Kamis, 21 Februari 2013

Nasihat iblis



Dalam banyak riwayat , dikisahkan bhw iblis seringkali menemui hamba-hamba salih, terutama para Rasul dan nabi, untuk berdialog dengan mereka. Dari pertemuan tersebut, pernah  terlontar pengakuan atau kata-kata hikmah dari iblis berkaitan dengan strateginya dalam menjerumuskan manusia. Iblis dalam menjerumuskan manusia biasanya tidak langsung berhadapan, akan tetapi langsung masuk ke dalam diri manusia.
Diriwayatkan dari  Ibnu Umar bahwa iblis pernah mendatangi Nabi Musa. Ia berkata, “Wahai Musa, engkau telah dipilih Allah dengan risalah-Nya, dan Allah telah berbicara padamu: “Wa kallamallahu Musa takliman”. Aku ini makhluk Allah juga. Aku ingin bertaubat. Karena itu, mohonkanlah syafa’at untukku agar Allah mengampuniku”. Nabiullah  Musa kemudian berdoa pada Allah.
Maka, Allah Swt. berfirman, “Wahai Musa, Aku penuhi permintaanmu. Tapi katakan pada iblis agar dia bersujud hormat pada kuburan Adam terlebih dahulu”.

Setelah itu, Nabi Musa memberitahukan apa yang difirmankan Allah Swt. kepadanya. Bagaimana reaksi Iblis? ia marah besar dan berkata, “Dulu, ketika Adam masih hidup, aku tidak mau bersujud kepadanya. Mana mungkin aku harus bersujud kepadanya setelah ia mati?”
Karena sikapnya tersebut, Iblis tidak mendapatkan ampunan dari Allah Swt.

Setelah itu Iblis berkata kepada Musa, “Musa aku berutang budi padamu. Engkau telah memintakan ampun pada Allah untukku. Sekarang aku akan memberikan nasihat padamu. Ingatlah aku dalam tiga keadaan, agar aku tidak membinasakanmu.
·         Pertama, kalau engkau marah, ingatlah aku. Karena, saat engkau marah, ruhku berada dalam hatimu dan mataku berada dalam matamu.
·         Kedua, ingatlah aku ketika engkau menghadapi peperangan. Aku datangi anak Adam. Aku ingatkan dia tentang anaknya, istrinya, dan keluarganya sehingga ia meninggalkan medan perang.
·         Ketiga, hindarilah berduaan dengan seorang perempuan (lawan jenis) yang bukan muhrim-mu. Ketahuilah, pada saat itu aku akan menjadi utusanmu untuknya, dan menjadi utusannya untukmu”.

Dalam riwayat lainnya, Di jaman Nabi Allah Rasul pertama-Nya Nuh as.  Saat terjadi banjir besar, Allah SWT memerintahkan Nabi Nuh untuk menaiki kapal . Selain orang-orang yang beriman, beliau pun menaikkan berbagai jenis hewan yang berpasang-pasangan.
Tiba-tiba Nuh melihat seorang lelaki tua yang tidak dikenalnya di dalam kapal. “Untuk apa kamu masuk ke kapal ini?
Orang tua itu menjawab “Aku berada di sini untuk mempengaruhi sahabat-sahabatmu supaya hati mereka bersamaku, sementara tubuh mereka bersamamu”. Ternyata, orang tua itu adalah iblis yang menyamar.
Nabi Nuh pun berkata, “Keluarlah kamu dari sini wahai musuh Allah! Kamu terkutuk!

Iblis kemudian berkata, “Wahai Nuh, ada lima hal yang dengan kelimanya aku akan membinasakan manusia. Akan aku beritahukan yang tiga dan aku sembunyikan yang dua.

Saat itu Allah SWT mewahyukan kepada Nuh agar meminta yang dua dari yang tiga. “Apa yang dua itu hai Iblis? Dua hal yang membinasakan manusia adalah keinginan yang sangat (kerakusan) dan kedengkian. Karena kedengkian inilah, aku dilaknat serta dikutuk Allah. Karena keinginan yang sangat itu pula, Adam dan Hawwa tergoda untuk menuruti segala keinginannya” (HR Abu Dawud).

‘Setan itu memunculkan cetusan pikiran buruk dan mendustakan kebenaran. sedangkan malaikat mencetuskan pikiran baik  dan membenarkan kebenaran. Bersyukurlah kepada Allah apabila engkau memiliki cetusan pikiran kebaikan. Jika selain itu, berlindunglah kepada Allah dari godaan setan’ (Abdullah bin Mas’ud )

Allahu a’lam
Sumber  kutipan  : syaamilquran.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar