*****Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta,jiwa dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yg sabar.(Qs.Al-Baqarah 2 : 155).*****Ataukah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga , padahal (cobaan) belum datang kepadamu seperti (yang dialami) orang-orang terdahulu sebelum kamu. Mereka ditimpa kemelaratan, penderitaan dan diguncang (dengan berbagai cobaan), sehingga Rasul dan orang-orang yg beriman bersamanya , berkata, 'kapankah datang pertolongan Allah?' Ingatlah , sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat.(Qs.Al-Baqarah 2 : 214). *****Dan sungguh, Kami telah mengutus (rasul-rasul) kepada umat-umat sebelum engkau, kemudian Kami siksa mereka dengan (menimpakan) kemelaratan dan kesengsaraan , agar mereka memohon (kepada Allah) dengan kerendahan hati.(Qs.Al-An'am 6 : 42). *****Dan Kami coba mereka dengan (nikmat) yg baik-baik dan (bencana) yg buruk-buruk, agar mereka kembali (kepda kebenaran). (Qs. Al-A'raf 7 : 168). *****Sesungguhnya orang-orang yang beriman adalah mereka yg apabila disebut nama Allah gemetar hatinya , dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, bertambah imannya dan hanya kepada Tuhan mereka bertawakal, (yaitu) orang-orang yg melaksanakan shalat dan yg menginfakkan sebagian dari rizki yang Kami berikan kepada mereka. Mereka itulah orang-orang yg benar-benar beriman. Mereka akan memperoleh derajat (tinggi) di sisi Tuhannya dan ampunan serta rizki (nikmat) yg mulia. (Qs.An-anfal 8 : 2-4). *****Apakah kamu mengira bahwa kamu akan dibiarkan (begitu saja), padahal Allah belum mengetahui orang-orang yg berjihad diantara kamu dan tidak mengambil teman yg setia selain Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman. Allah Mahateliti terhadap apa yg kamu kerjakan. (Qs. At-Taubah 9 : 16) *****Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yg sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kami-lah kamu dikembalikan. (Qs. Al-Anbiya 21 : 35). *****Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sungguh , Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, Maka Allah pasti mengetahui orang-orang yang benar dan pasti mengetahui orang-orang yg dusta. (Qs. Al-'Ankabut 29 : 2-3)

Selasa, 16 Maret 2010

Rintangan dlm berbuat baik

Saudaraku, setiap kita pasti ingin berbuat kebaikan kepada siapa saja. Namun setiap keinginan perbuatan baik kita, bukannya tanpa rintangan. Sering kita mendapatkan hal-hal yang me-nyakitkan hati. Justru yang sering membuat kita kecewa adalah orang-orang dekat kita. Untuk itu , janganlah kita berharap imbalan, dalam arti berharap imbalan kebaikan setimpal dari pihak yang telah kita bantu. Pasanglah sikap Zero Ecpectation (harapan nol).
Saudaraku, dunia ini tidak selamanya memperlakukan kita secara adil. Jika anda berbuat baik, lakukan dengan tulus, dan jangan mengharapkan walau hanya ucapan terima kasih. Bahkan Para Rasul, para Nabi pun selalu dicurigai bahkan dihujat, walaupun kita sangat yakin para Nabi dan Rasul tidak akan pernah berbuat merugikan orang lain , artinya para utusan Allah pun tidak luput dari kebencian pihak tertentu.
Namun , saudaraku bergembiralah, bila anda masih dan sanggup berbuat kebaikan. Ini adalah anugerah besar bagi anda.

“ Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang beriman, bertakwalah kepada Tuhanmu.” Orang-orang yang berbuat baik di dunia memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu adalah luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (Qs. Az-Zumar : 10).

Yakinlah , jika penerima kebaikan anda sampai lupa berterimakasih kepada anda, atau justru sengaja mencemooh anda, Allah akan membalas kebaikan anda dengan berlipat-lipat ganda.

Salah satu rahasia Allah yang diungkapkan dalam Alqur’an adalah bahwa seseorang yang beramal shaleh akan diberikan balasan yang tanpa batas.
Saudaraku , kita perlu mengetahui apakah sesunnguhnya arti dari kebaikan itu. Definisi dari kebaikan sendiri begitu beragam, setiap individu dengan latara belakang kultur yang berbeda mempunyai definisi tersendiri tentang kebaikan.

Umumnya , hal pertama yang terlintas di benak kita adalah berperilaku menyenangkan, mem-berikan manfaat bagi orang lain, atau berperilaku toleran terhadap setiap jenis perbuatan, dan semacamnya. Perilaku-perilaku seperti itu sering dianggap sebagai sebuah tanda atau indikasi “kebaikan” dalam konsensus masyarakat.

Lalu bagaimana kebaikan menurut Alqur’an.

Firman Allah , yang artinya, “ Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah
• beriman kepada Allah, Hari Kemudian, para malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan
• memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta;
• dan (memerdekakan) hamba sahaya,
• mendirikan shalat, dan menunaikan zakat;
• dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji,
• dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan.
Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.” (Qs Al-Baqarah : 177).

Dalam hadits iriwayat Tarmidzi, Rasulullah SAW mengajak orang yang beriman untuk selalu takut kepada Allah dan berbuat baik. Seperti dalam sabdanya,yang artinya : “Takutlah kepada Allah dimanapun kamu berada. Lakukanlah kebaikan sesegera mungkin setelah berbuat dosa untuk menghapuskan dosa itu, dan selalu berbuat baiklah dalam hubunganmu dengan manusia” (H.R. Tarmidzi).

Allah juga telah mewahyukan dalam Alqur’an bahwa Ia mencintai orang yang selalu berfikiran baik dan berbuat baik kerena keimanan mereka dan rasa takut serta cinta mereka kepada Allah.

Firman Allah, yang artinya, “ …orang-orang yang berbuat baik di dunia Ini mendapat (pembalasan) yang baik. Dan sesungguhnya kampung akhirat adalah lebih baik dan Itulah sebaik-baik tempat bagi orang yang bertakwa (Qs An-Nahl: 30).

Allah memberikan kepada hamba-hamba-Nya kabar gembira, dan berkah jasmani maupun rohani.

Allah memberitahu kita tentang berkah-Nya kepada Rasulullah SAW dalam sebuah ayat: Dan dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu dia memberikan kecukupan. (Qs Ad-Dhuhaa : 8).

Allah SWT menjanjikan bahwa di setiap zaman, Ia akan memberi hamba-Nya yang beriman kehidupan yang baik.

Firman Allah, yang artinya ,” Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, Maka Sesungguhnya akan kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan Sesungguhnya akan kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan “ (Qs An-Nahl : 97).

Saudaraku dengan selalu berniat dan berusaha untuk hanya mengharapkan ridha dari Allah semata. Kepuasan dan keikhlasan kita akan ridha Allah , maka Allah memberikan berkah-Nya dan kehidupan serta karunia yang baik dari Allah SWT.

Firman Allah, yang artinya ,” Barangsiapa membawa amal yang baik, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya; dan barangsiapa yang membawa perbuatan jahat Maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan) “ (Qs. Al-An’am : 160)

Firman Allah, yang artinya ,” Sesungguhnya Allah tidak menganiaya seseorang walaupun sebesar zarrah, dan jika ada kebajikan sebesar zarrah, niscaya Allah akan melipat gandakannya dan memberikan dari sisi-Nya pahala yang besar.” (Qs An-Nisaa’ : 40).

Firman Allah, yang artinya, “ Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya. dan muka mereka tidak ditutupi debu hitam dan tidak (pula) kehinaan . Mereka itulah penghuni surga, mereka kekal di dalamnya” (Qs. Yunus : 26).

Saudaraku, pepatah mengatakan “ Bad wather makes good timber “ , Angin ribut menjadikan pohon bertambah kuat dan baik. Orang-orang yang sabar dalam menghadapi rintangan dan cobaan akan mendapatkan surga.

Firman Allah, yang artinya “ Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu ? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasulullah dan orang-orang yang beriman bersamanya : “Bilakah datangnya pertolongan Allah ?” Ingatlah sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat “. (Qs. Al-Baqarah : 214).


Saudaraku, janganlah berputus asa untuk selalu berusaha berbuat baik, walaupun seringkali balasan yang kita terima justru menyakitkan. Yakinlah Allah tidak menyia-nyiakan kebaikan kita.


Wallahu A’lam.
Sumber :Ghalib Ahmad Masri , The Way to happiness La Tahzan, menemukan jalan keluar, Moch. Sofwat el Makki Mahasiswa Arsitektur FTSP UII, http://alrasikh. wordpress.com





Rabu, 10 Maret 2010

Rizki dan qonaah

Saudaraku, rizki itu benar-benar telah ditentukan Allah SWT. Oleh karena itu tidaklah perlu kita terlalu mencemaskan masa depan yang belum terjadi.
Banyak kejadian , dimana seorang hamba yang mendapatkan rizki tanpa mencari , atau tanpa pernah mengharapkannya, semua ini karena karunia Allah sangat luas.
Bila seorang hamba terlalu memikirkan persoalan rizki , harta dan kekayaan, atau bahkan kedudukan maka hal ini hanya akan menambah kegelisahan, cemas , patah sema-ngat. Janganlah kita menakuti kesusahan dan kesempitan yang belum terjadi. Prasangka negatif ini akan menimbulkan kecemasan
Firman Allah, yang artinya ,” Kami telah menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan Kami telah meninggikan sebagian mereka atas sebagian yang lain beberapa derajad, agar sebagian mereka dapat memanfaatkan sebagian yang lain. Dan rahmat Tuhanmu lebih baik daripada apa yang mereka kumpulkan ,” (Qs. Az-Zukhruf : 32).


Allah yang membagikan rizki kepada semua makhluk-Nya di langit dan di bumi. Dan tidak ada satu makhlukpun yang memiliki kekuasaan untuk memberi, menahan, memperbanya atau mengurangi rizki sesamanya.

Sebagaimana Allah telah bersumpah tentang hal itu, melalui firman-Nya , yang artinya ,” Maka demi Tuhan langit dan bumi, sungguh, apa yang dijanjikan itu adalah benar-benar terjadi seperti perkataan yang kamu ucapkan,” (Qs. Adz-Dzariyat : 23).

Saudaraku, jika kecemasan atau ketakutan seseorang akan masa depannya , maka kita perlu meningkatkan kadar keimanan dan keyakinan kita. Seorang hamba yang diliputi rasa pesimis handaknya senantiasa memupuk ketakwaan kepada-Nya , memperbaiki keimanan, dan ber-tawakal kepada-Nya serta berupaya untuk bersandar sepenuhnya hanya kepada-Nya.

Dia-lah Allah yang membagikan rizki dan mencegahnya dari seseorang lain, Dialah yang me-ninggikan dan merendahkan rizki seorang hamba, Dia-lah yang memuliakan dan menghinakan hamba-Nya

Saudaraku, sudah menjadi tabiat dasar manusia , yang selalu ambisius dan tamak, tak pernah puas. Sebagaiman Rasulullah bersabda , dalam suatu hadits qudsi, yang artinya ,” Seandainya keturunan Adam memiliki satu buah lembah emas, niscaya ia akan menginginkan lembah yang kedua, dan mulutnya tak akan pernah penuh kecuali dengan debu ,” (Hr Ibn Majah 19006)

Seorang hamba manusia justru akan membahayakan dirinya sendiri bila mengikuti gejolak ambisi dan ketamakan. Seorang hamba perlu menerapkan keseimbangan dalam diri dan ke-hidupannya, merasakan kedamaian yang tak lain merupakan inti dari kebahagiaan. Seorang hamba harus menjauhkan diri dari tindakan berlebihan yang merusak jiwa dan badan.

Islam menganjurkan hamba beriman agar bersikap realistis dan rasional, yakni bisa menerima kehidupan apa adanya. Hal ini menjadikan dasar untuk tidak melihat kenikmatan yang diberi-kan Allah kepada manusia lain dengan pemandangan permusuhan.

Saudaraku, bila kita memandang apa yang diterima orang lain dan yang tidak kita terima, hal ini akan menumbuhkan permusuhan dan kesengsaraan diri. Lihatlah bahawa kenikmatan-kenik-matan Allah yang diberikan kepada kita, tidak sepenuhnya juga diterima orang lain. Dengan cara ini , hati akan menjadi damai , tentram dan tenang.

Sebagaimana , Allah berfirman , yang artinya ,” Dan janganlah kamu tujukan pandangan matamu kepada kenikmatan yang telah Kami berikan kepada beberapa dari mereka, sebagai bunga kehidupan dunia , agar Kami uji mereka dengan (kesenangan) itu. Dan karunia Tuhanmu lebih baik dan lebih kekal, “ (Qs. Thaha ; 131).

Jadi kita membutuhkan sikap qonaah, yaitu sikap kerelaan seorang hamba terhadap segala pemberian Allah. Saudaraku , yakinlah bahwa kondisi kehidupan tidak berpengaruh signifikan pada kepuasan dan kebahagiaan hidup. Dan semakin kuas ketamakan dan ambisi manusia justru akan menyengsarakan dirinya. (Michael Argael, 214).

Sebagaimana firman Allah, yang artinya , “ Barangsiapa yang mengerjakan amal shaleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman,maka seseungguhnya akan Kami beri balasan kepda mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan ,” (Qs. An-Nahl : 97).

Saudaraku, setiap manusia menginginkan kehidupan yang baik dan bahagia serta berkecuku-pan. Namun hendaknya semua itu didapatkan dengan dengan cara yang halal dan baik, serta tanpa memaksakan diri dan mengorbankan kebutuhan penting lainnya.

Allahu a’lam
Sumber : Abdulaziz al Husaini, Li Madza al-Khauf min al-Mustaqbal.


Selasa, 09 Maret 2010

Kemuliaan Rawatib

Secara bahasa sunnah berarti jalan, menurut fiqih yaitu suatu perbuatan yg berpahala bila dilakukan dan tidak berdosa bila ditinggalkan..
Shalat Sunnat atau shalat nawafil (jamak : nafilah) adalah shalat yang dianjurkan untuk dilaksanakan namun tidak diwajibkan dengan kata lain apabila dilakukan dengan baik dan benar serta penuh ke ikhlasan akan tampak hikmah dan rahmat dari Allah taala yang begitu indah . Melaksanakan sunnah adalah salah satu realisasi cinta kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam. Meniru dan meneladani sebagai bukti cinta, di antaranya diukur dengan kesungguhan meneladani ucapan dan tindakan beliau.
Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin, menyatakan shalat sunnah Rawatib , sebagai shalat yang terus dilakukan secara kontinyu mendampingi shalat fardhu.Jadi : “Faidah Rawatib ini, ialah menutupi (melengkapi) kekurangan yang terdapat pada shalat fardhu”.

Syaikh ‘Abdullah Al-Basam mengatakan dalam Ta’udhihul Ahkam (II/383-384) bahwa shalat sunnah Rawatib memiliki manfaat dan keuntungan yang besar. Yaitu berupa tambahan kebaikan, menghapus kejelekan, meninggikan derajat, menutupi kekurangan dalam shalat fardhu. Sehingga Syaikh al-Basam mengingatkan, menjadi keharusan bagi kita untuk memperhatikan dan menjaga kesinambungannya.

Saudaraku , begitu pentingnya, maka Rasulullah tidak pernah meninggalkan shalat sunnah ini kecuali ketika beliau dalam perjalanan. Kalaupun tertinggal karena lupa, sakit atau tertidur, beliau meng-qadha’nya. Keistimewaan shalat sunnah rawatib adalah merupakan penambal kekurangan dan kesalahan seseorang ketika melaksanakan shalat fardlu. Karena manusia tidak terlepas dari kesalahan, maka ia membutuhkan sesuatu yang dapat menutupi kesalahannya tersebut.

Dr. Said bin Ali bin Wahf Al-Qahthani , menyebutkan keutamaan-keutamaan shalat sunnah (rawatib) dalam “Himpunan dan Tata Cara Shalat Sunnah” karya yang diterbitkan oleh Pustaka At-Tibyan.

Dari Ummu Habibah -Radhiyallahu ‘anha-, Istri Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam-, ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda:

مَا مِنْ عَبْدٍ مُسْلِمٍ يُصَلِّى لِلَّهِ كُلَّ يَوْمٍ ثِنْتَىْ عَشْرَةَ رَكْعَةً تَطَوُّعًا غَيْرَ فَرِيضَةٍ إِلاَّ بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِى الْجَنَّةِ أَوْ إِلاَّ بُنِىَ لَهُ بَيْتٌ فِى الْجَنَّةِ. قَالَتْ أُمُّ حَبِيبَةَ فَمَا بَرِحْتُ أُصَلِّيهِنَّ بَعْدُ
“Setiap hamba muslim yang shalat sunnah setiap harinya duabelas rakaat, selain shalat wajib, pasti Allah bangunkan untuknya rumah di dalam surga, atau dibangunkan untuknya satu rumah di dalam surga.” (Kemudian) Ummu Habibah -Radhiyallahu ‘anha- berkata, “Setelah aku mendengar hadits ini aku tidak pernah meninggalkan shalat-shalat tersebut.” (HR. Muslim, no. 728).

Shalat sunnah Rawâtib , yang, baik sebelum maupun sesudah shalat wajib . Ada yang mendefinisikannya dengan shalat sunnah yang ikut shalat wajib.[1]
Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin mengatakan, yaitu shalat yang terus dilakukan secara kontinyu yang mendampingi shalat fardhu.[2]

Rasulullah SAW bersabda, yang artinya ,“Sesungguhnya amal yang pertama kali dihisab dari seorang hamba adalah shalatnya. Apabila bagus maka ia telah beruntung dan sukses, dan bila rusak maka ia telah rugi dan menyesal. Apabila kurang sedikit dari shalat wajibnya maka Rabb 'Azza wa jalla berfirman: "Lihatlah, apakah hamba-Ku itu memiliki shalat tathawwu' (shalat sunnah)?" Lalu shalat wajibnya yang kurang tersebut disempurnakan dengannya, kemudian seluruh amalannya diberlakukan demikian” [HR At-Tirmidzi] [3]

Saudaraku , fungsi utama shalat sunnah Rawâtib adalah untuk menutupi kekurang-sempurnaan yang melanda shalat wajib seseorang. Karena sangat sulit mendapatkan kesempurnaan dari shalat wajib saja ,

Sebagaimana Rasulullah shollallahu 'alaihi wa sallam bersabda, yang artinya ,“Sesungguh-nya seseorang selesai shalat dan tidak ditulis kecuali hanya sepersepuluh shalat, seper-sembilannya, seperdelapannya, sepertujuhnya, seperenamnya, seperlimanya, seperempat-nya sepertiganya, setengahnya” [HR Abu Dawud dan Ahmad] [4]

Hadits riwayat Ummu Habîbah, yang artinya ,"Tidaklah seorang muslim shalat karena Allah setiap hari dua belas raka'at shalat sunnah, bukan wajib, kecuali akan Allah membangun untuknya sebuah rumah di surga” [5]

Jumlah raka'at ini ditafsirkan dalam riwayat at-Tirmidzi dan an-Nasâ-i, dari hadits Ummu Habibah sendiri, bahwa “Ummu Habibah berkata,"Rasulullah shollallahu 'alaihi wa sallam bersabda :'Barang siapa yang shalat dua belas raka'at maka Allah akan membangunkan untuknya sebuah rumah di surga; empat raka'at sebelum Zhuhur dan dua raka'at setelahnya, dua raka'at setalah Maghrib, dua raka'at sesudah 'Isya`, dan dua raka'at sebelum shalat Subuh."
Dalam riwayat lain dengan lafazh : “Barang siapa yang terus-menerus melakukan shalat dua belas raka'at, maka Allah membangunkan baginya sebuah rumah di surga” [HR An-Nasâ-i] [6]

Saudaraku, sunguh indah bila kita membiasakan dan secara rutin agar kita mengerjakan shalat dua belas raka'at tersebut setiap hari. Sehingga, siapapun yang membiasakan diri melakukan sunnah-sunnah Rawâtib ini, ia termasuk dalam keutamaan tersebut.

Sebagaimana tersebut dalam hadits Ibnu 'Umar berikut ini,” “Aku hafal dari Nabi shollallahu 'alaihi wa sallam sepuluh raka'at: dua raka'at sebelum Zhuhur dan dua raka'at sesudahnya, dua raka'at setelah Maghrib, dua raka'at setelah 'Isya, dan dua raka'at sebelum shalat Subuh. Dan ada waktu tidak dapat menemui Nabi shollallahu 'alaihi wa sallam . Hafshah menceritakan kepadaku, bila muadzin beradzan dan terbit fajar, beliau shollallahu 'alaihi wa sallam shalat dua raka'at.” [7]

Dalam riwayat Bukhari dan Muslim terdapat tambahan lafazh.“Dan dua raka'at setelah Jum'at. Adapun (shalat sunnah Rawatib) Maghrib dan 'Isya dilakukan di rumahnya” [8]


Hadits riwayat Muslim berbunyi. “Adapun (shalat sunnah Rawâtib) Maghrib, Isya dan Jum'at, aku lakukan bersama Nabi shollallahu 'alaihi wa sallam di rumahnya” [9]


Adapun hadits-hadits yang menjelaskan keutamaan-keutamaan shalat sunnah rawatib antara lain:


  1. Hadits Ummu Habibah ra, berkata “Aku pernah mendengar Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda:“Barangsiapa menjaga empat rakaat sebelum Zhuhur dan empat rakaat sesudah Zhuhur, akan Allah haramkan dirinya dari Neraka.” (HR. Ahmad dalam Musnad-nya (VI/326))

  2. Hadits Ibnu Umar ra, bahwa Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda :“Semoga Allah memberi rahmat kepada seseorang yang shalat sunnah sebelum Ashar empat rakaat.” (HR. Ahmad dalam Musnad-nya (II/117).

  3. Diriwayatkan ‘Aisyah ra, bahwa Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bahwa beliau bersabda:“Dua rakaat sunnah Fajar (Shubuh) lebih baik daripada dunia dan seisinya.” (HR. Muslim dalam kitab Shalatul Musafirin, bab: Dianjurkanya shalat dua rakaat sebelum Shubuh, no. 725).

JUMLAH RAKA'AT SUNNAH RAWÂTIB
Dalam masalah jumlah raka'at sunnah Rawatib ini, di kalangan para ulama ada perbedaan pendapat, yang terbagai dalam dua pendapat.



  1. Ada yang menyatakan jumlah raka'atnya adalah sepuluh dengan dasar hadits Ibnu 'Umar ra, dan ini pendapat para ulama madzhab Hambaliyah dan Syafi'iyyah.[10]

  2. Ada yang menyatakan jumlah raka'atnya ialah dua belas, berdasarkan hadits Ummu Habibah di atas, dan inilah pendapat madzhab Hanafiyyah dan Ibnu Taimiyyah.[11]

  3. Ada yang menyatakan tidak ada batasan jumlah raka'at, bahkan cukup dengan melakukan dua raka'at dalam setiap waktu untuk mendapatkan keutamaan shalat sunnah Rawatib, dan ini pendapat madzhab Malikiyyah.

  4. Ada yang menyatakan jumlah raka'atnya delapan belas, ini pendapat Imam asy-Syairazi dan disetujui Imam an-Nawawi dalam al-Majmû' Syarhul-Muhadzdzab. Pendapat ini berdalil dengan hadits Ummu Habibah di atas, serta hadits Ummu Habibah lainnya yang berbunyi:“Aku mendengar Rasulullah shollallahu 'alaihi wa sallam bersabda,"Barang siapa yang menjaga empat raka'at sebelum Zhuhur dan empat raka'at setelahnya maka Allah mengharamkannya dari neraka." [12]

  5. Dari Ibnu 'Umar ra,bahwa Nabi shollallahu 'alaihi wa sallam beliau bersabda: "Semoga Allah merahmati seseorang yang shalat sebelum 'Ashar empat raka'at".[13]

  6. Menurut Imam Nawâwi, yang paling sempurna dalam Rawatib yang mendampingi shalat fardhu selain witir, adalah delapan belas raka'at, dan paling sedikit adalah sepuluh, sebagaimana yang beliau sebutkan.

  7. Di antara ulama ada yang berpendapat delapan raka'at dengan menghapus sunnah Isya'; (demikian) ini pendapat al-Khudari.

  8. Dan ada yang menyatakan bahwa jumlahnya dua belas, (yaitu) dengan menambah dua raka'at lain sebelum Zhuhur, dan

  9. ada yang menambah dua raka'at sebelum shalat 'Ashar. Semua ini sunnah, namun perbedaan pendapat ada pada yang muakkad (yang lebih ditekankan) darinya.[14]

Saudaraku, sungguh sayang bila kita melewatkan shalat ini . Semoga Allah memberi hidayah kepada kita semua sehingga istiqomah melaksanakan shalat sunnah rowatib.


Allahu a'lam

[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 05/Tahun XI/1428H/2007M. Penerbit Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Alamat Jl. Solo – Purwodadi Km. 8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183.telp.0271-5891016], Izzudin Karimi, Rujukan utama Sunan Majhulah Abdul Ilah Abdurrahman Salamah. Oleh Al-Islam - Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia sumber file al_islam.chm


Catatan :
[1]. Shahîh Fiqhis-Sunnah, Abu Mâlik Kamâl bin as-Sayyid Sâlim, al-Maktabah at-Taufiqiyyah, Mesir, tanpa cetakan dan tahun (1/372).
[2]. Syarhul-Mumti' 'ala Zâdil-Mustaqni', Syaikh Muhammad bin Shalih al- 'Utsaimin, Tahqîq: Dr. Khâlid al-Musyaiqih dan Sulaimân Abu Khail, Muassasah Âsâm, Cetakan Kedua, Tahun 1414 H (3/93).
[3]. HR At-Tirmidzi no. 413 dan Ibnu Majah no. 1425. Dishahihkan Al-Albani dalam shahih Al-Jami Ash-Shaghir no. 2020
[4]. HR Abu Daud no. 796 dan dihasankan Al-Albani dalam Shahih Abu Daud dan Shahih at-Targhib Wa at-Tarhib no. 537
[5]. HR Muslim, kitab Shalat al-Musâfir wa Qashruha, Bab: Fadhlus-Sunan ar-Râtibah Qablal-Farâ-idh wa Ba'daha, no. 1199.
[6]. HR An-Nasa’i no. 1804 dan dishahihkan al-Albani dalam Shahih Sunan an-Nasa’i. (Lihat no. 1804 no. 1804, 261 dan 1696)
[7]. HR al-Bukhari, kitab Tahajjud, Bab: ar-Rak'atain Qablal-Zhuhur (no. 1180), dan Muslim, kitab Shalat al-Musafirin wa Qashruha, Bab: Fadhlus-Sunan ar-Râtibah (no. 729).
[8] HR al-Bukhari, kitab Jum'at, Bab: Tathawwu' Ba'dal-Maktubah (no. 1120), dan Muslim, kitab Shalat al-Musafirin wa Qashruha, Bab: Fadhlus-Sunan ar-Râtibah (no. 1200).
[9]. HR Muslim kitab Shalat al-Musafirîn wa Qashruha, Bab: Fadhlus-Sunan ar-Râtibah (no. 1200).
[10]. Syarhul-Mumti' (3/93) dan Shahih Fiqhis-Sunnah (1/372).
[11]. Ibid.
[12]. HR at-Tirmidzi, kitab ash-Shalat (no. 428), Ibnu Majah, kitab ash-Shalat (no. 428), Abu Dawud, kitab ash-Shalat, Bab: al-Arba' Qablal-Zhuhri wa Ba'daha (no. 1269) dan Ibnu Majah, kitab ash-Shalat was-Sunnah fiha, Bab: Mâ Jâ-a fiman Shalla Qablal-Zhuhri `Arba'an wa Ba'daha `Arba'an (no. 1160). Dishahihkan Syaikh al-Albani dalam Shahîh Sunan Ibni Majah (1/191).
[13]. HR Ahmad dalam Musnad-nya (4/203), at-Tirmidzi dalam kitab ash-Shalat, Bab: Mâ Jâ-a fil-Arba' Qablal-'Ashr (no. 430), Abu Dawud dalam kitab ash-Shalat, Bab ash-Shalat Qablal-'Ashr (no. 1271), dan dinilai hasan oleh Syaikh al-Albani dalam Shahîh Sunan Abi Dawud (1/237).
[14]. Al- Majmu' Syarhul-Muhadzab, Imam an-Nawawi dengan penyempurnaan oleh muhammad Najîb al-Muthi'i, Dar Ihyâ-ut-Turats al-'Arabi, Beirut, Cetakan Tahun 1419H (3/502).
[15]. Syarhul-Mumti' (4/96).
[16]. HR al-Bukhari dalam kitab al-Jum'at, Bab: ar-Rak'ata-in Qablal-Zhuhri (no. 1110).
[17]. Zâdul-Ma'âd, Ibnul-Qayyim, Tahqiq: Syu'aib al-Arnauth, Mu-assasah ar-Risalah, Cetakan Kedua, Tahun 1418 H (1/298).
[18]. Ta-udhihul-Ahkâm min Bulughul-Maram, Syaikh 'Abdullah bin 'Abdur-Rahman al-Basâm, Maktabah al-Asadi, Mekkah, Cetakan Kelima, Tahun 1423 H (2/382-383).
[19]. Syarhul-Mumti' (4/96).


Senin, 08 Maret 2010

Tips : Chatting di ponsel jadul

Saudaraku, bila selama ini hanya pengguna ponsel Blackberry atau Iphone yang bisa mengakses Yahoo Massenger . Untuk anda pengguna ponsel selain merek itu, gak usah kuatir , anda tetap dapat berchating ria dengan perangkat Nefanasa Yahoo.
Ini fasilitas memang dirancang khusus untuk anda pengguna ponsel yang memakai program Java, GPRS, CLDC1.0 dan MIDP 2.0. Jadi hampir semua merek bisa kok dipakai. Gak peduli apakah itu ponsel layar kecil jadul, tanpa kelir, layar lebar, layar sentuh hingga Qwerty , semua oke. Nah selamat mencoba. Semoga bermanfaat.


Software besutan negeri sendiri ini , juga menawarkan fitur lengkap seperti versi YM di dekstop. Buat anda yang suka suasana chat yang meriah warna-warni, warna chat bisa diubah-ubah , dengan men-set warna gradasi, zig-zag. Bisa juga loh,pakai mode conference terus mengundang penggunan lain, atau anda juga bisa bergabung dengan confernce pengguna lain.

Beberapa kelebihan Nefanasa Yahoo, antara lain



  1. bahwa ia tidak rakus banwith. Dengan kondisi iddle selama 24 jam, data yang terpakai hanya 200 sd 300 kb, cukup irit. Bila anda menggunakan untuk chat , gak usah kuatir , hemat kok.

  2. Ini produk juga menawarkan koneksi langsung ke server Yahoo, ini lebih ringkas dan tidak ribet dibanding aplikasi messenger all in yang lain. Dimana anda harus membuat akun baru di penyedia messenger tsb, baru kita diminta input password Yahoo di akun tsb. Jadi lebih aman dan lebih cepat koneksinya.

  3. Aplikasi ini juga lebih stabil terkoneksi ke YM. Disamping itu Nefanasa juga sanggup online selama satu minggu penuh tanpa putus, dengan syarat anda juga harus mastikan bahwa koneksi internet via GPRS/3G tidak terputus.

  4. Nefanasa juga sanggup menampilkan 88 smiley (emotion standart) maupun emotion tersembunyi di YM.

  5. Anda bisa dengan mudah ganti-ganti status menjadi busy, be right back, termasuk mengganti pesan status dengan kata-kata anda sendiri.

  6. Anda bisa mengaktifkan mode invisible agar bisa chat tanta diketahui orang lain.

  7. Ada fungsi tambahan berupa Generic Keyboard untuk kemudahan mengetik, Generic Light untuk memperbaiki error lampu layar pada HP jadul.

Bila anda tertarik anda bisamenginstal di ponsel anda. Adapun cara menginstal-nya adalah sbb:



  1. Untuk symbian 6.0 versi 3, buka https://login.yahoo.com lewat browser ponsel , lalu terima secar permanent sertifikat yang ditawarkan.

  2. Untuk ponsel Nokia dengan embedded OS yang mendukung Java , anda buka http://nefanasa.com/files/english/certificate/Equifax_Secure_Certificate_Authority_DER.crt dan simpan sertifikat itu.

  3. Untuk anda pengguna ponsel merek lain, silahkan undauh sertifikat di http://www.geotrust.com/resources/root-certificates/ lalu install di ponsel anda lewat menu Setelan > Keamanan > Setifikat > tambah sertifikat.

Bila langkah diatas dilewati, maka untuk meninstal sertifikat, kunjungi http://www.netafanasa.com/yahoo/files/english/2.4.x/netafanasa.jar melalui browser ponsel lalu unduh.

Filenya tidak besar kok, Cuma 182 kb. Kemudian lanjutkan pengunduhan denganinstalasi di ponsel anda. Saat muncul konfirmasi, jawan Yes atau Ok.

Kini anda, bisa menemukan menu Nefanasa di daftar aplikasi. Selanjutnya anda login dengan Yahoo ID dan password anda , kemudian chat seperti di YM versi dekstop.

Selamat mencoba. Semoga bermanfaat
Allahu a’lam


Sumber kutipan : Sinyal, panduan Hape Terlengkap , edisi no.82 th VI Desember 2009.