*****Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta,jiwa dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yg sabar.(Qs.Al-Baqarah 2 : 155).*****Ataukah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga , padahal (cobaan) belum datang kepadamu seperti (yang dialami) orang-orang terdahulu sebelum kamu. Mereka ditimpa kemelaratan, penderitaan dan diguncang (dengan berbagai cobaan), sehingga Rasul dan orang-orang yg beriman bersamanya , berkata, 'kapankah datang pertolongan Allah?' Ingatlah , sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat.(Qs.Al-Baqarah 2 : 214). *****Dan sungguh, Kami telah mengutus (rasul-rasul) kepada umat-umat sebelum engkau, kemudian Kami siksa mereka dengan (menimpakan) kemelaratan dan kesengsaraan , agar mereka memohon (kepada Allah) dengan kerendahan hati.(Qs.Al-An'am 6 : 42). *****Dan Kami coba mereka dengan (nikmat) yg baik-baik dan (bencana) yg buruk-buruk, agar mereka kembali (kepda kebenaran). (Qs. Al-A'raf 7 : 168). *****Sesungguhnya orang-orang yang beriman adalah mereka yg apabila disebut nama Allah gemetar hatinya , dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, bertambah imannya dan hanya kepada Tuhan mereka bertawakal, (yaitu) orang-orang yg melaksanakan shalat dan yg menginfakkan sebagian dari rizki yang Kami berikan kepada mereka. Mereka itulah orang-orang yg benar-benar beriman. Mereka akan memperoleh derajat (tinggi) di sisi Tuhannya dan ampunan serta rizki (nikmat) yg mulia. (Qs.An-anfal 8 : 2-4). *****Apakah kamu mengira bahwa kamu akan dibiarkan (begitu saja), padahal Allah belum mengetahui orang-orang yg berjihad diantara kamu dan tidak mengambil teman yg setia selain Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman. Allah Mahateliti terhadap apa yg kamu kerjakan. (Qs. At-Taubah 9 : 16) *****Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yg sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kami-lah kamu dikembalikan. (Qs. Al-Anbiya 21 : 35). *****Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sungguh , Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, Maka Allah pasti mengetahui orang-orang yang benar dan pasti mengetahui orang-orang yg dusta. (Qs. Al-'Ankabut 29 : 2-3)

Selasa, 06 April 2010

Hamba yang terbaik

Sebaik-baiknya seorang hamba dapat diukur dari seberapa sejauh dia punya nilai manfaat bagi orang lain. Marilah kita tanyakan pada diri sendiri, temasuk dimanakah diri kita ini ? Apakah kita ini manusia wajib sunat mubah makruh atau malah manusia haram? Apa itu manusia wajib?
Manusia wajib, bila keberadaanya , dirindukan karena memberikan manfaat kebaikan bagi lingkungan sekitarnya.
Rasulullah bersabda,

عن جابر قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : « المؤمن يألف ويؤلف ، ولا خير فيمن لا يألف ، ولا يؤلف، وخير الناس أنفعهم للناس »
Diriwayatkan dari Jabir berkata,”Rasulullah saw bersabda,yang artinya “Orang beriman itu bersikap ramah dan tidak ada kebaikan bagi seorang yang tidak bersikap ramah. Dan sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi manusia.” (HR. Thabrani dan Daruquthni)

Saudaraku , mari kita merenung , apakah kita ini punya manfaat bagi orang lain atau hanya jadi benalu saja? Apakah orang lain merasa mendapat manfaat dengan kehadiran kita?
Dari riwayat Muhammad bin Adullah Al-Kadlrami, ia berkata Ali bin Bahram berkata Abdul Malik bin Abi Kariimah berkata dari Ibnu Juraij, dari Atha' dari Jaabir, bahwa Rasulullah SAW bersabda , yang artinya "...Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesama manusia..." [HR. Thabrani dalam Al-Ausath]

Hadits di atas berpredikat hasan. Selain diriwayatkan oleh Thabrani seperti di atas, matan hadits senada juga diriwayatkan Al-Baihaqi, Ad-Daruquthni dalam Al-Afrath, Al-Askari dalam Al-Amtsal, Ibnu Abi Dunya dalam Qadhaail Jawaa'iz.

Pernah juga Rasulullah SAW ditanya tentang manusia terbaik, maka beliau menjawab dengan jawaban yang sama.

Dari Ibnu Abbas RA ia berkata: Rasulullah SAW ditanya: "Siapakah orang terbaik?"
Beliau menjawab , yang artinya "Yang paling bermanfaat bagi sesama manusia" [Ittihaaf Al-Khairat Al-Mihrah bi Zawaa'id Al-Masaanid Al-'Usyrah juz 5 hlm.191]

Bahkan jika kita mentadabburi Al-Qur'an, kita akan mendapatkan sebuah ayat yang menjadi permisalan bagi eksistensi sesuatu yang ditentukan oleh kemanfaatannya bagi manusia.

Sebagaimana Allah SWT berfirman , yang artinya "..Adapun buih itu, akan hilang sebagai sesuatu yang tak ada harganya; adapun yang memberi manfaat kepada manusia, maka ia tetap di bumi..." [QS. Ar-Ra'd : 17]

Saudaraku, tentu saja manfaat yang dimaksud dalam hali ini mempunyai arti sangat luas. Manfaat yang dimaksud bukan sekedar manfaat materi, yang biasanya diwujudkan dalam bentuk pemberian harta atau kekayaan dengan jumlah tertentu kepada orang lain. Namun seluruh manfaat dalam kebaikan yang bisa diberikan kepada orang lain .
Semakin banyak seseorang memberikan kemanfaatan maka ia semakin tinggi posisinya sebagai manusia menuju "manusia terbaik".

Dari riwayat Muhammad bin Abdurrahman Asy-Syafii, berkata kepada kami Al-Qasim bin Hasyim As-Samsar, ia berkata : telah menceritakan kepada kami Abdurrahman bin Qais Adl-Dlibbi, ia berkata: telah menceritakan kepada kami Sukain bin Siraj, berkata kepada kami Amr bin Dinar, dari Ibnu Umar bahwa seorang laki-laki datang kepada Rasulullah SAW,
maka ia bertanya: "Ya Rasulullah, siapakah orang yang paling dicintai Allah? Dan apakah amal yang paling dicintai Allah azza wa jalla?"
Rasulullah SAW bersabda , yang artinya "Orang yang paling dicintai Allah adalah orang yang paling bermanfaat bagi orang lain..." [HR. Thabrani dalam Mu'jam Al-Kabir li Ath-Thabrani juz 11 hlm.84
]

Pada hadits di atas ada perawi Sukain bin Siraj. Al-Haitsami menilainya sebagai perawi dhaif, Ibnu Hibban juga menilai Sukain bin Siraj dhaif, bahkan Imam Bukhari menilai sebagai mukarul hadits. Meskipun hadits ini dhaif, tetapi ia ada dalam banyak riwayat.
Sehingga bisa dijadikan penguat/pendukung bagi hadits hasan yang kita bahas di atas. Hadits lain yang dimaksud adalah sebagai berikut :

Dari Ibnu Umar ia berkata : Seseorang bertanya : "Ya Rasulullah, siapakah manusia yang paling engkau cintai?" Rasulullah menjawab: "Yang paling bermanfaat bagi sesama manusia" [Jamii'ul ahaadits juz 36 hlm.422]
"Orang yang paling dicintai Allah Azza wa Jalla adalah yang paling bermanfaat bagi sesama manusia" [Majmu'ad Az-Zawaaid wa Manii'u Al-Fawaaid juz 8 hlm.121]



Sebuah Hadits

عن ابن عمر ، أن رجلا جاء إلى رسول الله صلى الله عليه وسلم ، فقال : يا رسول الله أي الناس أحب إلى الله ؟ وأي الأعمال أحب إلى الله عز وجل ؟ فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم : « أحب الناس إلى الله أنفعهم للناس ، وأحب الأعمال إلى الله سرور تدخله على مسلم ، أو تكشف عنه كربة ، أو تقضي عنه دينا ، أو تطرد عنه جوعا ، ولأن أمشي مع أخ لي في حاجة أحب إلي من أن أعتكف في هذا المسجد ، يعني مسجد المدينة ، شهرا ، ومن كف غضبه ستر الله عورته ، ومن كظم غيظه ، ولو شاء أن يمضيه أمضاه ، ملأ الله عز وجل قلبه أمنا يوم القيامة ، ومن مشى مع أخيه في حاجة حتى أثبتها له أثبت الله عز وجل قدمه على الصراط يوم تزل فيه الأقدام »

Dari Ibnu Umar bahwa seorang lelaki mendatangi Nabi saw dan berkata,”Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling diicintai Allah ? dan amal apakah yang paling dicintai Allah swt?”

Rasulullah saw menjawab,”Orang yang paling dicintai Allah adalah orang yang paling bermanfaat buat manusia dan amal yang paling dicintai Allah adalah kebahagiaan yang engkau masukkan kedalam diri seorang muslim atau engkau menghilangkan suatu kesulitan atau engkau melunasi utang atau menghilangkan kelaparan.
Dan sesungguhnya aku berjalan bersama seorang saudaraku untuk (menuaikan) suatu kebutuhan lebih aku sukai daripada aku beritikaf di masjid ini—yaitu Masjid Madinah—selama satu bulan.
Dan barangsiapa yang menghentikan amarahnya maka Allah akan menutupi kekurangannya dan barangsiapa menahan amarahnya padahal dirinya sanggup untuk melakukannya maka Allah akan memenuhi hatinya dengan harapan pada hari kiamat.
Dan barangsiapa yang berjalan bersama saudaranya untuk (menunaikan) suatu keperluan sehingga tertunaikan (keperluan) itu maka Allah akan meneguhkan kakinya pada hari tidak bergemingnya kaki-kaki (hari perhitungan).” (HR. Thabrani).
Hadits ini hasan oleh Syeikh al Albani didalam kitab “at Targhib wa at Tarhib” (2623)

Saudaraku, marilah kita berdoa , semoga Allah memberikan hidayah-Nya, sehingga kita bisa menjadi hamba yang bermanfaat dalam kebaikan

Allahu a’lam
Sumber : Eramuslim ,Tabloid MQ EDISI 01/TH.II/MEI 2001





Tips pertahankan konsentrasi

Konsentrasi ketika sedang melakukan proses pekerjaan atau kegiatan, menjadi salah satu faktor utama keberhasilan atau kesuksesan dalam mencapai tujuan dari proses tersebut.
Ketika sedang shalat, atau ketika sedang bekerja, seringkali pikiran kita terombang-ambing , meloncat dari satu hal ke hal lain. Kita menjadi sulit memfokuskan pikiran sehingga proses pekerjaan menjadi terhambat.
Konsentrasi merupakan faktor utama pendukung produktivitas, tanpa mempertahankan konsentrasi yang tinggi sulit mengharapkan hasil kerja yang memuaskan. Memang kesuksesan dalam banyak hal , membutuhkan perhatian yang terarah dan konsentrasi yang tinggi.

Kawan, musuh besar yang menghambat kita berkonsentrasi , sebenarnya adalah daya kemauan diri dan disiplin diri kita dengan apa yang sedang kita kerjakan. Selama kita masih menyerah dengan situasi , maka daya kemampuan kita juga akan melemah. Taktala daya kemauan kita melemah, maka pikiran ikut terombang-ambing oleh keadaan-keadaan sekeliling, bahkan pikiran liarpun mulai menyerang.
Ada beberapa tips untuk anda untuk melatih atau mempertahankan tingkat konsentari anda ketika dalam situasi mulai melemahnya konsentrasi.

Dibawah ini , ada beberpa teknik untuk melatih mempertahankan konsentrasi saat bekerja ;



  1. Five more
    Teknik sederhana ini untuk men-stretch batas kita sendiri. Teknik ini dapat kita pergunakan misalnya pada saat kita sudah mulai jenuh, ingin berhenti atau pada saat pikiran mulai melayang kemana-mana. Cobalah untuk mengatakan pada diri sendiri, seperti : tambah lima lagi, misalnya tambah lima paragraf lagi, tambah lima belas menit lagi, lima hitungan lagi dst.
    Intinya dalah kita mengatakan pada diri sendiri untuk bertahan beberapa saat lagi, sebelum kita menghentikan aktivitas pekerjaan kita.

  2. Kaca mata kuda
    Terus pertahankan fokus anda ke depan dan jangan terganggu oleh kondisi sekitarnya. Benar seperti kuda pedati, yang ditutup matanya supaya mereka tetap tidak terganggu konsentrasinya. Cara ini cukup efektif apabila kita bisa berjanji pada diri sendiri , untuk berupaya tetap fokus pada satu pekerjaan tertentu. Jangan sampai misalnya, kita lagi sbuk bikin materi presentasi untuk esok pagi, tiba-tiba teringat barang belanjaan.
    Jika masih memungkinkan hal lain ditunda, selesaikan pekerjaan utama kita saat ini dan katakan bahwa setelah selesai proses pekerjaan utama baru kita mengurusi hal lain.

  3. Karantatina
    Dengan teknik ini , anda bisa berupaya mengatasi ataupun menghindari hal-hal uyang biasanya mengganggu atau menjadi sumber pengganggu konsentrasi anda. Misalnya , jika Telepon anda merupakan gangguan, maka non aktifkan sejenak atau meminta orang lain untuk mengangkatkan untuk anda untuk sementara waktu. Atau barangkali anda bisa menemukan tempat yang pas cocok untuk berkonsentrasi , sehingga anda bisa mengasingkan diri ke tempat itu sejenak , selanjutnya menyelesaikan pekerjaan.

  4. Teknik sogokan,
    Kawan, sebenaranya pikiran kita pun senang diberikan sogokan , atau iming-iming hadiah atau apapun namanya . Umumnya teknik ini kita gunakan sehari-hari dalam lingkungan keluarga kita, misalnya, ketika anak mulai malas belajar, maka kita menggunakan teknik ini untuk memacu semangat anak dengan berkata ,’ Kalau belajarnya rajin dan nilai ulangan bagu, nanti papa belikan sepatu baru’.
    Kitapun dapan menggunakan teknik ini untuk pikiran kita sendiri, dengan mengatakan pada diri sendiri, anda bahwa jika saya menyelesaikan pekerjaan ini lebih cepat, maka saya akan punya lebih banyak waktu untuk menikmati istriahat.

  5. Bel istirahat.
    Kita tentu masih teringat jaman sekolah dulu, bel tanda istirahat adalah hal-hal yang ditunggu-tunggu ketika kita sudah mulai jenuh belajar di kelas. Bunyi bel seakan merupakan jawaban jitu ketika pikiran kita sudah penat. Anak-anak tentu gembira , berlarian keluar kelas , bebas , bebas istirahat maupun cari jajanan diluar. Ketika bel berbunyi lagi, semua bersiap untuk berkonsentrasi lagi di kelas masing-masing.
    Begitu pula kita saat ini, kita juga membutuhkan bel istirahat dalam pekerjaan, karena sudah terlalu jenuh kita beraktivitas. Hanya saja jangan terlalu lama istirahatnya.

  6. Ganti frekuensi.
    Teknik ini juga sederhana, yakni membantu kita tetap berkonsentrasi dengan cara mengganti saluran yang lain, agar kita tidak terlalu jenuh dengan pekerjaan rutinitas. Seperti kita pindah chane tv agar tida bosen . Dengan demikian taktala ada kesempatan lagi , kita kembali ke chanel atau gelombang saliran utama pekerjaan kita.

Semoga bermanfaat


Allahu a'lam
Sumber : Anthony Di Martin, Bisnis Indonesia


Senin, 05 April 2010

buka data file yang hilang

Kehilangan data secara sengaja atau tidak sengaja sering terjadi pada kita. Mungkin baru disadari setelah beberapa waktu file tersebut memang kita butuhkan .Jika ternyata data yang hilang tersebut adalah data tidak penting, sebenarnya gak ada masalah, yang jadi masalah jika ternyata data tersebut adalah data penting. Maka tidak ada jalan lain kita harus me-recovery data yang hilang tersebut.
Sangat disayangkan bila secara tidak sengaja, file-file penting terhapus . Melalui workshop kali ini, mengajak Anda untuk mencoba mengembalikan file-file tersebut.
Beberapa file penting sering terhapus tanpa melalui Recycle Bin. Jelas, file tersebut akan terhapus secara permanen. Baru disadari bahwa file yang dihapus sebenarnya file yang masih digunakan.

Salah satu solusi untuk masalah ini adalah menggunakan Free Data Recovery. Software ini akan mampu mengembalikan data baik berupa data file, gambar maupun suara. Dilengkapi dengan fitur scan dan recover yang cepat dengan menggunakan algoritma yang hebat. Menurut pembuatnya aplikasi ini jiga di-klaim mampu menghapus spyware pada komputer anda.

Dalam kondisi ini, kita hanya bisa berharap filenya belum rusak dan bisa dikembalikan dengan bantuan software. Rusak atau tidak, kita tak pernah mengetahuinya kalau kita tidak mencoba mengembalikannya.
Selain software diatas , berikut ini , daftar link software yang bisa anda gunakan. Mungkin saja beberapa software ini sudah tidak dapat dibuka lagi. Namun anda bisa mencarai sofware lain di Google, Yahoo, atau mesin pencara lain.



Link tersebut antara lain ;


1. http://www.stellarinfo.com / (untuk linux)
2. http://www.data-recovery-software.net/?GGLAW61
3. http://www.freedownloadscenter.com/Search/data_Utilities/Backup/windows-Data-Recovery-software.html
4. http://recoverybull.com/recoverybull/data-recovery-software.html
5. http://www.indowebster.com/recovery_data.html
6. http://www.powerdatarecovery.com/download.htm


Semoga bermanfaat.


Sumber: http://akhdian.net




Minggu, 04 April 2010

Orang yang jatuh pailit

Saudaraku, banyak tindakan kita yang tak disadari, tapi menyakiti orang lain. Berapa kali sehari kita menganiaya orang lain ? Menganiaya bisa diartikan dengan kekerasan fisik. Aniaya fisik mudah ditelusur subyek dan obyeknya. Aniaya ini meninggalkan bekas luka pada obyek dan obyek penganiaya mudah diketahui. Namun ada penganiayaan lain yg juga meninggalkan luka , namun kita tak menyadarinya. Kita bisa mudah menghindari perbuatan penganiayaan fisik terhadap orang lain. Namun penganiayaan non fisik, bisa jadi sudah kita lakukan sehari-hari dengan tenang dan santai, kita tak sadar bahwa kita sedang menyakiti orang lain. Banyak perbuatan kita yang berpotensi menganiaya HAK orang lain, dan itu terlewatkan saja. Kita merasa bertindak tulus, jujur, baik, tidak melanggar hukum. Tapi itu semua belum membebaskan diri anda dari potensi menganiaya orang lain.
Rasulullah bersabda, yang artinya ,” Barang siapa berbuat zalim atas milik saudaranya berupa barang atau sesuatu, maka mintalah (maaf) darinya sekarang sebelum tiba hari dimana tidak ada dinar dan tak ada dirham. Kalaupun ada amal shalihnya (si pelaku) , (maka) amal shalih itu diambil sebanyak kezaliman-nya, dan jika tidak ada amal shalihnya, (maka) diambil dosa-dosa orang yang dizalimi (si teraniaya) itu lalu dibebankan kepadanya (si pelaku) “. (Hr. Bukhari 5/101 no.2449).

Saudaraku, kalau orang yang pernah kita aniaya walaupun kita tidak menyadarinya. Secara logika pasti dia akan menuntut kita, mengapa?

Karena dia tentu juga tidak lepas dosa –dosa akibat perbuatan dia ke pihak lainnya juga. Nah untuk mengurangi dosa-dosanya , jalan yang ditempuh adalah menutut kita, berharap amalan-amalan baik kita dapat berpindah ke dia dan untukmenebus dosa-dosa yang telah dia lakukan ke pihak lainnya juga.

Allah berfirman, yang artinya ,"Dan janganlah kamu seperti seorang perempuan yang menguraikan benangnya yang sudah dipintal dengan kuat menjadi cerai berai kembali, kamu menjadikan sumpah (perjanjian)mu sebagai alat penipu diantaramu, disebabkan adanya satu golongan yang lebih banyak jumlahnya dari golongan yang lain. Sesungguhnya Allah hanya menguji kamu dengan hal itu. Dan sesungguhnya di hari kiamat akan dijelaskan-Nya kepadamu apa yang dahulu kamu perselisihkan" (QS An Nahl :92)

Suatu ketika Rasulullah saw bertanya kepada para sahabatnya, "wahai sahabat-sahabatku tahukah kalian siapakah orang yang bangkrut itu?"

Salah seorang sahabat Nabi menjawab, "Ya Rasulullah, orang yang bangkrut itu adalah orang yang mengalami kerugian akan harta bendanya sehingga ia tidak memiliki apa-apa lagi."

"Tidaklah demikian wahai sahabatku," jawab Nabi saw.
"Orang yang bangkrut adalah orang yang datang pada hari kiamat membawa pahala sholatnya, puasanya, zakatnya, sedekahnya, wakafnya, hajinya dan umrohnya; tetapi ketika seluruh pahala kebaikannya itu ditimbang di hadapan Allah SWT, datanglah istrinya yang mengadukan kezaliman yang diterimanya ketika hidup di dunia dahulu.
"Ya Allah dahulu aku selalu mendapat perlakukan kasar darinya dan ia selalu menyakitiku."
Maka Allah menyuruh agar orang itu membayar kepada istrinya dengan sebahagian pahalanya.

Kemudian datang lagi anaknya mengadukan kezaliman yang diterimanya kepada Allah SWT. "Ya Allah dahulu ketika aku hidup di dunia, ayahku ini memperlakukanku dengan tidak adil. Ia melebihkan saudaraku yang satu dari diriku. Disaat aku dalam kesulitan, ia tidak memperdulikanku walaupun aku selalu berbakti kepadanya."
Maka Allah menyuruh orang itu membayar kepada anaknya dengan sebahagian pahalanya.

Kemudian datang lagi orang lain yang mengadukan kepada Allah. "Ya Allah dahulu ia menyebarkan berita bohong (fitnah) tentang diriku."
Maka Allah menyuruhnya lagi untuk membayar dengan pahalanya kepada orang yang mengadu itu.

Kemudian datang lagi orang yang lain yang mengadukan kezalimannya, sampai akhirnya seluruh pahala shalat, haji, umroh, puasa, zakat, sedeqah, dan wakafnya itu habis dipakai untuk membayar orang-orang yang pernah ia zalimi dan ia rampas hak-hak mereka sewaktu ia hidup di dunia.

Sementara itu orang-orang yang mengadu masih saja datang. Maka Allah 'Azza wa Jalla dengan adil memutuskan agar dosa orang yang mengadu itu dipindahkan kepadanya sebagai tebusan atas kezaliman yang pernah ia lakukan ketika di dunia dahulu."

Rasulullah melanjutkan, "Itulah orang yang bangkrut. Ia rajin beribadah tetapi ia tidak memiliki akhlak yang baik. Ia banyak melakukan ketidakadilan, merampas hak orang lain, dan banyak menyakiti hati orang lain." (HR At Tirmidzi)

Saudaraku, jangan sampai kita menjadi orang yang bangkrut pada saat hari perhitungan amal (Hisab) kelak .
Barangkali , kita merasa telah banyak berbuat kebajikan, beribadah dengan tekun, menghindari yang haram. Namun kita melupakan perbuatan – perbuatan kecil, yang kita anggap sebagai perbuatan biasa saja, namun orang lain menganggap itu adalah sebuah kezaliman, penganiayaan terhadapnya.

Kebangkrutan bisa terjadi karena amal baik kita habis dipakai untuk membayar dosa-dosa yang kita lakukan terhadap orang lain yang belum sempat minta maaf dan dimaafkan. Bisa jadi seseorang yang rajin beribadah, banyak amalnya, tapi di akhir tetap bangkrut, karena selain beribadah ia juga rajin berbuat dosa, bukan hanya kepada Allah, tetapi juga kepada sesama manusia.

Sekecil apapun perbuatan kita yang mengakibatkan orang lain merasa ternaniaya, maka dia pasti menuntut kita dihapadan Allah nanti.

Dari riwayat Abi Hurairah , bahwa Rasulullah bersabda, yang artinya ,” Tahukah kalian orang yang bangkrut ?”
Mereka berkata, ‘Orang yang bangkrut menurut kami adalah orang yanga tidak mempunyai dirham dan tidak mempunyai harta ‘.
Lalu Rasulullah bersabda ,yang artinya ,” Sesungguhnya orang yang bangkrut dari umatku adalah orang yang datang di hari kiamat dengan membawa shalat, puasa dan zakat. Ia juga datang dengan mencaci ini, mencaci itu , memakan harta ini,menumpahkan darah ini dan memukul ini.
“Lalu diberikan kepada ini dari kebaikannya dan kepada ini dari kebaikannya. Maka jika kebaikannya telah habis sebelum selesai semua kesalahannya, diambil dosa-dosa mereka lalu dicampakkan kepadanya, kemudian ia dicampakkan ke dalam neraka ,”. (Hr Muslim, 4/1997 sno.2581).


Semoga kita diberi hidayah Allah sehingga bisa menghindari tindakan yang merugikan pihak lain.


Allahu a'lam

Sumber : Abdullah bin Ali al-Juatisin, http://www.ilmupendidikan.net, http:// guskun.com