Selasa, 03 Juli 2012

Indahnya saling berkunjung

Saudaraku, terbayangkah  di angan kita, ada hamba yg berjalan diiringi (disambut) oleh tujuh puluh ribu personil pasukan malaikat yg dipilih langsung Allah al-Wahid al-Ma’bud.  Sebuah hadits dikutip dari  Kayfa Yuhibbukallah Dar Al-Iman Wa Al-Hayah , bhw Rasulullah bersabda, yg artinya ,”Berkunjunglah karena Allah , karena barang siapa yg mengunjungi saudaranya karena Allah maka tujuh puluh ribu malaikat akan menyambutnya seraya mendoakannya,” Semoga dirimu dalam kebaikan, semoga baik pula jalanmu, dan semoga surga menyambutmu dgn baik”.
Sungguh Allah mengawal orang yg bepergian untuk mengunjungi saudaranya karena Allah mengirim para malaikat yg mengiringi perjalanannya.
Persaudaraan adl karunia Allah, yg tidak bisa dibeli dgn apapun. Allah berfirman:  “…Walaupun kamu membelanjakan semua (kakayaan) yg ada di bumi, niscaya kamu tidak dpt mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka… (QS. Al-Anfal: 63)

Para malaikatpun memberikan kabar gembira bahwa Allah mencintainya karena ia mengerjakan amalan yg dicintai Allah, sekaligus melaksanakan perintah-Nya , sebagaimana firman-Nya ;

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ
“ Sesungguhnya orang-orang beriman itu bersaudara” (Qs. Al-Hujarat : 10).

Saling mengunjungi dalam kebaikan , maka  kita akan berada di bawah naungan cinta Allah dan dilindungi dibawah Arsy-Nya. Di akhirat Allah berfirman: “Di mana orang-orang yang saling mencintai karena-Ku, maka hari ini aku akan menaungi mereka dengan naungan yang tidak ada naungan kecuali naunganku.” (HR. Imam Muslim).

Inilah hakikat persaudaraan yang dicintai dan ditekankan Adalam kitab-kitab Allah. Adapun pahal yang didapatkan dari persaudaraan dalam kebaikan ini tidak akan mampu diterangkan oleh para cerdik pandai manapun. Karena persaudaraan ini dilakukan karena Allah dan Allah sendiri yang memperhitungkan pahalanya.

Sebagaimana Rasulullah bersabda, yang artinya ,” Sesungguhnya ada seseorang yang berkunjung ke rumah saudaranya di kota lainnya. Lantas Allah memerintahkan malaikat untuk berjaga di jalan yang akan dilaluinya. Ketika orang tsb melintasi tempat itu, maka malaikat bertanya,” hendak kemaanakah kamu”.
Orang itu menjawab,” saya ingin berkunjung kerumah saudaraku yg tinggal di kota ini”.
Malaikat bertanya,” Apakah kamu mempunyai harta yg kau investasikan kepadanya?”
Orang itu menjawab,” tidak, tetapi aku mencintainya karena Allah ‘Azza wa Jalla”.
Malaikat berkata,” Sesungguhnya aku adalah utusan Allah yang diutus untuk menemuimu utnuk memberitahukan bahwa Allah mencintaimu sebagaimana engkau mencintai saudaramu itu karena Allah”.  (HR. Imam Muslim).

Rasa persaudaraan dalam kebaikan memiliki banyak sekali keutamaan. Dengan ukhuwah kita bisa merasakan manisnya iman.
Sebagaaimana Rasulullah Saw. bersabda: “Ada tiga golongan yang dapat merasakan manisnya iman: orang yang mencintai Allah dan Rasul-Nya lebih dari mencintai dirinya sendiri, mencintai seseorang karena Allah, dan ia benci kembali pada kekafiran sebagaimana ia benci jika ia dicampakkan ke dalam api neraka.” (HR. Imam Bukhari).

Dengan saling mengunjungi dalam kebaikan maka akan timbul perasaan  salamatush shadr, yaitu akan membersihkan hati kita dari perasaan iri, dengki, benci, dan sifat-sifat negatif lainnya terhadap saudara kita. Jika kita tidak bisa memberikan suatu kebaikan kepada saudara kita, paling tidak kita tidak memiliki perasaan yang negatif kepadanya. Termasuk juga dalam tingkatan ini adalah selamatnya saudara kita dari kejahatan lisan dan tangan kita..

Dalam saling mengunjungi akan timbul tafahum, yaitu saling memahami. Akan timbul perhatian lebih bahkan saling menolong dalam kebaikan ,  karena pertolongan merupakan salah satu hak saudaranya yg harus ditunaikan. 

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا نَفَّسَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ يَسَّرَ اللَّهُ عَلَيْهِ فِي الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ، وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللَّهُ فِي الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ، وَاللَّهُ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيهِ، وَمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ، وَمَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ إِلاَّ نَزَلَتْ عَلَيْهِمْ السَّكِينَةُ وَغَشِيَتْهُمْ الرَّحْمَةُ وَحَفَّتْهُمْ الْمَلاَئِكَةُ وَذَكَرَهُمْ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ، وَمَنْ بَطَّأَ بِهِ عَمَلُهُ لَمْ يُسْرِعْ بِهِ نَسَبُهُ - رواه مسلم

Dari Abu Hurairah ra berkata, bahwa Rasulullah SAW bersabda, yang artinya Barangsiapa menghilangkan kesulitan seorang mu'min di dunia, maka Allah akan melepaskan keslutannya pada hari kiamat. Barangsiapa memudahkan orang yang tengah dilanda kesulitan, maka Allah akan memudahkannya di dunia dan di akhirat. Barangsiapa menutupi aib seorang muslim, maka Allah akan menutupi aibnya di dunia dan akhirat. Dan Allah akan menolong hamba-Nya selama hamba itu menolong saudaranya. Dan barang siapa yang menempuh suatu jalan dalam rangka mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga. Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah Allah, membaca kitab Allah dan mempelajarinya bersama-sama, kecuali ketentraman akan turun kepada mereka, rahmat akan memenuhi mereka, malaikat menaungi mereka, dan Allah memuji mereka di hadapan makhkluk yang berada di sisi-Nya. Barangsiapa yang terlambat amalnya, maka nasabnya tidak akan mempercepat (nasibnya)” (HR. Muslim)

Dari Abu Hurairah r.a., bahwa  Nabi Muhammad saw, beliau bersabda, yang artiny  “Barangsiapa menghilangkan kesusahan seorang muslim, niscaya Allah akan menghilangkan satu kesusahannya di hari kiamat. Barang siapa menutupi aib di hari kiamat. Allah selalu menolong seorang hamba selama dia menolong saudaranya.” (H.R. Muslim).

Dalam saling mengunjungi , minimal kita dapat berjabat tangan bila berjumpa . “Tidak ada dua orang mukmin yang berjumpa lalu berjabatan tangan melainkan keduanya diampuni dosanya sebelum berpisah.” (H.R Abu Daud dari Barra’)

Sungguh , sangat indah arti persaudaraan dalam kebaikan. Persaudaraan dalam kebaikan adalah salah satu karunia, cahaya, dan nikmat Ilahiyah yang tiada ternilai.

Allahu a’lam
Sumber  : Kayfa Yuhibbukallah Dar Al-Iman Wa Al-Hayah , Rikza Maulan Lc., M.Ag , dll

Tidak ada komentar:

Posting Komentar