyembuhan, pemeliharaan kesehatan jasmani dan rohani , mejaga kekuatan keduanya serta mencegah perkara yang buruk dari keduanya.
Shalat merupakan media penghubung utama antara hamba dengan Allah. Sejauh mana kedekatan seorang hamba dengan Rabb-nya, maka seluas itu pula pintu-pintu kebaikan akan dibukakan untuknya.

Hamba tersebut akan dilimpahi taufik dari Allah, kesehatan dan afiyat, kekayaan , ketenangan, kenikmatan, kenengangan dan kegembiraan, semua itu untuk dirinya dan menjadi anugerah yang disegerakan di kehidupannya.
Sebagaimana firman-Nya


يأيها ٱلذين ءامنو اٱستعينوابٱلصبروٱلصوة إنٱﷲ مع ٱلصبرين﴾

“ hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar “, (Qs. Al-Baqarah: 153)

Dalam ath Thibb an-Nafsi wa cal-jasadi, para pakar membuat kesimpulan bahwa ada korelasi kuat antara shalat dan keadaan psikologi seseorang. Disebutkan bahwa komitmen seseorang terhadap ibadah-ibdah keagamaan merupakan metode efektif untuk mengurangi depresi dan kegelisahan.

Dr Alexis Karel (peraih Nobel di bidang psikologi dan obat-obatan) , dalam Al-Insan Dzalika Al-Mahjul, menyatakan bahwa Shalat merupakan energi dan kekuatan yang paling besar dalam melahirkan kreativitas yang dikenali hingga zaman sekarang ini. Sebagai seorang dokter, dia menyatakan bahwa , telah banyakmenemukan pasien yang tidak mampu lagi ditangani tim medis. Mereka angkat tangan menyerah . Namnun ketika mereka melaksanak shalt, merekapun dapat disembuhkan dari berbagai penyakit kronis yang menimpa.

Dalam sebuah kajian ilmiah bertajuk Al-Harakat ar-Ruhiyah lil-‘ibadat , Dr Ir Ibrahim Karim , dari lembaga Sistem Bio energi Cairo. Penelitian ini mengukur perbandingan antara kekuatan spiritual dan kegelisahan yang berlebihan pada saat berzikir, berwudhu, shalat, membaca Al-Qur’an serta mengumandangkan adzan. Penelitian ini membuat suatu kesimpulan yang menakjubkan.

Ketika seorang hamba mengalami kegelisahanyang timbul akibat interaksi dengan orang lain dan faktor-faktor lain, lalu ia membasuh anggota tubuh dengan wudhu, maka akan mendatangkan hasil yang menakjubkan. Inilah salah satu rahasia besar di balik aktivitas wudhu dalam rangka mempersiapkan seseorang untuk menuju fokus dan konsetrasi menuju aktivitas selanjutnya (shalat).

Dalam kajian itu, dipaparkan bahwa kita umat beriman melakukan berbagai ibadah yang disertai dengan berbagai gerakan, seperti gerakan dalam shalat , ketika berdoa.
Bahkan dr. Ibrahim Karim , juga mengkaji dan meneliti salah satu bagian gerakan dalam shalat yaitu mengacungkan jari telunjuk kanan ketika tasyahud.

Dari beberapa kali eksperimen , ditemukan adanya semacam energi spiritual. Dan yang mennakjubakn bahwa pancarankekuatan energi ini ternyata hanya akan diperoleh dengan mengangkat jati telunjuk tangan kanan saja. Adapun ketika melakukan halyang sama dengan tangan kiri tidak ditemukan adanya pancaran energi spiritual dan kekuatan rohani sedikitpun.

Selanjutnya , diteliti juga perihal gerakan tangan yang diangkat ketika sedang berdoa. Dalam aktivitas ini juga ditemukan kesimpulan yang tidak jauh berbeda.

Selanjutnya Dr Ibrahim menegaskan bahwa gerakan-gerakan rohani telah ada sejak dimulainya sejarah kehidupan dan di setiap penjuru dunia. Karena itu setiap Rasul dan Nabi memberikan contoh gerakan shalat, puasa, berdoa , dan bermunajat. Hal ini berarti bahwa gerakan-gerakan itu memiliki dasar hukum dan metode ilmiah yang bisa dipertanggungjawabkan.
Sungguh , agama ini adalah ilmu yang sangat agung dan luar biasa. Dia memiliki ukuran yang sangat besar dan tidak seorang pun dapat sempurna mengetahui rahasia-rahasia agung yang tersembunyi.

Begitu tinggi keagungan nilai ibadah shalat, sehingga Rasulullah bersabda, yang artinya ,” Suruhlah anak-anakmu melaksanakan shalat pada usia tujuh tahun dan pukullah mereka (jika mereka meninggalkannya) pada usia sepuluh tahun “, (Hr Abu Dawud I,87. Al-Albani menyatakn hasan dalam Shahih al-Jami’ 5258).)

Allahu a’lam

Sumber : At Tadawi bil istighfari, bis shadaqati, bid du’ai, bil qu’ani, bis shalati , bis shaumi , Hasan bin Ahmad Hammam.