Rabu, 17 April 2013

Seputar haji : Haji Qiran (2)



Qiran diartikan sebagai bersamaan, yaitu melaksanakan ibadah haji dan umrah secara bersama-sama. Jadi secara umum pengertian ini adalah seluruh pekerjaan umrah sudah tercakup dalam pekerjaan haji.
Umumnya haji Qiran menjadi alternatif pilihan bagi para jamaah yang mempunyai waktu yang terbatas. Mereka biasanya tiba di Mekah ketika sudah mendekati tanggal 9 Dzulhija, dimana saat itu adalah puncak ritual pelaksanaan haji. Atau ibaratnya sekali dayung dua pulau terlampui. Dalam metode ini prosesi tawaf, Sa’i dan tahallul untu haji dan umrah dilakukan satu kali sekaligus. Karena itulah, diadakan dam atau denda, yaitu menyembelih seekorkambing atau bila tidak mampu dapat berpuasa selama 10 hari. Untuk haji metode ini disunahkan melakukan tawaf Qudum saat baru tiba di Mekah.


Miqat bagi jamaah yang masih berada di Madinah dilakukan di Bir Ali (Zulhulaifah). Sedangkan untuk jamaah yang telah berada di Mekah maka miqatnya dapat dilakukan di Tan’im atau Ji’ranah. Kadangkala ada jamaah yang kedatangannya sudah mepet dengan tanggal 9 Dzulhijah, maka miqatnya dapat dilakukan di atas pesawat ketika melintasi daerah miqat.

Secara umum pelaksanaan umrah untuk haji ini adalah sbb :
-      bagi jamaah haji baik yang baru berangkat atau yang sudah berada di tanah suci dapat segera berniat dan melaksanakan tertib haji spt;
-      memotong kuku
-      memotong rambut secukupnya
-      mandi sunah ihram
-      memakai wangi-wangian
-      memakai pakaian ihram.

Adapun miqat di Saudi : yauti di Bir Ali, Rabigh, Zatu Irqin, Qarnul, Manazil atau Yalamlam, selanjutnya
-      shalat sunnah ihram 2 rekaat,
-      melafazkan niat umrah : Labbaika Allhahumma Umratan
-      meneruskan perjalanan ke Mekah dengan memperbanyak bacaan talbiah.

Sesampainya di Mekah, jemaah bisa langsung menuju penginapan untuk istirahat. Selesai istirahat maka bersiap siap untuk tawaf Qudum ke baitullah, sbb
-      Melakukan tawaf Qudum, atau tawah sunnah pembukaan sebagai penghormatan terhadap Baitullah
-      Dapat melakukan Sa’i sesudah tawaf Qudum, atau sesudah tawaf Ifadah
-      Jika melekukan Sa’i , tidak diperbolehkan bertahallul sampai selesai seluruh kegiatan haji.

Sesudah tawaf Qudum dan Sa’i , jamaah menunggu waktu pelaksanaan haji, yang dimulai tanggal 8 Dzulhijah. Pada saat menunggu pelaksanaan haji, maka jemaah haji Qiran tetap mengenakan pakaian ihram dan menjauhi segala larangan yang berkenaan dengan pakaian ihram. Dan karena menggabungkan pelasanaan ibadah haji dengan umrah dalam satu waktu, maka jamaah haji Qiran wajib membayar denda menyembelih seekor kambing.

Rincian kegiatan Haji Qiran
Tempat
Tgl (Dzul-hijah)
Kegiatan
Mekah
8 (pagi)
Berankat Ke Mina atau langsung ke Arafah
Mina
8 (siang-
mlm)
Mabit (menginap)di Mina sebelum berangkat ke Arafah sebagaimana dilakukan Rasulullah
Mina-
Arafah
9 subuh siang-
Sore)
·       Berangkat ke Arafah setelah matahari terbit, atau setelah shalat shubuh
·       Berdoa , zikir, tasbih sambil menunggu waktu wukuf (di tengah hari)
·       Shalat Dzuhur dan Ashar dijamak, dilakukan saat Dzuhur
Arafah
9 (sore/
Mlm)
·       Ketika matahari telah tergelincir, mk mulai waktu wukuf
·       Melasanakan wukuf dg berdoa, zikir, talbiyah, istighfar hingga menjalang waktu Maghrib
Arafah-
Muzdalifah
9 (sore-
Mlm)
Setelah matahari tenggelam , segera berangkat ke Muzdalifah. Shalat Maghrib dilaksanakn di Muzdalifah, dijamak dg shalat Isya’ sebagaimana dicontohkan Rasulullah.
Muzdalifah
9 (malam)
·       Menjamak shalat maghrib dan Isya’ di waktu Isya’
·       Mabit (berhenti sejenak) di Muzdalifah hingga lewat tengah malam,
·        mengumpulkan 7 kerikil untuk melontar jumrah Aqabah esok pagi
Mina
10 subuh
·      Shalat subuh 10 Dzulhijah
·      Melontar jumrah Aqabah 7 kali
·      Tahallul awal
·      Melanjutkan perjalanan ke Mekah untuk melakukan Tawaf Ifadah, Sa’i dan disunnahkan tahallul Qubra.
·      Sebelum Maghrib harus sudah kembali ke Mina
·      Mabit di Mina, paling tidak hingga lewat tengah malam
Mina
11 subuh
·       Melontar jumrah Ula, Wusta dan Aqabah masing masing 7 kali atau keseluruhan 21 kali.
·       Mabit di Mina , mulai sebelum Maghrib hingga minimal lewat tengah malam
Mina
12 subuh
·       Melontar jumrah Ula, Wusta dan Aqabah masing masing 7 kali atau keseluruhan 21 kali.
·       Bagi yang Nafar awal, kembali ke Mekah sebelum Maghrib, lanjutkan dengan tawah Ifadah dan Sa’i serta tahallul Qubra bagi yang belum
·       Bagi yang Nafar Tsani , Mabit di Mina
Mina
13 subuh
·       Bagi yang Nafar Tsani , Melontar jumrah Ula, Wusta dan Aqabah masing masing 7 kali atau keseluruhan 21 kali.

Mekah
13 Siang-
mlm
·       lanjutkan dengan tawah Ifadah dan Sa’i bagi yang belum
·       bagi yang sudah Sa’i sesudah tawaf Qudum , tidak perlu Sa’i lagi, bisa langsung melalukan tahallul.
·       Tawaf dan Sa’i yang dilakukan juga berfungsi sebagai Tawaf dan Sa’i umrah.
·       rangkaian Ibadah haji umrah selesai. Tawaf ifadah boleh juga dilakukan pada tgl 10 , 11 Dzulhijzh.





Bersambung
Allahu a’lam
Sumber kutipan : Buku |Pintar Haji dan Umrah (HM Iwan Gayo).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar