*****Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta,jiwa dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yg sabar.(Qs.Al-Baqarah 2 : 155).*****Ataukah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga , padahal (cobaan) belum datang kepadamu seperti (yang dialami) orang-orang terdahulu sebelum kamu. Mereka ditimpa kemelaratan, penderitaan dan diguncang (dengan berbagai cobaan), sehingga Rasul dan orang-orang yg beriman bersamanya , berkata, 'kapankah datang pertolongan Allah?' Ingatlah , sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat.(Qs.Al-Baqarah 2 : 214). *****Dan sungguh, Kami telah mengutus (rasul-rasul) kepada umat-umat sebelum engkau, kemudian Kami siksa mereka dengan (menimpakan) kemelaratan dan kesengsaraan , agar mereka memohon (kepada Allah) dengan kerendahan hati.(Qs.Al-An'am 6 : 42). *****Dan Kami coba mereka dengan (nikmat) yg baik-baik dan (bencana) yg buruk-buruk, agar mereka kembali (kepda kebenaran). (Qs. Al-A'raf 7 : 168). *****Sesungguhnya orang-orang yang beriman adalah mereka yg apabila disebut nama Allah gemetar hatinya , dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, bertambah imannya dan hanya kepada Tuhan mereka bertawakal, (yaitu) orang-orang yg melaksanakan shalat dan yg menginfakkan sebagian dari rizki yang Kami berikan kepada mereka. Mereka itulah orang-orang yg benar-benar beriman. Mereka akan memperoleh derajat (tinggi) di sisi Tuhannya dan ampunan serta rizki (nikmat) yg mulia. (Qs.An-anfal 8 : 2-4). *****Apakah kamu mengira bahwa kamu akan dibiarkan (begitu saja), padahal Allah belum mengetahui orang-orang yg berjihad diantara kamu dan tidak mengambil teman yg setia selain Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman. Allah Mahateliti terhadap apa yg kamu kerjakan. (Qs. At-Taubah 9 : 16) *****Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yg sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kami-lah kamu dikembalikan. (Qs. Al-Anbiya 21 : 35). *****Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sungguh , Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, Maka Allah pasti mengetahui orang-orang yang benar dan pasti mengetahui orang-orang yg dusta. (Qs. Al-'Ankabut 29 : 2-3)

Minggu, 04 Juli 2010

Mengukur keikhlasan diri

Allah berfirman, yang artinya ,” Dan siapakah yang lebih baik agamanya daripada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang diapun mengerjakan kebaikan ? “ (Qs. An-Nisa : 125).
Menyerahkan diri kepada Allah diartikan sebagai memurnikan tujuan dan amal hanya karena Allah. Sedangkan mengerjakan kebaikan ialah mengikuti Rasulullah dan sunah beliau. Bayak definisi yang diberikan kepada kata ikhlas, ada yang berpendapat ikhlas artiya membersihkan perbuatan dari perhatian makhluk. Ada juga yang mengartikan sebagai menjaga amalan dari perhatian manusia termasuk pula dari diri sendiri. Dalam Manzilus Sa’irin berkata bahwa ikhlas diartikan sebagai membersihkan amal dari segala campuran.

Saudaraku , memang keikhlasan harus terus diperjuangkan. Niat yang ikhlas saja belum menjamin kita sampai kepada taraf kemurnian ikhlas itu sendiri. Sebagaimana Rasulullah bersabda dalam sebuah hadits qudsi, yang artinya ,” Allah berfirman , “ Aku adalah paling tidak membutuhkan persekutuan dari sekutu-sekutu yang ada. Barang siapa mengerjakan suatu amal, yang didalamnya ia menyekutukan selain-Ku, maka dia menjadi milik yang dia sekutukannya dan Aku terbebas darinya ,” .

Setiap hamba memiliki kemampuan dan kemauan dalam beribadah (beramal) yang berbeda-beda. Sedangkan nilai ibadah seorang hamba di hadapan Allah ditunjukkan dengan ikhlasnya dalam beramal.

Ada beberapa contoh pendekatan pemahaman (tanda) tentang kualitas ikhlas, sehingga kita bisa mengukur diri sendiri samapai dimanakah tingkat keikhlasan kita . Semoga kita bisa semakin memperbaiki ikhlas kita.

1. Keikhlasan hadir bila kita takut akan popularitas
Imam Ibnu Syihab Az-Zuhri berkata bahwa , ‘Sedikit sekali kita melihat orang yang tidak menyukai kedudukan dan jabatan. Seseorang bisa menahan diri dari makanan, minuman, dan harta, namun ia tidak sanggup menahan diri dari iming-iming kedudukan. Bahkan, ia tidak segan-segan merebutnya meskipun harus menjegal kawan atau lawan.” Karena itu tak heran jika para ulama salaf banyak menulis buku tentang larangan mencintai popularitas, jabatan, dan riya.
Fudhail bin Iyadh berkata, “Jika Anda mampu untuk tidak dikenal oleh orang lain, maka laksanakanlah. Anda tidak merugi sekiranya Anda tidak terkenal. Anda juga tidak merugi sekiranya Anda tidak disanjung orang lain. Demikian pula, janganlah gusar jika Anda menjadi orang yang tercela di mata manusia, tetapi menjadi manusia terpuji dan terhormat di sisi Allah.”
Kalimat itu adalah peringatan agar dalam mengarungi kehidupan kita tidak terjebak pada jerat ingin mendapat pujian manusia. Namun , Jika tanpa ambisi dan tanpa meminta kita menjadi dikenal orang, itu tidak mengapa. Meskipun itu bisa menjadi potensi malapetaka bagi orang yang lemah dan tidak siap menghadapinya.

2. Ikhlah ada saat kita mengakui bahwa diri kita sebenarnya banyak kekurangan
Orang yang ikhlas selalu merasa dirinya memiliki banyak kekurangan. Ia merasa belum maksimal dalam menjalankan segala kewajiban yang dibebankan Allah swt. Karena itu ia tidak pernah merasa ujub dengan setiap kebaikan yang dikerjakannya. Sebaliknya, ia cemas bahwa yang dilakukannya tidak diterima Allah swt.
Aisyah r.a. pernah bertanya kepada Rasulullah saw. tentang maksud firman Allah: “Dan orang -orang yang mengeluarkan rezeki yang dikaruniai kepada mereka, sedang hati mereka takut bahwa mereka akan kembali kepada Tuhan mereka.” Apakah mereka itu orang-orang yang mencuri, orang-orang yang berzina, dan para peminum minuman keras, sedang mereka takut akan siksa dan murka Allah ‘Azza wa jalla?
Rasulullah saw. menjawab, “Bukan, wahai Putri Abu Bakar. Mereka itu adalah orang-orang yang rajin shalat, berpuasa, dan sering bersedekah, sementera mereka khawatir amal mereka tidak diterima. Mereka bergegas dalam menjalankan kebaikan dan mereka orang-orang yang berlomba.” (Ahmad).

3. Keikhlasan hadir ketika kita cenderung untuk menyembunyikan amal kebajikan
Orang yang tulus adalah orang yang tidak ingin amal perbuatannya diketahui orang lain. Ibarat pohon, mereka lebih senang menjadi akar yang tertutup tanah tapi menghidupi keseluruhan pohon. Ibarat rumah, mereka pondasi yang berkalang tanah namun menopang keseluruhan bangunan.
Suatu hari Umar bin Khaththab pergi ke Masjid Nabawi. Ia mendapati Mu’adz sedang menangis di dekat makam Rasulullah saw. Umar menegurnya, “Mengapa kau menangis?”
Mu’adz menjawab, “Aku telah mendengar hadits dari Rasulullah saw. bahwa beliau bersabda, ‘Riya sekalipun hanya sedikit, ia termasuk syirik. Dan barang siapa memusuhi kekasih-kekasih Allah maka ia telah menyatakan perang terhadap Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang baik, takwa, serta tidak dikenal. Sekalipun mereka tidak ada, mereka tidak hilang dan sekalipun mereka ada, mereka tidak dikenal. Hati mereka bagaikan pelita yang menerangi petunjuk. Mereka keluar dari segala tempat yang gelap gulita.” (Ibnu Majah dan Baihaqi)

4. Ikhlas ada saat Anda tak masalah ditempatkan sebagai pemimpin atau prajurit Rasulullah saw. melukiskan tipe orang seperti ini dengan berkataan, “Beruntunglah seorang hamba yang memegang tali kendali kudanya di jalan Allah sementara kepala dan tumitnya berdebu. Apabila ia bertugas menjaga benteng pertahanan, ia benar-benar menjaganya. Dan jika ia bertugas sebagai pemberi minuman, ia benar-benar melaksanakannya.”
Itulah yang terjadi pada diri Khalid bin Walid saat Khalifah Umar bin Khaththab memberhentikannya dari jabatan panglima perang. Khalid tidak kecewa apalagi sakit hati. Sebab, ia berjuang bukan untuk Umar, bukan pula untuk komandan barunya Abu Ubaidah. Khalid berjuang untuk mendapat ridha Allah swt.

5. Keikhalasan ada ketika kita mengutamakan keridhaan Allah daripada yang lain.
Tidak sedikit dari di bawah bayang-bayang orang lain. Kita hanya sebagai bawahan, buruh, atau orang upahan lainnya . Maka bila pemimpin itu menuntun pada keridhaan Allah, sungguh kita sangat beruntung. Namun apabila penguasa itu menggunakan kekuasaannya sedemikian hingga memaksa kita bermaksiat kepada Allah swt. Di sinilah keikhlasan kita diuji.

6. Ikhlas ada saat kita cinta dan marah karena Allah
Adalah ikhlas saat kita menyatakan cinta dan benci, memberi atau menolak, ridha dan marah kepada seseorang atau sesuatu karena kecintaan Anda kepada Allah dan keinginan membela agamaNya, bukan untuk kepentingan pribadi Anda. Sebaliknya, Allah swt. mencela orang yang berbuat kebalikan dari itu. “Dan di antara mereka ada orang yang mencela tentang (pembagian) zakat. Jika mereka diberi sebagian daripadanya, mereka bersenang hati, dan jika mereka tidak diberi sebagian daripadanya, dengan serta merta mereka menjadi marah.” (Qs. At-Taubah: 58)

7. Keikhalasan hadir saat sabar terhadap terjalnya jalan yang mendaki
Keikhlasan akan diuji oleh waktu. Sepanjang hidup adalah ujian. Hanya orang-orang yang mengharap keridhaan Allah yang sabar menempuh jalan panjang itu.
Sebagaimana firman-Nya, yang artinya ,” dan sesungguhnya beberapa rasul sebelum engkau (Muhammad) telah diperolok-olok” . Padahal seluruh Rasul dan Nabi adalah pembawa berita gembira bagi setiap umat, sungguh itu perjuangan yang panjang dan sangat melelahkan.

8. Ikhlas ada saat kita merasa gembira jika orang lain memiliki kelebihan
Yang paling sulit adalah menerima orang lain memiliki kelebihan yang tidak kita miliki. Apalagi orang itu junior kita. Hasad. Itulah sifat yang menutup keikhlasan hadir di relung hati kita. Hanya orang yang ada sifat ikhlas dalam dirinya yang mau memberi kesempatan kepada orang yang mempunyai kemampuan yang memadai untuk mengambil bagian dari tanggung jawab yang dipikulnya. Tanpa beban ia mempersilakan orang yang lebih baik dari dirinya untuk tampil menggantikan dirinya. Tak ada rasa iri. Tak ada rasa dendam. Jika seorang leader, orang seperti ini tidak segan-segan membagi tugas kepada siapapun yang dianggap punya kemampuan.

9. Tidak mudah kecewa.
Seorang hamba Allah yang ikhlas seharusnya meyakini benar bahwa apa yang diniatkan dengan baik lalu terjadi suatu hal yang tidak g dia niatkan , maka semuanya pasti telah dilihat dan dinilai oleh Allah SWT. Seorang hamba yang ikhlas sadar bahwa manusia hanya memiliki kewajiban menyempurnakan niat dan menyempurnakan ikhtiar. Perkara yang terbaik terjadi itu adalah urusan Allah.
Masalah kekecewaan yang wajar adalah jika berhubungan dengan urusan dengan Allah, kecewa ketika ternyata sholatnya tidak khusyu‘, ibadahnya tidak meningkat dsb.nya.

Rasulullah SAW, pernah bersabda, yang artinya ,“Berkaitan dengan ikhlas, aku bertanya kepada Jibril a.s.apakah ikhlas itu?”
Lalu Jibril berkata,“Aku bertanya kepada Tuhan yang Maha Suci tentang ikhlas, apakah ikhlas itu sebenarnya?“
Allah SWT yang Mahaluas Pengetahuannya menjawab,yang artinya “Ikhlas adalah suatu rahasia dari rahasia-Ku yang Aku tempatkan di hati hamba-hamba-Ku yang Kucintai.“ (H.R Al-Qazwini)


Saudaraku ,jika menerapkan Ikhlas sudah menjadi suatu keblasaan, maka jangan heran jika hasll akhirnya adalah hldup yang tldak hanya penuh kedamaian dan kasih sayang, tapI juga kemudahan dan berbagal keajaIban, kata Erbe.

seorang ulama ahli hikmah berkata,’Perbaikilah amal perbuatanmu dengan ikhlas, dan perbaikilah keikhlasanmu itu dengan perasaan bahwa tidak ada kekuatan sendiri, bahwa semua kejadian itu hanya semata-mata karena bantuan pertolongan Allah saja.’

Semoga kita selalu mendapt pertolongan Allah untuk terus berjuang menegakkan keikhlasan .
Allahu a’lam

Sumber : Ar Rahmah, IKADI Malang, Dakwatuna.com

Jumat, 02 Juli 2010

dasyatnya sebuah kepasrahan (1)

Setiap kita , suatu ketika tentu pernah menyesali kata dan atau tindakan buruk kita yg telah lalu. Untuk itu , kita perlu cermat mengelola kadar emosi kita . Saat kita merasa marah , sedih, depresi, putus asa dan perasaan negatif lainnya akan menyebabkan rasa sakit pada tubuh. Dan apapun ini sebenarnya suatu proses sederhana dan hanya perlu menemukan hukum yang sederhana dan mempraktekkan hukum ini. Para ilmuwan mengatakan bahwa ada bagian tertentu di otak yang berfungsi mengendalikan emosi dan perasaan manusia. Tentu saja dalam hal ini kita tidak menyadari karena berada di tersembunyi di bawah sadar. Dari beberapa percobaan terdapat fakta ilmiahnya bahwa pikiran sadar saat kita berpikir di dalamnya serta berinteraksi denganya merupakan hubungan komunikasi langsung dengan akal bawah sadar dalam saluran yang rumit.
Para ilmuwan menemukan, bahwa komunikasi aktif antara pikiran sadar dan pikiran bawah sadar adalah terutama pada saat sebelum tidur selama beberapa menit, dan setelah bangun dari tidur selama beberapa menit.
Dr Joseph Murphy membuat kesimpulan dalam bukunya "Kekuatan pikiran bawah sadar Anda" , bahwa cara terbaik untuk mengendalikan emosi dan marah dengan frekuensi yang dilakukan setiap hari sebelum tidur dan setelah bangun tidur dengan ungkapan ungakapan syukur seperti berikut: "Mulai saat ini Saya akan menjadi seorang laki-laki yang tenang dan seimbang, jauh dari emosi dan hasilnya akan muncul pada prilaku saya keesokan harinya."
Menurut Dr Murphy, metode ini telah mengobati banyak kasus dan hasilnya bagus dan semua orang merasakan adanya perbaikan dalam emosi bahkan diantara mereka ada yang menjadi lebih tenang dan santai daripada umumnya orang sekitarnya.

Rasulullah telah mengajarkan kepada kita bagaimana menganai masalah tersebut, beliau telah menyampaikan tentang pentingnya komunikasi dalam pikiran bawah sadar sebelum tidur dan sesudah bangun dari tidur, dan memerintahkan kita untuk memanfaatkan masa tersebut dengan berdoa. Suatu doa yang agung dan indah . apakah itu?

Rasulullah saw telah mengajarkan kepada kita untuk selalu membaca doa sebelum tidur, yaitu:

"اللهم إني أسلمتُ وجهي إليك وفوضّتّ أمري إليك وألجأتُ ظهري إليك رغبة ورهبة إليك لا ملجأ ولا منجى منك إلا إليك آمنتُ بكتابك الذي أنزلت وبنبيك الذي أرسلت"

“Ya Allah, aku menyerahkan wajahku kepada Engkau dan aku serahkan segala urusanku kepada-MU, aku sandarkan tubuhku kepada-MU, dalam suka dan duka kepada-MU, sesungguhnya tidak ada tempat untuk bersandar dan memohon kecuali kepada-MU, aku beriman kepada kitab-Mu yang telah Engkau berikan kepada Nabi sebagai utusan-MU”.

Saudaraku, bukankah ini adalah kalimat atau rangkaian kata-kata yang paling indah. Kita menyerahkan seluruh problematika sikap gundah, masalah dan keruwetan yang telah teraku-mulasi. Suatu bentuk kepasrahan totalitas kepada Allah Tuhan seluruh alam. sang Berapa banyak kata-kata ini mampu memberikan ketenangan dan ketentraman serta stabilitas diri bagi mereka yang mengatakannya sebelum tidur.

Kekuatan kepasrahan ini , juga diteliti dan dibuktikan secara ilmiah oleh Lester Levenson dan Hale Dwoskin dalam "The sedona Method" . Lester Levenson yang telah divonis tak akan tersebuhkan karena sakitnya yg sudah akut. Menemukan metode penyembuhan ini, yaitu kepasrahan, keikhlasan. Dalam penelitiannya dia melakukan refleksi dan akhirnya menemukan cara untuk "pasrah" yang melampaui segala keterbatasan diri, "to letting go of all any inner limitation", begitu dia menyebutnya. Selama 3 bulan dia mempraktikan metode "pasrah" ini. Dan secara ajaib semua penyakitnya sembuh, bahkan memasuki kondisi kedamaian hati dan kebahagiaan. Hingga kini ribuan orang telah memetik manfaat dari "Sedona Method" dan efektifitasnya telah dibuktikan oleh beberapa penelitian, salah satunya dilakukan oleh lembaga penelitian terkemuka, Harvard Medical School.

Luas biasa , sungguh Allah telah menganugerahkan nikmat-Nya melalui Rasul-Nya.

Saudaraku Rasulullah telah mewasiatkan kepada para sahabatnya , sebagaimana diriwaya-tkan oleh Imam Bukhori dari Abu Hurairah berkata : "Kekasihku Rasulullah saw memberi wasiat kepadaku agar aku berpuasa tiga hari dalam setiap bulan, mendirikan shalat Dhuha dua raka'at dan shalat witir sebelum aku tidur".


Sebelum berangkat tidur, kita disunahkan untuk shalat witir , sebuah totalitas kepasrahan yang diwujudkan dalam bentuk ibadah shalat.

Nabi saw juga mengajarkan kepada kita bagaimana berkomunikasi dengan Allah dan menyerahkan kepada-Nya segala kegundahan dan perasaan yang ada dihadapan-Nya, serta menyerahkan segala urusan kepada-Nya karena Dialah yang memberikan keputusan sesuai dengan kehendak-Nya. Pertanyaannya adalah: Apakah ada yang lebih indah dan lebih baik selain tawakal kepada Allah dan menyerahkan keputusan hanya kepada-Nya. Sebagaimana doa Nabi Ibrahim as, yang dimuat dalam firman-Nya :

"الَّذِي خَلَقَنِي فَهُوَ يَهْدِينِ * وَالَّذِي هُوَ يُطْعِمُنِي وَيَسْقِينِ * وَإِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِينِ * وَالَّذِي يُمِيتُنِي ثُمَّ يُحْيِينِ * وَالَّذِي أَطْمَعُ أَنْ يَغْفِرَ لِي خَطِيئَتِي يَوْمَ الدِّينِ"


“Dialah yang menciptakanku dan memberikan petunjuk kepadaku * yang memberikan makan dan minum kepadaku * jika aku sakit Dialah yang menyembuhkanku*dan Dia pula yang mematikan dan menghidupkanku kembali*dan Dialah Zat yang aku berharap akan mengampuni dosa-dosaku pada hari pembalasan nanti” (As-Syuara:78-82).

Jadi, inilah yang paling penting dalam pemahaman penyembuhan, bahwa hanya Allah yang mengobati melalui sarana-sarana yang telah diciptakan Allah sebagai sarana sebab turunnya karunia penyembuhan dari Allah. Marilah kita penuhi hidup kita dengan syukur, bahagia ini akan mendekatkan diri kita kepada-Nya.

Selanjutnya seorang ulama menyatakan bahwa , kewajiban orang yang mendapatkan nikmat kepada Allah ialah dengan tidak menggunakan nikmat itu untuk berbuat maksiat , (‘Idatus shabirin , 109).


Allahu a’lam



Sumber : Abdul daem al-Kaheel, www.kaheel7.com/id


Kamis, 01 Juli 2010

Tips mudah berSyukur (1)

Setiap hamba pasti ingin hidup lebih bahagia, berkelimpahan. Segeralah mengem-bangkan sikap syukur. Syukur merupakan kualitas hati yang tertinggi. Dengan bersyukur kita akan senantiasa diliputi rasa damai, tentram dan bahagia. Hidup ini menjadi mudah dan indah.
Firman-Nya , yang artinya ,” Allah tidak akan menyiksamu jika kamu bersyukur dan beriman. Dan Allah Maha Mensyukuri , dan Maha Mengetahui “, (Qs. An-Nisa : 147)
Rasa syukur menjadi satu bukti dan bentuk terima kasih kepada Allah SWT, karena Dia sudah menyiapkan segala sesuatu yang terbaik untuk hidup kita.
Sebagaimana firman-Nya ,yang artinya ,” Dan sungguh , Kami telah memuliakan anak cucu adam , dan Kami angkut mereka di darat dan di laut, dan Kami beri mereka rizki yang baik-baik, dan Kami lebihkan mereka diatas banyak makhluk yang Kami ciptakan dengan kelebihan yang sempurna ,” (Qs. Al-Isra’ : 70).

Sebagaimana firman-Nya, yang artinya ,” Sungguh , Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya ,” (Qs. At-Tin : 4).
Saudaraku bukankah itu karunia yang luar biasa. Kenikmatan yang diberikan Allah kepada hamba-hamba-Nya tak terhitung banyaknya, justru yang kita sering melupakan itu, menganggap semua itu biasa saja.

Saudaraku, diantara karunia dan rakmat Allah kepada hamba-Nya adalah kewajiban beribadah kepada-Nya , berbuat kebaikan kepada lingkungan, dst. Sorang hamba yang melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, adalah salah satu wujud dari rasa syukur itu. Dimana rasa syukur itu sendiri adalah justru untuk kebaikan hamba itu sendiri.

Rasa syukur kepada Allah adalah sumber aura positif yang akan tercermin dalam sikap dan ucapan kita. Aura positif tersebut merupakan magnet yang akan menarik segala sesuatu yang positif pula. Sehingga hal itu akan sangat mempengaruhi tingkat mudah dan tidaknya kita menjalani kehidupan ini.

Rasa syukur membuat mental kita bergerak ke arah yang positif. Walaupun seringkali kita merasa pesimis pada masa depan , ketika menyadari bahwa kenyataan yang ada jauh dari apa yang diinginkan. Sikap syukur akan mengubah hidup kita. Kekuatan dari sikap syukur adalah, semakin kita bersyukur, semakin kita temukan hal-hal yang patut kita syukuri. Ini adalah cara kerja dari Hukum Tarik Menarik .

Berikut ini beberapa tip ringan agar kita mudah untuk mengembangkan sikap syukur:


  1. Menghargai hal-hal yang kelihatannya "biasa" dalam kehidupan.
    Menghargai hal-hal yang mungkin kita anggap kecil seperti, subuh berjamaah, sarapan pagi, dan segala situasi di sekitar kita dst. Rasakanlah dan fokuslah pada apa yang baik. Arahkan perasaan kita ke arah perasaan positif atau ikhlas maka kita akan makin dekat dengan pintu kemudahan.
    Mari kita berlatih terus untuk mengubah diri dari keluh kesah menjadi bersyukur.
    Ibnu ath-Tha’ilah, pernah menyatakan bahwa bagaimana engkau menginginkan sesuatu yang luar biasa, padahal engkau sendiri enggan mengubah dirimu dari kebiasaanmu ? Kita banyak meminta ini itu kepada Allah. Kita banyak meminta, banyak berharap kepada Allah. Sehingga membuat kita lalai menilai diri. Padahal , kalau kita meminta dan mengubah diri kita, dan Allah memberikan apa yang kita minta.
    Sikap syukur menghadirkan kegembiraan dan penghargaan terhadap apa yang telah kita miliki saat ini. Banyak hal baik yang kita terima begitu saja tanpa kita sadari. Saat musibah datang, baru kita sadari betapa segala yang kita miliki itu begitu berharga. Kesadaran yang muncul justru di saat-saat kita hampir kehilangan itu semua.
    Jauhkanlah prasangka bahwa Siapa yang diuntungkan oleh sikap syukur kita? Orang lain kah? Tidak , semua itu akan kembali kepada diri sendiri.

    Sebagaimana firman-Nya, yang artinya , “... Bersyukurlah kepada Allah. Dan barang siapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri....”, (Qs. Luqman : 12).
    Terus cari hal-hal yang dapat kita syukuri dan rasakan kegembiraan dari rasa syukur. Hal ini akan menumbuhkan sikap positif, yang dengan sendirinya meniadakan sikap negatif.

  2. Lihat sisi baik (sisi positif) dari setiap situasi
    Hal pertama yang perlu Anda lakukan adalah mensyukuri hal buruk yang pernah menimpa Anda.
    Kenapa?
    • bila kita bisa menemukan sisi-sisi yang bisa kita syukuri atas hal buruk yang menimpa kita, maka perasaan kita akan membaik.
    • menyadari bahwa masalah akan selalu ada selama kita hidup. Dibalik segala masalah itu, ada pelajaran yang bisa kita petik.
    Sebagaimana Rasulullah bersabda, yang artinya ,” Tidaklah Allah menetapkan suatu keputusan kepada orang beriman melainkan terdapat kebaikan baginya. Hal ini hanya berlaku bagi orang yang beriman saja (meyakini-Nya). Jika ia mendapatkan kesenangan lalu ia besyukur,maka hal itu baik baginya, dan jika ia mendapatkan kesulitasn lalu ia bersabar, maka hal itu baik pula baginya, “ (Muslim).

Dengan menyadari hal ini, kita akan lebih membuka diri melihat situasi yang ada. Seringkali, perubahan sudut pandang seperti ini membuat kita bisa melihat adanya hal-hal yang patut disyukuri dalam situasi yang kita hadapi.
Bahkan seandainya kita dihadapkan pada keadaan yang paling sulit sekalipun, selalu ada hal-hal dibalik keadaan itu yang bisa kita syukuri. Ketika rasa syukur ini hadir, maka hadir pulalah kegembiraan dan kepuasan.
Jangan membandingkan diri sendiri dengan orang lain. Biarkan dan berbahagialah bila mereka sukses dengan jalan mereka. Bersabarlah atas realitas kehidupan, sehingga ketenangan akan menjadi milik anda. Terseyumlah dan nikmatilah hidup anda.

Dari riwayat Imam Ali , dikisahkan bahwa seorang laki-laki datang kepada Rasulullah SAW. dia berkata , ‘Ya Rasulullah, ajari aku suatu amalan yang membauatku dicintai Allah dan para makhluk. Dengan amalan itu Allah akan memperbanyak hartaku, menyehatkan badanku, memperpanjang umurku, dan membangkitkan aku di Mahsyar bersamamu ‘.

Rasulullah SAW menjawab, yang artinya, “ Bila engkau ingin dicintai Allah, takutlah kepada-Nya dan bertakwalah.



  • - Jika engkau ingin dicintai makhluk , berbuat baiklah kepada mereka, jangan berharap sesuatu dari yang mereka miliki.

  • - Andai engkau ingin kaya dalam harta, maka berzakatlah atas harta bendamu.

  • - Jika engaku ingin disehatkan badanmu, maka perbanyaklah sedekah.

  • - Apabila engkau ingindiperpanjang umurmu, maka bersilaturahmilah dengan kerabatmu.

  • - Jika engkau ingin dikumpulkan bersamaku (Rasulullah), maka perpanjanglah sujudmu kepada Allah Yang Maha Esa dan Maha Perkasa “.

Allahu a’lam
Bersambung .......
sumber : Ippho Santosa, http://www.andriewongso.com,

optimalkan Kekuatan Pikiran (2)

Sistem kerja pikiran bawah sadar membuat pikiran meluas dan menyebar hingga membuka pintu hukum berpikir paralel yang membuat anda akan menemui sesuatu yang serupa dengan yang anda pikirkan. Pikiran ternyata memiliki kekuatan luar biasa, .
Tetapi "kekuatan pikiran" sebagai karunia luarbiasa dari Tuhan , ternyata tak sepenuhnya dimanfaatkan dengan baik oleh manusia. Banyak orang tidak menyadari akan kekuatan pikiran, dan efeknya terhadap kehidupan. Bila kekuatan pikiran itu dikelola dengan baik, dan kemudian diselaraskan diarahkan kearah positif maka tak mustahil setiap apa yang diinginkan manusia, bisa diwujudkan. Manusia dapat mengukir takdirnya dengan memanfaatkan kekuatan pikiran.
Sebagaimana diriwayatkan Ibn Hussain bahwa Rasulullah bersabda, yang artinya ,” Allah berkata kepada semua penduduk langit dan bumi ,” Mintalah kepada-Ku . Aku pun memberikan kepada masing-masing orang, pikiran apa yang terpikir pada semuanya “.

Dalam penelitian konsultan bisnis terkenal di Amerika Serikat, Gay Hendrick, PhD., dan Kate Ludeman, PhD., menunjukkan bahwa para pemimpin bisnis yang berhasil membawa perusahaannya sukses, umumnya memiliki kecerdasan spiritual yang tinggi. Para manajer ini biasanya adalah orang-orang yang memiliki integritas, terbuka, berpikir positif , mampu menerima kritik, rendah hati, mampu memahami orang lain dengan baik, terinspirasi oleh visi, mengenal dirinya dengan lebih baik, selalu mengupayakan yang terbaik bagi orang lain dan merupakan pribadi yang senantiasa beramal.

Ada sebuah buku , yang memuat kisah tentang kekuatan pikiran. Dimana ,seorang pilot AU AS yang telah tertembak jatuh dan dimasukkan ke dalam penjara di Korea Utara pada tahun 1950-an. Pilot ini sangat suka bermain golf, dan selama berada di dalam sel penjara, satu-satunya hal yang dapat dilakukannya adalah dengan membuat visualisasi dirinya bermain golf dan memenangkan sebuah kejuaraan golf. Dia membayangkan terus bermain golf 18 lubang secara sempurna. Ketika akhirnya dia dibebaskan dan pulang kembali ke Amerika, salah satu hal pertama yang dilakukannya adalah mendaftar ikut tournament golf.


Bisakah anda menebak apa yang terjadi?

Ya, ia bisa memenangkan tournament itu dengan mudah sehingga membuat heran semua orang. Mereka berpikir bahwa kemenangannya hanyalah karena nasib baik atau kebetulan saja. Tetapi bagi dirinya tidak, ia mengatakan pada setiap orang bahwa ia tahu dirinya akan menang karena secara mental ia telah berlatih, mempraktikkan pukulan yang sempurna, selama berada dibalik jeruji penjara, sampai ia bisa merasakan kemenangannya dari dalam sel penjara tersebut.
Contoh lain : jika anda ingin membeli sebuah rumah idaman, anda pasti akan memperhatikan beebagai iklan dari media yang ada. Dan bisa jadi iklan-iklan semacam itu sudah bertebaran sebelumnya, namun anda sama sekali tak memperhatikan .

Sistem kerja bawah sadar ini selalu berjalan mulus.ketika anda memikirkan sesuatu yang negatif maka ia akan membantu anda untuk mewujudkan pikiran negatif itu. Begitu juga sebaliknya. Ia ada untuk melayani anda,mengikuti pikiran anda, dan membuatnya menyebar luas.Jadi sistem kerja akal bawah sadar bisa menyebabkan anda sengsara, gagal atau bahagia atau berhasil.

Pikiran merupakan getaran, gaya, energi, kekuatan kreatif dan bahkan ruh. Pikiran adalah energi dahsyat yang menciptakan bentuk dan getaran bahkan bisa menciptakan realitas. Jika pikiran itu difokuskan dan diulang-ulang, maka seiring perjalanan waktu, akan mewujudkan sabuah gambaran tentang realitas (dari apa yang diinginkan seseorang).

Tentu dalam memanfaatkan kekuatan pikiran itu, tidak semata-mata hanya mendasar-kan aspeks kekuatan manusia belaka, dan sudah pasti ada campur tangan tangan Tuhan.
Sedangkan campur tangan Tuhan juga tidak lepas dari prasangka pikiran kita terhadap-Nya .
Sebagaimana firman-Nya, yang artinya ,” (yaitu) mereka (pertolongan Allah) datang kepdamu dari atas dan dari bawahmu, dan ketika penglihatan(mu) terpana dan hatimu menyesak sampai ke tenggorokan dan kamu berprasangka yang bukan-bukan terhadap Allah “, (Qs. Al-Ahzab 10).

Sebagaimana firman-Nya, yang artinya ,” Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apa bila ia berdoa kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi-Ku, dan hendaklah mereka beriman (yakin) kepada-Ku , agar mereka selalu berada dalam kebenaran.“, (Qs. Al-Baqarah : 186).

Sebagaimana Rasulullah bersabda, yang artinya ,” Aku (Allah) tergantung pada persangkaan hamba-Ku kepada-Ku dan Aku bersama hamba-Ku ketika dia mengingat-Ku. Jika dia mengingat-Ku dalam dirinya , maka Aku mengingatnya dalam diri-Ku. Jika dia mengingat-Ku ditengah orang banyak Aku mengingatnya ditengah orang banyak yang lebih baik daripada mereka.....” ,(Hr Bukhari Muslim.)

Sebagaimana diriwayatkan Ibn Hussain bahwa Rasulullah bersabda, yanga artinya ,” Aku (Allah) berkata kepada semua penduduk langit dan bumi ,” Mintalah kepada-Ku . Aku pun memberikan kepada masing-masing orang, pikiran apa yang terpikir pada semuanya “.

Saudaraku, Erbe Sentanu dalam Quantum ikhlas , menyatakan bahwa anda perlu waspada terhadap apa yang sedang anda pikirkan dan rasakan. Oleh karena pikiran (dan perasaan) anda esensinya adalah doa. Sebagaimana Ali bin abi Thalib berkata engkau berpikir tentang dirimu sebagai seonggok materi semata, padahal dalam dirimu tersimpan kekuatan besar.

Karena pikiran adalah doa juga , maka harus diselaraskan dengan keberadaan jiwa di bawah bimbingan Daya Ilahi untuk mewujudkan impian positif manusia.
Jadi, setiap "segi kehidupan", kesehatan, keuangan, asmara, pekerjaan dan kebahagiaan manusia tergantung pada pikiran dan tindakan yang muncul dari pikiran. Lantas, bagaimana agar segi kehidupan tersebut bisa terwujud menjadi kenyataan sebagaimana yang diinginkan oleh manusia.

Kata orang bijaksana bahwa Pikiran adalah pelopor dari segala sesuatu,pikiran adalah pemimpin, pikiran adalah pembentuk. Bila seseorang berbicara atau berbuat dengan pikiran murni (bersih), maka kebahagiaan akan mengikutinya, bagaikan bayang-bayang yang tak pernah meninggalkan bendanya.

Allahu a’lam
Sumber : Ibrahim ElFiky