Minggu, 10 Juni 2012

kualitas keimanan dan shalat

وَمَآ أُمِرُوٓا۟ إِلَّا لِيَعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ ٱلدِّينَ حُنَفَآءَ وَيُقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَيُؤْتُوا۟ ٱلزَّكَوٰةَ ۚ وَذَٰلِكَ دِينُ ٱلْقَيِّمَةِ
“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus , dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yg lurus. (Qs. Al-Bayyinah : 5).
Ibnu Qayyim Al-Jauziyah berkata bhw , shalat mencakup setiap bacaan , dzikir dan doa , dan menghimpun seluruh bagian ibadah dalam bentuk yg paling sempurna. Sehingga ia lebih baik dibanding semua bentuk bacaan, dzikir dan doa yg dilakukan selainnya, karena shalat mencakup semua bentuk ibadah yg diaplikasikan oleh semua anggota tubuh. Shalat harus dijadikan sbg pedoman kehidupan, baik lahir maupun batin. Dimana hati, lisan dan perbuatannya menyatu dlm shalat. 


Sebagaimana Allah berfirman :

حَٰفِظُوا۟ عَلَى ٱلصَّلَوَٰتِ وَٱلصَّلَوٰةِ ٱلْوُسْطَىٰ وَقُومُوا۟ لِلَّهِ قَٰنِتِينَ
“Peliharalah semua shalat(mu), dan (peliharalah) shalat wusthaa. Berdirilah untuk Allah (dalam shalatmu) dengan khusyu`.”(Qs. Al-Baqarah : 238).

قَدْ أَفْلَحَ مَن تَزَكَّىٰ
وَذَكَرَ ٱسْمَ رَبِّهِۦ فَصَلَّىٰ
Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri, dan ia ingat nama Tuhannya, lalu ia (mendirikan) shalat. (Qs. Al-A’laa : 14-15)

Sebagaimana Rasulullah bersabda, yang artinya ,” Sesungguhnya di dalam shalat terdapat kesibukan”, (dishahihkan Al-albani dalam As-Silsilah ash-Shahihah).

Saudaraku, shalat adalah satu-satunya saat seorang hamba dapat berkonsultasi langsung dengan Rabb Sang Pencipta  alam semesta. Saat itu tak ada pengahalang antara hamba yang sedang shalat diahadapan Allah.  Pengaruh cinta telah tampa jelas dalam shalat , karena tidak ada yang lebih nikmat bagi seorang yang mencinta melebihi nikmatnya berkhalwat bersama yang dicintai, agar dapat mendapatkan hasrat yang didambakannya.

وَعَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رَضِىَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ الله صلى الله عليه وسلم: ((إِنَّ اللهَ تعالى قَالَ: مَنْ عَادَى لِيَ وَلِيًّا فَقَدْ اَذَنْتُهُ بِالْحَرْبِ، وَمَا تَقَرَّبَ عَبْدِى بِشَيْءٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُ عَلَيْهِ، وَمَا يَزَالُ عَبْدِى يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ، فَإِذَا أَحْبَبْتُهُ كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِى يَسْمَعُ بِهِ، وَبَصَرَهُ الَّذِى يُبْصِرُ بِهِ، وَيَدَهُ الَّتِى يَبْطِشُ بِهَا، وَرِجْلَهُ الَّتِى يَمْشِى بِهَا وَإِنْ سَأَلَنِى أَعْطَيْتُهُ، وَلَئِنْ اسْتَعَاذَنِى لَأُعِيْذَنَّهُ)) رواه البخارى

Dari Abu Hurairah ra ia berkata, “Telah bersabda Rasulullah SAW: Sesungguhnya Allah Ta’ala berfirman: “Barangsiapa memusuhi kekasih-Ku maka Aku menyatakan perang dengannya. Tiada sesuatu yang lebih Aku sukai dari hamba-Ku melainkan ia mengerjakan amalan yang Aku wajibkan kepadanya untuk mendekatkan diri kepada-Ku. Dan hamba-Ku selalu mengerjakan amalan-amalan sunnah untuk mendekatkan diri kepada-Ku sehingga Aku mencintainya. Apabila Aku telah mencintainya, maka Aku merupakan pendengaran yang ia pergunakan untuk mendengarnya, Aku merupakan penglihatan yang ia pergunakan untuk melihatnya, Aku merupakan tangannya yang ia pergunakan untuk bertindak, Aku merupakan kakinya yang ia pergunakan untuk berjalan. Seandainya dia meminta sesuata kepada-Ku pastilah Aku kabulkan, jika ia meminta perlindungan kepada-Ku niscaya Aku beri perlindungan untuknya”. (HR: Bukhari)

Rasulullah bersabda “ Sesungguhnya Allah azza wa jalla berfirman:”Aku bersama hambaKu selama ia mengingatKu dan kedua bibirnya  (berzikir) untuk-Ku.[HR.Ibnu Majah]

Abdullah bin Mas’ud  ra berkata ,’barang siapa yang mendirikan shalat maka ia mengetuk pintu sang Raja, dan siapa yang mengetuk pintu sang Raja, niscaya alan dibukakan untuknya’.

Sesungguhnya cinta sejati cinta yang paling tinggi dan paling mulia, paling bermanfaat, paling sempurna yakni mencintai Allah Sang Maha Pencinta. Ini adalah muara dari segala cinta yang terpuji, Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata: “Cinta yang bermanfaat itu terbagi tiga, yaitu: Mahabbatullah(Cinta kepada Allah), Mahabbah Fillah (Cinta karena Allah) dan cinta kepada sesuatu yang membantu seseorang semakin taat  kepada Allah.”

Inilah kebersamaan khsusus yang hanya dimiliki oleh hamba Allah yang shalih hamba yang dekat dengan-Nya. . Dimana saat paling dekat antara hamba dengan Tuhan-nya adal saat mendirikan  shalat.  Dengan shalat seorang hamba akan semakin mudah untuk senantiasa taat kepada Tuhannya.

Umar bin Khaththab ra, pernah menulis surat yang ditujukan kepada para pejabat waktu itu , yang isinya bahwa ‘  Urusan terpenting bagi kalian adalah shalat. Barang siapa memelihara shalatnya berarti ia telah memelihara agamanya. Apabila ia kehilangan shaltnya , maka ia lebih kehilangan akan hal-hal lainnya’.

Allahu a’lam

Sumber : Adz Dzill wa al-Inkisar lil Aziz al Jabbar al-Khusyuk fi ash Shalat ash shalat ! ya ummati.. ; Imam Zainuddin abil Faraj Abdur Rahman , http://quran.insanislam.com , Tafsir Al-Azhar ; Hamka, Khusyu’ ; Agus Mustofa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar