Sabtu, 27 April 2013

Seputar haji : Haji Tamattu (4)



Bagi jamaah haji yg baru akan berangkat atau yg sdh berada di tanah suci dpt segera berniat dan melaksanakan tertib haji, mulai dari persiapan ihram ( memotong kuku-rambut-bercukur, mandi sunat ihram dan memakai wangi-wangian.
Miqat dilakukan di wilayah Arab Saudi, yaitu di Bier Ali, Rabiqh, Zatu Irqin, Qarnul, Manazil maupun Yalamlam. Lau melakukan shalat sunnah Ihram 2 rekaat jika sempat, Melafazkan niat umrah : Labbaika Allahumma ‘umratan dan meneruskan perjalanan ke Mekah dgn memperbanyak bacaan  talbiah. Diperbolehkan bagi yg ingin bermiqat di tanah air atau saat di pesawat udara.
Setiba di Mekah , jamaah  segera kepenginapan dan  istirahat. Selanjutnya  bersiap utk tawaf Qudum di Baitullah. Adapun kegiatan ibadah selama di Mekah adalah Tawaf, Sa’i dan Tahallul.
Jadi prinsip Haji Tamattu itu mendahulukan umrah baru ibadah haji. Dg memakai ihram dari miqat  niat umrah pada musim haji, setelah tahallul, memakai ihram lagi dengan niat haji pada hari Tarawiah (8 Dzulhijah).
Bagi rombongan jamaah haji Indonesia :
a.     gelombang I ,jamaah menuju ke Madinah dulu utk melaksanakan ziarah dan Shalat arba’in. Setelah itu baru ke Mekah utk melaksanakan Umrah lalu Haji.
b.     gelombang II, Jamaah langsung menuju Mekah . Baru setelah selesai Haji dan Umrah, lalu melaksanakan ziarah dan Shalat Arba’in di Madinah.

Apabila ketiga rangkaian ibadah tersebut telah dilaksanakan, maka selesailah pelaksanaan ibadan umarh. Dan jamaah boleh mengganti pakaian ihram dengan pakaian biasa yang dipakai sehari-hari yang tentu saja harus menutup aurat, sambil menunggu pelaksanaan ibadah haji pada tanggal 8 Dzulhijah.

Salah satu kemudahan yang dimiliki jamaah haji tamattu’ adalah sudah boleh melakukan apa-apa yang dilarang selama ihram, nah atas kemudahan itu maka banyak menjadi pilihan para jamaah walaupun harus membayar dam atau denda.

Secara umum ada sedikit perbedaan tata cara pelaksanaan Haji Ifrod, Tamattu’ dan Qiron, al:
1.  Perbedaan pada niat.
2.  Tidak ada kewajiban menyembelih hewan hadyu bagi yg melaksanakan haji ifrod. Adapun bagi yg melakukan haji tamattu’ dan qiron selain penduduk Mekkah, wajib bagi mereka hadyu.
3.  Pada haji tamattu’, boleh melakukan tahallul setelah melakukan umroh, sehingga halal bagi yang melakukan haji tamattu’ semua yang diharamkan ketika ihram sampai masuk tanggal 8 Dzulhijjah.
4.  Pada haji tamattu’ terdapat dua kali sa’yu, yang pertama ketika umroh dan yang kedua setelah melakukan thawaf ifadhah pada tanggal 10 Dzulhijjah. Sedangkan dalam hajiqiron dan ifrod hanya terdapat satu sa’yu, boleh dilakukan setelah thawaf qudum atau setelah thawaf ifadhah pada tanggal 10 Dzulhijjah.

Adapun persamaan ketiga bentuk haji ini diantaranya, terdapat 3 macam thawaf, yaituthawaf qudum (dilakukan ketika pertama kali sampai ke Mekkah), thawaf ifadhah(dilakukan pada tanggal 10 Dzulhijjah) dan thawaf wada’ (dilakukan sebelum meninggalkan Mekkah).

Pelaksanaan ibadah haji
Pelaksanaan ibadah haji dimulai pada tanggal 8 Dzulhijan. Adapun persiapan ihram dilakukan di tempat penginapan di Mekah, sedangkan shalat sunnah dan niat ihram bisa dilakukan di penginapan atau di Masjidil Haram. Dengan melafazkan Labbaika Allahumma Hajjan.

Adapun jurnal kegiatan Ibadah haji Tamattu adala sbb
Tempat
Tgl (Dzul-hijah)
Kegiatan
Mekah
8 (pagi)
Berankat Ke Mina atau langsung ke Arafah
Mina
8 (siang-
mlm)
Mabit (menginap)di Mina sebelum berangkat ke Arafah sebagaimana dilakukan Rasulullah
Mina-
Arafah
9 subuh siang-
Sore)
·       Berangkat ke Arafah setelah matahari terbit, atau setelah shalat shubuh
·       Berdoa , zikir, tasbih sambil menunggu waktu wukuf (di tengah hari)
·       Shalat Dzuhur dan Ashar dijamak, dilakukan saat Dzuhur
Arafah
9 (sore/
Mlm)
·       Ketika matahari telah tergelincir, mk mulai waktu wukuf
·       Melasanakan wukuf dg berdoa, zikir, talbiyah, istighfar hingga menjalang waktu Maghrib
Arafah-
Muzdalifah
9 (sore-
Mlm)
Setelah matahari tenggelam , segera berangkat ke Muzdalifah. Shalat Maghrib dilaksanakn di Muzdalifah, dijamak dg shalat Isya’ sebagaimana dicontohkan Rasulullah.
Muzdalifah
9 (malam)
·       Menjamak shalat maghrib dan Isya’ di waktu Isya’
·       Mabit (berhenti sejenak) di Muzdalifah hingga lewat tengah malam,
·        mengumpulkan 7 kerikil untuk melontar jumrah Aqabah esok pagi
Mina
10 subuh
·      Shalat subuh 10 Dzulhijah
·      Melontar jumrah Aqabah 7 kali
·      Tahallul awal
·      Melanjutkan perjalanan ke Mekah untuk melakukan Tawaf Ifadah, Sa’i dan disunnahkan tahallul Qubra.
·      Sebelum Maghrib harus sudah kembali ke Mina
·      Mabit di Mina, paling tidak hingga lewat tengah malam
Mina
11 subuh
·       Melontar jumrah Ula, Wusta dan Aqabah masing masing 7 kali atau keseluruhan 21 kali.
·       Mabit di Mina , mulai sebelum Maghrib hingga minimal lewat tengah malam
Mina
12 subuh
·       Melontar jumrah Ula, Wusta dan Aqabah masing masing 7 kali atau keseluruhan 21 kali.
·       Bagi yang Nafar awal, kembali ke Mekah sebelum Maghrib, lanjutkan dengan tawah Ifadah dan Sa’i serta tahallul Qubra bagi yang belum
·       Bagi yang Nafar Tsani , Mabit di Mina
Mina
13 subuh
·       Bagi yang Nafar Tsani , Melontar jumrah Ula, Wusta dan Aqabah masing masing 7 kali atau keseluruhan 21 kali.

Mekah
13 Siang-
mlm
·       lanjutkan dengan tawah Ifadah dan Sa’i bagi yang belum
·       bagi yang sudah Sa’i sesudah tawaf Qudum , tidak perlu Sa’i lagi, bisa langsung melalukan tahallul.
·       Tawaf dan Sa’i yang dilakukan juga berfungsi sebagai Tawaf dan Sa’i umrah.
·       rangkaian Ibadah haji umrah selesai. Tawaf ifadah boleh juga dilakukan pada tgl 10 , 11 Dzulhijah.




Bersambung...

Allahu a’lam
Sumber kutipan : Wikipedia, Buku Pintar Haji dan Umrah (HM Iwan Gayo), Jami’ul Manasik : Asy-Syaikh Sulthan bin AbdurRahman Al-‘Ied hafizhahullah, Tabshirun Naasik bi Ahkaamil Manasik ‘ala Dhauil Kitab was Sunnah wal Ma’tsur ‘anis Shahaabah : Asy-Syaikh Abdul Muhsin bin Hamd Al-‘Abbad Al-Badr hafizhahullah, ibadahhajidanumrah.tohasyahputra.com , dll

Tidak ada komentar:

Posting Komentar